Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 69 - Healing


__ADS_3

"What seriously?". Ucap vanya dengan mata yang hampir lepas karena mereka melakukan panggilan video.


"Gue serius". Ucap keysha menatap vanya dengan wajah seriusnya.


Vanya tiba - tiba merasa khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.


"Key are you okey?". Ucap vanya ragu walau ia sudah tau jawabannya.


"I'm okey nya lo gak perlu khawatir dengan gue". Keysha tersenyum meyakinkan sahabatnya itu.


"Gue kerumah lo sekarang, lo jangan tidur dulu gue bakal minep ke rumah lo". Ucap vanya merasa sangat khawatir dengan keadaan keysha.


"Gak us...". Belum keysha menyelesaikan perkataannya vanya sudah mematikan panggilan videonya.


Keysha menghela nafasnya, jika sudah begini ia yakin sebentar lagi vanya akan datang. Sungguh ia beruntung memiliki sahabat seperti vanya & yang lainnya karena mereka selalu siaga disaat keysha membutuhkan bantuan dari mereka.


Tok tok....


Pintu kamar keysha di ketuk seseorang, tak lama menyembul kepala orang yang mengetuk pintu tersebut.


"Kok gak dikunci pintunya key". Ucap vanya masuk begitu saja.


"Mager". Ucap keysha kembali merebahkan dirinya diatas kasur & berguling kesana kemari mencari kenyamanan. Mager (malas gerak).


"Huh dasar, gue ke toilet dulu bentar". Ucap vanya setelah mengunci pintu kamar keysha.


Keysha hanya mengangguk saja.


"Kenapa dadakan banget lo ngasih info nya, gue tau kalian bakal nikah tapi apa ini gak terlalu cepat". Ucap vanya ikut merebahkan dirinya disebelah keysha setelah selesai di toilet.


"Entah gue juga baru tau tadi". Ucap keysha


"Lo baik - baik saja kan". Vanya menatap keysha dengan cemas.


"Gue bingung ada rasa sedih, kecewa, dan takut. Semua menjadi satu". Ucap keysha dengan gamang.


Vanya mengangguk cukup paham apa yang tengah keysha rasakan.


"Jadi apa keputusan lo".


"Gue bakal tetap menikah sama arga".


"Bagaimana kalau arga tau akan perasaan lo yang sebenarnya, lo gak takut dia bakal marah & kecewa". Ucap vanya tepat mengenai hati keysha.

__ADS_1


Deg... Keysha terdiam sesaat.


"Gue bakal menanggung semua resiko yang ada". Ucap keysha dengan yakin.


"Oke gue bakal dukung apapun keputusan lo". Ucap vanya tersenyum menggenggam tangan keysha.


"Thanks lo selalu ada untuk gue, tolong jangan beritahu yang lainnya dulu ya. Terutama rama, biar gue sendiri yang kasih tau mereka". Ucap keysha memeluk vanya.


"Hem oke ayo kita tidur, besok gue bakal bantuin lo siapin semua". Ucap vanya, mereka memejamkan mata mereka.


"Selamat pagi semuanya". Bukan keysha yang berucap melainkan vanya lah yang mengatakannya.


Semua orang disana langsung paham bahwa vanya pasti sudah tau apa yang terjadi, mereka yakin vanya pasti langsung datang tadi malam.


"Pagi juga vanya, Ayo kita sarapan bersama". Ucap bunda dengan ramah. Sedangkan yang lain hanya tersenyum saja.


Terlihat nara & keysha hanya diam saja tanpa membuka suara sama sekali.


Saat bunda ingin mengambilkan nasi goreng & telur dadar kesukaan untuk putrinya keysha langsung menolaknya.


"Biar aku saja". Ucap keysha dengan datar, meskipun tak ada emosi dari suaranya namun semua orang tau bahwa keysha tengah menahan amarah.


Bunda membeku untuk beberapa saat namun dengan cepat bunda tersenyum.


Semua orang diam tidak ada yang mengangkat suaranya, hanya terdengar dentingan sendok saja dimeja makan. Hingga akhirnya vanya membuka suaranya.


"Kita jadi ke salon kan".


"Tentu, ayo kita bersiap".


"Kakak temani kami bersenang - senang, ajak kak fajar atau siapa pun untuk menemani kita". Ucap keysha langsung bangkit setelah menyelesaikan sarapannya tanpa mendengarkan jawaban dari kakaknya.


Nara mendengus kesal, bukan ia tak ingin menemani adiknya bersenang - senang pasti akan memakan waktu yang lama jika ia menurutinya. Namun ia tak mau menolak permintaan keysha jadi ia menuruti keinginan adiknya.


Vanya menepuk pelan pundak kak nara untuk meredakan kekesalan kak nara, ia menyengir saat kak nara menatapnya. Kak nara mengangguk lalu tersenyum, menandakan setuju.


Setelah itu vanya berlari menyusul keysha ke kamar, ia merasa senang karna bisa menghabiskan waktu bersama orang yang disukainya.


Nara langsung bangkit dari meja makan, ia langsung menghubungi fajar untuk menemaninya pergi bersama adiknya.


"Halo, datang kerumah gue sekarang temani gue pergi bersama keysha". Ucapa nara begitu panggilan teleponnya diangkat oleh fajar, kemudian langsung mematikan panggilan telepon tanpa menunggu jawaban dari fajar.📞📲


Fajar mendengus, sungguh ia rasanya ingin menenggelamkan nara kelautan yang dalam. Jika nara bukan sahabatnya.

__ADS_1


Fajar langsung bangkit menyambar kunci mobilnya beruntung hari ini ia free jadi ia bisa bersantai dengan nyaman, namun baru saja ia hendak terlelap di kasur kesayangannya nara menelponnya. Sungguh nara sangat mengganggu waktu santainya.


"Kemana dulu kita". Tanya fajar ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Salon kejora". Ucap vanya dengan antusias.


"Hah salon". Ucap fajar menelan saliva nya. Kemudian ia melihat nara yang ada tepat disebelahnya.


Nara yang ditatap hanya mengangguk dengan malas.


Disinilah mereka berada salon bintang kejora, yang merupakan salon nomor 1 dikota mereka. Karena salon ini merupakan salon terbaik maka mereka tak hanya melayani wanita saja tetapi juga untuk pria yang ingin pijat serta melakukan perawatan lainnya.


Nara & fajar yang awalnya malas menunggu adik mereka pun akhirnya ikut melakukan perawatan serta pijat untuk merilekskan diri mereka sejenak, biasanya jika ingin perawatan maka mereka akan pergi ke salon khusus pria atau memanggil pegawai salonnya langsung untuk datang ke rumah mereka.


Padahal mereka sangat kaya bisa saja mereka membuat salon sendiri di rumah, namun mereka malas alasannya agar mereka tak jenuh harus perawatan di rumah jadi mereka memilih untuk pijat seperti ini diluar saja agar bisa sambil jalan - jalan.


"Ternyata ada untung nya juga kita nemenin keysha & vanya". Ucap fajar terkekeh, mereka berdua berada disatu ruangan sehingga bisa mengobrol berdua.


"Hem lo benar". Ucap nara ikut merasakan kenikmatannya.


~Sementara itu di tempat yang sama tapi diruangan berbeda dari nara & fajar, keysha serta vanya juga tengah merasakan kenikmatan dari pijatan & perawatan yang tengah mereka jalani.


"Enak banget, sepertinya gue sudah sebulan ini belum melakukan perawatan". Ucap vanya yang hampir terlelap karna merasakan sentuhan lembut para pemijat handal.


"Sama gue juga". Ucap keysha.


"Mbak tolong bikin kita berdua terlihat bercahaya, terlebih lagi dia". Seru vanya sembari menunjuk keysha.


"Siap nona". Ucap pegawai yang tengah melayani keysha & vanya.


Butuh waktu 3 jam mereka selesai. Setelah itu mereka lanjut ke butik ternama untuk membeli beberapa pakaian. Padahal mereka bisa saja belanja di mall namun mereka malas jika harus menjadi pusat perhatian nantinya.


Selesai berbelanja & nyalon mereka langsung menuju restoran untuk makan siang bersama disebuah ruangan vip.


"Wih emang pas banget ya siang panas begini menikmati seafood di dekat lautan". Ucap fajar sangat menikmati makan siang mereka yang mana restoran tersebut memang berada di dekat laut sehingga mereka bisa langsung menikmati pemandangan dengan alami.


"Yups tepat sekali kak". Ucap keysha.


Mereka pun makan diiringi dengan canda tawa & mereka juga sedikit membahas tentang pernikahan keysha besok.


Saat fajar melirik keluar jendela tak sengaja ia melihat seseorang dengan gerak gerik mencurigakan tengah memata - matai nya.


Fajar langsung memberi kode ke nara melalui tatapannya. Nara yang sadar pun langsung melihat kearah tatapan fajar, kemudian mereka langsung menghubungi anak buah mereka yang memang sudah ada di sekitar mereka untuk berjaga - jaga.

__ADS_1


Selesai makan mereka langsung pulang ke rumah jaya. Nara & fajar pun tak mengungkit kejadian tadi karena mereka tak mau keysha & vanya merasa cemas nantinya.


__ADS_2