
***
.
.
.
Hei namaku rindu anastasya, aku adalah siswi SMA kelas 12 dan sebentar lagi akan lulus. yaa penantian selama 3 tahun ini akan usai. sebut saja nama aku Rii teman temanku selalu memanggil aku rii katanya aku itu orangnya bikin rindu sama dengan nama aku. lucu bukan si, hehehe. oke izinkan aku memperkenalkan keluargaku.
Aku rindu anastasia yang lahir dalam keluarga yang sederhana. nama ayahku adalah Denny wijayanto dan nama ibuku ialah dewi anastasia, aku adalah anak tunggal dari mereka berdua, ibuku ingin aku memakai marga darinya. kalo ditanya apakah ayahku keberatan? tentu saja tidak, ayahku tidak mempersalahkan dengan marga yang tercantum dalam namaku.
''Buu... aku berangkat sekolah dulu ya.''
kataku dan berlari menuju sepeda motorku.
''Kamu gak sarapan dulu rii.?''
''Ga bu nanti aja kalo sampai sekolah, lagian aku juga ga laper kok bu.''
''Yaudah kamu hati hati ya dijalan jangan ngebut nanti kamu jatuh lagi.''
''Siap bu, rii berangkat dulu ya buu.''
Sambil mencium tangan ibu dan pamit.
''Hari ini cerah banget si bikin mood jadi adem de.''
__ADS_1
sambil menyetir motor, rii merasakan angin yang sejuk karena bekas hujan yang turun semalam. rii memang menyukai cuaca seperti ini, rasanya moodnya sedang berada dalam keadaan yang sangat baik.
Rii akhirnya sampai di sekolah dan mulai mencari tempat parkir motor karena hari ini adalah hari senin, jadi agak susah mencari tempat untuk bisa memarkirkan motor tersebut, akhirnya rii menemukan tempat dari sekian banyaknya tempat yang sudah diisi, tiba tiba saja rii tidak sengaja mengenai mobil seseorang. hal tersebut membuatnya kaget.
''Astaga mobil orang lecek lagi, moga aja de gak ada yang liat.''
Upacara sedang berlangsung dan selang beberapa menit
upacara akhirnya selesai.
''Hei rii kantin yuk.''
Sapa teman aku Lidia. Lidia adalah sahabat aku satu satunya. ya aku terbilang tipikal cewek yang dingin si dan Lidia adalah orang yang bisa buat aku nyaman dan akhirnya lidia bisa jadi sabahatku. bisa dibilang aku lebih suka sendiri daripada harus mempunyai teman yang ujung ujungnya bakalan ga ada juga kalau kita sedang kesusahan. ya bisa dibilang mungkin aku menghindari mereka karena status sosial kita cukup jauh berbeda.
Mungkin status keluargaku memang tidak sekaya teman temanku yang ada disekolah, tapi aku bertekad untuk membahagiakan kedua orang tuaku dan membuat mereka bangga atas pencapaian ku. kelak semoga aku bisa membahagiakan mereka.
Lidia membangunkan ku dalam lamunan ku untuk yang kesekian kalinya.
''Ah... Ga. Gue cuman ngantuk aja si hehe.''
tiba tiba doni datang menghampiriku. gebrak.. meja dipukul oleh si doni anak kepala sekolah. Yang sombongnya luar biasa. Doni saputra anak dari derry saputra kepala sekolah kita. dia itu anak kedua dari putra pak derry. Pak derry memiliki 2 orang anak, Antoni saputra dan doni saputra.
''He rindu lo kan yang lecekin mobil gue soalnya motor lo sebalahan sama mobil gue dipojokan.
''Sorry doni aku ga sengaja sumpah de, habisnya aku buru buru banget takut telat upacara.
''Alah... ga usah basa basi ganti rugi gak mobil mahal tu.''
__ADS_1
''Don sumpah de aku bener bener gak sengaja maafin aku ya, please.''
''Gue ga butuh maaf lo, gue pengen lo ganti rugi sekarang 500rb mana?''
''Aku bingung harus bagaimana aku gak punya uang sebanyak itu don.''
''Alah... ga pengen tau lo harus bayar 500rb atau gue hancurin motor lo.''
''Jangan don please, jangan aku pasti ganti rugi kok cuman bukan sekarang.''
Lidia yang geram karena doni yang terus minta ganti rugi akhirnya angkat bicara.''
''Eh don gue yang bayarin ganti ruginya rii. Nih 500rb kan gue kasih ke lo dan pergi dari sini.''
Doni mengambil uang Lidia.
''Thanks awas lo rii.''
Doni menyenggol bahu rindu dan hampir terjatuh, untung saja pertahanan rindu kuat.
''Lid kok kamu yang bayarsi.''
''Ga apa apa rii lo kan sahabat gue sudah sepantasnya gue bantuin lo.''
''Makasih ya aku janji bakalan ganti.''
''Iya iya bawel, yuk ke kelas bentar lagi mulai ni.''
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya ke kelas dan meninggalkan jejak keributan yang terjadi beberapa menit yang lalu.