Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 64 -Permintaan Maaf Alya


__ADS_3

"Gue ke toilet dulu kalian ke kelas duluan saja". Keysha pamit ke toilet.


"Mau gue temenin". Ujar vanya.


"Gak perlu, gue bisa sendiri kok". Keysha langsung melangkah menuju toilet.


Alya yang mendengar & melihat keysha menuju toilet pun mengikuti nya, ia ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting.


Saat keysha masuk ke dalam toilet alya memberi tulisan di pintu toilet sedang rusak agar tak ada yang masuk, ia tak mau ada yang mengganggu pembicaraan nya dengan keysha.


Alya menunggu keysha di depan pintu toilet yang keysha pakai. Tak lama keysha memutar knop pintu dan alya langsung memegang tangan keysha.


"Putri". Alya menatap keysha dengan penuh penyesalan.


Tanpa melihat orang nya pun keysha sudah tau siapa yang memanggilnya, ia sangat hafal dengan suara ini.


"Lepas". Keysha menatap alya dengan tajam.


Namun alya masih bersikukuh mencegah keysha keluar dari toilet.


"Put aku mohon kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semua".


"Hah memperbaiki semua gue gak salah dengar, kemana lo selama ini elo menghilang setelah kejadian itu. Lalu dengan seenaknya kembali ingin memperbaiki semua, apa yang mau lo perbaiki semua sudah hancur". Ujar keysha dengan rahang yang sudah mengeras karena menahan amarah bahkan matanya memerah.


"Maaf put gue gak bermaksud untuk pergi begitu saja, please kasih gue kesempatan untuk memperbaiki semua". Mata alya mulai mengembun air mata nya sudah siap untuk tumpah.


"Apa yang akan lo perbaiki, apa lo bisa kembalikan persahabatan kita seperti dulu lagi dan apa rey bisa hidup kembali lagi tidak akan bisa ALYA NOVANKA". Keysha menekan nama alya, sungguh rasanya ia ingin menghabisi alya sekarang juga.


"Minggir". Keysha menepis tangan alya dengan kencang, bahkan alya sampai terjatuh.


"Oh ya jangan pernah panggil gue dengan sebutan putri karena putri yang dulu sudah mati". Ujar keysha tanpa melihat ke belakang, lalu keysha keluar begitu saja dari toilet.


Alya hanya bisa diam dan menangis saja, sungguh kini alya sangat menyesali atas semua perbuatan nya dulu.


Caca masuk ke dalam toilet dan membantu alya bangkit dari jatuhnya.


Ya sedari tadi caca mengikuti mereka bahkan caca sudah tau apa kesalahan alya pada keysha, vanya, dan yang lainnya. Ia tau itu karena caca dan alya sepupuan dan alya selalu menceritakan semua masalah nya pada caca. Selama ini memang banyak yang belum tau jika mereka sepupu karena sedari kecil caca tinggal di luar negeri, ia baru kembali ke indonesia semenjak masuk SMA.

__ADS_1


"Are you oke". Ujar caca memeluk alya memberikan kekuatan agar alya bersabar.


"Gue gak papa kok, gue pantes menerima semua ini karena kesalahan gue benar - benar fatal". Ujar alya menghapus air matanya & berusaha menguatkan dirinya sendiri. Ia tau ini konsekuensi yang ia dapatkan atas apa yang sudah ia lakukan.


"Hem lo harus kuat untuk perbaiki semua nya, gue yakin mereka pasti maafin lo kok". Caca mengelus pundak alya.


"Lo benar, thanks ya lo selalu ada untuk gue". Alya tersenyum sungguh ia merasa beruntung karena memiliki sepupu yang baik seperti caca.


"Yaelah santuy aja kali, sudah seperti sama siapa saja lo. Sudah ayo kita keluar".


*****


"Are you oke". Ujar kak bima saat mereka bertemu di koridor hendak berjalan menuju parkiran karena sudah waktunya pulang.


"Aku gak tau mau bilang apa kalau aku bilang fine saja nyatanya aku sedang tidak baik-baik saja". Keysha tersenyum kecut.


"Aku anter kamu pulang ya". Ujar kak bima langsung menggandeng lengan keysha, menuntun nya untuk langsung naik ke motor nya. Beruntung arga tengah ada rapat osis jadi ia tak melihat kalau keysha sedang bersama kak bima. Jika tidak bisa kebakaran jenggot ia melihat keysha di gandeng dengan kak bima.


"Eh aku di jemput kak". Ujar keysha terkejut tangannya di gandeng begitu saja oleh kak bima, namun ia tak menolak nya. Ntah mengapa kali ini ia tak ingin menolak ajak kan kak bima. Padahal biasanya ia kerap kali menolak ajakan kak bima.


"Belum sampe kan supirnya, telpon aja bilang kalau gak usah jemput. Nih pake". Ujar kak bima langsung memakai helm ke kepala keysha.


"Kamu ada hubungan apa sama anak baru itu". Tanya kak bima ketika mereka sudah bersantai di sebuah rumah pohon yang cukup sejuk.


"Hah aku gak ada hubungan apa-apa kok". Ujar keysha berusaha untuk biasa saja.


"Jangan bohong key aku bisa liat tadi waktu dikantin. Kamu, vanya, kevin, rama, dan nathan. Tatapan kalian itu berbeda dengan siswi baru itu". Ujar kak bima dengan serius, ia menatap dalam keysha.


"Kita sedang berdua saja key, lagi pula kita berada jauh dari sekolah. Jadi kamu gak perlu menutupi jika kita terlihat dekat". Sungguh bima merasa gemas dengan tingkah keysha.


Selama ini mereka memang dekat, namun tak ada yang mengetahui jika mereka sangat dekat. Hanya satrio saja yang tau itu karena kak bima sering curhat dengan satrio.


Bahkan kak bima orang luar pertama yang tau jika keysha dan arga sudah bertunangan, awalnya ia sempat merasa kecewa saat tau akan fakta itu namun setelah di pikir - pikir jika ia tak bisa memiliki keysha sebagai kekasih, mengapa tak ia jadikan keysha adiknya saja toh hubungan mereka juga lebih cocok dianggap kakak beradik.


Hingga akhirnya mereka tanpa sengaja bertemu di sirkuit balapan dari situlah hubungan mereka mulai dekat bahkan mereka sering bertukar cerita satu sama lain.


Bahkan kini keysha sudah mengetahui identitas asli kak bima.

__ADS_1


******


Sementara itu di lain sisi...


Alya yang baru saja akan menaiki taxi nya karena baru pulang sekolah, tiba - tiba terkejut karena di berhenti kan oleh rama.


"Ikut gue". Ujar rama rahang nya mengeras ia tak sadar jika sudah menggenggam lengan alya dengan kencang.


"Akh oke gue ikut lo tapi tolong lepas dulu tangan lo". Alya meringis, rama yang melihat ekspresi alya pun langsung tersadar. Dan benar saja tangan alya memerah.


"Maaf". Kemudian rama pergi lebih dulu ke motor nya.


"Maaf pak gak jadi". Alya meminta maaf pada supir taksi tersebut, tak lupa ia memberikan uang pada supir taksi tersebut karena merasa tidak enak.


"Terima kasih nona". Sungguh senang supir taksi tersebut padahal alya tidak jadi naik tapi ia malah mendapatkan uang dari alya.


Kini mereka telah berada di tempat yang sepi.


Hening untuk sesaat, hingga akhirnya rama menghela nafas pendek nya.


"Kenapa lo kembali". Ujar rama tanpa melihat alya sama sekali.


Alya yang mendengar nya pun langsung menoleh pada rama, lalu ia menghela nafas panjang nya.


Sungguh ia sangat merasa bersalah, segitu fatal nya kah kesalahan nya. Alya tersenyum kecut, namun jika di pikir - pikir itu memang sangat fatal bukan hanya persahabatan mereka yang hancur tapi bahkan sampai harus merenggut nyawa orang lain yang tak bersalah. Walau kejadian itu bukan semua kesalahan alya karena ada campur tangan dari tua bangka itu, namun semua peristiwa itu tak kan terjadi jika bukan karena alya.


"Maaf kasih gue kesempatan untuk memperbaiki semua, ya walaupun gak akan bisa utuh seperti semula setidaknya biarkan gue menebus semua dosa gue". Alya menunduk tangan meremas ujung bajunya.


Rama memperhatikannya dari ujung matanya, untuk melihat kesungguhan alya. Namun setelah di lihat - lihat tak ada kebohongan dari gerak - gerik alya.


Rama mengusap pelan wajahnya.


"Oke gue kasih lo kesempatan sekali ini saja, tapi kalau lo melakukan kesalahan lagi gue gak akan diam lagi". Ujar rama dengan penuh peringatan.


Alya yang mendengar nya pun langsung mengangkat wajahnya & langsung melihat wajah rama, kemudian alya tersenyum sumringah.


"Thanks karena lo sudah kasih gue kesempatan, gue gak bisa berjanji tapi gue bakal buktiin kalau gue bisa berubah dan akan berusaha perbaiki semua". Ujar alya dengan lantang dan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Oke kita lihat nanti".


Alya mengangguk dengan antusias, sungguh ia merasa senang karena rama mau memberinya kesempatan. Ia tinggal cari cara untuk meyakinkan vanya, keysha, nathan, & kevin. Walaupun nathan & kevin tak ada saat peristiwa itu bahkan tak mengetahui nya. Namun setelah mengetahui itu kevin & nathan ikut merasa marah & kecewa terhadap alya.


__ADS_2