Hei Rii

Hei Rii
Episode 25


__ADS_3

**Happy Reading guys**


.


.


.


.


.


''Sayang ada apa ini.?''


''Jason aku mohon jangan memaksaku.''


''Tapi kamu jelaskan dulu, ada apa ini. kenapa kamu tidak berangkat ke kampus?''


Selena masih bingung bagaimana ia menjelaskannya kepada jason. sebab saat jason tau yang sebenarnya, ia yakin jason akan sangat murka kepadanya.


''Sayang sebenarnya aku sedang mengalami sedikit masalah di kampus, tapi kamu tenang saja. ini hanya masalah sepele.''


''Jika ini hanya masalah yang sepele, kenapa kamu harus absen selama 2 hari sayang. Mmm?''


Selena menggaruk kepalanya, ia tidak tahu harus membuat alasan apa lagi. sebab jika sudah berhadapan dengan jason, selena seperti anak kucing yang harus nurut kepada tuannya.


''Baiklah sayang, besok aku akan ke kampus.''


''Baik, seharusnya kamu harus bisa mengatasi masalahmu sayang, bukan dengan cara bersembunyi seperti ini.''


Jason mengelus elus kepala selena dengan lembut sembari memberinya nasihat. jason begitu sangat menyayangi selena. itu sebabnya ia sangat memerhatikan apapun yang dilakukan oleh kekasihnya itu. terutama urusan perkuliahannya.


''Aku pergi dulu ya, ada meeting jam 1 siang. jangan lupa makan.''


Jason pergi dan tidak lupa mencium kening selena. dan selena cuma bisa menghela nafasnya, ia sungguh bosan di apartemen ini seorang diri. ia ingin keluar namun ia takut diluar sana ia akan bertemu dengan peter. sebab saat ini, peter pasti sedang mencarinya.



Peter dan jimin berangkat ke kampus bersama. mereka telah sampai parkiran. jimin dan peter keluar dan segera menuju kelasnya. nampak seolah ketenangan telah menemuinya. Peter bahkan melupakan semua rencananya, sampai pada akhirnya ia tidak sengaja bertemu dengan selena di lorong area kampusnya.


Selena yang melihat Peter membulatkan matanya, ia merasa ketakutan. bahkan ingin melangkah pun rasanya kakinya terasa berat. tatapan selena bertemu dengan tatapan Peter. selena bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Peter tengah menatapnya tajam. Deg selena menelan salivanya kasar saat Peter sudah berada tepat dihadapannya.


''Halo selena, apa kabarmu baik.''


''I.. iyaa peter.''


''Aku baru tahu jika 2 hari ini kamu tidak masuk kelas. apa yang terjadi?''


''A.. aku sedang tidak enak badan 2 hari ini.''


Peter memegang bahu selena dengan sedikit mencekam bahu selana, wajah Peter kini telah berada tepat diwajah selena, jarak mereka hanya beberpa centi.


''Sebaiknya kamu harus banyak banyak istirahat selena, atau lebih baik kamu mati sekalian.''


Selena menepis kedua tangan Peter yang berada di bahunya.


''Aku pergi dulu.''


Tangan selena ditahan oleh Peter, kemudian selena tiba tiba saja sudah berada di dekapan Peter. sekali lagi tatapan mereka bertemu.


''Aku belum selesai bicara selena. aku hanya ingin memberimu sedikit nasihat, jika kamu ingin menjadi seorang penjahat maka kamu harus menguatkan mental dan fisik kamu. jangan menjadi pengecut dengan cara bersembunyi.''


Peter melepas dekapannya, sontak selena terjatuh. Peter membungkuk untuk menatap selena yang terjatuh.


''Berhentilah menganggu rii, atau kamu akan merasakan yang lebih dari ini paham. dan sebenarnya aku ingin memberimu suatu pelajaran, namun sayangnya aku tidak sejahat dirimu selena.''


Peter bangkit dan pergi meninggalkan selena. jimin yang sedari tadi hanya melihat semua yang terjadi hanya terdiam. sebenarnya jimin ingin sekali membantu selena. namun ia takut Peter akan salah paham lagi dan tidak mau mengajaknya berbicara.


''Peter tunggu.''


Jimin berusaha mengejar Peter yang begitu sangat jauh. rasanya langkah Peter begitu sangat cepat, sehingga jimin sedikit kewalahan mengejarnya.


''Peter aku salut denganmu. aku pikir kamu akan melakukan tindakan yang begitu menyakitkan. dan ternyata kamu hanya memaki selena dengan ucapanmu yang begitu sangat menyakitkan.''


''Aku masih mempunyai hati jimin, aku bukan dia yang mempunyai sifat licik.''


Jimin tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu. ternyata Peter hanya menggertak saja, semua yang ia ucapkan tidak akan menjadi nyata. mungkin saja semua itu hanya efek bawahan emosi Peter.


Selena yang mendapat perlakuan tidak baik oleh Peter merasa sangat kesal, pasalnya bukan cuma mereka bertiga yang ada disana. namun ada beberapa orang yang melihatnya. semacam dipermalukan didepan umum. selena tiada henti memaki maki Peter dalam hati.


''Haha kamu pikir aku akan menyerah, kamu salah Peter. semakin kamu menyuruhku untuk tidak mengganggunya semakin aku ingin menganggunya.'' (batin selena)


Kelas sudah berakhir, seperti biasa Peter sudah pasti mengajak rii untuk makan diluar kampus. karena Peter tau jika ia berdua makan bersama di area kantin, anak anak lainnya pasti akan mengolok olok rii. dan Peter tidak ingin rii merasa terganggu akan hal itu.


''Peter kemana kita akan pergi kawan.''


''Jangan banyak tanya, diamlah.''


Jimin merasa kesal dengan sikap Peter. jimin berbalik melihat rii yang berada di jok belakang.


''Rii dimana kalian selalu makan bersama?''(Bahasa Inggris)


''ahh.. itu di restoran.''(bahasa Inggris?


Rii terdiam sejenak, ia melupakan nama restoran tersebut. namun tiba tiba mobil Peter telah berada di halaman restoran tersebut.


''Na kita sudah sampai. itu dia nama restorannya.''


Rii menunjuk nama restoran itu, dan jimin berbalik melihat nama restoran tersebut.


''Wah... Peter jika aku tau kalian berdua makan disini, aku akan sering sering ikut dengan kalian berdua.''


''Jangan banyak bicara cepat turun.''


Mereka bertiga masuk restoran, mereka menuju meja paling ujung. Peter dan jimin memesan steik dengan minuman alkohol. sedang rii di beri pasta dan jus jeruk.


Disela makan mereka bertiga jimin memberitahu Peter tentang makanan yang tidak boleh dimakan oleh rii.


''Peter apa kamu tahu, rii sama sekali tidak boleh memakan daging babi.''


''Apa itu benar rii?''


Rii hanya mengangguk.


''Dia juga bahkan tidak meminum alkohol, dan sepertinya rii tidak meminum semua minuman yang membuat kita merasa mabok.''


''Rii kenapa kamu tidak memberitahuku.''


''Maaf Peter tapi, sepertinya kamu tidak berhak juga untuk tahu apa yang aku sukai.''


Sedikit tersakiti dengan perkataan rii. mungkin saja Peter bukan orang yang spesial bagi rii, jadi itu sebabnya rii mengatakan hal yang seperti itu.

__ADS_1


''Maaf rii, tapi kenapa jimin mengetahui semuanya? bukankah kamu sudah memberitahunya kan.''


''Jika saja waktu itu jimin tidak memesankan steik babi kepadaku, mungkin jimin juga tidak akan tahu.''


Jimin tertawa, perkataan rii begitu sangat masuk di akal. jimin bahkan tidak ingin mengetahui apa yang rii sukai dan tidak ia sukai, namun kejadian waktu itu. membuatnya harus mengetahui salah satu ketidaksukaan rii.


Peter hanya terdiam mendengar ucapan dari rii. masih sangat dingin, bahkan untuk urusan seperti ini saja Peter mengetahuinya melalui jimin.


''Sudah sudah, lanjutkan makannya.''


Tidak ada suara lagi saat jimin menyuruh mereka untuk melanjutkan makanannya.


Setelah mengantar rii ke asrama. jimin memberikan solusi kepada Peter bagaimana caranya agar rii bisa tertarik kepadanya.


''Peter, apa kamu mau aku memberimu saran agar rii bisa menyukaimu?''


Peter berbalik melihat jimin sejenak dan kemudian menatap kedepan karena ia harus fokus untuk menyetir.


''Bagaimana caranya?''


Peter meminta solusi karena pada dasarnya, Peter sama sekali belum pernah melakukan suatu hal agar wanita bisa menyukainya. saat dulu ia bersama dengan selena, selena duluan yang mendekati Peter, sampai pada akhirnya kedua orang tua mereka menjalin kerja sama dan mengenalkan anak anak mereka. selena terkejut saat mengetahui jika anak dari rekan kerja papanya ialah gebetannya.


Jadi bisa diketahui kedekatan mereka berdua terjalin karena selena yang lebih dahulu mendekati Peter sampai kemudian ia berdua bertunangan. Peter bahkan baru merasakan jatuh cinta saat mereka berdua sudah bertunangan.


''Sebaiknya kita bicarakan ini di apartemen mu saja. kamu lebih baik fokus dulu untuk mengemudi.''


Rii masuk kedalam kamarnya. disana ia tidak melihat lisa sama sekali. sejak perdebatan kecil kemarin. lisa agak menghindar dari rii.


Rii merasa kesepian. karena jika ia pulang lisa pasti sudah menyerbunya dengan berbagai pertanyaan. bagaikan wartawan yang sedang mencari berita. rii meletakkan tasnya dan membuka buku yang berisi tugas. rii mulai mengerjakan tugas tugasnya.


Pukul 18:00 lisa baru tiba di kamar asramanya. rii menatap lisa yang baru saja tiba.


''Lisa lo dari mana aja?''


Lisa hanya menatap rii dan merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya. rii yang merasa dicuekin agak kesal.


''Yaa lisa, lo masih marah ama gue?''


''Gue minta maaf kalau gue kurang waktu buat lo. gue bakal ngatur waktu gue buat bisa bareng lo lagi.''


Lisa masih tidak menghiraukan perkataan dari rii. ia bahkan menutup kedua telinganya menggunakan bantal. rii kembali mengerjakan tugasnya. rii merasa mungkin lisa butuh waktu.


*


Peter dan jimin sudah berada di apartemen peter. jimin membuka kulkas peter dan mengambil dua botol cocacola. jimin meminum cocacolanya sembari menemui peter yang berada di ruang tamu.


''Nih buat kamu.''


Peter mengambil cocacola pemberian jimin. seolah olah jimin adalah pemilik apartemen. jimin mulai duduk di hadapan Peter.


''Peter apa kamu yakin rii akan menyukaimu juga?''


''Kenapa?''


''Aku hanya merasa, bahwa rii tipikal wanita yang sangat susah buat jatuh cinta.''


''Aku juga merasakan hal yang sama jimin. sifat dinginnya sempat membuatku sedikit ragu. namun perasaanku kepadanya membuatku semakin gila.''


''Tenang kawan.''


Jimin mulai mencari ide untuk memastikan bahwa rii akan menyukai Peter dalam waktu yang singkat.


''Aku punya ide.''


''Mulai dari sekarang kamu hanya perlu sering sering memberinya kabar. ntah itu hanya ucapan selamat malam atau ucapan selamat tidur.''


''Apa dengan cara seperti itu rii bisa menyukaiku?''


''Kemungkinan kecil iya.''


Peter menabok kepala jimin dengan repleks.


''Bagaimana bisa hanya kemungkinan kecil jimin. aku ingin suatu kepastian.''


''Maaf kawan, tetapi yang aku lakukan memang seperti ini. dan hasilnya mereka semua menyukaiku dalam waktu yang begitu singkat.''


Peter mengacak rambutnya prustasi.


''jiminnnn. wanita yang kamu temui itu berbeda dengan sifat rii. mereka semua hanya wanita yang gampang luluh jika hanya diberi harapan palsu.''


''Aku harus bagaimana kawan. bahkan aku tidak begitu berbakat dalam hal yang seperti ini. dan aku juga belum pernah menemukan wanita yang seperti rii.''


''Sebaiknya kamu pergi sekarang. kamu bilang kamu ingin memberiku saran.namun kamu hanya memberiku saran konyol yang tidak berguna sama sekali.''


''Tunggu... tunggu dulu kawan. sebaiknya kamu mencoba point pertama yang aku berikan.''


Peter mendorong jimin keluar dari apartemennya, saat jimin mengeluarkan pendapatnya lagi sebelum pintu apartemen Peter tertutup.


Peter Sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur king sizenya. ia masih memikirkan ucapan jimin barusan. Peter kemudian mulai mengambil ponselnya diatas nakas. ia mulai mencari nama rii dilayar handphonenya.


Dua kata sudah ia ketik dan siap untuk dikirim. namun ia urungkan kembali. tangannya mulai mengetik dua kata lagi. cukup lama dua kata itu melekat dilayar handphone Peter namun tidak ia kirim juga.


Pukul 10 malam Peter kembali melihat pesan yang ia ketik tadi. ia menarik nafasnya dalam dalam sebelum akhirnya ia menekan kirim dilayar handphonenya.


*selamat malam*


Jantung Peter berdebar begitu cepat. baru kali ini ia merasakan jatuh cinta yang begitu dahsyat. mengapa tidak, selama bersama dengan selena ia belum pernah merasakan yang namanya berdebar begitu cepat. dan saat bersama selena, jatuh cinta yang ia rasakan seakan akan berbeda saat bersama dengan rii. mungkin semua ini ialah efek saat Peter duluan la yang menyukai wanita.


Rii melihat handphonenya yang bergetar. saat melihat pesan masuk dari Peter, rii nampak begitu heran.


''Kok tumben banget si Peter nge chat gue, malah pake ucapan selamat malam lagi.'' (batin rii)


Rii mulai mengetik beberapa kata. namun ia rasa ini semua tidak penting, bisa jadi Peter hanya iseng dan salah kirim. akhirnya rii memutuskan untuk menyimpan kembali handphonenya dan tertidur.


Peter yang melihat pesannya hanya dibaca oleh rii, tidak merasa kesal. bahkan ia sangat berterima kasih kepada rii yang tidak membalas pesannya sama sekali. karena dengan begitu jantung Peter tidak akan berpacuh lebih kencang lagi saat mendapat balasan dari rii.


Terlihat sangat aneh, namun itulah dia. seorang recsha peter. nampak terlihat dingin namun saat sedang jatuh cinta, ia sama sekali tidak main main dan bahkan sangat terlihat lebay.


*


Mobil warna hitam telah berada di area parkiran. terlihat sedang menunggu seseorang. kelas selena sudah selesai, ia berjalan menghampiri mobil hitam tersebut.


''Hai sayang.''


''Hai juga sayang.''


Selena mulai memasang seatbeltnya setelah membalas sapaan dari jason. jason yang melihat Peter sedang bersama dengan seorang wanita.


''Sayang, Peter sudah mempunyai pacar baru?''


Selena mengerutkan keningnya. ia heran dengan ucapan jason barusan.

__ADS_1


''Tunggu, pacar baru?''.


''Iya, bukan ka itu peter.''


Jason menunjuk mobil Peter yang sedang bersama dengan rii.


''Aku tidak tahu, sebaiknya kita pergi saja. jangan mencampuri urusan mereka.''


Selena kesal melihat kedekatan mereka berdua.


''Aku penasaran secantik apa kekasih dari seorang recsha peter.''


Jason kemudian mengikuti mobil Peter yang akan menuju tempat restoran langganannya. Setibanya Peter disana, jason juga ikut masuk kedalam restoran tersebut.


''Jason kenapa kita jadi kesini?''


Jason menatap selena.


''Aku hanya ingin melihat gadis yang dibawah oleh Peter ke restoran ini.''


''Jason kita pergi saja dari sini, jangan menganggunya.''


''Hei sayang, kita tidak akan menganggunya. aku hanya ingin menyapanya dan melihat kekasih barunya.''


Jason mulai menarik tangan selena agar selena mau masuk kedalam.


''Halo Peter kita bertemu lagi.''


Peter yang dikala itu sedang menunggu pesanan makanannya, dihampiri oleh Jason dan selena. namun Peter sama sekali tidak merespon sapaan dari Jason.


''Apa ini kekasih barumu? wahh cantik juga ternyata, seleramu sekarang sudah berubah ya. gadis asia woww.''


''Pergi dari hadapanku sekarang juga.''


''Hei hei tenang dulu Peter, aku hanya ingin berkenalan dengan kekasih barumu.''


''Jangan menyentuhnya, aku bilang pergi dari hadapanku atau aku akan menghilangkan satu tanganmu.''


Amarah Peter membuat rii dan selena ketakutan.


''Jason ayo kita pergi, jangan menganggu mereka.''


''Tenang sayang, kita akan pergi setelah aku berkenalan dengan kekasih baru peter.''


Brakk meja telah dipukul oleh peter. dan sontak semua orang yang berada di restoran tersebut melihat mereka.


''Hei tenangkan dirimu Peter, aku hanya berniat baik disini bukan untuk mengajak ribut.''


Peter kemudian menarik tangan rii dan membawanya keluar dari restoran itu. tidak bisa dipungkiri rii juga ikut ketakutan melihat amarah Peter yang begitu besar.


Mobil Peter sudah meninggalkan restoran tersebut, ia memilih ke apartemennya dan memesan makan.


''Makan disini saja apa kamu keberatan?''


''Tidak masalah.''


Bel berbunyi, pesanan Peter telah datang. Peter kemudian membayar makanan tersebut, dan mulai menyajikannya di hadapan rii.


''Ini buat kamu.''


Sambil menyodorkan hamburger kepada rii.


Rii sedikit kewalahan saat memakan hamburger tersebut. rii akhirnya memutuskan untuk memakan terpisah hamburger tersebut. Peter terlihat heran melihat kelakuan rii.


''Bukan seperti itu cara memakannya rii.''


''Aku tahu Peter, namun ini terlalu besar mulutku tidak muat untuk memakannya.''


Peter tertawa saat mendengar ucapan rii. sangat menggemaskan. rii merasa malu melihat Peter yang tertawa.


''Hei rii, jangan merasa malu. makan saja sesukamu aku tidak akan melihatmu.''


Peter membalikkan tubuhnya membelakangi rii, Peter sengaja agar rii tidak merasa malu.


Setelah mereka selesai makan. rii merasa ngantuk. dan tidak terasa kepalanya sudah bersender di bahu Peter. Peter kemudian membawa rii ke kamarnya. meletakkan tubuh rii dengan sangat hati hati karena takut rii akan terbangun.


Peter menatap rii sejenak dan kemudian ia menaikkan badcover menutupi tubuh rii.


''Selamat tidur rii.''


Peter yang baru saja datang setelah mendapat telpon dari papanya sudah mendapati rii yang bangun dari tidurnya.


''Ohh kamu sudah bangun.''


''Iya, boleh mengantarku pulang.''


''Baiklah rii.''


Tidak butuh waktu lama mereka sudah berada di gerbang asrama.


''Terima kasih.''


Rii menutup pintu mobil dan masuk kedalam asrama. saat hendak sampai ke kamar asramanya. ia sudah di suguhkan dengan cibiran teman se asramanya.


"*Lihat dia, baru saja ia diantar oleh Peter pulang."


"Aku yakin dia pasti baru saja melayani peter."


"Dasar wanita ja**ng*."


Cibiran itulah yang terdengar oleh rii sekarang ini. dadanya terasa sesak, semua yang diucapkan oleh mereka sangat menyakitkan buat rii. namun apala daya rii, semakin kesini semua cibiran mereka akan menjadi santapan sehari harinya.


Rii bahkan lebih baik menerima cibiran itu, sebab untuk menjauh dari Peter rasanya ia harus benar benar pergi dari negara ini.


saat hendak masuk kamarnya, lisa tidak ada disana. kosong. hanya rii seorang diri, perasaan rii begitu sangat sedih. sahabatnya perlahan menjauh darinya.


Pesan masuk dari Peter.


*Selamat sore rii*


Tiba tiba saja senyumnya mengembang. rii mulai merasa aneh dengan dirinya sendiri, hanya mendapat pesan singkat dari Peter perasaannya yang semula sedih berubah menjadi senang.


.


.


.


**Oke guys sekian dulu ya. sorry baru bisa update lagi.


jangan lupa ya share like and komen.

__ADS_1


Mohon maaf kalau author masih suka typo


Bye bye salam dari author 🤗🥰🥰**


__ADS_2