
Hay.... guys mohon bantuan dan dukungannya ya.
bagi yang gak sengaja baca novel aku. jangan lupa di share ya 👍 Terima kasih.!!!!
Di pagi hari rii kebelet dan bergegas menuju toilet.
''Aduh, kok perut gue mules yaa.''
Rii baru saja keluar dari toilet tetapi perutnya tiba tiba mules lagi, sekitar setengah jam rii bolak balik ke toilet. perutnya sudah agak mendingan.
''Pagi rii.''
Sapa lisa yang baru bangun.
''Pagi juga lisa.'' ucap rii.
Lisa yang melihat muka rii nampak lesu tiba tiba loncat dari ranjang dan menghampiri rii.
''Rii lo kenapa, lo baik baik aja kan?'' tanya lisa.
Sedang rii yang diberi pertanyaan nampak masih lesu.
''Gue kena mencret lisa.''
Dengan menahan malu rii langsung kembali ke toilet. sedang lisa yang mengetahui rii yang sedang mencret ia langsung berinisiatif ke belakang untuk membuatkan rii teh jahe.
Lisa sudah selesai membuat teh jahe, sedang rii baru saja keluar dari toilet. mereka berdua berpapasan.
''Rii minum ini dulu.''
Rii mengerutkan keningnya.
''Ini apa lisa?
''Ini itu teh jahe, gue tadi sempat kebelakang cari teh, barang kali ada disini tau taunya ada beneran kan, yaudah gue bikin ini buat lo.''
Rii tersenyum, beruntung lisa sangat perhatian kepadanya, kali ini rii tidak sendiri. ada lisa yang sudah mau menjadi temannya.
''Makasih ya lisa.''
Sambil mengambil cangkir dari tangan lisa dan langsung meminumnya. lisa tersenyum melihat rii yang sudah tidak bolak balik lagi ke toilet.
''Ngomong ngomong kok kamu bisa si buat teh jahe ini lisa.?
''Ohh ini... jadi gini, waktu gue kecil gue juga sering banget kena mencret, dan nenek gue ga tega liat gue keseringan bolak balik toilet kan, jadi nenek gue buatin gue teh jahe. dan kata nenek gue, teh jahe itu sangat ampuh buat redahin mencret gitu.''
Sedang rii hanya ber oh iya saat mendengar penjelasan lisa. setelah dirasa cukup dan mencret rii udah sembuh. mereka sudah siap dan mulai menuju kelas. diperjalanan mereka berdua diselingi dengan canda dan tawa.
Mobil sport warna hitam telah melaju begitu cepat menuju kearah kampus. 15 menit lagi kelasnya akan dimulai dan ia masih belum sampai. setelah cukup cepat melajukan mobilnya, peter akhirnya sampai dan mulai memarkirkan mobilnya sembarangan. pintu mobil terbanting cukup keras saat dirinya sudah keluar dari sana. ia berlari menuju kelas dan tidak memedulikan orang orang yang ia tabrak dengan sengaja. salah satu Mahasiswa kena senggolan dari peter lantas orang tersebut menjerit.
''Aw...''
Peter yang menyadari itu hanya berbalik menatap dengan sekilas dan pergi tanpa menghiraukan orang yang baru saja ia senggol. Peter melihat arlojinya sisa 5 menit lagi kelasnya akan dimulai.
''Sial.''
Umpat Peter dan berlari sekeras mungkin.
Peter akhirnya sampai didepan pintu kelas, ia terdiam sejenak untuk mengatur pernapasannya. untung saja dosennya belum ada, Peter langsung berjalan ke arah kursinya dengan napas yang masih tersengal. jimin yang melihat sahabatnya itu terkekeh.
''Hai kawan, apa kamu baru saja mengikuti lomba lari maraton. nyawamu hampir kehabisan.''
Ucap jimin sambil tertawa. Peter hanya memukul kepala jimin dan langsung duduk. sudah 15 menit dosennya belum datang. Peter akhirnya mengutuk dirinya sendiri yang berlari begitu cepat dan membuat orang orang disekelilingnya saat itu terkena senggolan, jimin baru saja mengatakan bahwa dosennya itu tidak masuk kelas karena anaknya sedang sakit.
''Sial.. sial.. sial.''
Umpat peter dengan kesal.
''Hei kawan jangan emosi seperti itu, teman teman kita bisa ketakutan melihat dirimu bagaikan singa yang sedang kelaparan.''
Peter hanya menatap jimin kesal.
''Kenapa kamu tidak memberitahuku soal dosen sialan itu yang tidak masuk?''
''Tenang dulu peter, aku baru tau saat kamu sudah berada diambang pintu sana, dan kelly la yang memberitahuku saat itu.''
Ucap jimin santai. peter memutar bola matanya malas.
''Dari pada kamu kesel sendiri, kita ke kantin sambil nunggu kelas selena selesai dan menuntaskan rencana kita.''
Mereka berdua meninggalkan kelas dan menuju kantin. sesampainya mereka di sana, jimin mengambil 2 jus dan dibagikan ke arah peter.
Sebenernya ada rasa yang tidak puas bagi peter, ia masih tidak terima memaafkan selena walau itu hanya kepura-puraan. rasanya Peter sangat puas jika menghukum selena dengan tidak memberinya maaf, merasa puas saat selena bersedih akan dirinya yang tak kunjung diberi maaf. Peter bahkan ingin melakukan sesuatu yang lebih kejam terhadap selena, namun ia tidak mau mengotori tangannya, biar hukum alam lah yang membalas perbuatan selena terhadap dirinya. dengan tidak memaafkan selena Peter sudah merasa puas dan senang.
Beberapa menit kemudian akhirnya kelas selena selesai, ia buru buru membereskan buku dan pulpennya dan memasukkannya kedalam tas, ia tersenyum girang. pasalnya ia akan bertemu dengan peter dan diberikan maaf oleh peter, hal yang selama ini selena inginkan. tiga bulan bukan waktu yang singkat, begitu berat bagi selena menanti.dan dalam tiga bulan terakhir ini tepatnya hari ini. peter akhirnya mau memaafkannya.
Selena buru buru bergegas kearah kantin dan dari ujung sana sudah nampak dua orang laki laki tampan yang sangat disukai oleh para kau hawa. senyum selena makin mengembang melihat peter, sedang jimin yang melihat selena sudah mendekat kearah mereka melambaikan tangan menandakan sapaan bagi selena. sedang peter hanya menatap dingin.
''Hai jimin, hai peter.''
Sapa selena sambil menarik kursi dan segera duduk tepat di samping peter. peter yang merasakan pergerakan selena sontak langsung menarik kursinya membentuk jarak. dan jimin yang melihat tingkah peter menepuk bahunya dan mengedipkan matanya dan menggeleng, peter sontak menarik kembali kursinya dan menutup jarak yang ia buat.
__ADS_1
''Hai selena, apa kelas mu menyenangkan?''
''Yeah.. cukup menyenangkan.''
''Apa kamu tidak mengambil makanan?''
''Oh ya, aku hampir lupa tunggu, aku ke sana dulu.''
Dan setelah mereka menghabiskan makanannya. tiba tiba selena menyentuh tangan peter dan memegangnya. peter ingin menepis namun jimin sudah lebih dahulu menginjak kaki peter sebagai tanda. peter hanya pasrah dan berharap cepat menyelesaikan masalah ini.
''Peter apa kamu mau memaafkan ku, aku menyesal sudah bertingkah seperti itu. tolong Peter maafkan aku, aku sangat merasa bersalah dan selalu dihantui rasa bersalah selama tiga bulan terakhir ini. apa kamu mau memaafkan ku?''
Ucap selena dengan mata yang berkaca kaca. Peter menatap jimin sedang jimin memejamkan matanya memberikan pertanda, Peter mengerti dengan maksud kode dari jimin.
''Selena...''
Selena menatap Peter dengan dalam
''Aku memaafkan mu.''
Dengan cepat Peter langsung menarik tangannya yang sedang digenggam oleh selena, sedang selena yang merasakan pergerakan Peter kaget, tapi itu tidak apa apa, sebab selena sangat senang mendengar ucapan Peter yang sudah memaafkannya.
''Terima kasih peter, aku sangat bahagia karena kamu sudah mau memaafkan ku.''
Peter hanya berdehem.
''Baiklah karena kalian sudah saling memaafkan, bagaimana kalau kita berpesta. ucap jimin sambil mengedipkan matanya.
Peter melototkan matanya kearah jimin.
''Tidak, aku tidak mau.''
''Ayolah kawan, cuma kali ini.''
Peter masih kekeh dan tidak mau mengiyakan perkataan jimin, jimin mendekatkan kepalanya kearah telinga Peter, dan mulai berbisik.
''Sekali ini saja dan setelah kita sampai ditempat itu kau bisa pergi setelah aku mendatangkan seseorang. sontak Peter menjauh dari jimin dan menaikkan kedua alisnya. jimin tersenyum.
''Ayolah kawan sekali ini saja.''
Ucap jimin menyakinkan dan selena juga ikut membujuk Peter.
''Iya Peter, kita sekarang sudah baikan dan menjadi teman bukan. tidak salah jika kita mengadakan pesta sekali ini.''
Peter memutar bola matanya malas, ini semua bukan karena bujukan selena, tapi karena penasaran dengan rencana jimin selanjutnya.
Mereka sudah sampai di club tempat mereka akan mengadakan pesta. jimin memanggil pelayan untuk memesan minuman. cukup lama mereka berdua berbincang bincang sedang Peter hanya menyimak mereka berdua. tiba tiba seorang lelaki dengan tubuh yang tinggi berpenampilan setelan jas berwarna navy tiba didepan mereka. tepat di hadapan peter.
''Halo, lama tidak berjumpa recsha peter.''
''Jangan menggunakan emosimu, ini hanya bagian dari permainan.''
Ucap jimin yang berbisik. Peter menatap jimin dan jimin menganggukkan kepalanya. sedang selena yang terkejut dengan kedatangan kekasihnya langsung berdiri dan memeluknya.
''Apa ini yang kau lakukan dibelakang aku sayang?''
Ucap kekasih selena dengan nada yang cukup menekankan. selena gugup mendengar ucapan kekasihnya. pasalnya kata katanya memang lembut namun memiliki makna yang begitu menakutkan. selena menelan salivanya.
''Jangan salah paham aku dan teman-temanku hanya mengadakan pesta kecil sayang.''
ucap selena dengan gugup.
''Sejak kapan kalian berteman, setahu aku dia sangat membenci mu dan kau tahu itu.''
Kali ini suara jason agak meninggi, dan cukup membuat selena ketakutan. Peter dan jimin hanya menyaksikan perdebatan mereka.
''kamu jangan seperti ini jason, kamu tidak berhak melarang ku berteman dengan siapapun termasuk Peter, aku tahu dia membenciku tapi sekarang dia tidak membenciku. kita sudah menjadi teman dan dia sudah memaafkan ku.''
Ucap selena dengan nada yang tak kalah tinggi dari jason. Jason yang mendengar suara selena yang meninggi itu langsung murka. ia mulai menarik pergelangan tangan selena dan mulai membawa selena keluar dari club itu.
''Lihat kawan, apa permainan kali ini membuatmu cukup merasa puas?''
Ucap jimin sambil meminum birnya. Peter mengepal tangannya dan mengarahkannya kearah jimin dan jimin mulai mengetos tangan Peter
''Makasih atas kejutannya jimin, aku sangat merasa puas dengan permainanmu.''
Mereka berdua akhirnya menikmati minumannya dan mulai berbincang bincang. Disisi lain selena dan jason sudah berada didepan apartemen milik jason. jason mulai menarik tangan selena dan menuntunnya kearah lobi, tidak butuh waktu lama. mereka sudah berada di dalam apartemen jason, jason menghempaskan tubuh selena di atas ranjang.
''Aw...''
Pekik selena karena jason sudah menyakitinya. baru kali ini ia melihat jason sangat marah. padahal jason adalah tipikal cowok yang sangat lembut.
''Kamu bilang aku tidak berhak untuk melarang mu berteman dengan siapapun termasuk si brengsek Peter itu ha.''
Ucap jason dengan membentak. jason kemudian memegang pipi selena dan menekannya.
''Kamu adalah wanitaku, jadi aku berhak untuk melarang mu berteman dengan siapapun termasuk dengannya paham.''
Sambil menghempaskan pipi selena dari tangannya. selena menangis, ia meronta untuk keluar dari apartemen jason. namun jason menahannya.
''Lepaskan jason, aku benci kamu. aku mau kita sudahi hubungan ini.''
__ADS_1
Kata kata selena membuat jason terdiam.
''Kamu berubah, kamu sangat kasar terhadap aku.''
Ucap selena dengan tangisannya. kini jason memeluk selena.
''Maafkan aku sayang, aku hanya tidak bisa menahan amarahku, aku cemburu melihatmu bersama dengan Peter. maafkan aku sayang.
Ucap jason dengan nada rendah. selena membalas pelukan jason. mereka berdua berpelukan cukup lama sampai pada akhirnya mereka berakhir di ranjang.
Sejak kejadian waktu itu. selena sudah 3 hari tidak masuk kelas. Peter dan jimin sempat bertanya-tanya ada apa dengan selena. namun itu semua tidak berlangsung lama karena selena dan jason berangkat ke Paris untuk berlibur. Dari postingan selena lah jimin mengetahui hal itu.
''Aku pikir dia akan berakhir setelah kejadian waktu itu, ternyata mereka semakin dekat dan mesra.''
Ucap jimin menatap layar ponselnya. sedang orang yang diberikan informasi tidak peduli dengan kegiatan selena dan jason, cukup selena tidak ada di hadapannya ia sangat puas dan merasa bahagia. kini hati Peter sedang menjadi batu, tidak ada satupun orang yang bisa menghancurkan batu tersebut.
Jimin tertinggal oleh langkah Peter yang semakin jauh. tiba tiba saja jimin menabrak seseorang. handphone jimin terjatuh dan buku buku wanita yang ditabrak oleh jimin itu ikut terjatuh dan naasnya mengenai handphone jimin dan membuat layar handphone jimin retak. sontak wanita yang jimin tabrak langsung berjongkok untuk mengambil buku buku tersebut, sedang jimin langsung mengambil handphonenya.
''Oh sial layar handphonen ku retak.''
Umpat jimin, di lain sisi rii adalah orang ditabrak oleh jimin sontak mengucapkan kata maaf kepada jimin.
''Aku minta maaf.'' ucap rii dalam bahasa Inggris.
''Oh tidak, tidak apa apa nona.''
Sedang dari arah lain Peter mendengar percakapan jimin dengan seseorang, Peter langsung berbalik dan mendekat kearah jimin.
''Kenapa jimin, apa ada masalah?''
Rii yang mendengar suara bariton dari Peter mulai ketakutan, bayang bayang jadi bahan bullyan teringat. rii takut kali ini dia akan di bully lagi. sedang jimin yang hendak menjawab pertanyaan Peter terhenti saat melihat rii sedang ketakutan.
''Tunggu.''
Dengan mengangkat satu tangannya ke arah Peter.
''Kenapa nona apa anda baik baik saja?''
"Tidak apa apa.''
Ucap rii sambil menggelengkan kepalanya. Peter kembali bersuara.
''Kenapa jimin?''
Tanya Peter lagi.
''Oh tidak, aku tidak sengaja menabrak nona ini tadi kawan.''
Rii ingin pergi namun jimin menghalanginya.
''Mau kemana nona, kita belum selesai.''
Rii semakin ketakutan
''A.. aku ingin pergi.''
Ucap rii terbata bata dalam bahasa inggrisnya.
''Tunggu dulu nona, apa aku boleh kenalan denganmu?''
Sontak rii semakin ketakutan. ia pernah melihat kejadian seperti saat ini di film yang pernah ia tonton. awal mula pembullyan berawal dari perkenalan dan berakhir jadi bahan bullyan.
''Maaf aku ingin pergi.''
Sebelum rii pergi jimin menggenggam tangan rii dan sontak rii langsung menepis dan mendorong jimin hingga terjatuh, dan peter yang melihat itu cukup terkejut dan mulai menatap rii kesal. belum sempat peter angkat suara jimin tiba tiba berdiri dan membiarkan rii untuk pergi.
Rii langsung berlari saat jimin hendak berdiri.
''Sial berani beraninya dia mendorong mu jimin.''
''Tidak apa apa kawan, mungkin dia lagi syok melihat ketampanan ku.''
Ucap jimin dengan leluconnya padahal ia juga cukup terkejut, pasalnya baru kali ini ada wanita yang membuatnya terjatuh seperti tadi.
''Ayo kita ke kelas.''
Ucap jimin dan mereka berdua pun melangkah kan kakinya menuju kelas mereka.
.
.
.
.
.
Gimana ni guys makin penasaran kan hehehe
jangan lupa ya share jika kalian singgah di novel aku
__ADS_1
bye bye 👋
salam dari auhtor...