
"Oh yaudah ayo masuk tuh guru matematika mau masuk ke kelas kita". Ujar vanya yang melihat bu rina berjalan ke arah kelas mereka. Karna jam pertama hari ini adalah mapel MTK. Kemudian mereka semua masuk ke kelas.
*******
Kriiiinnnnngggggg........π’ππ
Bel pertanda istirahat berbunyi.....
"Kalian duluan aja ke kantin nya gue mau ke perpus sebentar, setelah itu menyusul kalian". Ujar keysha pada teman - teman nya.
"Mau gue temenin gak". Ujar vanya pada keysha.
"Gak usah cuma sebentar aja kok". Ujar keysha meyakinkan vanya.
"Hem yasudah hati - hati ya". Ujar vanya khawatir karna tau tadi pagi keysha mendapatkan teror.
"Iya bestie". Ujar keysha kemudian pergi ke perpustakaan.
Arga melihat keysha naik ke lantai atas karna perpustakaan memang ada di lantai dua, ia pun mengikuti keysha. Saat hendak memanggil keysha arga terkejut melihat seseorang hendak mendorong keysha agar terjatuh dari tangga.
"Keysha". teriak arga langsung berlari menangkap keysha.
Karena posisi mereka tak seimbang akhirnya mereka jatuh bersamaan.
"Aakkhh". Teriak arga & keysha bersamaan.
Semua orang terkejut melihat keysha & arga terjatuh dari tangga.
Rama yang sedang mengobrol dengan bagas pun langsung berlari ketika melihat ada keramaian.
"Arga keysha". Teriak rama & bagas terkejut ketika melihat keysha & arga terjatuh.
"Aakkhh". Ujar arga tersadar ketika terjatuh menolong keysha tadi.
"Keysha". Ujar arga membangunkan keysha yang sudah tak sadarkan diri.
"Rama bagas ayo bantu gue". Ujar arga mencoba bangkit namun sulit lalu meminta bantuan pada rama & bagas. Dahi arga pun berdarah karna terbentur ketika jatuh tadi.
"Dahi lo berdarah ga". Ujar rama yang melihat dahi arga berdarah.
"Kalian hubungi ambulans". Ujar bagas pada teman - temannya.
"Sudah, kami sudah menghubungi ambulans". Ujar salah satu siswa disana.
"Ayo kita angkat keysha". Ujar rama mengangkat Keysha, dibantu dengan arga serta bagas.
*******
__ADS_1
"Yes akhirnya berhasil". Ujar seseorang dengan seringai tipis nya, ia sudah memperhatikan sejak tadi. Kemudian ia menghubungi bos nya.
"Halo bos rencana berjalan dengan lancar". Ujar seseorang tersebut.π±π
"Bagus kembali dengan hati - hati jangan sampai tertangkap". Seru bos tersebut dengan penuh penekanan. Lalu memutuskan sambungan telponnya.
********
Keysha & arga di larikan ke rumah sakit Pelita.....
Rumah sakit terbesar di kota tersebut memiliki fasilitas yang paling lengkap.
"Cepat bawa ke IGD". Seru dokter yang sudah menunggu kedatangan mereka, karna sudah di hubungi oleh anak buah nara tadi.
Arga, rama, & bagas mendorong brangkar keysha dengan wajah yang penuh ke khawatiran.
Saat tiba depan IGD.
"Saya mau masuk dok". Ujar arga & rama berbarengan.
"Maaf kalian tidak bisa masuk, saya harus segera menangani pasien". Seru dokter tersebut langsung masuk ke ruang IGD.
"Maaf mari saya obati dulu luka nya dek". Ujar suster ingin mengobati luka arga.
"Obati luka lo dulu ga". Ujar bagas pada sahabat nya itu.
"Turutin apa perintah suster kalau lo gak mau kenapa - napa nantinya". Ujar rama dengan tegas, ia tau arga tengah menahan sakit karna terlihat dari ekspresi nya.
"Tapi". Belum selesai arga menyelesaikan perkataan nya arga sudah pingsan duluan.
"Arga, suster cepat bawa dia". Seru rama yang memegangi pundak arga karna ia berada tepat di samping arga.
"Arga kenapa". Tanya dokter revan yang kebetulan lewat karna ia juga terkadang bekerja di rumah sakit ini saat di perlukan.
"Arga dan keysha jatuh dari tangga". Ujar bagas menjawab pertanyaan dokter revan.
Baru saja dokter revan hendak mengatakan sesuatu nara beserta kedua orang tuanya & juga orang tua arga datang.
"Bagaimana keadaan keysha dan arga". Tanya kak nara pada mereka.
"Mereka masih di tangani dokter kak". Ujar rama dengan wajah yang lesu.
"Ganti baju kalian dulu, gue sudah siapkan baju untuk lo dan bagas". Ujar nara, tadi rama sudah menghubungi mereka terlebih dahulu.
Rama & bagas pun memperhatikan pakaian mereka yang penuh dengan darah milik keysha & arga.
"Thanks ya kak, kita salin dulu". Ujar bagas kemudian ia & rama pergi ke toilet.
__ADS_1
"Nar". Ujar revan dengan tanda tanya.
"Ikut gue". Seru nara pada revan. Kemudian ia pamit pada orang tuanya.
"Bun, yah, aku permisi sebentar". Ujar nara pada orang tuanya.
"Iya hati - hati". Ujar ayah adi juga mengkhawatirkan kondisi putranya. Ia tau pasti siapa penyebab kecelakaan ini terjadi. Oleh sebab itu hatinya kini di penuhi dengan rasa cemas serta gundah.
"Yah gimana keadaan putri kita bunda gak mau kalau putri kita kenapa - napa". Ujar bunda dengan air mata yang sudah mengalir deras.
"Percaya kan semua nya sama Allah bun, kita harus yakin jika putri kita akan baik - baik saja". Ujar ayah adi mencoba untuk tetap tenang. Meskipun perkataan tak sesuai dengan isi hatinya.
Sedangkan mamah ayu, ibu dari arga sudah terisak sejak mendapatkan kabar jika putranya terjatuh dari tangga.
"Sabar mah, tenang kan dirimu mereka pasti baik - baik saja". Ujar papah agung menenangkan istri nya.
"Lebih baik kita semua duduk terlebih dahulu sembari menunggu dokter keluar". Ujar ayah adi pada mereka.
"Kamu benar, ayo kita duduk dulu mah". Ujar papah agung membantu istri nya duduk.
"Mah pah bagaimana keadaan mereka". Tanya alvin dengan nafas yang terengah - engah karena berlari terburu - buru saat mendapatkan kabar tersebut.
"Masih di tangani dokter". Ujar papah agung menggelengkan sedikit kepala nya.
******
"Nar jangan bilang dia sudah mulai beraksi". Ujar revan pada nara saat mereka sudah berada di rooftop rumah sakit.
"Ya lo benar, tapi gue curiga keysha gak akan mudah terjatuh walau di dorong sekali pun. Tapi ntah mengapa ia bisa dengan mudah terjatuh begitu saja". Ujar nara yang sangat memahami adiknya seperti apa.
"Lo benar nar pasti ada yang menaruh sesuatu di tangga itu sehingga keysha bisa dengan mudahnya terjatuh, tapi bagaimana arga bisa ikut terjatuh juga". Ujar revan dengan penuh selidik.
"Dari info yang gue dapatkan arga berusaha menolong keysha oleh sebab itu ia juga ikut terjatuh". Ujar nara yang mendapatkan informasi dari anak buah nya.
"Dan kalian kemari". Ujar nara dengan marah pada anak buahnya karna tak becus menjaga keysha.
"Maafkan kami tuan tadi kami kecolongan, kami berusaha mengejar orang yang meneror nona muda. Disaat bersamaan peneror itu muncul, tapi ternyata mereka memiliki pasukan yang lain sehingga mereka berhasil mencelakai nona. Namun kami berhasil menangkap peneror itu". Ujar salah satu bodyguard yang mengikuti kemana saja keysha pergi.
"Oke kali ini aku maafkan kalian tapi jika sekali lagi kalian melakukan kesalahan, akan aku hukum kalian tanpa ampun". Seru nara dengan wajah datar & penuh penekanan.
******
Akhirnya aku bisa update 2 Bab lagiπ
Harap Di Tunggu ya Bab selanjutnya dengan sabarπ
Jangan Lupa Like, Koment, Vote, & Tambahkan Favorite yaππππ
__ADS_1