Hei Rii

Hei Rii
Episode 16


__ADS_3

**Halo guys sorry baru update lagi nih.


Happy reading**


.


.


.


.


Setelah mereka makan bersama di kantin. peter dan jimin pamit duluan, mereka berdua meninggalkan rii dan lisa.


''Eh rii lo liat kan tadi tingkah kak peter sama lo. care banget si.''


Lisa menggoda rii.


''Apa apaan si lo lis, orang dia biasa aja kok.''


''Eh btw lo belum cerita tau. kemana aja lo semalam ga pulang?''


Rii menghembuskan nafasnya.


''Jadi gini, waktu acara kak selena tiba tiba peter datang jemput gue, terus gue tanya kenapa kak peter? kemana jimin. terus dia cuma diam sepanjang perjalanan kita bahkan ga bicara sama sekali dan tau taunya kita udah sampai di depan gerbang, tapi. gerbang ke tutup dan handphone gue juga lowbat.''


Rii menjeda perkataannya sejenak.


''Dan untung saja peter belum balik dan tiba tiba gue dianter ke apartemen dia, mau ga mau gue lebih tidur di apartemen peter ketimbang gue tidur didepan gerbang, yang ada gue diculik. udah gitu aja.''


Lisa masih penasaran dengan apa yang mereka lakukan di apartemen peter.


''Sorry rii lo ga di apa apain kan ama kak peter?''


Rii sontak memicingkan matanya.


''Lo nethink banget si lis. ya ga lah.''


''Syukurlah kalau begitu, gue cuman cemas aja gitu rii. kan lo tau orang asing banyak yang ga baik. dan selalu mandang rendah kaum yang lemah.''


Tiba tiba saja selena datang menghampiri rii dan lisa.


''Hai rindu apa aku boleh bergabung?''


Sambil membawa nampan yang berisi makanan.


''Ah.. kak selena tentu boleh.''


Selena menaruh nampan di atas meja dan menarik kursi yang akan ia duduki.


''Ah... apa semalam peter mengantarmu pulang?''


''Iya kak.''


Selena hanya mengangguk. selang beberapa menit mereka semua terdiam, rii dan lisa tidak tau harus berbicara apa. sedang selena masih menikmati makanannya. saat selena hendak pamit dari mereka berdua, tiba tiba saja selena dengan sengaja menyenggol sisa jusnya dan mengenai rii.


''Ya Tuhan, maaf rii aku tidak sengaja.''


Sedang rii langsung berdiri dan mengibaskan sisa jus yang mengenai pakaiannya.


''Oh tidak apa apa kak saya permisi dulu ke toilet.''


Rii kemudian berlalu menuju toilet, selena tersenyum dan seketika ia merasa tidak asing dengan situasi ini. ia pernah berurusan dengan seseorang di kantin ini beberapa minggu yang lalu.


''Hei selena, apa kamu sedang mengincarnya lagi?''


Ucap seorang pria yang baru saja melewati selena.


''Tunggu apa maksudmu?''


''Wah.. selena apa kamu lupa, dia adalah orang yang berurusan denganmu beberapa minggu yang lalu.''


Selena mencoba mengingat dan ternyata benar wanita itu rindu, ternyata dia adalah wanita yang sempat berurusan denganku. selena tersenyum penuh licik.


''Terima kasih telah mengingatkanku.''


Sambil berlalu dari hadapan pria itu. selena melangkahkan kakinya menyusul keberadaan rii di toilet.


''Aduh rii jangan jangan kak selena sengaja kali, apa dia sudah mengingat semuanya. dan kak selena mulai mengincar lo lagi.''


Lisa mulai panik, ia bukan sasaran selena namun ia juga ikut terancam.


''Ga usah mikir yang aneh aneh dia bilang dia ga sengaja kan.''


Sambil mencuci kaosnya di wastafel.


''Halo rii maafkan aku.''


Selena yang tiba tiba datang mengagetkan mereka berdua. rii berbalik dan diikuti oleh lisa


''Tidak apa apa kak, ini nodanya juga sudah hilang.''


Selena tidak mau menunda nunda lagi, ia mulai to the point dengan semuanya. selena melipatkan kedua tangannya di dada. dan tersenyum licik. selena ingin menarik rambut rii namun rasanya sudah cukup untuk hari ini, besok ia akan menggemparkan seisi kantin dengan mempermalukan rii didepan umum.

__ADS_1


''Sekarang aku tahu kamu ini siapa. halo selamat bertemu kembali orang yang sama waktu itu.''


Rii kemudian berlalu dari hadapan selena dengan diikuti oleh lisa. rii melangkah begitu cepat hingga lisa kewalahan menyeimbangkan langkahnya. dada rii memburu, keringat membasahi dahi. tangannya gemetar dan terasa dingin.


Hingga teriakkan dari lisa dari arah belakang tidak ia hiraukan, sesampainya di kamar rii membungkus tubuhnya dengan selimut. ia begitu ketakutan saat melihat ekspresi wajah selena di toilet. dan perkataan selena. ia rasa perkataan lisa benar, selena sudah mulai menyadari bahwa aku adalah orang yang berurusan dengannya beberapa minggu yang lalu.


Sedang lisa yang ketinggalan berlari untuk mengejar rii, lisa terdiam saat rii membungkus tubuhnya dengan selimut. perlahan lisa menghampiri dan duduk di kasur tempat rii.


''Rii apa lo baik baik aja?


Rii masih tak bergeming. lisa akhirnya menjauh dari tempat rii, mungkin saja rii ingin sendiri. rii terbangun saat semua orang terlarut dalam mimpinya. ia menuju balkon melihat keatas dan menatap bintang bintang.


''Ayah.. ibu.. rii sangat rindu kalian, rii sangat ketakutan, rii takut dengan orang orang asing disini. semuanya memandang rii dengan sebelah mata. rii butuh pelukan hangat dari ayah dan ibu.''


Air mata rii mulai terjatuh satu demi persatu. sedang dari arah bawah seseorang melihat rii yang sedang menangis, setelah cukup dengan tangisannya rii mulai menguatkan dirinya, gadis rapuh berwajahdingin. sangat jauh dari wataknya.


Hari ini jimin merasa sangat gembira, entah apa yang membuat semangat 45 jimin bangkit di pagi hari, biasanya jimin akan sangat terpaksa untuk berangkat ke kampus, tubuhnya sangat berat meninggal kan kasur kesayangannya.


Namun kali ini berbeda, sejak saat kepergian mereka dari kantin, jimin terus terusan menggoda peter didalam mobil. dan peter sempat tersenyum saat godaan jimin tentang rii yang begitu manis dan cantik saat memakai gaun.


Hari ini jimin berangkat dengan sendirinya. ia tidak numpang lagi dengan peter, ia ingin melihat sahabatnya ini memiliki kekasih agar jimin juga bisa mencari kekasih dan mengajak mereka untuk double date. jimin sudah sampai di parkiran kampus, dan begitupun juga dengan peter.


''Hai kawan apa harimu baik?''


Seperti biasa peter selalu mengabaikan ucapan basa basi jimin. dan mereka berdua menuju kelas. kelas mereka sedang berlangsung. beberapa menit kelas berakhir, seperti yang sudah sudah, jimin pasti sudah memberitahu rii dengan tugas yang akan ia kerjakan. rii mulai berlari lari kearah perpustakaan dan balik lagi kerah taman. sampai pada akhirnya rii terjatuh akibat tersandung. peter sontak berlari menghampiri rii.


''Apa kamu baik baik saja?''


''Mm... yeah.''


Jimin yang melihat perlakuan peter tersenyum. ia merasa bahwa peter sudah mulai ada rasa terhadap rii. peter mulai memungut buku buku yang dibawa oleh rii, dan menghampiri jimin.


''Rii apa kamu baik baik saja?''


Rii hanya mengangguk. selena yang melihat mereka sedang berada di taman menghampiri mereka.


''Hai apa aku boleh bergabung?''


''Oh selena, tentu saja.''


Ucap jimin sedang peter dan rii hanya terdiam. selena mulai duduk di samping jimin, dan peter berganti tempat kesamping rii. al hasil posisi mereka didampingi oleh pihak laki laki. jimin yang berdekatan dengan selena dan peter berdampingan dengan rii. dan saling berhadapan. selena yang melihat kelakuan peter merasa kesal.


''Awas saja kamu rindu, jika sampai peter mulai jatuh cinta terhadap kamu, aku tidak akan segan segan menendang mu keluar dari kampus ini.'' batin selena.


Sambil menatap tajam kearah rii. sedang rii hanya tertunduk terus menerus sejak kedatangan selena. tidak ada suara, semua terdiam dengan kegiatan masing masing. rii hendak pamit dari mereka namun tangannya dicekal oleh peter.


''Jangan pergi, tugasmu belum selesai. mulai sekarang kamu akan menjadi asisten ku dan berhenti menjadi asisten jimin. dimulai dari sekarang sampai 1 bulan yang akan datang.''


Sontak jimin membulatkan matanya.


Peter mulai mengambil dompetnya dari saku celana, dan mulai mengambil 2 lembar uang senilai 20 dollar.


''Ini biaya ganti rugi mu bahkan uang yang berasa di dalam dompet ku ini masih memiliki lebih banyak.''


Sambil menyodorkan uang itu kehadapan jimin. jimin tidak bisa berkata, selena terdiam dan rii mulai merasa lemas.


''Ujian apa lagi ini. ya tuhan apa segampang itu mereka melempar ku ke sana kemari, rasanya aku ingin menindas mereka berdua, namun aku hanya kaum yang lemah.'' batin rii.


Rii mulai duduk dan tangan peter masih belum terlepas.


''Maaf.''


Sambil melepas tangannya yang di genggaman oleh peter. Hening saat peter mulai mengambil alih rii yang semula menjadi asisten jimin dan kini beralih menjadi asistennya. beberapa menit kemudian, mereka mulai terpisah.


Rii diperbolehkan oleh peter balik ke asrama, dan selena yang juga ikut pamit pergi. tinggallah jimin dan peter, mereka masih saling menatap.


''Apa kamu menyukai rii?''


Peter mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


''Ayo jawab pertanyaan aku kawan, kenapa tiba tiba kamu merebutnya dariku.''


''Jaga ucapan mu itu jimin, aku tidak merebutnya aku hanya mengganti biaya ganti ruginya, dan menjadikan ia sebagai asisten ku. aku rasa tugasku semakin hari semakin banyak jadi aku berinisiatif untuk menjadikannya asistenku. sebab jika ia bersamamu yang ada ia hanya terluka.''


''Bagus, peter akhirnya sudah mulai tertarik kepada rii.'' batin jimin.


Sambil menahan senyumannyan.


''Baiklah kawan, selamat bersenang senang aku pergi.''


Sambil menepuk bahu peter. selena yang melangkah kan kakinya dengan cepat untuk menghampiri rii.


''Rindu tunggu.''


Ucap selena yang berada dibelakang rii. rii mulai berbalik menghadap selena. tatapan mereka bertemu, dengan cepat selena menggenggam tangan rii dan mulai menyeret rii ke parkiran, rii terkejut dengan aksi selena yang tiba tiba saja menyeretnya.


''Kak kita mau kemana?''


Selena tidak menjawab perkataan rii. semua orang menatap mereka berdua, rii mulai ketakutan, kali ini selena akan mempermalukannya lagi.


''Kak aku mohon lepaskan.''


''Jangan berisik.''

__ADS_1


Emosi selena kini menggebu. sesampainya mereka diparkiran ia mulai menghempaskan tangan rii. dan rii mulai memegang tangan yang baru saja dihempaskan oleh selena.


''Kamu siapa yang bisa membuat jimin dan peter merebutkan mu.''


Deg jantung rii berpacu di atas rata rata.


''Kamu itu hanya jal*ng kampung yang status kamu saja hanya mahasiswi dengan jalur beasiswa. kamu tidak berhak membuat mereka memperebutkan mu.''


Semua orang sudah berkumpul melihat aksi selena yang menindas rii ditempat umum. rii hanya menunduk dan tidak mampu menatap wajah selena. ia dirundung ketakutan.


''Tolong siapapun bantu aku. aku takut.'' batin rii.


''Hei jangan menunduk tatap wajah aku sekarang dan jawab pertanyaan ku.''


Sambil mendorong bahu rii.


Aku peringatkan kamu. peter adalah tunangan ku jadi kamu jangan harap bisa dekat dengan dia.''


Selena hendak menampar rii namun tangannya ditahan oleh seseorang.


''Jangan berani menyentuh dia, atau tanganmu akan ku patahkan.''


Jimin yang tiba tiba datang menghadang mereka. tangan selena dihempaskan oleh jimin.


''Jii.. jimin.''


Ucap selena terbata.


''Aku tidak habis pikir kenapa kamu berubah menjadi monster selena. dulu kamu tidak pernah menghardik siapapun di kampus ini, tetapi sekarang kamu seakan akan monster yang siap memakan siapa saja.''


Jimin naik pitam, matanya sangat tajam menatap selena, rahangnya mengeras. rasanya jika kali ini bukan wanita yang ada dihadapannya ia pasti sudah menghabisinya. sedang dari arah jauh peter yang melihat kegaduhan ini kini mendekat, dan mulai memengang tangan rii.


Jimin dan selena sontak menatap peter. peter hanya memberi tatapan tajam kepada selena. dan mulai pergi dari sana bersama dengan rii. peter membawa rii ke apartemennya. setelah beberapa menit mereka sampai. tangan peter tidak pernah lepas dan sampai ia membuka pintu apartemennya tangan peter mulai melepas pergelangan tangan rii dan menyuruh ia duduk. peter menuju ke lemari pendingin. ia menuangkan jus kedalam gelas dan menghampiri rii yang duduk di ruang tengah.


''Minum ini dulu, kamu pasti syok dengan perlakuan selena barusan.''


Rii langsung meminum jus tersebut. sedang peter telah berlalu dari hadapan rii. sekitar 15 menit peter tidak menampakkan batang hidungnya. rii mulai mengetuk pintu kamar peter. tok tok peter yang mendengar ketukan pintu menuju ke sumber suara. ceklek pintu terbuka.


''Ada apa?''


''Maaf apa aku boleh pulang.''


''Oh.. baiklah tunggu aku, aku akan mengambil jaketku dahulu.''


Didalam mobil tidak ada percakapan apapun. hanya musik dengan nada yang begitu rendah mengiringi mereka berdua. bisa dibilang mereka mempunyai sisi sifat yang sama. mereka dingin dan hanya berbicara sedikit. sesampainya mereka di depan asrama. rii membuka seatbelt dan mulai membuka pintu.


''Terima kasih.''


Sambil menutup pintu mobil. dan tidak butuh waktu lama mobil peter telah berlalu dan hanya meninggalkan sisa sisa debu. rii mulai berjalan menuju kamarnya. beberapa yang melihat rii di waktu kejadian itu mulai berbisik dan yang lainnya yang tidak menyaksikan hanya berlalu saja. ketika rii telah sampai di kamar asramanya. lisa langsung menyodorkan beberapa pertanyaan kepada rii. bak seorang wartawan yang memerlukan berita secepatnya.


''Bagaimana rii apa lo baik baik aja. selena ngapain lo. kak jimin dan kak peter apa dia menolong mu?''


Pertanyaan yang menyerang rii dari lisa.


''lisa.. lo yang tenang, gue baik baik aja oke. berkat jimin dan peter gue terbebas dari amukan selena. tapi gue ga tau, mungkin saja besok ia masih mengincar gue.''


Sambil duduk atas ranjangnya.


''Emang kak selena bisa sampai semarah itu gara gara apa si rii?'


''Ini semua gara gara peter yang mulai jadiin gue asistennya. dan membayar biaya ganti rugi jimin, disaat itu selena ada sama kita. na gue juga ga tahu kalau peter dan selena adalah sepasang tunangan. selena mungkin geram dengan perlakuan peter kepadaku. selena juga mungkin ngira gue bakal rebut peter dari dia. padahal gue cuma bahan untuk dijadiin asisten oleh mereka.''


''Mempermainkanku sesuka hati mereka dan membuangku begitu saja saat sudah bosan. gue rasa hidup gue bakal tenang di negeri ini. nyatanya gue malah di jadiin asisten. gue rasanya pengen nyerah aja, gue mau balik ke Indonesia lisa. kalo saja gue tahu kuliah di luar negeri sangat mengerikan, beasiswa yang gue dapat ga bakal gue ambil.


Perlahan air mata rii terjatuh.


"Gue bakal milih kuliah di kampung dan lulus dengan tenang dibandingkan gue jadi lulusan Harvard tapi hidup gue terancam mati.''


Rii frustasi, tangisnya mulai pecah. ia nangis sejadi jadinya, rasa sakit yang ia rasakan tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata. lisa langsung saja memeluk rii dan mengusap usap bagian punggung rii.


''Maafin gue rii. kalo gue ga bisa bantu lo dari amukan kak selena. maafin gue ya rii lo yang sabar, lo pasti bakal dikelilingi dengan orang orang baik disini. lagi pula lo juga belum tau kan kedepannya nasib lo bagaimana. gue yakin lo pasti bisa bahagia. dan lulus dengan baik.''


Lisa berusaha buat menenangkan perasaan rii. rii hanya mengangguk dengan semua ucapan yang lisa ucapkan, mereka berdua melepaskan pelukan mereka. lisa mulai menghapus sisa sisa air mata rii.


''Makasih lis, gue ga tahu gimana jadinya gue, kalo saja gue ga ketemu sama lo. mungkin gue udah putus asa dan balik ke Indonesia. gue benar benar putus asa hidup dengan dihantui rasa ketakutan. setiap hari sebisa mungkin gue nahan semua rasa takut itu, gue menghindar dari mereka agar gue terbebas dari bahan bullyan.


''Yudah rii lo tenangin perasaan lo dulu. tidur adalah cara lo buat ngilangin semua beban yang ada didalam benak lo dan membuang semua isi pikiran negatif lo.''


Rii tertawa saat lisa mengetahui sifatnya.


''Makasih ya lis, setidaknya gue ngerasa ga sendirian. ada lo disisi gue.''


Rii mulai menarik selimutnya dan memejamkan matanya. sedang lisa kembali ke tempat tidurnya. ia pikir rii bukan wanita kuat, ia menyimpan begitu banyak beban dalam dirinya. wajah dinginnya sangat terbalik dengan sifatnya. seharusnya dibalik wajah dinginnya tersimpan sikap pemberani dan disegani. namun ia berbeda, dibalik wajah dinginnya ada banyak beban, ketakutan demi ketakutan yang membuat ia jadi seorang yang pesimis. jimin mengerimkan pesan kepada rii.


*Apa kamu baik baik saja rii?*


Thing nada pertama.


*Apa peter menjagamu dengan baik.''


Thing nada kedua. namun pesan jimin tidak dilihat oleh rii. jimin masih tidak habis pikir dengan selena. ternyata selena bukan pertama kali berurusan dengan rii, namun ini adalah yang kedua kalinya. rii sangat tidak aman, aku harus memastikan bahwa peter bisa membuat rii aman, setidaknya jika peter bersama rii selena tidak akan bisa melakukan tindakan yang sama lagi. perkataan peter ada benarnya selena adalah iblis yang berwujud manusia, sikapnya sangat diluar nalar. ia begitu menyeramkan bak monster.


Gimana guys maaf ya kalo kurang memuaskan, author lagi usahain buat scene yang menguras emosi kalian, pantengin terus ya novel aku.

__ADS_1


Bye bye salam dari atuhor🤗


__ADS_2