Hei Rii

Hei Rii
Episode 29


__ADS_3

*Happy Reading guys*


.


.


.


.


.


Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan, besok mereka akan terbang lagi ke Amerika. kunjungan terakhir mereka ialah boromwat, jimin mengajak peter dan rii ke boromwat karena pemandangan di sana memang sangat indah. siapapun yang datang ke sana pasti akan merasakan ketenangan dan perasaan yang begitu senang. boromwat terdapat beberapa lahan yang berisi tanaman bunga yang begitu cantik.


''Jimin, kita mau kemana?''


''Haha kalian pasti penasaran. aku sengaja tidak ingin memberitahu kalian.''


Dengan refleks Peter memukul kepala bagian belakang jimin.


''Aww sakit kawan.''


''Sudah.. jangan bertengkar.''


''Peter emang bikin kesal rii.''


''Enak saja, kamu yang bikin kesel. bikin kita penasaran aja kerjaannya.''


''Kalau aku si ga sama sekali peter.''


Jimin tertawa mendengar ucapan rii.


''Apa aku salah bicara. oh aku rasa aku memang salah bicara jimin, maaf.''


'Rii... ada yang lagi ngambek ni.''


''Maaf Peter tetapi memang benar kenyataannya.''


Tawa jimin makin lepas, bukan cuma dingin namun rii pandai membuat orang jadi terdiam saat melontarkan kata kata yang menyayat hati. Rii seperti orang yang tidak merasa bersalah sama sekali. ia bahkan kembali bersantai saat melontarkan perkataan yang membuat Peter terdiam.


Setelah beberapa jam perjalanan. mereka akhirnya tiba di boromwat. rii terkejut dengan keindahannya. ada begitu banyak bunga di lahan yang begitu luas.


''Jimin... apa itu?''


''Ah.. itu adalah kebun bunga, namun bunga bunga itu tidak untuk di petik dan di jual. melainkan semua bunga itu hanya di jadikan hiasan agar para wisatawan bisa menikmati keindahannya.''


''Wah.. jimin aku benar benar sangat tertarik dengan tempat ini.''


''Ya.. tempat ini memang begitu banyak yang menyukainya. jadi tidak heran setiap pengunjungnya bisa mencapai ratusan orang tiap harinya.''


''Jangan banyak bicara ayo turun.''


Peter mulai keluar dari dalam mobil sampai membanting pintu mobilnya. rii kaget dengan sikap Peter begitu juga dengan jimin. ia terkejut saat melihat wajah Peter nampak begitu kesal.


''Hei kawan apa kamu masih kesal?''


''tidak. siapa juga yang kesal?''


''Baiklah. ayo rii kita ke sana.''


Rii sangat antusias menerima ajakan jimin. Peter yang melihat semakin merasa kesal. ntah kenapa Peter kesal saat ucapan rii waktu di mobil tadi. dan sekarang rasa kesalnya semakin menjadi besar. karena rii begitu tampak senang saat berada di samping jimin.


''Peter ayo cepat.''


Jimin berteriak karena jarak di antara mereka memang cukup jauh. sedang peter nampak sengaja melambatkan jalannya.


''Ya.. Peter ayo cepat aku tidak sabar ingin melihat bunga bunga itu dari jarak yang dekat.''


Peter menghela nafasnya. akhirnya ia mempercepat langkahnya saat rii berteriak kepadanya.


''Apakah cinta sebodoh ini. aku kesal dengannya namun kenapa saat mendengarnya berteriak hanya karena dia ingin melihat bunga bunga itu secara dekat mambuatku menuruti keinginannya.'' (batin Peter)


Rii mulai berlarian kesana kemari. rasanya begitu sangat menyenangkan melihat bunga yang begitu sangat banyak. tangan rii perlahan memegang bunga bunga itu dan kemudian ia berlari kecil sambil tangannya menyentuh bunga itu satu per satu.


''Rii... apa kamu sangat menyukainya?''


''Iya jimin. sangat indah dan cantik.''


Jimin mulai menyetel kameranya dan mulai memfokuskan kamera tepat ke arah rii. cekrek satu foto telah berhasil jimin ambil.


''Ohh sangat cantik.''


Tangannya mulai lagi memotret setiap kegiatan yang rii lakukan. Peter mulai ikut berlari mendekat ke arah rii. dan saat hendak mengambil foto rii tiba tiba saja Peter langsung nimbrung dan hampir membuat rii hampir terjatuh, dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan di tengah luasnya hamparan bunga bunga tersebut.


''Wah.. menawan sekali. foto mereka berdua seperti sedang sesi pemotretan model.''


Peter dan rii seketika langsung canggung saat kejadian barusan.


''Maaf rii aku tidak sengaja.''


''Ah.. tidak apa apa Peter seharusnya aku yang harus berhati hati karena terlalu senang.''


''Apa kamu begitu sangat menyukai bunga?''


''Mmm.. tidak terlalu, namun saat melihat bunga sebanyak ini di hamparan tanah yang begitu luas. membuatku jatuh cinta.''


''Apa aku bisa membuatmu jatuh cinta dengan cepat hanya dengan melihatku saja rii?'' (batin Peter)


''Peter.. Peter..''


Rii membuyarkan lamunan Peter.


''Ah.. ada apa rii?''


''Temani aku kesana di tengah tengah. aku ingin melihat semua bunga ini di tengah sana.''


''Baik.''


Rii kemudian memegang tangan Peter, perlakuan rii membuat dada Peter berdebar begitu sangat kencang. kemudian mereka akhirnya berlari menuju ke tempat tujuan rii. Jimin berteriak saat melihat kedekatan mereka semakin dekat.


''Semoga berhasil kawan.''


Teriakan jimin sama sekali tidak di dengar oleh mereka berdua, yang ada mereka hanya mendengar jimin berteriak seperti sedang kesurupan. karena jarak di antara mereka memang begitu sangat jauh.


Rii tertawa lepas di tengah hamparan bunga. kemudian di susul oleh Peter yang mulai menggelitik rii dan akhirnya mereka berakhir saling kejar kejaran.


*

__ADS_1


Mereka mulai menyiapkan makanan yang telah mereka bawa dari vila. semacam sedang berpiknik mereka kemudian mulai bercerita satu sama lain.


''Terima kasih jimin.. peter.. karena kalian sudah hadir dalam hidupku. karena kalian juga aku bisa melupakan semua masalah yang membebani pikiranku belakangan ini.''


Tangan jimin mulai memegang pundak rii.


''Rii.. kamu itu sudah menjadi bagian dari kami. kamu adalah teman kami, dan sebagai teman kita memang sudah seharusnya saling meng suport dan menghibur satu sama lain.''


''Jimin benar rii. sekarang kamu tidak kesepian, ada kami di sini. aku dan jimin akan membantumu ketika mereka semua ingin menjahatimu.''


Tak terasa air mata rii kini mulai mengalir, ia terharu dengan ucapan jimin dan Peter. mereka begitu sangat baik. dan rii berharap ini semua nyata.


Tangan Peter mulai bergerak menghapus air mata rii. Peter tidak tega melihat wanita yang ia cintai meneteskan air mata.


''Kamu kenapa rii!?'' (sambil mengusap air mata rii)


''Tidak apa apa Peter, aku hanya terharu. Terima kasih karena kalian mau menerimaku apa adanya.''


''Baiklah sudahi sedihmu rii. ayo kita berselfie dulu untuk membagikan moment ini.''


Satu foto berhasil di ambil. kemudian mereka mulai mengambil beberapa foto sambil tertawa. setelah mereka membereskan semuanya. mereka kembali ke mobil dan melakukan perjalanan pulang.


Pesawat telah landing, mereka akhirnya sampai juga di Amerika. setelah beberapa jam berada di atas udara. Peter dan jimin kemudian berpisah. jimin memilih berangkat sendiri karena memang jimin tidak mau menganggu mereka berdua.


Di perjalanan menuju asrama rii kembali merasa gelisah. rasanya ia tidak sanggub menghadapi sikap orang orang di sana.


''Hei rii ada apa?''


''Ah.. tidak ada apa apa Peter.''


''Kamu tidak usah cemas, aku pastikan mereka semua tidak akan berani mengusikmu lagi.''


''Mmm.. aku percaya.''


Peter tersenyum dan merasa gembira saat rii mulai percaya kepadanya. dan jika sudah seperti ini, Peter tidak akan tanggung lagi untuk melindungi rii. Mereka sudah sampai di depan gerbang asrama. Peter dan rii mulai keluar mobil dan mengambil barang barang rii dari bagasi mobilnya.


''Biar aku saja peter.''


''Apa kamu bisa?''


''Iya Peter, kamu pulang saja. nanti orang orang akan melihatmu dan semakin membuat mereka makin membenciku.''


''Baiklah rii, selamat beristirahat.''


''Mmm...''


Peter kemudian mulai merogoh ponselnya di dalam saku celananya. ia kemudia menekan beberapa nomor. dan kemudian ia mulai tersambung ke nomor tujuannya.


*(halo)*


*Halo Jack*


*(Kenapa Peter)*


*Aku butuh bantuanmu*


Telpon kemudian di tutup saat Peter mengutarakan apa yang ia inginkan.


Rii kemudian membuka pintu asramanya. ia terkejut saat melihat kasur dan meja belajarnya begitu sangat berantakan, ia kemudian melihat kasur milik lisa. nampak begitu sangat rapi.


Rii kemudian mulai membereskan kasur miliknya dan meja belajarnya yang begitu berantakan. setau rii saat ia akan pergi semua nampak begitu bersih.


''Siapa si yang lakuin ini semua. benar benar gak punya akhlak.''


Setelah semuanya sudah rapi. rii merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya. ia masih berpikir keras atas pelaku ini semua. dan dia juga memikirkan lisa. apa lisa begitu sangat membencinya. sebab dulu lisa sangat perhatian kepadanya. saat kasurnya berantakan disaat rii sedang sibuk lisa pasti akan membantunya untuk membereskan kasur miliknya.


''Lisa.. aku sekarang tau, kamu memang sudah benar benar membenciku tanpa mau mendengar penjelasanku dan usahaku.''


Handphone rii bergetar tiba tiba saja jimin men tag sebuah foto di instagramnya. kemudian rii membuka tag tersebut.


Sebuah Foto disaat mereka sedang berada di boromwat. tangan rii kemudian menslide foto fotonya. dan foto selanjutnya ialah foto rii bersama dengan peter yang dimana saat itu rii hampir terjatuh saat tidak sengaja kakinya terpeleset.


Tangan rii kemudian mulai mengetik sesuatu.


*Apa aku boleh mengambil fotonya.?*


Jimin kemudian membalas komentar rii.


*dengan senang hati rii.*


Dengan cepat rii kemudian meng screenshot foto fotonya yang di fotret oleh jimin secara candid. dan saat foto selanjutnya yang berisi fotonya bersama Peter. rii tersenyum dan kemudian meng screenshot foto tersebut.


Setelah di pangkas rii merasa sangat lelah. ia merebahkan tubuhnya. kemudian ia baru mengingat bahwa besok ia sudah mulai masuk kuliah. rii sangat bersemangat untuk menyambut hari esok. tidak terasa rii sudah mulai berada di alam mimpi.


*


Lisa yang melihat postingan tersebut merasa geram. ia mengepalkan tangannya dan memukul meja yang berada di sampingnya.


''Sial.. siall kamu rii.''


''Lo kenapa lisa?''


''Ah.. ga. ga ada apa apa.''


''La, terus kok lo sebut sebut nama rii si?''


''Ga. itu gue rasa gue sedikit cemburu karena baru saja rii pulang liburan bersama Peter dan jimin di Korea Selatan.''


''Wih... keren juga rii. beruntung banget ya rii bisa dapetin hati mereka berdua, gue jadi irih juga ama rii. pantesan aja lo kesal lis hehe.''


Lisa menyimpan handphonenya ke dalam saku celananya.


''Gue balik dulu ya. ngantuk ni.''


''Oke lis, good night.''


Lisa kemudian membuka pintu kamar asramanya. dan di sana ia bisa melihat rii sedang tertidur pulas. lisa kemudian berjalan mendekati rii. lisa tambah kesal saat melihat wajah rii.


''Awas lo rii. gue pasti bisa rebut posisi lo, dan gue bisa dapetin peter. cowok idaman gue.''


Lisa kemudian naik keatas ranjangnya dan mulai tertidur.


Ke esokan harinya rii mulai datang ke kampus, rii mencari jalan yang tidak terlalu ramai di pakai oleh mahasiswa lainnya. karena rii tau mereka pasti mengetahui tentang liburan bersamanya kepada Peter dan jimin. rii takut mereka akan mencibirnya dan walaupun ia akan merasakan hal itu saat berada di kelasnya.


Rii bingung karena dari semua mahasiswa di kampus ini tidak ada yang mencibirnya seperti apa yang ia duga tadi. semuanya hanya menatap namun tidak berbicara tentang dirinya. rii semakin di buat heran oleh sikap mereka.


Kemudian rii mulai duduk di kursinya. ada rasa sedikit lega namun masih mempertanyakan tentang situasinya. tetapi rii tidak perduli. ia senang jika suasananya tetap seperti ini sampai ia lulus.

__ADS_1


*


Kelas selesai rii kemudian ke perpustakaan, ia menunda makannya karena ia takut jika di kantin ia akan kena bullyan dari mereka. rii masih tetap waspada dengan keadaan yang seperti ini. sebab mereka semua menyeramkan, ia bisa berubah kapan saja.


Dan Peter mulai mencari keberadaan rii, ia mencarinya di kantin namun Peter sama sekali tidak menemukan di mana letak keberadaan rii. Peter bahkan sudah memastikan bahwa tidak ada yang berani untuk merundung rii lagi atau mencibirnya.


''Maaf apa kamu mencari rii?''


''Ah. iya, apa kamu melihatnya?''


''Iyaa.. rii sedang berada di perpustakaan. aku baru saja selesai dari sana.''


''Baik Terima kasih atas informasinya.''


Peter kemudian berlari ke arah perpustakaan. saat sudah sangat dekat ia mulai memelankan langkahnya. kemudian Peter masuk dan mencari di mana letak keberadaan rii. pandangannya tertuju pada seorang gadis seorang diri di pojok kanan meja. kemudian Peter menghapirinya.


''Apa aku menganggumu.'' (bisik Peter)


Rii terkejut dengan kedatangan Peter yang tiba tiba.


''Astaga kamu mengagetkan ku peter.'' (bisik rii)


''boleh aku duduk.''


''Mmm..'' (sambil mengangguk)


Peter menemani rii sepanjang rii membaca buku dan mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh dosen dan beberapa mata kuliahnya yang terlambat akibat skorsing kemarin.


''Ayo kita pergi, aku sudah selesai.''


Peter berdiri dan menggenggam tangan rii. rii melihat genggaman tangan Peter yang sudah memegang erat tangannya.


''Ayo kita pergi, aku sudah sangat lapar.''


''Kenapa kamu tidak makan dulu baru ke sini, itu salahmu.''


''Iya iya. ayo kita pergi.''


Mereka akhirnya ke kantin untuk makan, genggaman tangan Peter masih tidak di lepas dan rii menunduk saat berjalan. ia sudah berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Peter namun Peter semakin mengeratkan dan tidak memperdulikan ucapan rii.


Selena yang baru saja akan keluar kantin berpapasan dengan Peter dan rii. matanya kini tertuju kepada genggaman tangan Peter kepada rii. Peter bahkan tidak menghiraukan kehadiran selena yang dengan jelas berada di depannya.


''Kamu duduk di sini dulu, aku akan mengambil makanannya.''


Rii hanya mengangguk dan Peter mulai mengambil makanannya. rii berbalik kanan dan kiri melihat beberapa orang masih tinggal di kantin. mereka hanya menatap tanpa membicarakan apapun.


Peter kemudian datang dengan satu nampan dan datang lagi dengan satu nampan.


''Kenapa harus repot repot begini. aku bisa mengambil bagianku sendiri.''


''Tidak rii. kamu cukup lelah saat di perpustakaan tadi. jadi aku yang akan melayani mu di sini.''


"Terima kasih Peter.'' (sambil tersenyum)


Di sela selan makannya. rii memberanikan diri untuk bertanya kepada Peter tentang keganjalan dari semua mahasiswa di kampus ini.


''Mm.. peter?''


''Iya ada apa rii?''


''Kamu merasakan ada keanehan dari mereka semua?''


''Maksud kamu apa rii?''


''Aku rasa mereka semua nampak aneh. tidak banyak berbicara saat melihatku dan melihat kita saat ini.''


''Itu hal yang bagus dong rii, itu tandanya mereka sudah capek dengan kamu dan kita.''


''Kamu ada benarnya juga Peter. tetapi ini cukup aneh buatku saat ini, dan aku berharap ini semua tidak hanya sementara. aku ingin ini semua sampai pada tahap akhir di mana aku bisa lulus dengan baik tanpa adanya perundangan dari mereka.''


''Ya.. semoga saja rii.''


*


''Ada apa ini kenapa semua orang hanya diam saat melihat mereka berdua.''


Di luar kantin selena masih memantau mereka, selena kesal saat melihat tangan Peter berada di genggaman tangan rii dengan sangat erat.


Selena kemudian memencet nama lisa di sana. ia menelpon lisa dan ingin merencakan sebuah pelajaran kepada rii. kemudian mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu di cafe dekat kampusnya.


''Lisa apa kamu melihatnya.''


''Ya selena, Peter mulai mengenggam tangan rii di tempat umum.''


''Bagaimana ini, semenjak kepulangan mereka dari Korea Selatan. mereka semakin dekat.''


''Kamu benar selena. dan anehnya lagi semua orang diam dan tidak banyak bicara saat melihat mereka berdua.''


''Ini juga cukup aneh. ada apa sebenarnya ini, kenapa mereka semua mendadak jadi bisu.''


Mereka berdua sejenak terlarut dalam pikiran mereka masing masing. dan sontak saja selena mempunyai ide.


''Lisa aku punya ide. bagaimana kalau kita membuat rii kembali menjadi tersangka pencurian barang untuk ke dua kalinya. dengan begitu semua orang akan semakin percaya.''


''Benar selena. kamu benar tapi bagaimana caranya?''


Selena tersenyum licik. kali ini rencananya bukan hal yang main main. lisa kemudian mendekatkan telinganya kepada selena. mereka berdua tersenyum.


Sedang di sebelah meja mereka sudah ada jimin bersama dengan teman temannya. jimin tidak sengaja melihatnya, kemudian jarak mereka semakin dekat. akhirnya jimin berpindah posisi kepada temannya agar bisa mendengar hal apa yang mereka lakukan.


''Jadi ini semua ulah selena dan lisa teman rii sendiri. tapi kenapa harus lisa.'' (batin jimin)


Jimin tidak sempat merekam isi pembicaraan mereka. namun jimin sudah tau siapa pelaku sebenarnya. dan bisa di pastikan kali ini jimin akan mengikuti selena dan menyelidiki rencana apa yang akan mereka lakukan kali ini.


Jimin berniat ingin memberitahu Peter akan hal ini. namun ia rasa jika Peter tahu begitu cepat, ia takut Peter akan marah dan meluapkan amarahnya kepada selena. dan hal seperti ini juga tidak baik untuk rii. rii baru saja merasakan pemulihan rasa sakitnya akbiat di tuduh sedang mencuri. jimin takut rii akan kembali terluka.


''Sebaiknya aku memberitahu mereka saat tau kejahatan apa lagi yang akan selena lakukan.''


*


**Oke guys sekian dulu ya. pantengin terus novel author Oke. jangan lupa like komen and share ya teman teman.


Salam hangat dari author


Sorry kalau masih suka typo hehe


Bye bye🥰🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2