
Happy Reading
Setelah mengantar rii ke asrama. peter merasakan suatu keganjalan dalam dirinya. peter biasanya hanya membawa orang yang sangat special untuk menikmati keindahan sunset. akan tetapi kali ini, ia tiba tiba membawa rii untuk melihat indahnya sunset.
Dan anehnya lagi ia merasa sangat nyaman berada di dekat rii. sepanjang perjalanan menuju apartemennya peter tiada henti mengulum senyumannya. ia rasa, ia harus ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan jantungnya. tangan peter mulai memutar lagu pink sweat yang berjudul at my worst. ia menepuk tepuk setir mobilnya dan mulai mengikuti alunan lagunya.
Rasanya ia belum pernah merasakan kebahagiaan selama dirinya putus dari selena, setiap hari ia akan hanya sibuk untuk belajar, mengerjakan tugas, dan mempelajari proposal yang diberikan oleh papanya. waktunya hanya diisi dengan kesibukan, agar dirinya tidak terlarut dalam kesedihan yang begitu lama. saat asik mendengarkan sebuah lagu, dering ponselnya berbunyi.
''Sialll siapa itu.''
Umpat peter kesal, karena seseorang telah menganggu suasana dirinya yang sedang menikmati lagu.
''Halo ada apa jimin?''
''Hai kawan apa aku menganggu mu?''
''Yaa, kau menggangguku aku sedang memutar sebuah lagu yang indah dan kau mengacaukannya.''
Ucap peter kesal. terdengar dengan jelas suara tertawa dari ujung sana.
''Maafkan aku kawan, aku pikir kau sedang bersama rii dan nyatanya kau sedang sendirian.''
''Ada perlu apa kau sebenarnya jimin?
''Maaf kawan aku hanya ingin mengetahui apa kau dan rii sedang bersama, rasanya aku merindukan rii. aku pikir, aku menyukainya.''
Mata peter membulat ada perasaan yang tidak enak didalam hatinya, seperti berkecamuk saat mendengarkan jimin menyukai rii.
''Apa kamu gila jimin, jangan mempermainkannya. kamu tidak menyukainya, kamu hanya ingin bermain main dengannya.''
Sambungan di putus sepihak oleh peter. moodnya seketika berubah saat mendengar perkataan jimin. lagu yang membuat dirinya merasa bahagia kini sudah di matikan oleh peter dan mulai melajukan kecepatan mobilnya. sedang jimin yang mendapat reaksi dari peter yang begitu saja memutuskan sambungan telponnya, jimin hanya tersenyum.
''Kali ini peter sudah benar benar memiliki rasa terhadap rii.''
Gumam jimin sambil meminum jusnya. tiba tiba saja terlintas dalam benak jimin untuk mengundang rii dan peter untuk makan malam bersama di sebuah restoran berbintang lima. jimin mulai mengetik suatu pesan singkat untuk dikirimkan kepada rii, pesan telah terkirim. namun belum ada balasan, jimin menaruh handphonenya kembali. mungkin rii sedang tidak memegang handphonenya.
Keesokan harinya rii terus saja menghindari peter, ketika peter mendekati rii untuk menyuruhnya mengikutinya ke perpustakaan, rii selalu saja menolak dan membuat alasan yang membuat peter terus saja mengiyakannya. peter tidak merasakan ada hal aneh dari dalam diri rii. peter hanya merasa mungkin saja rii malu terhadapnya, setelah pergi bersama dengannya waktu itu.
''Hai kawan kemana rii?''
Peter yang sedang menulis tidak merespon perkataan jimin, jimin langsung mengecek pesan yang kemarin ia kirim ke rii. nyatanya rii sama sekali belum melihat pesannya, ia akhirnya memutuskan untuk menelpon rii. dering pertama rii tidak mengangkatnya. Dan dering kedua ketiga rii sama sekali tidak mengangkatnya.
''Peter apa rii seharian ini tidak bersamamu?''
Peter hanya menatap jimin, wajahnya nampak tidak bersemangat, peter seakan akan kehilangan separuh nyawanya. tetapi ia tidak bisa memaksa rii untuk tetap ikut dengannya, ia sebisa mungkin ingin membebaskan rii yang sedang menjadi asistennya. bukan seperti jimin yang terus saja menyuruh kesana kesini dan selalu mendesaknya. jimin yang melihat wajah peter nampak tidak seperti biasanya menepuk pundak peter.
''Baiklah kawan aku tidak akan bertanya lagi, aku pergi dulu.''
Jimin langsung meninggalkan peter. Jimin akhirnya menemukan rii yang berada didepan kelasnya.
''Rii... Hai rii.''
Jimin melambaikan tangannya, rii yang mendengar teriakan seseorang dari ujung sana dan ternyata ia adalah jimin. jimin akhirnya mendekatkan dirinya ke arah rii.
''Hai rii apa kamu sibuk?''
''Ahh.. tidak.''
Jimin kesal karena nada ucapan rii terlalu dingin.
''Rii boleh ikut denganku sebentar.''
Rii hanya menatap jimin, sedang jimin mengangkat alisnya sebelah.
''Kenapa rii?''
''Udah rii lo pergi aja.''
Rii melirik lisa dan lisa terus saja menyakinkan rii. akhirnya rii mengangguk dan mulai mengikuti kemana jimin akan pergi. mereka telah sampai di taman.
''Tunggu aku sebentar rii.''
Jimin kembali kearah perpustakaan dan menyeret peter.
''Ikut aku kawan.''
Peter yang sedang membaca buku tiba tiba diseret begitu saja oleh jimin.
''Ada apa jimin. bisa bertingkah lebih sopan.''
ucap peter sambil menghentakkan tangan jimin.
''Ohh maaf kawan, ayo ikut aku sebentar.''
Peter mengerutkan keningnya
''Kemana kau akan membawaku?''
''Kita akan ke taman di sana ada rii yang sedang menunggu kita ayo jangan sampai dia kelamaan menunggu kawan.''
Setelah mendengar perkataan jimin peter langsung meletakkan bukunya dan mendahului jimin. jimin hanya menggelengkan kepalanya
Mereka berdua sudah sampai di taman, rii yang merasakan keberadaan jimin berbalik, dan tiba tiba saja ia membulatkan matanya ketika pandangannya tertuju kepada peter.
''Peter...''
Peter sedang berdiri tegak dan melipatkan kedua tangannya didada.
''Apa yang kamu lakukan disini rii... katanya ada tugas?''
Suara peter nampak dingin dan dominan.
''Ahh... kemana jimin?''
''Jangan mengalihkan pembicaraan.''
Kali ini nada bicara peter terlihat sangat dominan. rii menundukkan kepalanya.
''Aku ingin mengerjakan tugas bersama lisa. tetapi jimin tiba tiba saja datang dan membawaku kemari.''
Jimin akhirnya datang setelah berlama lama menunggu mereka untuk berbicara.
__ADS_1
''Rii maaf menunggu lama.''
Jimin melihat peter dan beralih kepada rii.
''Hei... ada apa dengan kalian berdua?''
''Oh ya rii seperti apa yang aku bilang tadi aku...
Belum selesai jimin berbicara rii memutus pembicaraan,
''Maaf jimin tetapi kenapa tiba tiba peter ada disini.''
''Ah... aku memang sengaja memanggilnya, nampaknya ia sangat sedih saat kamu tidak bersama dengannya. ''
Ucap jimin yang asal asalan. peter yang mendengar itu reflek memukul kepala jimin.
''Auw... bercanda kawan, kau jadi sensitif setelah bersamanya.''
Jimin tertawa sambil mengusap kepalanya setelah tangan peter mendarat ke kepalanya. peter hendak memukul lagi, namun jimin berlari dan bersembunyi di belakang rii.
''Sudahlah kawan, aku hanya bercanda, baiklah aku sengaja mengajak kalian kesini karena aku mau mengadakan makan malam bersama dengan kalian berdua.''
Peter mengangkat sebelah alisnya.
''Ini hanya inisiatif aku saja, rasanya kita sudah merasa seperti teman. bukan begitu rii.''
Rii hanya menatap jimin, ia tidak terlalu mendengar ucapan jimin.
''Bukan begitu rindu anastasia.''
''Ah.. iya jimin.''
''Lain kali jika ingin mengundang makan malam tidak usah banyak tingkah. tinggal bilang saja.''
Peter kemudian langsung meninggalkan mereka berdua.
Ada perasaan yang tidak enak di dalam hati peter, rasanya rii mencoba untuk menghindarinya, peter mengepalkan tangannya. rasanya rii tidak berhak untuk memperlakukan ia seenak saja.
''Kenapa hanya satu kali ajakan, rii langsung mengiyakan dan itu hanya ajakan makan malam, bahkan jimin bukan siapa siapa rii. dan aku, aku adalah tuannya bukankah harus aku yang ia turuti bukan orang lain.'' batin peter
Tangannya membanting pintu mobilnya sangat keras dan melemparkan tasnya ke jok belakang, dan meninggalkan kampus dengan sisa sisa debu knalpot mobilnya. selena yang melihat semuanya mulai merasa senang, rupanya rii sudah mulai mendengar perkataannya.
Dimalam hari rii sudah siap
''Rii jangan ke maleman ya, soalnya gerbang ntar ketutup lagi.
Rii hanya mengangguk tersenyum. rii sudah berada di depan gerbang, mobil jimin sudah menunggunya. rii masuk ke mobil jimin dan mulai memakai seat belt, tak butuh waktu jimin langsung saja meninggalkan gerbang kampus menuju ke sebuah restoran bintang lima. peter yang sedang tidak memiliki mood bagus harus memaksakan dirinya ikut hadir, mood peter belum baikan sejak saat itu.
Dengan terpaksa ia hanya mengenakan jaket hitam dan celana panjang hitam, mengambil kunci mobilnya dan menuju ketempat yang sudah jimin kirim alamatnya beberapa jam yang lalu. mereka bertiga sampai dengan bersamaan, jimin dengan rii dan peter yang sendiri. saat keluar dari mobil, mood peter makin memburuk saat melihat jimin dan rii bersamaan keluar dari mobil.
''Oh kawan ternyata kau baru juga sampai.''
Sambil memegang tangan rii dan menghampiri peter. mata peter tertuju kepada tangan jimin yang sedang mengikat erat tangan mungil rii. ia langsung masuk dan menuju meja yang sudah jimin booking. peter menghempaskan bokongnya ke kursi, sedang jimin mempersilahkan rii untuk duduk.
Sebenarnya rii sudah menolak untuk di pegang tangannya oleh jimin, namun jimin memasang muka sedih dan akhirnya rii terpaksa mengiyakan, peter masih saja menatap rii, ia mau berbicara kepada rii namun ia enggan untuk memulainya duluan, pada akhirnya peter hanya bisa menahan emosinya.
''Baiklah kawan ayo kita sekarang pesan makannya.''
''Baiklah biar aku saja yang memesan, kalian ikut sama atau tidak?''
Rii mengiyakan sedang peter masih terdiam.
''Baiklah, aku akan memesan makanan yang sama.''
Jimin menepuk kedua tangannya memanggil pelayan.
''Halo tuan selamat datang. ini menunya tuan.''
Jimin mulai memesan, ia ingat bahwa rii tidak boleh memakan daging babi dan minuman alkohol. akhirnya jimin memesan 2 wine dan 1 jus jeruk sedang makannya ia memilih steik dan untuk rii susi. pelayan itu menunduk pergi. peter membulatkan matanya dan mengumpat.
''Sial.... bagaimana bisa jimin mengetahui makanan kesukaan rii.'' batinnya.
''Aku ke toilet dulu.''
Jimin hanya menatap peter dan rii masih setia dengan menundukkan kepalanya.
''Hei rii... jangan menunduk apa kepalamu tidak capek. lihat ke sekitarmu.''
Rii akhirnya menuruti perkataan jimin. pesanan mereka sudah tiba dan peter masih belum tiba.
''Kemana peter kenapa ia sangat lama.''
Peter menatap cermin yang berada didepannya. ia mulai menyalakan keran air dan mengusap wajahnya dengan kasar.
''Sial... ada apa dengan diriku. kenapa rasanya hatiku sangat panas melihat kedekatan jimin dan rii.''
Peter mengatur napasnya dan kembali ke meja makan.
''Peter kenapa lama sekali, makanannya hampir dingin.''
Peter hanya menatap kesal kearah jimin tanpa suara. peter mulai memotong steiknya dan melahapnya dengan cepat.
''Rii tunggu sebentar, kita selfie dulu.''
Rii hanya mengangguk. satu fotret telah diambil oleh jimin, dan rasanya jimin belum puas akhirnya jefret kedua dan ketiga. peter semakin kesal melihat mereka berdua.
''Apa kalian tidak ingin makan, buat apa menungguku dan mengomeli ku berkata makanan hampir dingin sedang kalian sedang asik berfoto.''
Jimin berhenti untuk mengambil foto. dan meletakkan handphonenya di atas meja.
''Baiklah kawan. jangan kesal begitu aku hanya sedikit membagikan momen ini.''
Jimin kini mulai memotong steiknya. setelah makanan mereka habis, jimin pergi untuk mengurus biaya makanannya. mereka berdua hanya diam dan akhirnya peter mulai angkat bicara.
''Besok kamu harus ikut kemanapun aku pergi, aku tidak akan menerima alasan apapun lagi yang keluar dari dalam mulut mu.''
Rii hendak menolak namun saat rii melihat peter rii malah tidak jadi menolak karena wajah peter nampak sangat menyeramkan. muka datar dan dingin namun masih meninggalkan ketampanannya.
''Kenapa? apa kamu ingin menolak.''
Rii menggelengkan kepalanya. jimin datang dan merekapun mulai pergi. saat rii ingin masuk ke mobil jimin, tiba tiba saja jimin menarik rii dan menyuruh rii untuk pulang bersama dengan peter.
__ADS_1
''Maaf rii aku ada urusan jadi bolehkah kamu pulang bersama peter.''
''Aku ikut kamu saja.''
''Tidak bisa rii, nanti kamu pulang ke maleman dan gerbang akan tertutup.''
''Baiklah.''
''Hei kawan aku ingin meminta bantuanmu.''
Peter yang baru saja akan memasuki mobilnya tiba tiba saja terhenti dengan teriakan jimin.
''Apa..?''
Jimin dan rii mendekat kearah peter.
''Aku ada urusan mendadak, apa kamu tidak keberatan jika mengantar rii pulang?''
Peter menatap rii sekilas
''Mm... baiklah.''
''Terimakasih kawan, kalau begitu aku pergi dulu, jangan telat membawanya pulang karena jam 9 gerbang akan tertutup.''
Jimin langsung berlari kearah mobilnya.
''Ayo masuk.''
Rii berjalan menuju ke pintu sebelah dan membukanya kemudian masuk. mobil peter telah meninggalkan restoran tersebut. sepanjang perjalanan hanya keheningan dan suara mesin kendaraan yang mengisi keheningan mereka berdua. suara ponsel rii berbunyi thing pesan masuk dari lisa.
*Rii lo udah pulang belum? bentar lagi gerbang tutup.*
*Gue udah perjalanan pulang bentar lagi juga sampe kok.*
Pesan terkirim kepada lisa, ponsel rii berbunyi lagi kali ini. namun bukan pesan dari lisa melainkan dari jimin, ia mengirim foto sewaktu di restoran tadi.
Rii tersenyum saat melihat foto yang dikirimkan oleh jimin, peter yang melihat rii yang sedang asik memainkan ponselnya mulai mengintip isi handphone rii. ternyata jimin mengirim foto. ia mulai kesal.
''Kenapa bisa jimin mempunyai nomor handphone rii dan aku tidak.'' batinnya.
Tiba tiba saja peter mulai menepikan mobilnya dan berhenti, rii yang merasa kenapa mobil peter berhenti. rii spontan melihat kearah peter. peter balik melihat rii, peter mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celananya.
''Berikan aku nomormu.''
Peter kini menyodorkan handphonenya kearah rii dengan wajah yang memalingkan kesamping pintu mobil. rii tiba tiba merasa aneh dengan sikap peter yang tiba tiba meminta nomor ponselnya. rii sempat bengong melihat peter, dan rii akhirnya mengambil ponsel peter dan mulai memasukkan nomor handphonenya dan kemudian mengembalikan lagi ke peter. rii sempat tersenyum melihat tingkah peter yang begitu gemas dimata rii. pasalnya peter meminta nomornya dengan memalingkan wajahnya.
''Terima kasih.''
Peter kembali melajukan mobilnya. tidak lama mereka sudah sampai dan sedikit lagi gerbang akan tertutup. rii akhirnya keluar dari dalam mobil peter tanpa sepatah katapun dan berlari sebelum gerbang benar benar tertutup. peter hanya bisa menatap punggung rii yang sudah lenyap.
peter mulai mengecek handphonenya, dan mulai menekan nama rii. ia mulai mengirim pesan
*Apa berterima kasih sangat susah, sampai kamu tidak mengucapkannya?''
Pesan terkirim. perasaan peter mulai kembali membaik, setidaknya walau rii tidak terlalu banyak bicara, tetapi saat bersamanya ia merasa sangat nyaman. peter mulai menyadari bahwa ia sudah jatuh hati kepada rii, yang entah sejak kapan rasa itu mulai ada. saat melihat postingan jimin di instagram peter mulai mengcapture foto milik rii, sejenak ia menyadari mengapa jimin meng-upload foto rii, apa ia juga sudah mulai terang terangan menyukai rii.
Tangan peter mengepal dan memukul setir mobilnya. ia melempar ponselnya dan mulai memutar balik mobilnya dan pergi. jimin yang sudah berada di apartemennya bertaruh dengan dirinya sendiri jika peter pasti sudah mengcapture foto milik rii. rencana jimin dalam membuat peter jatuh cinta kepada rii sedikit lagi akan terwujud, jimin sudah mulai menyadari bahwa muka peter jelas sangat kesal melihat kedekatannya bersama dengan rii. dilain sisi selena yang juga ikut serta melihat postingan jimin.
''Tunggu, apa sekarang jimin dan wanita jal*ng itu sudah menjalin hubungan.''
Gumam selena, selena terus men slide foto yang di upload oleh jimin. selena geram saat melihat peter juga ada di sana.
''Sial.. rupanya wanita jal*ng itu mengabaikan perkataan ku. baiklah aku akan membuatmu menderita. semua orang akan tahu bahwa kamu hanya wanita jal*ng yang mengincar dua lelaki tampan yang sangat popularitas di kampus Harvard.''
Senyum licik dari wajah selena. selena mulai mengomentari postingan jimin.
*Apakah wanita itu simpanan kamu jimin? smile tersenyum.*
Komentar terkirim. Kini jimin yang melihat komentar dari selena.
''Apa apaan ini, apa selena sudah gila, kenapa ia meninggalkan komentar yang bisa membuat rii menjadi jelek.''
Jimin mulai membalas komentar selena.
*Kamu salah selena dia hanya teman kami, dia sudah menjadi bagian dari kami, jadi kami bertiga mengadakan pesta makan malam.*
Balasan komentar jimin terkirim. dan selena tidak membalasnya.
''Sial.. jimin, rupanya jimin berusaha membela wanita jal*ng itu. baiklah jimin sampai mana kamu akan bertahan membela wanita itu.''
Peter yang baru saja sampai di apartemennya menghempaskan tubuhnya di kasur king size nya. handphone yang berada di nakas terus saja berbunyi. peter mulai mengambil ponselnya dan membuka notif pesan dari rii.
*Maafkan aku, aku terburu buru tadi, Terima kasih sudah mengantarku pulang.*
Peter hanya membaca tanpa membalas pesan rii. ada perasaan hangat saat mendapat balasan pesan dari rii.
peter bosan dan akhirnya membuka instagramnya, ia tidak sengaja melihat postingan jimin yang sudah dilumuri komentar jahat oleh selena.
''Apa apaan wanita iblis ini, peter langsung membalas komentar selena.
*Simpan mulut sampah mu itu atau aku akan menutupnya sampai kamu tidak akan bisa berbicara lagi.*
Komentar peter terkirim. jimin yang melihat itu tertawa puas.
''Sudah kuduga peter tidak akan tinggal diam jika rii dirundung oleh selena. sedang selena yang melihat komentar pedas dari peter langsung menghapus isi komentarnya.
''Sial... kenapa peter harus ikut campur.''
Selena melempar handphonenya dan menutup tubuhnya dengan selimut.
''Selena, aku pikir wanita itu sangat membenci rii, aku harus menjaga rii dari jangkauan wanita iblis itu. batin peter.
Nah guys sedikit lagi konflik ni. pantengin terus ya novel aku. sekian dulu untuk part ini. jangan bosen ya nungguin auhtor update. bye bye salam dari auhtor.
Peter👇
Jimin👇
__ADS_1