Hei Rii

Hei Rii
Episode 32


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


.


.


.


.


Setelah sebulan terjadinya perdebatan di antara lisa dan rii nampaknya semua sudah membaik. lisa kini mulai mendekati rii lagi. namun mereka berdua tidak se akrab dulu. kadang lisa yang menghampiri rii di saat jam makan siang. mereka ngobrol layaknya tidak ada kebencian di dalam diri lisa.


''Rii lo jadi kan temani gue buat ketemu sama cowok yang gue taksir?''


''Demi lo lisa, gue rela ga masuk kelas hari ini asalkan lo bisa bahagia sama cowok yang lo taksir itu.''


''Uh.. makasih rii. kalau gitu kita berangkat sekarang oke.''


''Mm...''


Lisa dan rii menaiki taxi menuju cafe yang akan ia kunjungi. setelah mereka berdua sampai lelaki yang lisa maksud sudah melambaikan tangannya.


''Oh itu dia, ayo rii kita ke sana.''


Rii hanya mengiyakan dan mengikuti langkahnya.


''Hai apa kalian menunggu lama?''


''Tidak lisa, ayo silahkan duduk.''


''Mm.. baik, ayo rii duduk.''


Lisa mulai berbincang-bincang dengan lelaki yang ia sukai. dan tidak lama datanglah satu teman lelaki ini.


''Hei apa kalian menunggu dengan lama?''


''Ohh tidak kawan. ayo duduk dan perkenalkan ini lisa wanita yang aku maksud.''


''Ohh hai. namaku justin.''


''oh ya. namaku lisa dan ini temanku, namanya rindu.''


''Senang bertemu denganmu lisa dan rindu.''


Kini mereka berdua telah keluar dari cafe tersebut. tujuan mereka kali ini ialah ke bioskop. lelaki yang lisa sukai mengajak mereka untuk menonton flm yang baru saja liris di bioskop.


Flm telah di mulai, mereka duduk saling berdampingan. lisa bersama dengan lelakinya dan rii bersama dengan justin teman lelaki lisa.


Rii merasa sangat canggung, baru kali ini ia di hadapkan dengan situasi yang seperti ini. rasanya rii ingin pergi dari tempat ini, namun ia sudah berjanji kepada lisa agar terus menemaninya.


*


Peter telah mondar mandir mencari keberadaan rii yang sama sekali belum ia temui. Peter menghubungi rii namun rii tidak mengangkat telpon darinya. dan akhirnya Peter memutuskan untuk mencari rii di asramanya. siapa tau rii sedang sakit sehingga ia tidak masuk hari ini.


Peter tidak sengaja bertemu dengan tiga teman sekamar rii yang ia tahu dari jimin. sontak saja Peter langsung menanyakan di mana keberadaan rii.


''Hai. maaf menganggu, apa kalian melihat rii?''


Celine, Rose, dan Stefanie menatap peter yang tiba tiba saja datang. Mereka bertiga kemudian saling menatap agar di antara mereka ada yang ingin menjawab pertanyaan peter.


''Kami tidak melihatnya setelah kelas berakhir. kata Stefanie''


''Maaf apa kamu tahu, rii sedang bersama dengan siapa?''


''Sebelum aku masuk kelas, aku sempat melihat rii bersama dengan lisa. dan aku tidak tau selanjutnya rii bersama dengan siapa dan kemana.''


''Lisa? oh terima kasih atas infonya. saya pergi dulu.''


Peter mengambil ponselnya di dalam saku celananya. kemudian ia mencoba lagi menghubungi rii. namun panggilannya masih tetap tidak di angkat.


''Siall. apa dia sengaja tidak mau mengangkat telponku.''


Kemudian Peter menelpon jimin. ia butuh bantuan jimin agar ia bisa menemukan di mana letak keberadaan rii. karena jimin jago dalam hal melacak keberadaan seseorang.


*Halo jimin, kamu di mana?


*(Aku sedang berada di perusahaan papaku Peter)*


*Jimin bisaka kamu melacak di mana keberadaan rii. aku cemas kepadanya seharian ini ia tidak masuk kelas dan aku tidak tahu apakah ia baik baik saja atau tidak, sebab aku telah menelponnya namun rii sama sekali tidak mengangkatnya.*


*(Baiklah kawan, tunggu beberapa menit dan aku akan mengirim di mana lokasi rii)


Sambungan telepon dari Peter di putus sepihak oleh jimin. jimin yang baru saja selesai mengadakan pertemuan kepada kerabat papanya ia tidak sungkan langsung meminjam laptop milik papanya dan mulai melacak di mana keberadaan rii.


Tangan jimin bergerak begitu cepat mencari di mana letak keberadaan rii. papanya yang merasa bingung dengan sikap jimin memilih untuk diam dan keluar dari ruangan meeting.


15 menit berlalu jimin akhirnya menemukan titik letak dimana rii berada. kemudian ia mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah alamat kepada Peter. Pesan dari jimin sudah Peter lihat dan sontak saja ia langsung menuju ke tempat di mana rii sedang berada.


''Lisa, apa kamu menyukai flmnya?''


''Iyaa.. flmnya sangat seru dan mengharukan.''


''Justin, apa aku boleh meminta sesuatu?''


''Apa lisa?''


''Tolong antarkan temanku ini pulang ke asrama, karena aku dan Gery ingin mengunjungi suatu tempat.''


''Lisa, gue ga mau pulang kalau lo ga pulang juga.''


Lisa menarik tangan rii untuk menjauh sedikit dari mereka berdua.


''Rii.. lo pulang duluan aja, gue masih ada urusan sebentar ama gery.''


''Ga lisa, lo gila ya. lo baru 2 minggu kenal sama dia, jangan mudah buat percaya. gue takut lo nanti akan di apa apain sama dia.''


''Rii.. pikiran lo negatif banget si, lo harusnya do'ain gue yang baik baik dong.''


''Lisa, gue cuma mau ngasih tau lo. oke gue balik duluan tapi lo. harus janji jika dia mulai macam macam telpon aku dan aku akan meminta bantuan.''


''Iyaa rii... udah gi lo sana balik.''


''Iya iya.''


Rii dan Justin menuju ke mobil namun rii masih tidak rela harus meninggalkan temannya itu sendiri. rii takut kalau lisa akan di jebak.


''Ya Tuhan tolong lindungi lisa.'' (batin rii)


Peter telah sampai di lokasi tersebut, dan ia mulai mencari rii yang sedang berada di dalam bioskop. tetapi Peter tidak menyadari bahwa mobil yang baru saja lewat ialah mobil yang sedang rii tumpangi. Peter keluar dari dalam bioskop itu sambil mengumpat.


''Sial... rii sudah tidak ada. aku terlambat beberapa menit.''


Peter kembali menghubungi rii dan lagi lagi rii tidak mengangkat telponnya. kekhawatiran Peter sangat besar. ia takut rii akan di jebak atau di ganggu lagi. karena Peter masih belum mempercayai lisa dengan sepenuhnya.

__ADS_1


Rii sudah berada di dalam kamarnya. Celine, Rose dan Stefanie hanya menatap kedatangan rii.


''Apa kamu bersenang senang rii?''


''Mm.. rose, maaf ya kalian pasti sangat khawatir. tapi lisa sudah benar benar berubah.''


Mereka bertiga masih belum mempercayai lisa sepenuhnya. sebab mereka bertiga sudah beberapa kali melihat lisa masih bersama dengan selena. dan sejak kemarin Stefanie melihat sikap lisa seperti sedang berakting di depan rii. stefanie bisa merasakan bahwa lisa belum menyukai rii secara tulus. dan itulah mengapa Stefanie, celine dan rose masih meragukan lisa.


''Rii kamu istirahat saja dulu, tadi Peter sempat mencarimu.''


''Benarkah.''


Rii kemudian mengecek handphonenya dan di layar handphonenya sudah terdapat beberapa panggilan dari Peter. dan Peter kini sudah menghubunginya lagi.


*Halo Peter


*(Rii kamu di mana apa kamu baik baik saja?)*


*Mm.. aku baik baik saja dan sekarang aku sudah berada di asrama.*


*(Baiklah rii.)


Sambungan telpon terputus.


''Kalau begitu aku istirahat dulu.''


''Bagaimana, apa semuanya sudah beres?''


''Semuanya sudah beres, besok jam 7 pagi beritanya akan kami sebar.''


''Baiklah, besok jam 7 pagi aku akan mens tranfer uangnya.''


''Baik kami pergi dulu.''


Kedua lelaki itu telah lenyap dari hadapan selena. kini selena tersenyum.


"Sebentar lagi wanita itu akan merasakan malu yang luar biasa. dan Peter akan meninggalkannya.''


Selena tertawa dengan puas.


Semua orang kini sudah melihat beritanya. rii yang berjalan bersama dengan ke tiga temannya merasakan keanehan. semua orang kini menatapnya.


''Kenapa. ada apa dengan semua orang orang ini?''


''Kamu benar rose, mereka menatap kita dengan penuh intimidasi.''


''Tidak usah di perdulikan rose, celine. dia memang seperti itu kan jika melihat kita.''


''Tunggu dulu rii. ini bukan tatapan yang biasanya, sepertinya telah terjadi sesuatu.''


Stefanie mengecek handphonenya yang mendapatkan notifikasi. ia kemudian mengeceknya dan menemukan foto rii sedang bersama dengan seorang lelaki. Stefanie meng scrol kebawah dan di sana ia melihat foto rii sedang berciuman di bioskop.


''Oh Tuhan, apa ini. rii...''


''Ada apa Stefanie?''


''Lihat ini, apa ini benar kamu?''


Stefanie menyodorkan handphonenya kepada rii, celine dan rose kemudian berpindah tempat untuk melihat sesuatu yang berada di dalam handphone Stefanie. mereka semua terkejut melihatnya.


''Oh Tuhan ini tidak benar, aku sama sekali tidak melakukan ini semua. ini hanya rekayasa. kalian pasti mempercayai ku kan.''


''Tapi apa benar, kamu kemarin berjalan bersama dia?''


''Justin?''


''Iya celine. lelaki itu namanya Justin. dia adalah teman dari lelaki yang lisa sukai. kemarin aku bersama dengan lisa. aku menemaninya menemui lelaki yang ia sukai. dan kemudian temannya itu datang, dan setelah kami berempat makan. gery, lelaki lisa mengajak kami untuk menonton flm bioskop.''


Salah satu penggemar Peter di kampus ini menghapiri rii.


''Hai wanita jal*ng, apa kerjaanmu hanya menggoda lelaki kaya.''


''Apa maksud kamu.''


Satu tamparan yang rii dapatkan dari wanita itu.


''Aww.. apa kamu gila?''


''Iya. aku memang gila. dasar wanita jal*ng.''


''Jaga mulutmu itu. temanku ini tidak seperti yang kamu pikir.''


Wanita itu pun pergi dari hadapan rii dan teman temannya.


''Apa kamu baik baik saja rii. tamparannya cukup keras.''


''Aku tidak apa apa rose.''


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kelasnya masing masing. namun tangan rii kemudian ditarik oleh Peter dan membawanya ketaman samping perpustakaan.


''Peter ada apa ini, kamu menyakiti tanganku.''


''Jawab dengan jujur rii. apa maksud dari semua berita itu?''


''kamu salah paham Peter, itu semua hanya rekayasa. aku dan dia tidak mempunyai hubungan apa apa.''


''Jika kamu dan dia tidak memiliki hubungan apa apa, kenapa kalian harus berciuman.''


Peter meninggikan suaranya karena tidak sanggub menahan emosinya.


''Apa kamu baru saja membentakku? kamu tidak mempercaiku?''


Peter mengusap wajahnya ia tidak tahu harus percaya atau tidak. sebab bukti sudah didepan matanya. Peter kemudian memegang bahu rii dan menatap matanya.


''Tolong beritahu aku bahwa ini semua tidak benar.''


Cengkaraman Peter membuat rii kesakitan, ia menangis di hadapan wajah Peter. ntah kenapa rii merasa kecawa dengan sikap Peter yang tidak mempercainya padahal ia adalah satu satunya orang yang ia percayai bisa melindunginya.


''Kenapa kamu tidak mempercayaiku? aku mengatakan yang sejujurnya aku tidak ada hubungan apa apa dengan dia. dan itu semua hanya rekayasa.''


''Kamu bohong rii... kamu berbohong, bagaimana mungkin seseorang bisa mengedit dengan detail seperti itu.''


''Terserah jika kamu tidak percaya. aku tidak butuh kamu mempercaiku atau tidak. kamu bukan siapa siapa aku dan kita hanya berteman. jika kamu mengira itu semua benar maka berhentilah jadi temanku. karena teman temanku mempercayai apa yang aku katakan.''


''Apa.. apa yang kamu bilang, kamu harus tau rii. aku mencemaskan mu kemarin. aku menelponmu beberapa kali. dan kamu tidak mengangkat telpon dariku. aku berusaha untuk melindungimu dari mereka yang ingin mengganggumu. apa kamu tahu rii. aku tidak pernah melakukan ini semua. dan kali ini aku melakukannya hanya demi dirimu, kamu tahu kenapa? karena aku menyukaimu. aku jatuh cinta kepadamu.''


Mata rii membulat. pernyataan Peter barusan membuatnya membisu. ia tidak tahu lagi harus bagaimana menanggapi ucapan Peter.


''Lihat aku rii. aku mencintaimu, dan jika kamu bertanya kenapa aku semarah ini kepadamu. karena aku cemburu melihat berita itu dan aku ingin mendengar secara langsung dari kamu bahwa ini semua tidak benar.''


Rii menunduk dan menangis, ia tidak tahu harus menjelaskan dengan cara apa.


''Tolong Peter, aku benar benar tidak melakukan itu semua. ini semua hanya rekayasa dan ada orang yang ingin menjebakku dengan cara mempermalukan ku.''

__ADS_1


''Kenapa rii. kenapa kamu tidak mau jujur. aku bisa membantu mu jika kamu mau berkata jujur kepadaku. atau kamu sedang berkencan dengannya?''


''Tidak Peter. aku bahkan baru mengenalnya kemarin.''


''Ahh......''


Peter menendang pohon dengan keras, ia kehilangan akalnya. hatinya begitu sakit membayangkan foto ciuman rii yang sudah tersebar luas. ia mengepalkan tangannya dan kembali meninju pohon itu. sedang rii menjauh sedikit kepada peter. ia takut melihat Peter yang begitu marah.


''Ada apa rii. kenapa kamu menjauhiku, apa aku menyeramkan bagimu. kemari, dekati aku. aku akan memuaskanmu, aku akan memberikanmu sensasi yang lebih hangat dari ciuman sialan itu.''


''Peter kamu sadarlah. tenangkan hatimu dulu.''


Jimin yang baru saja melihat berita itu kemudian mencari Peter. ia tahu sekarang Peter pasti akan merasa sangat terpukul dengan berita itu. ia sangat mengenal Peter, jika ia sudah terbakar api cemburu. ia akan melakukan hal yang tak terduga.


Jimin menelusuri setiap ruangan di kampus ini. ia berlari kesana kemari dan sampai pada akhirnya ia melihat Peter di taman dekat Perpustakaan bersama dengan rii. terlihat Peter sedang berusaha memeluk rii namun rii memberontak.


''Hei Peter. sadarlah kawan.''


''Lepaskan jimin. aku hanya ingin memberikan sensasi yang lebih hangat kepada rii. aku bahkan jauh lebih baik dari pria brengsek itu.''


Jimin memukul wajah Peter agar Peter bisa sadar dari emosinya.


''Ckck.. apa kamu baru saja memukulku.''


''Hei sadarlah kawan. kita masih bisa membicarakan ini dengan baik baik.''


Peter menatap kesal kepada jimin, dan kemudian pandangannya ter arah kepada rii. rii menangis ketakutan melihat sikap Peter barusan.


''Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. semuanya sudah jelas bahwa dia. ohh tidak... tidak.. foto itu memang benar.''


Peter meninggalkan jimin dan rii dari tempat itu. ia membawa semua kekesalannya. bahkan Peter membawa mobilnya dengan kalajuan yang begitu cepat.


''Hei rii, apa kamu baik baik saja?''


''Terima kasih jimin karena kamu sudah datang, aku baik baik saja.''


''Aku meminta maaf atas perlakuan Peter barusan, dia memang sedikit tempramental, ia hanya takut mengulangi kejadian yang sama di masa lalu.''


''Aku mengerti jimin. aku bahkan bisa melihat jika dia memang sangat kecawa melihat foto yang tidak benar itu.''


''Ayo kita duduk dulu, dan cerita kan kejadian yang sebenarnya.''


Rii mulai menceritakan semuanya, dan jimin menyimak dengan baik. jimin mengalami keganjalan dari cerita yang rii ucapkan barusan. dan jimin mulai menangkap bahwasannya kejadian ini semua berada di balik tangan seseorang. jimin kemudian mengambil tripod dari dalam tasnya dan mulai menyamakan hal yang di lakukan Justin di di bioskop tersebut.


Dan hasilnya memang sekilas sedang berciuman padahal jimin hanya melihat rii dengan memiringkan kepalanya.


''Baiklah rii. aku pergi dulu dan secepatnya aku akan menghapus berita palsu itu sebelum menyebar luas. soal Peter, kamu tidak usah menghiraukan nya.''


''Terima kasih jimin. aku akan membalas budimu suatu saat nanti.''


Jimin menghampiri Peter di apartemennya. namun Peter tidak ada di disana. ia mulai menelponnya.


*halo Peter kamu di mana?


*(Apa kamu memperdulikan ku. ckck)*


*Hai kawan beritahu aku di mana kamu sekarang. ada yang ingin aku jelaskan kepadamu*


*(Jika kamu ingin membelanya aku harap kamu tidak usah menemuiku.)*


*Ayolah kawan. kamu hanya salah paham cepat kirim lokasimu sekarang.


Jimin mematikan telponnya dan melihat handphonenya yang menandakan Peter telah mengirim lokasi di mana ia berada.


Tidak lama, jimin sudah menemukan titik lokasinya. ia kemudian keluar dari dalam mobil dan menghampiri Peter yang sedang berada di dalam bar.


''Peter apa kamu benar benar gila. kamu tidak pernah ke sini sebelumnya.''


''Kenapa. apa aku tidak di izinkan kemari?''


''Ayo kita pergi dari tempat ini.''


''Lepaskan jimin. jangan membuatku berbuat kasar kepadamu.''


''Lebih baik kamu memukulku dan kita pergi dari sini.''


''Aku bilang tidak jimin. aku masih mau di sini.''


''Baiklah tetaplah di situ. dan jangan pergi dari tempat ini.''


Jimin keluar dari bar tersebut. kemudian ia mengirimkan foto bersama rii waktu di taman. lajuan mobil jimin kini telah menuju ke apartemen milik Peter.


Peter mengecek handphonenya. ia memukul meja ketika melihat foto yang jimin kirimkan.


''Dasar keparat.''


Peter kemudian menelpon jimin namun jimin tidak mengangkatnya sama sekali. setelah 3 kali telponan yang di lakukan oleh Peter. kini jimin mulai mengangkatnya.


*(Halo kawan)


*Dasar berengsek. apa yang sedang kamu lakukan.*


*(Kenapa, apa kamu semakin panas)*


*Di mana kamu sekarang. aku akan menghabisi mu jimin, cepat katakan.


Jimin menutup telponnya dan segera mengirimkan alamatnya.


''Sial.... jimin keparat.''


Peter kini menuju ke apartemennya setelah mendapat pesan dari jimin. ia mengemudi dengan ugal ugalan. sesampainya ia di apartemennya. ia kemudian menarik kerah baju jimin.


''Apa kamu mempermainkan ku jimin.''


''Haha santai kawan. itu tidak seperti yang kamu bayangkan.''


Peter melepas tangannya dari kerah baju jimin. ia di buat heran dengan tawa jimin barusan.


''Apa maksud kamu jimin?''


''Apa kamu percaya dengan begitu mudahnya. kemana otak pintarmu ini kawan.''


''Jangan basa basi, cepat katakan.''


Jimin mulai menceritakan bahwa dia hanya menatap rii namun seolah olah di foto itu dia sedang mencium rii. dan kemudian Peter baru menyadari bahwa apa yang rii katakan memang benar.


Peter menyesali semua perbuatannya kepada rii barusan. ia sangat bodoh hanya melihat tanpa mendengarkan ucapan dari rii.


.


**Gimana guys ada yang terbawa emosi ni dengan sikap Peter. pantengin terus ya.


Bye bye salam dari author 🥰🤗**

__ADS_1


__ADS_2