Hei Rii

Hei Rii
Episode 8


__ADS_3

***


Happy Reading


Jam menunjukkan pukul setengah 7 pagi. rii bangun lebih awal dibandingkan dengan teman sekamarnya. rii mulai bergegas ke kamar mandi, setelah beberapa menit rii keluar kamar mandi, ia mulai melakukan beberapa kegiatan setelah mandi.


''Morning rii.''


Ucap salah satu teman sekamarnya. rii berbalik dan tersenyum.


''Morning to.''


ucap rii singkat dan mulai menyelesaikan kegiatannya. sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. semua teman sekamar rii sudah siap untuk menuju ke tempat sarapan. mereka mulai berjalan dan mengangumi setiap inci kemewahan yang ada didalam gedung asrama tersebut.


Sesampainya mereka rii dan teman temannya mulai memperhatikan sekitar, bagaimana cara untuk mengambil makanan sebab ini baru pertama kalinya mereka semua berada diluar negeri. mereka belum sempat mencari browsing tentang kuliah di Harvard dan kegiatan lainnya menyangkut Harvard. setelah mereka sarapan, dekan pembimbing mengarahkan mereka untuk berkumpul, mereka akan diberikan arahan arahan sebagai siswa baru di Universitas Harvard tersebut. mereka diberikan arahan, dan akhirnya mereka diarahkan untuk masuk ke gedung kampus. di sana mereka di tangani oleh pengawas kampus.


setelah semuanya diperjelas mereka dipersilahkan untuk kembali ke asrama mereka, Teman-teman rii mulai merasa lelah dengan kegiatan hari ini.


''Gini ya rasanya kuliah di Harvard, semuanya dipenuhi dengan aturan.''


Kata salah satu teman rii. sedangkan rii hanya diam dan tidak banyak bicara, ia cukup mengamati semua aturan yang ditanyakan oleh dekan serta pengawas. rii tidak mau banyak mengeluh karena situasi atau keadaan yang super ketat, ia hanya perlu fokus dan mendapat nilai yang bagus. sebab ia tidak sabar melihat mimpinya akan terkabul menjadi seorang sarjana di Universitas Harvard tersebut. rii tersenyum, butuh waktu 3 tahun lagi ia bisa menjadi sarjana dan halusinasinya cukup membuat ia tersenyum bahagia.


Dan tidak disengaja ia bahkan tertinggal oleh teman temannya. ia berjalan sambil berhalu, dan tidak disangka rii menabrak tubuh seseorang. bruk rii terjatuh, rii melihat keatas siapa yang ia tabrak dengan tidak sengaja. dan ternyata ia menabrak seorang perempuan bule cantik.


''Aw.. apa kamu tidak mempunyai mata?''


Ucap wanita itu dalam bahasa Inggris. sedangkan rii yang masih dibawah kakinya berdiri dan meminta maaf.


''Aku minta maaf nona.''


Gadis bule cantik itu langsung pergi setelah mendengar permintaan maaf dari rii.


''Goblok kok bisa si gue nabrak orang segala.'' (batin rii)


Sedangkan teman teman rii yang melihat kejadian tersebut sontak berlari menuju kearah rii.


''Kamu ga papa rii?''


Ranya salah satu temannya.


''Ga papa kok lagian salah aku juga jalan sambil ngelamun jadinya kan nabrak orang.''


Teman teman rii akhirnya membawa rii pergi dari tempat tersebut. Sesampainya di asrama rii merebahkan tubuhnya. cukup lelah sekali hari ini ditambah dengan insiden kecil yang menabrak seseorang. rasanya ia hampir mati berhadapan dengan gadis bule cantik tersebut.


Sesuai perkataan rii terhadap Lidia saat itu. rii takut akan dibully oleh mereka. sebab dari film film yang dilihat rii, orang orang bule semuanya pada mengerikan. apalagi jika mereka sudah berada dalam keluarga yang begitu kaya, ia akan bertindak semena mena terhadap seseorang. dan seketika rii rindu terhadap suasana rumah dan Lidia. baru 2 hari di Amerika rii sudah rindu terhadap mereka semua. rii ingin menelpon Lidia tetapi ia masih belum tahu cara untuk memanggil panggilan dari Amerika ke Indonesia. ia cukup bodoh soal urusan seperti ini. akhirnya rii terlelap tidur dengan semua pikiran yang menjadi beban dalam otaknya.


Pagi telah tiba, dan jam menunjukkan pukul setengah 8. ia bergegas ke kamar mandi. sebagian temannya sudah siap. baru kali ini rii telat bangun, ntah apa yang membuat rii jadi telat. ia tidak berpikir panjang ia dan teman temannya menuju tempat makan dan sarapan bersama. Disisi lain terlihat jelas dua laki laki yang cukup populer dikalangan kampus. mereka adalah recsha peter dan sahabatnya park jimin, mereka berdua senior sekaligus laki laki populer di kampus mereka.


Recsha peter dia adalah anak seorang konglomerat papanya seorang CEO dari perusahaan properti dan sudah memiliki berbagai macam cabang diberbagai negara salah satunya di Indonesia. ia anak blasteran yang berdarah asia Indonesia. mamanya keturunan Indonesia dan papanya keturunan Amerika.


Park jimin sahabat peter, park jimin sendiri adalah anak dari rekan bisnis papanya peter, jimin berasal dari Korea Selatan, mereka bertemu saat pertama kali masuk di Universitas ini. jimin yang cenderung humoris dan gampang bergaul bisa membuat peter lelaki dingin bak es kutub utara ini luluh dengan perlakuan jimin. mereka berdua makin dekat pas tau kedua orang tua mereka memiliki kerja sama. tidak heran jika peter tak tanggung tanggung menjadikan jimin sebagai seorang sahabat.


Mereka berdua berjalan menuju ruang kelas, para wanita wanita yang melihat mereka berteriak histeris, sudah 3 tahun tapi pesona mereka tetap saja membuat mereka tergila gila dan ditambah lagi mahasiswa baru yang pertama kali melihat ikut bersorak. mereka berdua tidak menghiraukan. peter dan jimin tetap melangkahkan kakinya menuju kelas.


''Hai kawan apa kamu lihat mereka semua tergila gila kepada kita.''


Peter hanya diam mendengar celetuk sahabatnya.


''Ayolah, kamu cari pacar agar kita bisa mengadakan kencan berpasangan.''


Peter kemudian menatap jimin dengan muka dinginnya. sontak saja jimin langsung melontarkan ucapan yang membuat peter kesal.

__ADS_1


''Apakah kamu masih belum bisa membuka hati untuk orang lain kawan?


''Berhenti mengungkit yang sudah berlalu jimin, aku tidak peduli dengan kencan. hatiku masih tertutup untuk wanita manapun itu, jadi berhenti mengolok olokku untuk mencari wanita paham.''


Jimin menelan salivanya saat peter terlihat emosi.


''Baiklah kawan maafkan aku.''


Setelah terjadi perdebatan diantara mereka berdua, kelasnya pun dimulai. dosen masuk dan memulai materi. seperti biasa jimin dan teman teman lainnya sibuk dengan handphone masing-masing. hanya beberapa mahasiswa saja yang mendengar penjelasan dari dosen termasuk peter, peter memang tidak berlaku seenaknya saja layaknya jimin. peter menekuni kuliahnya agar ia bisa meneruskan perusahaan papanya. peter tidak banyak tingkah dan main saat kuliah ia konsisten dalam hal tersebut.


Setelah kelas berakhir mereka berdua menuju ke kantin. sesampainya dikantin mereka di datangi oleh seorang gadis cantik dia adalah selena Jackson mantan tunangan peter, peter yang melihat kedatangan selena hanya menatapnya.


''Hei apa aku boleh bergabung?


''Ya selena tentu saja. ''


Ucap jimin sambil mengedipkan matanya. selena duduk tepat di hadapan peter. selena mulai menyapa peter dan peter masih setia dengan muka dinginnya, ia hanya menatap sekilas dan membuang wajahnya kearah lain. selena yang melihat itu nampak murung, peter masih marah terhadapnya.


''Hei selena tidak apa apa, jangan menghiraukan perlakuan peter, ayo kita makan saja.''


Mereka pun makan, sesekali jimin dan selena bersenda gurau sedangkan peter hanya menyimak, rasanya peter muak dengan adanya gadis yang telah mengkhianati nya bebas tertawa sedangkan ia masih dilanda kekesalan atas perbuatan yang telah dia lakukan. seketika peter mengebrak meja makan dan pergi meninggalkan mereka berdua. selena yang melihat peter pergi merasa bersalah.


''Seharusnya aku tidak bergabung, peter pergi dan nampak kesal.''


''Hei jangan berbicara seperti itu selena, Peter hanya butuh waktu untuk memulihkan perasaannya, aku tinggal dulu menyusul peter.''


Tinggallah selena seorang diri. ia masih sangat menyesal atas perbuatannya. selena telah membuat peter jadi membencinya.


''hei kawan ayolah jangan seperti ini.'' ucap jimin.


''Berhenti menasehati ku tentang dia jimin, aku muak melihat wajahnya, aku muak melihat dia berada di sekitar kita jimin kamu paham.''


''Iya, aku paham kawan tapi kasihan selena, dia berusaha untuk bisa mendapatkan maaf dari kamu.''


Ucap peter dengan muka yang memerah akibat emosi yang menggebu gebu. peter tidak semudah itu memaafkan selena, hatinya cukup dibuat hancur oleh perlakuan busuk yang telah selena lakukan. seorang recsha peter ketika sakit hati sampai kapanpun ia tidak akan bisa memaafkannya, walaupun mereka berlutut dan menangis. sikap dominan peter menurun dari papanya.


''Baiklah kawan aku minta maaf.''


Mereka berdua pun meninggalkan kampus dengan mobil sport peter. Disisi lain selena masih terdiam ditempat. dering ponselnya berbunyi. ia langsung mengangkat telponnya.


''Hei sayang kamu dimana?'' tanya seseorang dari seberang telepon.


''Hm.. aku masih di kampus kenapa?''


''Aku ingin mengajakmu untuk makan siang sayang, apa boleh?''


Selena terdiam, rasanya moodnya hilang untuk bertemu dengan kekasihnya.


''Halo sayang apa kamu mendengarkanku?'' tanya seseorang dari seberang telpon.


''Ah.. ya, maaf sayang aku baru saja selesai makan, bisa dilain hari saja?''


''Tidak apa apa sayang, Yeah mungkin dilain hari kita makan siang. sampai jumpa sayang.''


Sambungan telpon diputus secara sepihak oleh kekasih selena. sedangkan selena yang menerima itu nampak biasa saja. moodnya hilang, rasanya mau sekeras apapun ia berusaha mendapatkan maaf dari peter, peter tetap tidak akan mau memaafkannya. selena bangkit dari kursinya ia mulai berjalan meninggalkan tempat tersebut. dan belum sempat ia keluar kantin seseorang tidak sengaja menumpahkan jus ke bajunya.


''Sial...''


Orang yang sedang di tabrak oleh selena meminta maaf.


''Maaf nona aku tidak sengaja.''

__ADS_1


''Ya tuhan, sial... apa kamu punya mata, kamu bisa jalan dengan benar kan ada orang disini kenapa kamu malah menabrak aku.''


Padahal disini yang salah adalah dirinya sendiri selena berjalan dengan cepat yang diselimuti dengan perasaan yang kurang baik, sehingga ia yang menabrak orang tersebut dan balik menyalahkan orang itu.


''Sekali lagi saya minta maaf nona.'' ucap rii dengan menunduk


Selena kesal dengan pakaiannya yang dipenuhi dengan jus.


''Hei apa kamu bisa melihat, bajuku basah akibat ulah mu.''


Dengan nada yang cukup tinggi, sontak semua orang yang ada didalam kantin berbalik dan melihat keributan yang dibuat oleh mereka berdua. ada yang sudah menyiapkan handphone untuk merekam kejadian tersebut, sedangkan rii yang gemetar hanya menunduk dan meminta maaf.


''Hai lihat aku, lihat baju aku, jangan menunduk untuk menutupi wajahmu.''


Rii akhirnya mendongak dan melihat wajah selena.


''Saya benar benar minta maaf nona, saya akan mencuci baju nona.''


Selena akhirnya tertarik dengan perkataan rii. rasanya moodnya yang kurang bagus akibat kejadian waktu bersama peter tadi menjadi sirna, sebab ia menemukan sasaran moodnya yang kurang bagus itu menjadi baik.


''Apa kamu pikir bisa mencuci bajuku dengan tangan kotormu itu, lihat wajah aku baik baik.''


Sambil memegang wajah rii dan mengarahkannya tepat pada wajahnya.


''Baju yang aku pakai ini sangat mahal, dan kamu tidak akan mampu untuk membelinya.''


Sambil melepaskan tangannya dari wajah rii. semua orang yang berada didalam ruangan kantin tersebut, melihat kejadian itu nampak heboh. rii tidak sanggup lagi menahan air matanya, ketakutan yang selama ini ia takuti akhirnya terjadi, ia sudah menjadi sasaran empuk bullyan dari selena. rii meremas ujung bajunya. ia bingung dan takut dengan dunia luar. sedangkan selena tertawa melihat wajah rii penuh dengan ketakutan.


Sebelum selenapergi, ia melihat jus yang berada didepan matanya, sontak selena langsung mengambil jus tersebut dan menyirami kepala rii. syurr jus itu telah lolos dari tempatnya dan membasahi kepala rii.


''Woah.. woah..''


Salah satu mahasiswa lelaki berteriak dan merekam kejadian tersebut.


''Wah... ini menakjubkan.''


Selena tersenyum puas rasanya moodnya kembali membaik lagi walau hanya melampiaskan nya kepada orang lain, selena kemudian berlalu pergi. sedangkan rii masih terdiam, dadanya terasa sakit diperlakukan seperti itu. baru menjadi mahasiswi baru ia sudah menjadi bahan bullyan. Teman-teman rii langsung berlari untuk membawa rii ke asrama.


''Ya ampun rii... lo ga papa, maafin gue ya ga bisa bantu lo.'' ucap teman rii.


Sesampainya di asrama, rii langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


''Rii itu ga salah, yang salah itu cewek tadi, lo liat kan.'' ucap lisa.


''Iya gue liat cuman kita ga bisa menyangkal karena seperti yang kita liat dia itu orang yang sangat berpengaruh di kampus ini.'' Kata salah satu teman rii.


Rii keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju. saat salah satu teman rii hendak untuk menghampiri rii. teman yang lain menahannya.


''Biarkan rii sendiri dulu, ia butuh menenangkan perasaannya, rii pasti sangat takut dan syok.''


Rii akhirnya merebahkan tubuhnya dan menutup matanya dengan pergelangan tangannya. tak disangka air mata rii lolos dari tempatnya.


''Ayah.. ibu.. rii ingin pulang, rii takut disini, rii rindu ayah dan ibu di sana.'' gumam rii.


Cukup lama rii menangis atas kejadian hari ini, rii akhirnya terlelap tidur dan berada di alam mimpinya. teman rii yang melihat rii nampak sudah tertidur, ia bergegas menghampiri dan menarik selimut rii sampai ke dada rii, dan perlahan membuka tangan yang menghalangi mata rii. teman rii yang melihat itu sontak kasihan melihatnya.


''Lo yang sabar ya rii, mulai sekarang gue akan jadi teman lo.''


Sambil menghapus sisa sisa air mata rii.


***

__ADS_1


Wah... mulai terharu gak si. kasihan ya rii sendiri di negeri orang tanpa didampingi oleh keluarga.


See you guys salam dari author bye bye bye 🤗👋


__ADS_2