Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 41 - Perasaan Nara


__ADS_3

"Hahah benar sekali opa. Bahkan aku sudah bosan bertanya kapan alvin akan menikah". Ujar papah agung.


"Ya setiap anak muda pasti begitu jika berhubungan dengan pernikahan pasti selalu mengelak". Ujar pram ikut menimpali.


"Heheh maaf opa, om kami bukan tak ingin menikah tapi bila sudah waktunya kami pasti akan menikah". Ujar revan mewakili mereka, & di angguki oleh mereka semua karna setuju dengan apa yang revan ucapkan.


"Hem yasudah, bagaimana jika opa menjodohkan mu dengan hana". Ujar opa kusuma menarik turun alis nya pada nara.


Sontak hana yang mendengar itu langsung tersedak.


"Ukhuuu.... Ukhuu....". Hana terkejut mendengar ucapan opa.


Sontak nara & alvin reflek menyodorkan minuman pada hana. Hana yang melihat itu tak menerima minuman dari mereka & lebih memilih minuman yang ada di depannya.


"Maaf sudah ada minuman di depanku". Ujar hana pada nara & alvin.


Fajar and the gengs memilih diam & melanjutkan makan mereka, tak ingin menggoda sikap nara & alvin karna takut mereka berdua ngamuk nanti nya.


"Ekhem bagaimana menurut mu mik, sepertinya cucu ku dan putrimu sangat cocok jika bersanding nanti". Ujar opa kusuma minta pendapat miko.


"Aku sih setuju saja opa, namun aku serahkan kepada ana apakah ia mau atau tidaknya". Ujar miko dengan santai.


"Aku hanya akan menikah dengan lelaki yang mencintai ku saja, saling mencintai itulah yang aku inginkan karna untuk apa menikah jika tak saling mencintai satu sama lain. Bukan kah itu akan terasa hambar saat sudah ber rumah tangga nantinya". Jelas hana pada opa kusuma.


Yap sedari dulu hana memang selalu mengejar cinta nara, namun beberapa hari lalu sebelum opa kusuma datang nara dengan tegas menolak hana dengan mentah - mentah bahkan ia mengucapkan kata yang benar - benar menyakitkan untuk hana. Dari situ lah hana berhenti untuk mengejar nara bahkan tak pernah lagi mengunjungi nara, bahkan sekarang sikap hana sangat lah cuek seolah tak mengenal nara, padahal dulu ia terang - terangan mengungkapkan perasaannya pada nara semua orang tahu itu.


"Hem bukan kah kamu mencintai nara sayang". Ujar bunda sukma yang mengetahui seberapa gigihnya hana mengejar nara.


"Tidak bun". Ujar hana dengan santai & datar. Ia tahu mereka akan membahas perasaan nya pada nara, & ia sudah mempersiapkan semuanya sehingga ia dapat menjawab setiap pertanyaan dengan santai. Ia sudah memutuskan untuk lagi menempatkan hatinya pada nara, baginya nara tak pantas untuk ia cintai.


Nara yang mendengar ucapan hana, seketika jantung nya berdetak dengan cepat. Ada rasa kecewa & perasaan aneh saat hana mengatakan jika tak mencintai nya.


Bahkan fajar & revan pun ikut terkejut mendengar ucapan hana.

__ADS_1


"Yah sayang sekali padahal opa sangat berharap kalian berjodoh, tapi benar apa yang kau ucapkan nak, kamu harus menikah dengan orang yang mencintai mu dengan tulus. Sungguh beruntung siapapun lelaki yang berhasil mendapatkan hatimu nanti". Ujar opa kusuma tersenyum lembut pada hana lutfhia.


"Ya sudah opa saja yang menikah dengan ku". Ujar hana menarik turunkan alisnya dengan senyum devil nya.


"Hmph". Nara yang hendak menelan minumannya langsung menyemburkan minumannya ketika mendengar perkataan hana.


"Lo kenapa bro". Ujar alvin mengusap punggung nara karna ia duduk tepat disebelah nara.


"Ekhem gak papa cuma kaget aja, aku pamit ke toilet dulu bun". Ujar nara berkilah, kemudian langsung berjalan dengan langkah yang lebar ke toilet. Entah mengapa hati nya sungguh terasa panas sedari tadi, bahkan wajahnya sudah memerah ingin mengeluarkan amarahnya. Beruntung karna tengah berada di keramaian sehingga ia dapat lebih mengontrol emosinya.


Namun tanpa ia sadari alvin mengikutinya dari belakang.


"aku ke toilet dulu bentar". Pamit alvin pada orang tuanya.


"Maaf opa om, dan semuanya kami menyusul nara dan alvin dulu karna ada yang ingin kami bicarakan". Ujar fajar and the gengs yang sudah selesai makan sejak tadi & hanya sedang menikmati minuman mereka, kemudian mereka pamit pada opa & yang lainnya.


"Hem yasudah". Ujar om radit pada mereka ia tau jika mereka ingin berbincang - bincang.


Tak lama handphone hana berdering menandakan ada yang menelpon nya.


"Aku permisi dulu bun, semuanya". Ujar hana permisi mencari tempat untuk mengangkat telponnya.


Sementara itu nara yang baru saja keluar dari closet langsung mencuci tangan & wajahnya di wastafel.


"Ekhem". Alvin berdehem tepat di belakang nara.


"Astagfirullah, sejak kapan lo ada disini". Ujar nara terkejut ketika alvin berada di belakang nya. Kenapa pula ia lupa mengunci toilet.


"Sejak lo masuk ke toilet". Ujar alvin dengan santai.


"Lo mau ke toilet juga". Tanya nara pada alvin.


"Gak gue cuma mau bilang, kalau lo suka sama ana kenapa gak bilang saja pada ana". Ujar alvin yang sudah tau jika nara suka pada hana, sesama lelaki ia tentu tau jika nara suka pada hana karna perilaku nara sangat lah berbeda ketika bersama hana.

__ADS_1


"Siapa yang suka sama ana gue gak suka sama dia kok". Ujar nara kemudian keluar dari toilet.


Alvin menahan lengan nara.


"Kita ngobrol bentar di ruang tengah". Ujar alvin mengajak nara untuk berbicara.


"Ekhem kita ikut". Ujar fajar, revan & yang lainnya.


"Hem". Balas nara. Kemudian mereka langsung menuju ruang tengah, sengaja mereka memilih berbicara di ruang tamu agar tak ada yang mendengar ucapan mereka lagi pula semua orang tengah berada di halaman belakang sekaligus taman.


"Jangan bohong gue tau lo kayak gimana". Ujar alvin yang memang sudah bersahabat dengan nara sejak kuliah. Karna mereka kuliah di tempat yang sama, ya walaupun mereka sudah mengenal sejak kecil namun mereka baru mulai dekat sejak kuliah. Karna selama ini mereka sekolah di tempat yang berbeda & sangat jarang bertemu. Nara pun mengetahui kisah cinta alvin.


"Benar dari yang gue liat seperti nya lo sudah menyukai ana" ujar fajar yang juga mengetahui itu.


"Iya - iya gue suka sama ana, tapi...". Ujar nara menggantung.


"Tapi apa". Tanya mereka pada nara.


"Nara sudah menolak ana mentah - mentah bahkan ia mengatakan kata yang sangat menyakitkan untuk ana". Ujar alex dengan datar & wajah tanpa ekspresi. Nara yang melihat alex berbicara jujur langsung menatap tajam alex, namun yang di tatap hanya santai saja. Jelas saja alex tau karna ia adalah asisten nara lagi pula itu terjadi di kantor nara.


"Hah benar begitu nar?". Tanya revan pada nara.


"Hem benar". Ujar nara mengangguk kan kepala.


"Hahahah sepertinya perasaan lo pada kak hana akan di tolak mentah - mentah oleh kak hana bang". Ujar regan menertawakan nara.


"Kenapa gitu". Tanya nara.


********


Tinggalkan jejak kalian untuk ku ya....


Ingat satu like & koment dari kalian sangat berarti untukku I Need You gengs😉😍☺😇

__ADS_1


__ADS_2