Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 42 - Ke Sengsaraan Nara


__ADS_3

"Kenapa gitu". Tanya nara.


"Ya benar apa yang di katakan regan, secara lo udah nyakitin ana dan kali ini lo udah keterlaluan". Ujar fajar sedikit menggeleng gelengkan kepala tak menyangka sahabatnya akan seperti itu pada ana.


"Pantas saja ana tadi terlihat ketus dan seperti nya ana benar - benar sudah tak perduli lagi pada mu". Ujar alvin yang juga memperhatikan ekspresi & sikap ana tadi.


~Ketika mereka tengah asik berbincang hana pamit pada opa kusuma & semuanya, karna tadi mendapatkan telpon penting dari sahabatnya, ia mendapatkan kabar jika sahabatnya yang merupakan lelaki yang sangat mencintainya itu kecelakaan. Oleh sebab itu ia terburu buru untuk pamit pada mereka ia ingin mengecek keadaan sahabatnya itu. Awalnya daddy miko ingin menemani nya namun ana menolak itu karna ia tak mau mengganggu waktu daddy nya, lagi pula fredy akan menemaninya hingga akhirnya daddy miko setuju. Saat hana ingin pergi ia melewati ruang tengah & melihat jika nara, fajar & yang lainnya tengah kumpul disana.


"Lantas apa yang harus aku lakukan agar ana mau memaafkan ku". Ujar nara dengan serius.


"Hmpt hahahah nampak nya lo benar - benar sudah jatuh pada pesona ana ya nar". Ujar revan tertawa tak percaya jika sahabat nya yang dingin akhirnya bisa luluh juga.


Ketika tengah tertawa mereka melihat hana lewat dengan tergesa - gesa.


"Ana kamu mau kemana?". Tanya fajar pada ana.


Ana menghentikan langkahnya sesaat.


"Aku ada urusan mendesak, aku permisi dulu ayo dy". Ujar ana pada asisten nya.


"Ana mau aku anterin gak". Teriak nara pada hana yang sudah mulai keluar dari rumah nya.


"Gak usah". Ujar hana kemudian langsung masuk ke mobilnya. Fredy lah yang mengemudikan mobilnya.


"Hahahah kasian lo di tolak bang, kek nya ini karma untuk lo". Ujar regan tertawa terbahak - bahak.


"Hahah lo benar banget gan". Ujar alvin ikut tertawa.


"Senang kalian melihat gue menderita bukan nya bantuin supaya gue bisa dapat kan cinta ana kembali". Ujar nara dengan kesal.


"Makanya jadi orang gak usah sok dingin dan sok cuek, akhirnya kena batunya sendiri kan kalau sudah begini mah nikmati saja apa yang sudah kakak buat". Ujar keysha yang entah sejak kapan sudah ada di dekat mereka.


"Hem benar itu, astagfirullah sejak kapan adek ada disini". Ujar revan terkejut mengelus dadanya ia tak sadar siapa tadi yang berbicara.


"Sejak kak ana pergi". Ujar keysha dengan santai lalu duduk bergabung dengan mereka.


"Heh anak kecil nyambung aja". Ujar nara dengan memutar bola mata jengahnya.

__ADS_1


"Enak aja siapa yang anak kecil bentar lagi aku 17 tahun ya". Rengek keysha pada kak nara.


"Apa yang keysha bilang benar kok nar". Ujar alvin setuju pada keysha.


"Mau aku bantu gak cara bikin kak ana gak marah lagi, aku kan perempuan jadi pasti paham seperti apa kak ana". Ujar Keysha menarik turunkan alisnya.


"Nah boleh tuh lo minta bantuan sama keysha aja nar". Ujar fajar setuju dengan keysha.


"Ogah adek mah bukannya bantuin yang ada nyesatin nanti". Ujar Nara yang sudah hafal dengan sikap usil adiknya itu.


"Heh mana ada ya aku nyesatin, aku mah selalu ngasih solusi yang terbaik ya". Ujar Keysha tak terima dengan ucapan kakaknya.


"Iya yang terbaik dari yang terburuk hahahah". Ujar fajar ikut menimpali ucapan mereka. Sehingga keysha langsung memanyunkan bibirnya karna di ejek oleh kak nara & fajar.


"Kamu ngapain kesini key". Tanya regan pada keysha.


"Lagi nungguin rama balik kesini". Ujar keysha dengan santai.


"Emang nya rama kemana". Tanya regan kembali.


"Nganterin ceweknya balik". Ujar keysha kemudian bangkit hendak meninggalkan mereka.


"Mengambil minum pak dokter kuh". Ujar keysha tersenyum nakal.


"Aish adek lo benar - benar ya pesona nya makin tinggi". Ujar revan menggelengkan kepala nya agar tersadar.


"Hem lo benar banget bang rev, kalau begini sih gue bakal susah move on". Ujar regan yang memang juga terpesona dengan keysha.


"Move on lo, jangan gamon mulu". Ujar rama yang baru tiba. Gamon (gagal move on).


"Astagfirullah kenapa sih kalian tuh hoby nya ngangetin orang mulu, gak keysha, nathan, vanya dan sekarang lo". Ujar regan mengusap dadanya terkejut karna rama datang tiba - tiba.


"Hahah kaget bang". Ujar rama mengejek regan kemudian langsung berlalu begitu saja.


"Bang rev kek nya lo perlu periksa jantung gue deh takutnya udah gak di tempat nya". Ujar regan meraba dadanya.


"Hahah boleh mau sekalian gue bedah juga gak". Ujar Revan dengan candanya.

__ADS_1


"Emang lo bisa". Tanya fajar dengan bingung.


"Kagak lah gue itu psikiater bukan dokter bedah ogeb". Ujar revan yang kesal karna terkadang fajar otaknya nge blang.


"Lah tadi lo bilang". Ujar fajar terpotong oleh ucapan revan.


"Kan gue bercanda ogeb, gue rasa otak lo harus di bedah deh". Ujar revan pergi meninggalkan fajar, karna malas meladeni fajar takut nanti darah tinggi jika harus meladeni fajar terus - terusan.


"Lah kok pergi, emang gue salah ya nar vin?". Tanya fajar dengan polos.


"Menurut lo". Ujar mereka serempak kemudian ikut pergi meninggalkan fajar.


"Woy kalian mah jahat ninggalin gue sendiri". Ujar fajar bangkit menyusul mereka. Yap begitulah fajar sebenarnya ia tak benar - benar bodoh namun terkadang ia sering bercanda seperti ini untuk mengerjai teman - temannya.


********


Acara makan malam pun selesai semua tamu sudah pulang, hanya tersisa keysha & keluarga nya serta teman - temannya saja.


"Kalian kok belum pulang". Tanya om radit pada rama, kevin and the geng.


"Kita mau nginep disini boleh kan om". Ujar kevin pada om radit.


"Iya om, yah, opa kami boleh kan minep disini". Ujar vanya meminta izin pada opa, om radit serta ayah adi.


"Tentu saja boleh dong, tapi kalian sudah izin kan". Tanya opa pada mereka.


"Sudah opa". Jawab mereka serempak.


"Yasudah sana kalian ke mansion belakang, ini sudah malam langsung istirahat ya". Ujar ayah adi menyuruh mereka untuk tidur. Yap di belakang mansion yang keysha tempati juga terdapat sebuah mansion yang digunakan jika ada keluarga besar / siapapun yang menginap nantinya. Mansionnya memang tak sebesar mansion utama yang ditempati keluarga keysha, namun mansion belakang tersebut tak kalah mewah & juga memiliki furniture yang unik sehingga memiliki kesan tersendiri.


"Oke opa, om, yah bun, kak nara kami pamit kebelakang dulu". Ujar nathan mewakili mereka kemudian pamit untuk ke mansion belakang.


"Kalian boleh pilih mau pakai kamar yang mana atau kalau mau pakai kamar yang biasa kalian tempati juga gak papa". Ujar keysha pada temannya. Kemudian ia duduk di sofa ruang keluarga.


********


Hai Gengs kali ini aku up nya 1 Bab dulu ya, next time lebih dari.

__ADS_1


Ditunggu ya update Bab selanjutnya...πŸ˜‰


Jangan Lupa Like, Koment, Vote, Share, & Tambahkan Favorite yaπŸ˜πŸ˜šπŸ˜‰πŸ˜˜


__ADS_2