Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 36 - Persiapan


__ADS_3

"Jika kau memang ragu mengapa kau bersedia membantu si tua bangka itu, tidak kah kau lihat jika si tua bangka memang memiliki dendam tersendiri dengan keluarga jaya". Ujar pria yang ber inisial B.


"Aku harus mencari kebenaran nya, oleh sebab itu aku harus terlihat ada di sisi tua bangka itu. Agar aku mengetahui kebenaran nya, dan aku juga mau keysha menyadari perasaan nya sendiri. Aku ingin tau siapa orang yang benar - benar keysha cintai di antara kami semua, walau aku yakin bahwa rama lah yang ia cintai, tapi setidaknya aku ingin mengetahui semua itu dari mulut keysha langsung". Ujar A pada sahabatnya B.


"Hem aku sudah menduga bahwa kamu tidak mungkin ada di pihak si tua bangka itu, by the way kapan kamu kembali orang tuamu sudah sangat merindukan mu". Ujar B yang selalu mendapatkan pesan dari kedua orang tua A. A & B adalah saudara sepupu, disini mereka hanya di sebut dengan inisial nama mereka saja. Karna mereka tengah berada di sebuah markas & tak boleh ada yang tau identitas asli mereka sehingga nama mereka di rahasia kan.


"Saat semuanya telah selesai aku akan kembali". Ujar A pada B.


"Akan aku sampaikan pada orang tuamu, lantas apa yang akan kamu katakan pada mereka. Bukankah keysha dan yang lainnya telah menduga kamu pelakunya, ya walaupun kak nara pasti tau ada dalang besar dibalik peristiwa itu". Ujar B penasaran.


"Aku akan memberikan bukti bahwa tidak semua peristiwa itu dilakukan oleh ku, aku yakin setelah mereka melihat bukti itu mereka akan tau bahwa aku tak sepenuh nya bersalah. Ya walaupun aku tetap bersalah karna sudah menyebabkan insiden itu terjadi, tapi aku tak mengetahui jika si tua bangka itu sudah merencanakan semuanya". Ujar A menjelaskan semuanya pada B.


"Aku akan membalas semua perbuatan tua bangka itu saat yang tepat". Sambung A kembali.


"Bagus aku akan mendukung mu, kabarin aku jika kau perlu bantuan". Ujar B mendukung A.


"Pasti aku akan sering menghubungi dan merepotkan mu". Ujar A sedikit bergurau.


"Tentu tapi ingat semua ada bayarannya". Ujar B tersenyum puas.


"Kau memang benar - benar perhitungan". Ujar A pura - pura marah. Kemudian mereka tertawa bersama.


"Sejak kapan kau memanggil putri dengan sebutan keysha". Tanya B penasaran.


"Sejak aku mendengar kabar bahwa putri sudah merubah nama panggilannya dengan sebutan keysha". Ujar A yang memang mencari tahu semua info tentang keysha.


"Hem begitu ya sudah lah aku pamit dulu, aku harus segera kembali ke rumah". Ujar B yang akan pulang ke rumahnya.


"Hem sampaikan salamku pada mami dan papi, bilang bahwa aku baik - baik saja". Ujar A menitipkan pesan pada B untuk kedua orang tua nya.


"Oke". Balas B kemudian ia langsung pergi.


******


"Kamu sudah memberitahu vanya, rama serta yang lain kan sayang". Tanya bunda pada keysha.


"Sudah bun, aku sudah menghubungi mereka semua. Lagi pula kami memang sudah berjanji akan kumpul bersama malam ini". Ujar keysha yang membantu bunda memasak untuk makan malam. Yap mereka tengah berada di dapur.

__ADS_1


"Hem syukurlah, pasti rumah ini akan terasa ramai karna kehadiran mereka semua. Rasanya bunda sangat menantikan moment ini, karna sudah lama kita tak kumpul bersama semuanya". Ujar bunda yang merindukan kebersamaan mereka semua. Yap vanya, rama, kevin, & anak lainnya sudah mereka semua anggap seperti keluarga sendiri karna selama ini mereka selalu bersama - sama dalam keadaan apapun, serta saling menolong satu sama lain.


"Iya bunda benar sekali". Ujar keysha tersenyum membayangkan setiap moment kebersamaan mereka.


Ketika keysha, bunda, bik surti, & beberapa pelayan lainnya tengah sibuk. Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi.


Dindong....


"Siapa yang datang ya". Ujar keysha bingung karna ini belum jam 19.00.


"Mungkin teman nya den nara non". Ujar bik surti asal tebak.


"Keysha". Teriak vanya saat melihat keysha di dapur, yap yang datang tadi adalah vanya.


"Berisik woy". Ujar Keysha menutup telinga nya karna memang teriakan vanya cukup kencang.


"Heheh sengaja kok". Ujar vanya tertawa dengan watados nya.


"Vanya kamu ada - ada saja". Ujar bunda geleng - geleng kepala melihat kelakuan absurd anak nya.


"Tampil banget lo udah kesini". Ujar keysha.


"Iyalah kan gue mau bantuin kalian masak". Ujar vanya yang sudah masuk ke mode caper nya.


"Bantuin masak apa bantuin makan". Ujar keysha dengan nada mengejek.


"Dua - duanya dong hahahah". Ujar vanya tertawa.


"Hahah kamu bisa saja van". Ujar bunda sukma ikut tertawa.


"Heheh gak kok bun, aku sengaja datang duluan mau bantuin kalian. Ada yang bisa aku bantu gak bun". Ujar vanya pada bunda.


"Boleh kamu bantu bik surti bikin puding itu saja". Ujar bunda meminta vanya membantu bik surti bikin puding agar cepat selesai. Sedangkan bunda tengah menyiapkan makanan lain dengan keysha.


"Oke bun, sini bik aku bantuin". Ujar vanya menghampiri bik surti.


"Oke non vanya tolong masukan susu itu ya". Ujar bik surti.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian.....


"Hem akhirnya selesai juga, bik nanti ini langsung kalian tata aja ya di meja lagi pula sebentar lagi pula sebentar lagi adzan maghrib". Seru bunda pada bik surti dan pelayan lainnya.


"Siap nya". Balas bik surti.


"Kalian langsung mandi dan bersiap - siap saja, oya jangan lupa kalian sholat maghrib ya". Ujar bunda pada keysha & vanya.


"Oke bun". Jawab keysha & vanya serempak. Mereka pun langsung melangkah menuju kamar keysha.


"Lo bawa baju salinan gak". Tanya Keysha pada vanya.


"Nih gue pasti bawa kok". Ujar vanya menunjukkan paper bag pada keysha.


"Hem by the way lo kesini sama siapa". Tanya keysha kembali.


"Sama regan kampret itu". Ujar vanya mengejek regan.


"Ekhem siapa yang lo panggil regan kampret". Ujar regan mengejutkan vanya & keysha, regan memang tengah duduk bersama kak nara, kak fajar, & nathan di sofa dekat kamar keysha & nara.


"Eh setan lo ngagetin gue aja". Ujar vanya mengelus dadanya.


Sementara mereka yang melihat itu hanya bisa menahan tawa mereka.


"Heh sembarangan lo, tadi lo sebut gue kampret sekarang setan lo kira gue apaan. Masa cowok setampan gue di bilang setan". Ujar regan kesal tak terima di ejek vanya.


"Lah kan emang lo kampret dan lagi pula muka lo itu kek setan serem gak ada ekspresi nya". Ujar vanya kembali mengejek regan. Ucapan vanya itu benar - benar membuat mereka tak dapat menahan tawa, sehingga mereka yang ada disitu langsung tertawa semua.


********


Maaf aku telat up nya karna aku baru bisa update hari ini.....


Jangan Lupa Like, Koment, Vote, & Tambahkan Favorite ya😉


Oya bantu share novel aku ya jika kalian benar - benar suka cerita aku tinggal kan jejak untukku ya😇....


Ingat satu Like & Koment kalian sangat berarti untukku😉😘😍

__ADS_1


__ADS_2