
"Mau kemana princess". Tanya kak nara pada adiknya ketika melihat keysha hendak turun dari kasurnya.
"Mau keluar bosen di dalam adek mau lihat matahari terbit". Ujar keysha pada kakaknya.
"Hem ayo kakak bantu". Ujar kak nara menggendong adiknya lalu mendudukkannya di kursi roda. Sebelum keluar ia mengambil selimut kecil agar keysha tak kedinginan karna masih jam 5 pagi.
Arga masih tertidur di kasur nya.....
Kak nara membawa keysha ke taman rumah sakit.
"Kamu mau duduk disini princess". Ujar kak nara menunjuk kursi taman.
"Hem". Ujar keysha mengangguk, lalu kak nara memindahkan keysha ke kursi taman & menyelimuti keysha supaya tak kedinginan.
Hening untuk beberapa detik tak ada yang memulai percakapan kakak beradik itu untuk sesaat menikmati suasana di pagi hari ini, hingga akhirnya keysha mulai angkat bicara.
"Kak". Ujar keysha tanpa melihat ke arah kakak nya.
"Ya kenapa".
"Kalau perjodohan adek dan arga di batalkan bagaimana". Tanya keysha pada kakaknya.
"Kenapa bukannya kamu sudah suka sama arga". Tanya nara dengan bingung.
"Siapa bilang". Ujar keysha mengernyit kan dahinya.
"Tidak jika di lihat dari perlakuan kalian berdua sudah terlihat saling menyukai satu sama lain". Ujar kak nara yang menyaksikan langsung bagaimana sikap mereka berdua.
"Aku hanya menghargai arga karena dia tunangan ku saja, jika dia mengharapkan lebih maka salah dia sendiri". Ujar keysha masa bodoh.
"Jadi kamu tak menyukai arga?". Tanya nara sedikit terkejut.
"Tidak aku tak mungkin bisa berpindah ke lain hati secepat itu". Ujar keysha tanpa keraguan.
"Hem kamu benar, tapi bagaimana kamu bisa mengatakan jika salah arga sendiri apabila berharap lebih padamu?". Tanya nara kembali dengan penuh tanda Tanya.
"Sebelum nya aku sudah memperingati arga supaya tak jatuh hati padaku, namun ia sendiri tetap kekeuh pada pendiriannya jadi aku tak kan tanggung jawab bila nanti ia kecewa". Ujar keysha dengan santai tanpa rasa bersalah sama sekali.
__ADS_1
Hening sesaat karena kak nara sedang berusaha mencerna perkataan adiknya, ia tak menyangka jika selama ini adiknya tak bahagia dengan perjodohan nya, karena dari yang ia lihat keysha & arga sudah saling memiliki perasaan. Kemudian ia mulai angkat bicara.
"Kakak tak bisa mengambil keputusan dalam hal ini, karna ayah dan bunda yang mengatur semua ini".
"Apa kamu tak ingin memikirkan nya kembali, hubungan kalian sudah sejauh ini. Jika dilihat arga memang posesif namun ia tulus menyukai kamu dek. Coba kamu pikirkan kembali jangan sampai nanti adek salah ambil keputusan dan menyesalinya". Sambung kak nara mencoba menasehati adiknya.
"Hem oke aku akan memikirnya kembali, tapi jika nanti aku tetap tak bisa menerima arga maka aku ingin perjodohan kita batal nantinya". Ujar keysha membenarkan ucapan kakaknya & berusaha memikirkan nya kembali.
"Ya kakak akan dengan senang hati membantu adek bicara nanti dengan ayah dan bunda, apapun akan kakak lakukan untuk kebahagiaan adek". Ujar nara mencium kening adiknya & tepat saat mereka tengah berpelukan serta berbincang hangat matahari terbit dengan indahnya.
"Lihat matahari sudah terbit". Ujar kak nara dengan penuh kehangatan, yap begini lah kak nara di balik sifat dinginnya terdapat sifatnya yang hangat terhadap orang tersayang nya.
"Cantik ya kak". Ujar keysha tersenyum lembut melihat matahari terbit.
"Secantik wajah mu princess". Sambung dokter revan. Yang tiba - tiba muncul dari belakang mereka.
"Dokter revan". Ujar keysha terkejut.
"Kakak bukan dokter saat ini kamu bukan pasien ku". Ujar revan memperingati keysha, ia tak suka di panggil dokter saat sedang tak bertugas.
"Heheh maaf lupa kak". Ujar keysha nyengir kuda.
"Heh main nyelonong aja lo, sana jangan ganggu waktu gue dengan adek gue". Ujar nara dengan sebal.
"Galak amat mas nanti lo jadi bujang lapuk loh". Ujar revan bergurau.
"Sembarangan, gini - gini gue tampan ya banyak perempuan yang ngejar - ngejar gue". Ujar nara dengam songong. Yap memang benar banyak perempuan yang mengejar cinta nara bahkan rela melakukan apapun untuk nya namun nara tak pernah menggubris sama sekali hanya hana lah yang berhasil menaklukkan hatinya.
"Beuh sombong sekali anda, gue juga tampan ya bahkan lebih dari lo". Ujar revan tak mau kalah, karna memang ia sama tampannya dengan nara.
"Hus berisik kalian berdua itu sama - sama tampan dan sama - sama jomblo saja belagu". Ujar keysha dengan watados.
Sontak nara & revan langsung menatap keysha dengan tajam, sedangkan yang di tatap hanya cengar - cengir saja tak merasa takut sama sekali.
"Kita itu bukan jomblo tapi emang belum ada yang tepat saja". Ujar revan tak terima.
"Iya benar itu". Ujar nara membenarkan ucapan revan.
__ADS_1
"Heleh belum ada yang tepat bulshit tau gak, kemarin kemana saja waktu kak ana ngejar kakak padahal jarang loh ada cewek ngejar cowok duluan tapi apa kakak malah nolak kak ana mentah - mentah sekarang kak ana udah nyerah kakak malah mau kak ana balik lagi". Ejek Keysha kepada kakaknya.
"Dan kak revan selama ini sahabat kakak sangat mencintai kakak dengan tulus, tapi apa kak revan justru mengharapkan mantan yang sudah menyakiti kakak begitu saja dan kakak membiarkan sahabat kakak tersakiti lalu akhirnya sahabat kakak pergi meninggalkan kakak kan, bahkan pergi tanpa meninggal jejak sama sekali". Sambung keysha pada kak revan, ia mengetahui semua kisah kak nara, revan, serta fajar karna mereka sering curhat dengan keysha.
"Percuma kalian tampan jika kalian tak bisa menghargai orang yang sudah mencintai kalian dengan tulus dan akhirnya kalian hanya bisa menyesalkan". Sambung keysha kembali pada kak nara & Kak revan.
Nara & revan tertunduk merasa malu dengan ucapan keysha karna apa yang keysha ucapkan benar adanya, jujur mereka sendiri kecewa dengan diri mereka karena tak jujur & terlambat menyadari perasaan mereka sendiri.
"Hah kakak tidak menyangka princess bisa sebijak ini". Ujar kak revan pada keysha.
"Jika dulu ana yang mengejar kakak, maka sekarang kakak yang akan mengejar ana meski ke ujung dunia pun kakak akan menemukan nya". Ujar nara dengan mantap.
"Nah ini baru kakak ku, kejar kak ana sebelum ia berpaling darimu kak". Ujar keysha tersenyum devil pada kakaknya.
"Maksudnya?". Tanya nara bingung.
"Kak vero sahabatnya kak ana berkali - kali menyatakan perasaan nya pada kak ana, namun kak ana selalu menolaknya. Namun akhir - akhir ini mereka terlihat dekat kembali. Sepertinya kak ana membuka hatinya untuk kak vero. Sebaik kakak bertindak cepat sebelum kak vero berhasil mendapatkan hati kak ana". Ujar keysha yang sudah mencari tau semuanya dengan detail.
"Hah tidak bisa dibiarkan aku akan menyingkirkan sih vero dari hidup ana". Ujar kak nara dengan marah.
"Tak bisa begitu bermain lah dengan sportif, aku yakin kak ana akan pilih kakak. Karna tak mungkin kak ana dapat pindah ke lain hati secepat itu". Ujar keysha tak setuju dengan tindakan kakaknya.
"Hem bener apa yang di ucapkan princess nar, kejar lah ana secara baik - baik". Ujar kak revan membenarkan ucapan keysha.
"Kamu memang adikku yang paling bijaksana". Ujar nara memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang.
Tak lama terdengar suara dari perut keysha.
"Kak aku lapar". Ujar keysha dengan cengirannya.
Nara & revan yang mendengar suara perut keysha pun tertawa.
"Ternyata princess kita lapar ya, mari kita sarapan bersama". Ujar kak revan bangkit dari duduknya. Nara langsung menggendong keysha & mendudukkannya di kursi roda.
********
Hai tinggal kan jejak kalian untukku ya....
__ADS_1
Like, Koment, Vote, Beri Hadiah, & Tambahkan Favorite yaπππππ