Hei Rii

Hei Rii
Episode 35


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


.


.


.


.


Setelah mereka berdua resmi berpacaran. nampaknya jimin dan selena merestui mereka berdua. tetapi di sisi lain lisa yang mengetahui kabar tersebut semakin geram dan tidak Terima. ia akhirnya memilih menjalankan rencananya agar lisa bisa menjadi pasangan peter.


''Rii.. selamat ya lo udah jadian ama Peter. senang kan lo?''


''Lisa, lo ngomong apa si.''


''Kan benar rii. lo beruntung bisa dapetin hati peter. selena aja yang berusaha buat kembali ga bisa dapetin hatinya padahal mereka dulu adalah tunangan.''


''Lisa.. udah dong, gimana kalau kita pergi makan aja. laper ni.''


''Lo ma rii. selalu aja ngeles.''


''Hehe yuk makan.''


Rii menggandeng tangan lisa menuju kantin.


''Ga usah merendah banget lo rii. liat aja gue pasti bisa rebut peter dari lo.'' (batin lisa)


*


Jimin, peter dan selena kini telah berkumpul di kantin. mereka bertiga nampak sangat asik. mereka kini sudah menjadi sahabat, selena yang semula sangat terobsesi dengan peter. kini berubah dan memilih menjadi sahabat. dan jason pacar selena sudah mengetahuinya.


''Oh.. itu rii.''


Selena menunjuk ke arah rii dan peter melihat kekasihnya tersebut bersama dengan lisa.


''Rii...''


Selena melambaikan tangannya agar rii dan lisa mau bergabung bersama mereka.


''Itu selena. kita gabung bareng dia aja yuk.''


''Ga ah rii. gue malu tau.''


''Hey ngapain lo mau malu, lo aja temenan ama selena kan.''


''Tapi rii...''


Rii tidak mau mendengar alasan apapun dari lisa, rii segera menarik tangan lisa dan mulai bergabung kepada mereka.


''Wah... Pasangan baru ternyata lagi bertemu. hei rii.''


''Jimin.. kamu tidak usah berlebihan. ayo rii, lisa silahkan duduk.''


Kini jimin berpindah tempat agar rii dan peter bisa berdampingan. Kini Selena melirik lisa, setelah kejadian tersebut. selena jarang menemui lisa.


''Hei lisa.''


''Eumm.. hei juga selena.''


Mereka semua menikmati makanannya masing masing sambil di barengi dengan gelak tawa. lisa merasa begitu canggung. ia bahkan tidak fokus karena cemburu melihat Kemesraan peter dan rii. hal tersebut di saksikan oleh selena.


Setelah mereka selesai makan. mereka kemudian berpisah. rii bersama dengan peter, jimin pulang ke apartemennya sedangkan selena dan lisa pergi ke taman. kepergian mereka ke taman ialah untuk memastikan jika selena benar benar tidak berubah.


''Selena apa kamu benar benar sudah berubah?''


''Ya.. lisa.''


''Selena apa kamu gila, bagaimana bisa kamu melupakan semua dendam kamu kepada rii dan menjadi sabahat dari peter dan jimin.''


''Lisa.''


Lisa diam saat selena meninggikan suaranya.


''Lisa.. dendam itu hanya membuat hatimu semakin mengeras, dan kamu akan semakin gelisah jika melihat mereka semakin bersama. apa kamu tahu, setelah aku merelakan mereka bersama dan berdamai dengan hatiku sendiri. aku tidak merasakan kegelisahan saat melihatnya. bahkan aku sangat mendukung hubungan mereka berdua.''


''Hah.. aku tidak habis pikir selena. kamu memang bodoh. baiklah, kembali la kamu bersama dengan mereka.''


''Apa yang sedang kamu pikirkan lisa?''


''Jangan menghalangiku selena. kali ini aku akan membuat rii menyingkir dari kehidupan peter.''


''Lisa apa kamu gila. hentikan semua itu.''


''Kenapa? kenapa kamu menyuruhku untuk berhenti, aku mencintai peter selena. dan aku mendekatimu waktu itu hanya untuk membantuku untuk menyingkirkannya. dan setelah dia tersingkir aku akan menyingkirkan mu. namun kamu malah mendukung mereka berdua. aku pikir ini akan semakin mudah karena kamu sudah tidak menginginkannya lagi.''


''Dasar wanita licik. jadi kamu hanya memanfaatkan ku dan menjadikan aku sebagai umpan mu agar peter semakin membenciku?''


''Ternyata otakmu pintar juga selena. kamu benar. aku hanya memanfaatkan mu. dan asal kamu tahu, akulah orang yang sudah mengirimkan peter bukti kejahatan mu waktu itu.''


''Dasar wanita licik.''


Satu tamparan keras dari selena telah lisa dapatkan.


''Apa kamu baru saja menamparku?''


''Ya.. itu balasan karena kamu sudah mempermainkan ku.''


''Haha.. dasar bodoh. baiklah selena, sekarang kamu sudah berada di dalam kapal yang sama dengan mereka. tunggu, aku pasti akan menghancurkannya dan merebut apa yang semestinya menjadi milik ku.''


''Lisa tunggu. kamu tidak boleh melakukan itu semua, hei sadarlah.''


Selena berusaha menahan lisa, namun lisa sudah lenyap dari pandangan selena. tangan selena kini bergerak mengirimkan pesan kepada jimin. Selena memberitahu jimin karena selena tidak mau menganggu kebersamaan Peter dan rii.


Peter dan rii sedang menikmati suasana indahnya berkencan di apartemen milik Peter. mereka memasak bersama dan menonton film. Peter ingin mengajak rii makan di luar dan pergi ke bioskop. namun rii menolak dan memilih memasak di apartemennya dan menonton film.


''Peter apa ini terlihat sangat lucu?''


Rii mengangkat kedua daun bawang di atas kepalanya dan menirukan gaya kelinci. Peter tertawa melihat tingkah laku rii. Sesekali rii akan membuat kekacauan di dapur milik Peter. rii ingin membuatkan makanan untuk Peter namun ia sama sekali tidak pandai dalam hal memasak.


''Ya Tuhan rii...''


''Maaf Peter, aku akan mencoba satu kali lagi.''


Peter menghela napasnya. ia hanya pasrah makanan rii terlihat gosong.


''Sudah... sudah.. biar aku saja yang memasak, kamu duduk di sini dan tunggu aku.''


Rii menuruti apa yang di perintahkan oleh Peter.


''Maaf jika harus merepotkan mu. seharusnya akulah yang berada di situ saat ini.''


''Tidak apa apa rii. kamu tidak usah merasa bersalah begitu.''


Ucap Peter yang sedang memotong beberapa bahan makanannya.


Setelah beberapa menit. masakan Peter kini sudah matang, Peter membawa masakannya di atas meja makan.


''Wah.. ini pasti sangat enak.''


''Ini makan dengan hati hati.''


''Mm... Terima kasih Peter.''


''Sama sama sayang.''


Semburat warna merah jambu di pipi rii sudah terlihat. ia tergoda dengan ucapan Peter barusan. dan Peter yang melihat itu hanya tersenyum.


Setelah selesai makan. mereka menuju ke ruang tengah untuk menonton film yang telah Peter janjikan. terlebih dulu Peter memesan beberapa cemilan untuk di makan saat menonton film.


''Ini film horor yang sangat menyeramkan rii. apa kamu sanggup untuk melihatnya?''

__ADS_1


''Kamu meremehkan ku Peter. aku sama sekali tidak takut. bahkan aku sangat menyukai film horor ketimbang harus menonton film romansa. itu membuatku geli.''


''Haha kamu ada ada saja rii. kamu sangat berbeda dari wanita wanita biasanya.''


Peter mengelus kepala rii dengan lembut. ia sangat gemas saat rii menceritakan jika ia sama sekali tidak takut dengan film horor.


Setelah filmnya selesai. mereka sangat puas dengan ending filmnya. bahkan Peter di buat terkejut dengan sikap bawel rii yang tiba tiba.


''Apa kamu memang bawel seperti ini?''


''Ya.. aku memang bawel jika kamu sudah masuk ke dalam duniaku.''


''Tetap seperti ini rii. aku sangat suka, wajah dingin berhati hangat seperti mu.''


Rii mengangguk. di dalam hati rii, ia ingin mengatakan sesuatu kepada Peter. namun ia menahannya, ia akan menanyakan hal ini jika memang hubungannya sudah berlangsung lama.


*


Jimin mengecek handphonenya. ia mendapatkan pesan dari selena. setelah ia membaca pesan tersebut. jimin segera mengirim beberapa orang untuk mengawasi lisa.


Satu minggu telah berlalu. kini lisa segera menjalankan rencananya. ia berniat membawa rii untuk makan di luar kampus.


''Rii makan di luar yuk. gue yang terakhir.''


''Wah.. habis dapat kiriman ya.''


''Lo tau aja gue dapat kiriman. gimana mau ga?''


''Sebenarnya hari ini gue ada janji ama Peter.''


''Ya... ga jadi dong, rii lo usahain de. jarang jarang tau gue terakhir lo makan.''


''Aduh gimana ya lis.''


''Atau gini aja. lo kirim pesan ke Peter tunggu 1 jam lagi. kita pergi makan sekarang dan setelah itu lo bisa de keluar ama dia. gimana?''


''Ide lo bagus juga lis, oke kita berangkat de.''


Lisa tersenyum. sedikit lagi rii akan tersingkirkan. rencananya kali ini memang sangat kejam. restoran yang akan ia kunjungi tidak jauh dari kampus mereka. jadi mereka hanya berjalan kaki untuk ke sana.


Saat mereka hendak sampai. mereka harus melintasi jalanan agar sampai ke restoran tersebut. lisa terlihat sangat senang dan buru buru untuk melintasi jalanan, namun dari arah jauh mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi. rii yang melihat itu sontak saja mendorong lisa dan menggantikan posisinya yang menjadi tersangka tertabrak.


Lisa menangis histeris melihat rii yang terlempar sangat jauh. dan orang suruhan jimin tidak sempat menghentikan kejadian tersebut karena jarak mereka memang cukup jauh.


Rii di bawah ke rumah sakit terdekat. lisa yang mendampingi menangis dengan sejadi jadinya. sedangkan orang suruhan jimin menelpon tuannya dan memberikan kabar bahwa rii sedang di larikan di rumah sakit terdekat akibat kecelakaan.


Setelah mendapat kabar tersebut. jimin yang sedang bersama dengan Peter nampak bingung harus memberitahu peter.


''Peter..''


''Ada apa jimin?''


''Rii...''


''Rii kenapa?''


''Maaf kawan, tapi rii sekarang sedang berada di rumah sakit akibat kecelakaan.''


''APA?''


Peter terkejut. barusan ia mendapat pesan dari rii jika ia ingin makan bersama dengan lisa sebentar dan bertemu dengannya.bahkan setelah kejadian tersebut. mereka sempat bercanda lewat pesan.


Peter segera berlari menuju mobilnya dan disusul oleh jimin.


''Peter tenangkan dirimu dulu. kamu tidak bisa mengemudi dengan kondisi yang seperti ini.''


''Diam jimin. aku bisa memastikan jika kita akan selamat sampai tujuan. apa kamu tahu rii dalam masalah besar sekarang aku takut jimin.''


Tidak ada pembicaraan setelahnya. jimin memilih diam.


Mereka berdua kini telah sampai di rumah sakit tempat di mana rii berada.


''Rii...''


''Lisa ada apa ini. kenapa rii bisa seperti ini?''


''Maafkan aku Peter. aku tidak tahu kenapa rii sampai seperti ini.''


''Jangan berbicara seperti itu lisa. cepat katakan ada apa ini.''


''Hiks hiks. dia berusaha untuk menyelamatkan ku dari kecelakaan itu. aku melintasi jalanan dengan tidak hati hati, sehingga rii yang melihat ada mobil yang melaju begitu cepat, tiba tiba saja mendorong ku dan rii tidak sempat untuk menyelamatkan dirinya sendiri karena mobil itu begitu cepat.''


''Argghhh...''


Peter menangis. baru saja dia akan memberikan kejutan kepada rii namun rii malah mengalami kecelakaan.


''Peter tenangkan dirimu. kita tunggu dokternya keluar.''


Setelah beberapa menit dokter yang menangani rii kini keluar dari dalam ruangan.


''Dokter bagaimana keadaan kekasih saya?''


''Apa pasien mempunyai keluarga?''


''Dokter jawab aku. aku kekasihnya dan aku adalah walinya. dia adalah mahasiswi di kampus Harvard, ia berasal dari luar negeri jadi saya yang bertanggung jawab penuh atas dirinya.''


''Baiklah. sekarang pasien sedang kritis, benturan di kepalanya begitu sangat keras.''


''Dokter... tolong selamatkan kekasih saya.''


''Baik. saya akan berusaha untuk menyelamatkannya. saya permisi dulu.''


Peter masuk keruangan rii. ia segera meraih tangan rii dan menggenggamnya. Peter tidak tahu harus apa. ia hanya bisa menangis melihat rii kekasihnya terbaring lemah di atas kasur dengan bantuan alat pernapasan dan jarum infus di tangannya.


''Rii.. kamu bertahanlah, aku mohon.''


Jimin dan lisa menyusul Peter. lisa menggunakan waktu ini untuk mendekati Peter. kini tangan lisa sudah mengusap lembut bagian belakang Peter.


''Peter kamu harus tenang rii pasti bisa melewatinya.''


Lisa menenangkan Peter sambil mengusap punggung Peter. selena tiba tiba saja datang saat jimin memberitahunya. jimin dan lisa sontak melihat kedatangan selena yang tiba tiba masuk.


''Peter ada apa ini, kenapa rii bisa sampai seperti ini?''


Namun Peter tidak menjawab ucapan selena. Tatapan selena kini tertuju kepada tangan lisa yang mengusap punggung Peter. selena kemudian menarik tangan lisa dan menjauh dari sana.


''Selena lepaskan.''


''Oh... jadi ini rencana kamu. kamu benar benar licik lisa. apa kamu tega melayangkan nyawa seseorang demi mendapatkan peter?''


''Haha... kamu benar selena, aku memikirkan hal ini berulang kali. jika rii selamat, bisa jadi peter sudah menjadi milik ku dan apa bila rii meninggal. itu semakin bagus.''


''Dasar wanita iblis, apa kamu tidak memiliki hati. apa orang tuamu mendidik mu menjadi seperti ini?''


''Tutup mulutmu itu selena, jangan membawa bawa soal keluarga ku.''


Kini lisa pergi dari hadapan selena. selena menatap lisa yang pergi dari hadapannya. ia tidak tahu apa isi dari kepala lisa sampai ia harus bertindak sampai sejauh ini.


Dan dari dalam ruangan rii. jimin sudah merekam semua perdebatan di antara lisa dan selena.


Jimin, selena dan lisa pamit pulang.


''Peter. kamu harus tenang, jangan menangis di hadapan rii seperti ini.''


''Terima kasih jimin. aku akan lebih kuat lagi.''


Setelah mereka pergi. Peter menatap rii dengan sangat dalam. Peter mencium beberapa kali tangan rii. ia sangat syok saat mendengar berita kecelakaan rii.


Jimin kini menarik tangan lisa saat hendak keluar dari dalam rumah sakit.


''Ada apa jimin?''

__ADS_1


''Ikut denganku.''


Mereka berdua kini berada di dalam mobil jimin.


''Apa kamu gila?''


''Jimin apa maksudmu?''


''Aku tidak habis pikir lisa. apa kamu setegah itu kepada teman kamu sendiri?''


''aku tidak tahu maksud kamu jimin.''


Jimin mencengkram tangan lisa. dan membuat lisa meringis kesakitan. jimin tidak pernah melakukan ini semua kepada wanita. namun ia tidak bisa tahan lagi saat bertemu dengan lisa yang tidak memiliki kewarasan.


''Aw.. jimin lepaskan, kamu menyakiti ku.''


''Apa dengan cengkraman ini membuatmu kesakitan?''


Jimin semakin menguatkan cengkraman nya.


''Aw.. jimin... apa kamu gila, tolong lepaskan aku.''


Jimin kemudian melepaskan cengkraman nya.


''Aku sudah tahu semuanya lisa. kamu adalah dalang di balik musibah yang rii dapatkan.''


Lisa terkejut saat jimin mengatakan hal seperti itu. namun ia berusaha tenang agar jimin tidak mencurigainya.


''Kamu bilang apa? aku tidak mengerti dengan maksud kamu jimin.''


''Jangan mengelak lisa. akui dengan sendiri atau aku akan menjebloskan mu ke penjara atas tindakan percobaan pembunuhan.''


Mata lisa membulat ia menelan salivanya kasar saat mendengar ucapan jimin barusan. ada getaran ketakutan dari dalam diri lisa. namun ia sekuat tenaga menenangkan dirinya.


''Jangan sembarangan jimin. aku tidak tahu apa apa. itu semua murni kecelakaan, rii hanya berusaha untuk menolongku.''


''Oh.. kalau begitu, kita lihat saja nanti. apa hukuman mu akan bertambah berat atau tidak. maaf silahkan keluar.''


Lisa membanting keras pintu mobil jimin. dan berjalan untuk mencari taxi.


''Apa ini, kenapa jimin berkata seperti itu. apa dia mengetahui semuanya. tidak... tidak... aku harus menelpon pelaku tersebut agar tutup mulut. jika perlu aku akan menyuruhnya untuk keluar negeri sekarang.''


Lisa menaiki taxi dan memberitahu si pelaku itu. namun sayang handphone miliknya tidak aktif.


''Siall kenapa ini. apa dia sudah tertangkap. tapi itu tidak mungkin, setelah kejadian itu dia bahkan langsung melarikan diri.''


Lisa kemudian menghubunginya kembali. namun handphonenya masih tetap tidak aktif.


*


Setelah 3 hari lamanya. rii akhirnya sadar setelah berbaring di atas kasur selema tiga hari. ia menengadah dan melihat di sekelilingnya. ia bertanya tanya di mana dirinya dan ada apa dengan dirinya.


Pintu kamar telah terbuka dan menunjukkan Peter yang baru saja tiba dari makan siang. Peter yang melihat rii akhirnya siuman kini tersenyum bahagia.


''Ya Tuhan rii. kamu sudah sadar?''


Peter berlari kecil menemui rii, tangan rii di genggam oleh Peter dan menciumnya.


''Peter ada apa ini, kenapa aku ada di sini?''


''Apa kamu lupa rii. kamu sedang mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu.''


Rii berusaha untuk mengingatnya dan benar ia mengingat di mana ia berusaha untuk menyelamatkan lisa yang hampir ketabrak mobil.


''Lisa.. di mana dia, apa lisa baik baik saja?''


''Lisa dua hari ini tidak datang menemui mu rii. aku juga tidak tahu kenapa dia tidak datang.''


''Tetapi, apakah lisa baik baik saja?''


''Iya rii. dia baik baik saja. yang tidak baik baik saja itu adalah kamu.''


Rii tersenyum malu. nada bicara Peter terkesan sangat lembut di telinga rii.


''Bagaimana, apa kamu merasakan sakit?''


''Kepalaku sedikit pusing, dan tubuhku juga sangat pegal.''


''Kamu tunggu sebentar, aku akan memanggil dokter.''


Rii mengangguk.


*


Di sisi lain. kedua orang tua rii yang mendapatkan berita bahwa anaknya mengalami kecelakaan begitu sangat panik. ia mendapat telpon dari seorang perempuan. dan kedua orang tua rii kini sedang berusaha mendapat kabar dengan kondisi kesehatan putrinya.


*Halo


*(Halo, bagaimana dengan kondisi anak saya?)*


*Bapak dan ibu tenang saja. sekarang anak bapak dan ibu sedang siuman dan putri bapak baik baik saja*


*(Baiklah kalau begitu, tolong beritahu jika kami menghawatirkan keadaannya)


Telpon terputus.


''Bagaimana dokter?''


''Syukurlah pasien sekarang tidak apa apa. pusing yang ia dapat hanyalah efek dari benturan keras itu. namun dengan meminum beberapa resep obat yang saya akan berikan, itu bisa membuatnya sembuh.''


''Baiklah dokter.''


''Silahkan tembus obatnya dan besok mungkin pasien bisa pulang.''


''Baik dokter. rii aku pergi dulu.''


Rii masih memikirkan keadaan lisa. ia mencoba menghubungi lisa. namun sayang, handphone lisa tidak aktif. tiba tiba saja rii mendapat kan telpon dari seseorang yang tidak ia kenal. rii mengangkat telpon tersebut.


*Halo?


*(Halo rii ini ibu dan ayah apa kamu baik baik saja?)


Rii terkejut saat kedua orang tuanya menelpon.


*Halo bu yah. rii baik baik saja kok*


*(Ibu dan ayah mendapat berita jika kamu sedang mengalami kecelakaan? apa kamu baik baik saja nak?*


*Bagaimana ibu bisa tau?*


*(Kemarin ada seseorang yang menelpon ibu. katanya kamu kecelakaan, ibu dan ayah sangat panik nak.)*


*Bu.. yah.. rii sudah tidak apa apa. alhamdulillah, rii besok sudah bisa pulang.*


*(Syukurlah nak, kami sangat khawatir kepadamu. tolong lain kali kamu harus hati hati sayang. jika kamu sampai terluka lagi, kami akan menjemputmu dan memberhentikan kuliahmu.)*


*Iya bu.. rii akan hati hati.*


*(Baik sayang, kamu baik baik di sana ibu dan ayah merindukan mu.)*


Sambungan terputus.


''Terima kasih nak karena kamu sudah memberitahu kami.''


''Sama sama bu. kalau begitu saya pamit dulu.''


*


**Gimana ni guys, kira kira siapa ya. orang yang membantu kedua orang tua rii?


Pantengin terus ya. jangan lupa like dan komennya guys.

__ADS_1


See u sorry kalau ada typo ya.


Salam dari author 🥰🤗**


__ADS_2