Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 68 - Ke bimbangan Keysha


__ADS_3

Kini semua orang tengah kumpul di ruang keluarga, terlihat keysha tengah menikmati puding kesukaannya bersama kak nara. & ayah serta opa tengah menikmati minuman yang dibuat oleh bunda.


Bunda menatap keysha dengan dalam sedari tadi, keysha yang merasa ditatap pun langsung melihat kearah bunda.


"Ada apa bun?". Tanya keysha.


Bukannya menjawab bunda malah melihat kearah ayah, ayah yang paham akan tatapan bunda pun langsung angkat bicara.


"Sayang bagaimana hubungan mu dengan arga, kalian sudah saling memiliki rasakan". Ucap ayah tak seperti biasanya karena ayah jarang membahas tentang hubungannya dengan arga.


"Baik - baik saja yah, kalau soal rasa adek lagi berusaha untuk membuka hati adek untuk arga". Ucap keysha yang memang tengah berusaha membuka hatinya.


"Syukurlah kalau begitu, lusa kalian akan langsung menikah".


Nara yang mendengar perkataan ayah pun terkejut bahkan sampai tersedak karena ia tengah menikmati puddingnya.


"Wait, are you serious daddy?". Ucap nara yang memang belum di beritahu info apapun.


Keysha langsung menyodorkan air minum pada kak nara.


"Tunggu harusnya aku yang terkejut bukan kakak dong". Ucap keysha pura - pura bingung.


"Eh iya juga ya, ya sudah ayah coba di ulang lagi". Ucap nara dengan santai.


"Kita sedang serius masih sempat nya kalian main - main". Ucap opah menjewer telinga nara.


"Akh ampun opah, yang mulai duluan kan keysha bukan aku kenapa hanya aku yang opah jewer". Ucap nara mendengus tak terima.


Keysha yang melihatnya pun langsung memeletkan lidahnya mengejek kak nara.


"Sudah diam, lanjutkan adi". Ucap opah dengan tegas, jika opah sudah tegas begini maka tak ada yang berani angkat bicara.


"Bagaimana kamu siap kan sayang". Ucap ayah


"Siap atau tidak aku harus tetap siap kan yah, lagi pula percuma ayah bertanya tak kan ada pilihan lain kan". Ucap keysha dengan datar.


Ayah mengangguk membenarkan ucapan keysha, karena keputusan ini sudah bulat.


"Besok semua akan langsung di persiapkan, beruntung kalian sudah lama fitting pakaian". Ucap ayah dengan datar & ekspresi sulit di baca.


"Hem baik lah kalau begitu keysha pamit mau istirahat di kamar". Ucap keysha tanpa menunggu jawaban dari semua orang.

__ADS_1


"Adek tunggu". Ucap kak nara hendak mengejar keysha namun di tahan oleh ayah.


"Berikan adik mu waktu sendiri". Ucap ayah yang mengerti bagaimana perasaan putrinya.


"Ayah ini kenapa mengambil keputusan tanpa memberitahu aku terlebih dahulu". Ucap nara dengan mata yang memerah. Menandakan ia tengah marah.


"Untuk apa kamu juga sudah tau sekarang". Ucap ayah dengan santai.


"Ayah benar - benar egois, apa ayah dan bunda tidak memikirkan perasaan kami sama sekali, opah juga kenapa hanya diam saja. Nara kecewa dengan kalian semua". Ucap nara langsung pergi ke lantai atas.


"Bagaimana ini mas aku benar - benar merasa bersalah terutama pada putri kita". Ucap bunda menangis merasa bersalah.


"Sudah kamu tenang saja kita berikan mereka waktu, aku yakin mereka pasti akan mengerti nantinya". Ucap ayah memeluk istrinya.


"Papah tak akan ikut campur akan apa yang kalian lakukan, namun apabila nantinya keputusan kalian menghancurkan cucuku maka papah tak akan memaafkan kalian". Ucap opah bangkit meninggalkan ruang keluarga.


*****


Sementara itu keysha kini perasaannya sedang tak menentu ia memang tau kelak pasti ia akan menikah dengan arga, namun ia tak menyangka kalau waktunya telah tiba sungguh ia benar - benar belum siap.


Ia juga bingung bagaimana perasaannya pada arga, walau terkadang ia merasa nyaman ada di dekat arga namun hatinya tak merasakan getaran apapun.


Kak nara masuk tanpa mengetuk pintu, entah mengapa ia takut keadaan adiknya yang sudah membaik kembali memburuk lagi.


"Adek". Nara menyalakan lampu kamar keysha yang gelap, kemudian ia mengedarkan pandangan keseluruh kamar keysha.


Saat ia tak mendapatkan keysha berada di kamarnya, nara langsung lari ke pintu balkon kamar keysha khawatir keysha akan nekat namun keysha tak ada disana.


Dengan cepat nara berlari ke kamar mandi, namun keysha juga tak ada disitu. Nara semakin panik tapi ketika hendak berbalik tanpa sengaja ia melihat pintu ruang belajar sekaligus ruang kerja adiknya sedikit terbuka, sehingga ia yakin keysha ada disana kemudian ia langsung berlari.


"Adek, adek dimana". Ucap kak nara kemudian nara melihat keysha tengah duduk di kursi kerjanya dengan diam & tatapan kosong.


"Adek hey, adek bicara lah jangan diam seperti ini". Hati nara teriris kembali melihat tatapan kosong adiknya yang sudah beberapa bulan ini menghilang.


"Adek istighfar, please bicaralah". Ucap nara meneteskan air mata karena hatinya berdenyut sakit.


Nara terus memeluk adiknya & mencoba menyadarkan keysha dari pikiran kosongnya.


"Kakak". Ucap Keysha mulai sadar dari pikiran kosongnya.


"Iya kakak disini". Ucap kak nara mengelus pipi keysha.

__ADS_1


"Aaaaku..... Aku menikah". Ucap keysha terbata bata.


"Kita batalkan pernikahan kamu". Ucap kak nara tidak tahan melihat kesedihan adik kesayangannya.


"Jangan kak, semua harus terus berlanjut. Mana mungkin aku tega menyakiti perasaan semua orang". Ucap keysha menolak ajakan kak nara.


"Jangan pikir kan perasaan yang lainnya tapi pikirkan perasaanmu sendiri dek". Ucap nara menatap keysha dengan serius.


"Enggak aku akan tetap melanjutkan semuanya, tadi aku hanya terkejut saja". Ucap keysha tersenyum miris.


"Terkejut kau bilang, jelas kakak sangat mengenalmu jangan coba bohongin kakak". Ucap nara dengan tegas.


"Baiklah kakak sangat mengenalku bukan, jadi biarkan semua berjalan begitu saja. Ikuti rencana ku". Ucap keysha dengan ekspresi yang sulit dibaca.


Nara menghela nafas sesaat...


"Baiklah lakukan apa yang ingin adek lakukan, tapi berhentilah ketika merasa lelah". Ucap nara langsung memeluk keysha, entah mengapa berat rasanya membiarkan adiknya menikah diusia sangat muda.


"Terima kasih kak, aku janji akan melakukan yang terbaik untuk kita semua". Ucap keysha membalas pelukan kakaknya.


"Ya sudah ini sudah larut kamu istirahat sana".


"Tidur yang nyenyak jangan terlalu banyak pikiran". Ucap kak nara menyelimuti keysha lalu mengecup kening adiknya.


Setelah kak nara pergi keysha langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi vanya.


Tringggg....... Handphone vanya berbunyi pertanda ada yang menelponnya📞📱


Dengan malas vanya mengangkat telponnya karena baginya keysha mengganggu waktunya untuk mempercantik dirinya, karena vanya saat ini tengah maskeran.


"Hallo key". Ucap vanya.


Keysha menghela nafasnya sesaat.


"Gue mau nikah lusa ini". Ucap keysha dengan berat hati.


"Oh gitu". Ucap vanya dengan santai.


"Eh tunggu tadi lo bilang apa, menikah?". Ucap vanya otaknya baru menangkap perkataan keysha.


"Iya". Ucap keysha mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2