Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 46 - Rumah Sakit


__ADS_3

"Oke kali ini aku maafkan kalian tapi jika sekali lagi kalian melakukan kesalahan, akan aku hukum kalian tanpa ampun". Seru nara dengan wajah datar & penuh penekanan.


"Dan untuk peneror itu kalian sekap dia di tempat biasa, tunggu sampai waktu yang tepat biar aku sendiri yang menghukum nya. Sekarang lebih baik kalian kembali ke markas, dan ingat jangan sampai ia kabur". Ujar nara dengan dingin namun wajahnya sudah terlihat tak semarah tadi.


"Baik bos". Ujar mereka merasa lega, mereka sangat tau seperti apa nara & keluarga JH jika sudah marah tak kan ada ampun baginya. Namun meski keluarga JH terkenal akan ke kejamannya semua orang yang bekerja dengan JH akan di perlakukan dengan baik oleh sebab itu mereka semua selalu setia dengan JH.


"Oya kirim yang lain untuk berjaga - jaga disini, awasi siapapun yang masuk ke ruangan keysha dan arga jangan sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan lagi". Ujar nara dengan tegas.


"Baik bos akan kami laksanakan". Ujar mereka serempak lalu pamit pergi.


"**** mereka benar - benar tak bisa aku ampuni, sudah cukup selama ini kita diam. Sekarang kita mulai semua rencana tersebut". Ujar nara dengan tatapan tajam nya & penuh amarah.


"Sabar nar tenang kan dirimu, aku akan membantu mu untuk mendapatkan mereka. Lalu kita balas mereka bersama". Ujar revan menenangkan nara.


"Ayo kita kembali". Ujar revan pada nara.


"Hem ayo". Ujar nara kemudian mereka kembali ke IGD.


********


"Bagaimana bisa keysha dan arga terjatuh secara bersamaan, jika di lihat ada yang aneh dari kecelakaan mereka. Padahal kita belum memulai aksi kita tapi sudah ada yang memulai duluan. Menurut mu siapa yang melakukan nya". Ujar rara berpikir keras.


"Entah dari yang terlihat ia bukan orang biasa, tak mungkin mereka nekad mencelakai keysha jika tak ada dalang di balik semua itu. Bisa jadi mereka saingan bisnis keluarga JH". Ujar siska yang juga terheran.


"Padahal kita belum mengerjai keysha, jika seperti ini lebih baik kita tak melakukan apapun karna bisa berbahaya untuk kita. Gue tidak mau jika nanti harus tertangkap dan tak mau disalahkan atas semua peristiwa itu". Ujar rara bergidik ngeri.


"Ya lo benar ra, tapi gue khawatir dengan arga mengapa ia harus menolong keysha harusnya cukup keysha saja yang terluka. Ayo temenin gue ke rumah sakit untuk melihat keadaan arga". Ujar siska dengan penuh ke khawatiran.


"Ayo gue juga penasaran bagaimana keadaan keysha, siapa tau keadaannya parah". Ujar rara dengan seringainya.


"Tapi kita harus mengawasi dari jauh saja karna tak mungkin jika mengawasi dari dekat". Sambung rara kembali.


"Ya lo benar ra". Ujar siska membenarkan ucapan rara, karna memang tak mungkin mereka bisa melihat dari dekat.


"Kalian ikuti kami dari jauh jangan sampai ada yang curiga". Ujar siska kembali pada bodyguard nya yang selalu menjaganya kemana pun.


"Baik nona". Ujar bodyguard tersebut.


******


"Yah bagaimana keadaan mereka". Tanya nara pada ayah.

__ADS_1


"Belum tau sedari tadi dokter yang menangani mereka belum keluar". Ujar ayah yang khawatir karna dokter yang menangani Keysha cukup lama tak keluar.


"Bagaimana keadaan cucuku". Ujar opa kusuma yang baru datang bersama radit. & hanya mendapatkan celengan kepala dari mereka.


"Keluarga arga". Ujar dokter vina yang keluar dari ruangan sebelah IGD.


"Ya kami dok, bagaimana keadaan putra kami". Ujar papah agung langsung berdiri ketika dokter memanggil mereka.


"Pasien mengalami luka di dahi dan kami sudah menjahitnya, tapi tak perlu khawatir luka di dahinya tidak terlalu parah. Namun bagian punggung nya mengalami sedikit ke retak kan akibat benturan tersebut". Ujar dokter vina yang menangani arga.


"Lantas bagaimana dok anak kami akan baik - baik saja kan". Ujar mamah ayu yang sudah mulai tenang.


"Iya arga akan baik - baik saja, ia hanya perlu beristirahat yang cukup. Dan usahakan untuk tidak terlalu banyak gerak agar punggung dapat pulih dengan cepat". Ujar dokter vina.


"Oya pasien sudah bisa di jenguk, dan saya permisi dulu jika ada apa - apa silahkan panggil saya". Sambung dokter vina dengan senyum ramah nya.


"Baik dok terima kasih". Ujar papah agung.


"Ayo kita masuk pah". Ujar mamah ayu sudah tak sabar ingin melihat putra bungsu nya.


"Ayo, adi sukma semuanya kami ingin melihat arga dulu". Ujar papah agung pamit pada mereka, & diangguki oleh mereka semua.


"Keluarga pasien". Ujar dokter saka yang baru keluar dari IGD.


"Pasien mengalami ke retak kan di bagian kaki serta tangan nya. Dokter revan saya memerlukan bantuan mu. Sepertinya trauma keysha kambuh sehingga menyebabkan pasien sulit melewati masa kritisnya". Ujar dokter saka dengan serius.


"Apa jadi putri kami kritis dok". Ujar ayah adi dengan cemas.


"Ya untuk saat ini pasien belum bisa melewati masa kritisnya, namun saya perlu bantuan dokter revan agar pikiran pasien bisa tenang dan bisa melewati masa kritisnya. Doakan saja agar pasien bisa cepat melewati semua". Jelas dokter saka pada mereka.


"Mari dokter revan". Sambung dokter saka kembali.


"Tolong bantu adek gue rev". Ujar nara pada revan.


"Lo tenang aja gue bakal bantu sekuat tenaga. Gue masuk dulu". Ujar dokter revan langsung masuk ke IGD bersama dokter saka.


"Yah putri kita". Ujar bunda sukma kakinya lemas mendengar perkataan dokter saka, ayah adi yang melihat nya pun langsung menangkap istrinya.


"Sayang kita harus sabar, lebih baik kita berdoa agar putri kita baik - baik saja". Ujar ayah adi mencoba untuk tegar.


Opa kusuma yang mendengar penuturan dokter pun memegang dadanya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Papah, opa". Ujar radit & nara bersamaan, lalu radit langsung memegangi papahnya agar tak terjatuh.


"Tuntun papah untuk duduk". Pinta papah kusuma pada radit. Radit pun langsung menuntun papah nya untuk duduk.


"Kalian belikan air minum untuk kami, dan beli juga untuk kalian semua. Lalu jika ingin makan pergi lah secara bergantian". Seru nara pada anak buahnya yang berjaga disana.


"Baik bos". Ujar salah satu dari mereka lalu ia pergi untuk membeli apa yang di pinta nara.


Kriiiinnnnggggg...πŸ“±πŸ“²


Nada panggilan dari handphone opa kusuma berbunyi.....


"Nara ayo ikut opa, radit kamu disini saja temani adi dan menantuku". Seru opa pada nara & radit.


"Baik pah". Ujar radit.


*********


"Bagaimana kalian berhasil menangkap orang yang sudah membuat cucuku terluka". Ujar opa kusuma pada anak buahnya.


"Sudah tuan besar, ia sudah ada di ruangan eksekusi". Ujar elvano salah satu tangan kanan opa kusuma.


"Bagus jaga dia jangan sampai lolos, aku akan kesana nanti malam". Ujar opa kusuma dengan tegas.


"Baik tuan besar". Ujar elvano memberikan hormat lalu pergi dari sana.


"Nara kemarilah". Ujar opa kusuma meminta nara untuk duduk di dekatnya. Nara pun mendekati opa.


"Opa tau kamu berhasil menangkap orang yang menaruh teror di locker keysha, bagaimana jika kita menghukum mereka bersamaan. Bawa orang itu ke markas milik opa". Ujar opa kusuma.


"Aku setuju opa kita hukum mereka bersama, tapi untuk penyekapan biarkan mereka di tempatkan di ruangan yang berbeda. Aku tak mau mengambil resiko jika mereka kabur nantinya". Ujar nara dengan wajah datar nya, sebenarnya ia sudah ingin menghabiskan mereka namun ini bukan waktu yang tepat untuk menghabisi mereka semua.


"Ya kamu benar, ayo kita kembali ke rumah sakit sekarang. Opa tak dapat tenang sebelum melihat princess baik - baik saja". Ujar opa kusuma.


"Ayo opa". Ujar nara menyuruh supir untuk membawa mereka kembali ke RS.


*******


Hai gengs Welcome Back To My Story....


Tinggal kan Jejak Kalian Untuk Ku YaπŸ˜‰

__ADS_1


Like, Koment, Vote, Beri Hadiah, & Tambahkan Favorite YaπŸ˜‰πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜š


__ADS_2