Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 66 - Kebersamaan Nara And The Gengs


__ADS_3

"Kakak dengar alya sudah kembali bagaimana Keadaan adek baik - baik saja kan, trauma nya tidak kambuh kan?". Ucap kak nara memberikan pertanyaan beruntun karena sungguh mengkhawatirkan kondisi adik tersayang nya itu.


Keysha yang mendengar perkataan kak nara pun tersenyum bahagia, sungguh ia merasa beruntung memiliki kakak seperti nara. Yang begitu perhatian terhadapnya.


"Kenapa adek hanya tersenyum saja, jawab pertanyaan kakak adek baik - baik saja kan". Ucap kak nara dengan tidak sabar.


"I'm fine kak nar, kakak lihat trauma adek pun tidak kambuh". Ujar keysha memeluk lengan kiri kakaknya, karena ia berada tepat di sebelah kiri kakaknya.


"Hem oke deh, thanks ya bim sudah jagain keysha. Ayo kita makan malam bersama". Ucap kak nara karena memang sudah waktunya mereka makan malam.


Bima yang hendak menolak pun tak jadi karena kak nara memaksa.


Kedua orang tua keysha & kak nara saat ini tengah berada di luar negeri bersama dengan opa karena ada masalah disana. Sedangkan om radit tengah menjenguk putrinya yang juga berada di luar negeri, oleh sebab itu di mansion tersebut terlihat sepi karena hanya ada keysha & kak nara beserta pelayan saja.


Saat mereka tengah menikmati makan malam terdengar suara ribut dari luar & yang membuat kebisingan itu langsung memasuki ruang makan serta ikut bergabung makan malam begitu saja.


"Jika gue jadi lo pasti gue sangat malu hahah". Ejek revan pada fajar yang juga di iringi gelak tawa oleh alex & dimas. Padahal alex sangat jarang tertawa namun entah mengapa ketika mendengar cerita dari revan ia jadi ikut tertawa juga karena merasa sangat lucu.


"Berisik lo". Ujar fajar menekuk wajahnya, ia langsung meneguk air yang ada di depan nya.


"Ada apa sih begitu datang kalian malah berisik". Ucap nara penasaran.


Baru saja revan hendak bicara, alex sudah menjawab lebih dulu.


"Fajar di tolak wanita". Ujar alex tersenyum mengejek.


"Loh gue itu bukan di tolak tapi emang lagi gak beruntung saja, lagian tuh cewek pasti matanya minus masa gue yang tampan begini di bilang jelek sama tuh cewek". Ucap fajar tak terima, sungguh baru kali ini ada wanita yang menolaknya mentah - mentah.


Mereka semua tertawa mendengar perkataan fajar, ya fajar memang tampan tapi sungguh cukup narsis. Mengatakan dirinya sangatlah tampan.

__ADS_1


"Fix perempuan itu bakal jadi milik kak fajar". Ucap keysha di sela tawanya.


Sontak mereka langsung melihat kearah keysha, merasa bingung dengan ucapan keysha.


Keysha yang di lihat pun langsung menjelaskan perkataan nya.


"Biasanya perempuan kalau begitu dia hanya jual mahal saja, jika kak fajar serius menyukai wanita itu dekati saja dia akan membalas perasaan kak fajar. Walau awal nya dia jutek tapi fix dia bakal jatuh pada pesona kak fajar, tapi kalau kak fajar hanya main - main saja sebaik nya jangan dekati dia". Ucap keysha dengan serius.


Mereka tau bagaimana fajar, lelaki itu tak pernah serius menjalin hubungan & sering bergonta ganti pasangan sehingga sering di juluki sang playboy, namun kali ini mereka yakin fajar akan serius dengan wanita tersebut.


"Sudah seperti cenayang saja kamu key". Ucap fajar heran pada keysha.


"Bagaimana kalau kita taruhan saja jika ucapan ku benar, maka kak fajar akan menuruti apa pun permintaan ku". Ucap keysha dengan seringainya, ia sangat yakin kali ini kak fajar akan kalah.


"Dan jika ucapan ku benar maka kamu yang akan menuruti keinginan ku". Ucap fajar dengan senyum terselubung.


Mereka yang melihat tingkah keysha & fajar hanya menggeleng kepala saja.


"Menurut lo siapa yang menang". Ucap revan pada nara.


"Keysha". Ucap nara dengan cepat.


Lalu revan melihat ke arah alex & dimas, jawaban mereka pun sama.


"Bagaimana kalau kita taruhan". Ucap revan tersenyum penuh maksud.


"Tidak mau". Jawab mereka bertiga serempak, mereka sudah tau siapa yang menang jadi untuk apa taruhan pikir mereka.


Revan pun tertawa, sebenarnya ia tau akan di tolak namun ia tetap saja ingin mencobanya.

__ADS_1


"Ekhem". Bima yang sedari tadi diam pun berdehem merasa diabaikan.


"Eh sorry bim lo malah kita cuekin". Ucap kak nara merasa tak enak dengan bima.


"Iya tidak apa kok bang".


"Sudah ayo kita lanjut makan". Ucap nara.


~Kini mereka tengah kumpul di ruang kerja nara, hanya keysha & bima saja yang tak ada karena bima sudah pamit pulang tadi. Sedangkan keysha memilih beristirahat dikamarnya.


Ruang kerja nara menghadap ke taman hijau yang sejuk jadi ketika iya membuka jendela & pintu maka pemandangan & hawa yang cukup sejuk akan langsung terasa terlebih pintunya yang terbuat dengan kaca, ia sengaja membuat ruang kerja dekat dengan taman agar bisa melepas penat ketika lelah bekerja. Tepat disebelah kiri ruangan nya juga terdapat ruang olah raga untuk keluarga jaya, tujuannya sama agar dapat menghirup udara segar ketika lelah berolahraga.


Nara memang tipikal orang yang berbeda ia sangat menyukai alam, sebenarnya keysha juga sama dengannya sangat menyukai alam bahkan sering hunting.


Namun semenjak peristiwa itu keysha menutup diri, oleh sebab itu ia sangat suka ruangan yang tertutup & sunyi.


"Bagaimana perkembangan keysha, ia sudah tak takut pada kolam atau sejenisnya lagikan". Tanya fajar pada nara. Baginya keysha sudah seperti adiknya sendiri oleh karena ia sangat perhatian dengan keysha.


"Alhamdulillah ia sudah tak takut lagi, namun ia masih enggan untuk berenang atau sekedar menyentuh air kolam". Ucap nara yang melihat kesembuhan keysha secara perlahan.


"Itu sebuah kemajuan karena keysha sudah mulai berani menghilangkan traumanya, tak lama lagi ia pasti bisa normal seperti dulu lagi". Ucap revan tersenyum, ia mengingat dulu keysha sangat suka berenang, namun semenjak kejadian itu keysha jadi trauma dengan air seperti kolam, lautan, ataupun danau. Karena mengingatkannya akan peristiwa itu.


"Ya lo benar bro, anyway thanks ya berkat lo adek gue bisa sembuh seperti dulu. Insomnia nya sudah mulai berkurang bahkan serangan paniknya pun sudah jarang kambuh lagi. Terima kasih jika bukan karena lo". Ucap nara tertahan ia sungguh merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti revan, fajar & yang lainnya.


"Santai saja bro sudah kewajiban gue menyembuhkan pasien gue, lagi pula lo itu lelaki sangat tak pantas menangis dan bersedih begitu. Sudah seperti anak perawan saja lo yang mudah baperan". Ucap revan memukul bahu nara, ia sengaja bercanda seperti itu agar nara tak sedih.


"Sialan lo". Ucap nara tertawa.


Mereka pun bergurau sembari menyelesaikan pekerjaan mereka, sejujurnya mereka semua sudah memiliki perusahaan sendiri namun karena hubungan mereka yang solid mereka memutuskan untuk bekerja sama & saling membantu satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2