
Keysha bisa mendengar suara siapapun yang mengajaknya berbicara tapi ia tidak tau suara siapa itu.
.
Keysha berusaha menjawab....
"Hey siapa kamu kenapa suaramu familiar". Ujar keysha dialam bawah sadarnya.
Ia terus mendengar suara orang tersebut.
"Kembali lah put disini semua orang menantimu". Ucap Rama
Yang Keysha sendiri tidak dapat menyadari jika itu suara rama.
Keysha mencoba berlari mencari darimana asal suara itu....
Namun semakin jauh ia berlari, semakin ia tak mengetahui dimana ia berada. Jiwa nya seolah tersesat.
Sampai ia berhenti ketika melihat tempat yang jauh lebih indah lagi, dimana tempat itu sangat sejuk dan indah.
Keysha seolah terpana dengan keindahan nya, rerumputan dan bunga - bunga bermekaran. Tempat ini benar - benar berbeda, hingga ia merasa nyaman.
Saat keysha melihat kearah depan, ia melihat ada seseorang yang duduk disana tapi ia tak mengetahui siapa itu karena orang tersebut duduk membelakanginya.
Keysha melangkah menghampiri orang itu.
Saat ia berada tepat dibelakang orang itu, jantungnya berdetak cukup kencang.
"Duduk put". Ujar orang tersebut.
Keysha sangat mengenali suara itu, ia langsung memeluk orang tersebut.
Mereka berpelukan cukup erat, hingga akhirnya orang itu mulai bersuara.
"Sudah ayo kita duduk". Ucap orang tersebut, yang ternyata adalah reynan (rey).
Keysha menuruti rey ia duduk tepat disebelah rey.
"Bagaimana kamu bisa sampai kesini". Ucap rey.
.
"Aku tidak tau kaki ku terus melangkah hingga akhirnya aku bisa sampai disini". Ucap keysha.
.
"Aku sangat merindukan mu, mengapa kamu tidak pernah datang ke mimpiku. Apakah sekarang kita sudah berada dialam yang sama". Ucap keysha.
.
Rey tersenyum mendengar ucapan keysha.
"Aku juga merindukan mu, tapi belum waktunya kita berkumpul bersama". Ucap rey
.
"Maksud mu". Tanya keysha.
.
"Kembali lah put, semua orang menunggumu".
.
"Tidak mau aku ingin bersamamu selamanya".
.
"Itu nanti put, bukan sekarang. Belum saat nya kita bersama. Jika tiba saatnya aku akan menjemputmu". Ucap rey dengan senyum nya yang tidak pernah pudar.
.
"Tidak rey apakah kau tidak tau bagaimana perasaanku selama ini, aku sangat tersiksa saat kau pergi meninggalkan ku. Aku merasa sangat bersalah karena kamu pergi sebab menolong ku, maaf maaf kan aku rey". Ucap keysha menangis.
.
"Semua bukan salah mu put, ini sudah takdir kita. Allah yang sudah menentukan garis takdir kita, mungkin kita tak bisa lagi bersama didunia. Tapi kita bisa bersama nanti disini, jangan terus menyalahkan dirimu. Aku melakukan semua karena aku sangat menyayangi mu". Ucap rey.
.
"Aku mohon bangkitlah put, tinggalkan masa lalu. Lupakan semua kenangan buruk yang pernah terjadi, simpan kenangan indah diantara kita". Ucap rey menghapus air mata putri.
.
"Baiklah tapi izinkan aku untuk ikut bersama mu, aku sudah lelah aku ingin ikut dengan mu".
.
"Apakah kamu yakin, coba kamu pikirkan bagaimana perasaan bunda, ayah, kakak, dan keluarga mu yang lain".
.
__ADS_1
"Terutama perasaan rama, arkan, dan arga suamimu".
.
"Apakah kau tak menyayangi mereka". Tanya rey.
.
"Aku sangat menyayangi mereka". Ucap keysha terdiam.
.
"Maka kembalikan put mereka semua menantimu kembali. Sekarang belum saat nya kamu pergi, kembalilah kepada mereka jika saat nya tiba kita semua akan berkumpul kembali nanti".
.
"Kembalilah mereka semua menantimu, masuklah kesana". Tunjuk rey ke cahaya yang terlihat sangat terang.
.
"Tapi rey".
.
"Masuklah sudah saatnya kamu kembali".
.
Cahaya itu semakin menyilaukan.
.
Keysha berusaha memanggil rey tapi rey semakin menghilang dari pandangan nya perlahan lahan tapi keysha masuk kedalam cahaya itu, dimana seperti ada sebuah tangan yang menuntun nya untuk kembali.
.
Hingga akhirnya....
*****
Sementara itu rama terkejut karena melihat keysha mengeluarkan air mata ditengah koma nya.
Rama panik
"Ada apa ram". Ucap arga dan nana yang baru memasuki kamar rawat keysha.
.
.
Dokter datang langsung memeriksa keadaan keysha.
.
"Bagaimana dok, keysha baik-baik sajakan". Ucap arga.
.
Baru dokter akan menjawab semua orang datang masuk ke ruangan keysha.
.
"Ada apa dengan putriku dok". Ucap ayah adi.
.
Ya tadi nana sempat mengabari mereka sehingga mereka semua langsung datang kerumah sakit.
.
"Alhamdulillah sepertinya sebentar lagi keysha akan membuka matanya, ia sudah mulai bangun dari komanya". Ucap sang dokter.
.
"Tapi kenapa ia terus menangis tadi dok". Ucap rama.
.
"Sepertinya itu alam bawah sadarnya, kita tunggu apakah keysha menunjukkan reaksi lainnya". Ucap dokter revan yang juga ada disana.
.
Baru revan selesai bicara detak jantung keysha melemah, suara EKG terdengar cukup kencang.
.
Sontak semua orang terkejut.
.
Para dokter langsung meminta semua orang keluar dari ruangan.
__ADS_1
.
Semua yang ada disana membeku didepan ruangan keysha.
Mereka semua larut dalam pikiran mereka, tak ada yang bersuara.
Mereka sungguh takut....
"Mas apakah putri kita akan tiada". Ucap bunda sukma.
Ayah adi hanya bisa diam, ia sendiri tak tau harus berkata apa. Ia memeluk istrinya cukup erat.
Sedangkan nara tubuhnya luruh ke lantai, ia sudah menangis sejak tadi. Ia sungguh tak kan sanggup jika adik kesayangan nya pergi untuk selamanya.
Ana terlihat menenangkan nara, walaupun ia tau jika itu tak kan berguna. Tapi ia akan memberikan sandaran untuk nara.
Ya Ana berencana ingin menjenguk keysha ia datang kesini bersama papinya, namun siapa sangka jika keadaan disini tengah kacau.
Semua orang merasa takut, apakah ini akhir dari penantian mereka semua dari satu bulan lamanya.
Apakah keysha benar - benar akan pergi meninggalkan mereka, sungguh mereka tak kan sanggup membayangkannya jika itu benar terjadi.
Bahkan arga sedari tadi menangis dalam pelukan mamahnya.
Sedangkan rama diam membeku, tak ada air mata yang menetes tapi matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam. Ia sungguh berharap keysha baik - baik saja. Ia adalah orang pertama yang akan hancur jika keysha benar - benar pergi meninggalkan nya.
Waktu seolah olah lama berganti...
Hingga se jam lamanya revan, dan dokter lainnya berusaha membuat jantung keysha kembali.
.
Akhirnya usaha mereka tak sia sia detak jantung keysha sudah kembali normal.
Mata nya mulai mengerjap menandakan ia akan sadar dari tidur panjangnya.
.
Para dokter menghembuskan nafas leganya.
.
Revan keluar hendak memberikan info.
Nara langsung bangkit & melepaskan pelukan ana begitu melihat revan keluar.
.
"Bagaimana adikku baik-baik saja kan". Ucap nara karena revan belum mengucapkan sepatah kata pun. Hingga akhirnya revan berkata.
"Detak jantung sempat berhenti, tapi sekarang ia sudah baik-baik saja. Sebentar lagi akan membuka matanya". Ucap revan.
.
"Alhamdulillah". Semua orang mengucapkan syukur.
.
Mereka langsung masuk ke ruangan keysha, mereka tak sabar menanti keysha membuka matanya.
.
Namun rama masih pada tempatnya ia hanya berdiri di depan pintu, ia tak ikut masuk ke ruangan keysha.
.
"Kenapa lo gak masuk ram". Ucap bima merasa heran karena sedari tadi rama terlihat cukup khawatir, namun ketika mendengar keysha baik-baik saja dan segera akan sadar rama justru diam membeku.
.
"Tidak gue akan menunggu disini saja, begitu keysha membuka mata gue akan pulang kerumah". Ucap rama.
.
"Lo benar yakin mau pergi besok". Tanya arkan.
.
Ya Rama, Arkan, Bima, Rara, Siska, Vanya, Nathan, dan Kevin. Menunggu di dpn ruangan keysha.
.
"Tentu". Ucap rama tanpa keraguan.
.
"Bagaimana dengan perasaan keysha nanti". Ucap kevin yang sedari tadi bungkam.
.
"Tidak tau, lagi pula ada atau tidaknya gue disini tak kan merubah apa yang terjadi". Ucap rama.
__ADS_1