Hei Rii

Hei Rii
Episode 7


__ADS_3

***


Happy Reading


Setelah kejadian 2 hari yang lalu, doni mengurung diri dikamar. ia sangat kesal pada dirinya sendiri, mengapa ia sangat bodoh mengharapkan sesuatu yang pastinya ia sudah tahu sejak awal. dan selama 2 hari ini ia juga tidak mengikuti kegiatan apa apa, bahkan acara perpisahan, ia juga tidak hadir. ia cukup malu bertemu dengan rii ataupun yang lainnya. walau cuma rey dan Lidia yang tau. doni sangat malu terhadap mereka berdua.


Sedangkan rey yang mengetahui doni tidak keliatan sama sekali selama dua hari ini, rey bertekad menemui doni dirumahnya. tidak butuh waktu lama rey sampai di depan rumah doni.


''Permisi, spada...'''


Pintu terbuka, dibalik pintu sudah terlihar ibu doni.


''Permisi tante doni ada?''


''Oh... nak rey a, doni ada kok dikamar 2 hari ini doni ga mau keluar dari kamarnya, tante tanya dia malah jawab ga mood aja.''


''Tante kalau begitu rey masuk ke kamar doni dulu ya.''


''Iya nak rey tolong bujukin dia ya.''


Rey yang memang teman dekat doni ga sungkan lagi terhadap keluarga doni, ia sudah dianggap anak oleh keluarga doni, ga butuh waktu rey langsung membuka pintu kamar doni, ceklek pintu terbuka dan rey masuk ke kamar doni. ia tidak melihat doni sekalipun di kamar, rey terus mencari sampai pada akhirnya rey melihat pintu balkon terbuka dan rey langsung mengarahkan langkahnya ke pintu balkon. dan nampak la doni sedang duduk melamun melihat ramainya jalanan yang dipenuhi dengan kendaraan.


''Woi.. ngelamun bae ntar ke sambet tuyul baru tau rasa.''


Seketika doni repleks memukul kepala rey.


''Tuyul tuyul lo, mulut lo pengen gue jahit ga. sembarang aja kalo ngomong.'' dengan nada kesalnya.


''Yeah gitu doang kok ngambek, lemah...''


Sambil meraih kursi disebelah doni dan rey langsung duduk di hadapan doni.


''Ngapain lo duduk di depan gue, gue tendang baru tau rasa lo.'' dengan muka sinis.


Rey cuma cengengesan mendengar doni yang emang lagi dilanda galau, setiap nada bicara yang dilontarkan selalu ngegas dan ga baik.


''Btw lo kenapa si don, 2 hari lo ga ke sekolah bahkan acara perpisahan hari ini lo ga dateng juga. lo kenapa si ha?''


Dan doni masih belum buka suara soal pertanyaan rey.


''Yeh.. ni anak ditanya malah bengong diem diem bae.''


Rey kesel, rey berpikir bagaimana caranya ia bisa membuat doni angkat bicara, cukup lama mereka saling diam satu sama lain, rey langsung terpikirkan oleh 1 orang, mungkin penyebab doni ga mood ialah gara gara orang ini. senyum rey mengembang.


''Mm.. rey berdehem, btw tadi rii cantik banget pakai kebaya, pas naik ke panggung damagenya dapet banget cowok cowok seangkatan kita pada teriak dan godain rii. sumpah rii emang cantik banget kalo dandan, gue jadi ikut naksir ama dia. sambil melirik doni yang menyimak tapi dengan muka di palingkan.''


''Dan yang lebih parah lagi ada 1 cowok yang nembak rii, tapi sayang baget rii nolak dia.''


Seketika doni langsung menarik kerah baju rey.


''Maksud lo apa ha.''


Dengan muka yang memerah, doni hampir keceplosan tetapi ia dengan cepat mencerna perkataan rey dan bersikap tenang, sebab ia takut yang dimaksud rey bukan dia melainkan orang lain.


Sedangkan rey yang terkejut melihat pergerakan doni yang menarik kerah bajunya nampak heran.


''Don lo kenapa si marah gitu?''


Doni melepas kerah baju rey.


''Sorry rey sorry.''


Rey mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


''Apa lo sama rii udah jadian?''


Pertanyaan rey sontak membuat doni diam membisu.


''Apaan si lo. ga usah bahas rii lagi gue enek dengar nama dia.''


Sambil memalingkan wajahnya. rey makin penasaran,


''Sebenarnya doni ini kenapa?'' (batin rey)


Dan akhirnya rey langsung to the point memberi pertanyaan terhadap doni.


''Don jawab gue dengar jujur lo udah ungkapin perasaan lo kan ke rii?''


Doni masih terdiam, doni malu jika rey tahu yang sebenarnya.


''Don jawab gue dengan jujur, lo ga usah malu ke gue oke.''


Perkataan rey akhirnya cukup membuat doni angkat bicara.


'Hm... gue ditolak ama rii.''


Sambil menarik rambutnya frustasi. emosi doni meledak.


''Gue ga tahu kenapa gue bisa sebodoh ini rey, gue udah tau dari awal bahwa rii ga bakalan bisa gue dapetin. tapi gue pengen gila jika mendem perasaan gue terus dan selalu bertingkah mengolok olokkan rii dengan mengerjainnya, gue sakit pas tahu kalo kelakuan gue nyakitin fisik rii. gue bodoh dan gue tolol, cara gue untuk bisa deket dengan rii salah. gue harus apa rey sekarang gue malu ketemu rii, dan gue juga ga tau cara buat ngilangin perasaan gue ke dia.''


Rey yang mendengar itu terkejut, pasalnya sahabatnya ini memang benar menyukai rii sedalam itu, sampai dia tidak tahu cara untuk bisa mendekati rii harus bagaimana.


''Don, gue ga tau harus berbuat apa, dan gue ga tau harus ngelakuin apa. tapi saran gue, lo harus bisa hadapi masalah perasaan lo sendiri, lo bisa holiday buat nenangin perasaan lo, atau lo bisa cari kegiatan yang mungkin membuat lo sibuk dan lupa bahwa lo punya masalah hati yang cukup berat.'' jelas rey.


Doni mencerna perkataan rey, rey benar ia tidak bisa terus terusan larut dalam kesedihan. dan perkataan rey membuat doni sadar, ia cukup mengikhlaskan rii dan membuka lembaran baru. ia masih cukup mudah untuk terjerat dalam masalah percintaan. jalannya masih panjang, dan akan masih banyak lagi penantian yang akan ia dapat di kemudian hari.


''Rey thanks udah dateng hari ini, berkat lo gue dapet pencerahan.''


Sambil mengedipkan matanya. rey terkejut, hanya butuh beberapa menit mood doni bisa kembali ke mode asli. sontak rey langsung memegang dahi doni.


Doni tersenyum.


''Gue doni rey, dan gue ga apa apa, thanks ya sekarang gue bakalan ikhlasin rii dan membuka lembaran baru.''


Sedangkan rey masih bengong melihat kepergian rey dari balkon.


''Tu anak sinting apa bagaimana, heran gue. atau jangan jangan gue berbakat jadi ahli pakar patah hati.'' guman rey.


Lain dengan rii, ia mulai sibuk mempersiapkan berkas berkasnya untuk masuk ke Harvard University. rii mendapat beasiswa tersebut dari 5 diantara mereka yang terpilih, cukup jauh dan pantas ayah rii sangat mempertimbangkan putrinya untuk pergi ke Amerika. sekitar 1 bulan lagi rii akan berangkat ke Amerika, rii mulai mencari kegiatan sampingan untuk memenuhi kekosongan hari harinya. sesekali rii datang kerumah Lidia untuk berkunjung, mereka menghabiskan waktu bersama. mereka mulai merasa takut satu sama lain. Lidia yang tidak mau berpisah dengan rii dan rii yang takut dengan dunia luar.


''Rii.. beberapa hari lagi lo bakal pergi ke Amerika, lo jangan lupain gue ya.''


''Iya lidia, lo juga jangan lupain gue oke, hm.. sebenarnya gue juga takut si.''


''Takut kenapa rii?''


''Gue takut dengan budaya asing, gue takut di sana gue bakal dibully, dan gue takut ga punya temen yang baik seperti lo lidia.''


Llidia memanyungkan bibirnya.


''Oh.. rii.. gue baper tau lo ngomong gitu emang, gue baik ya rii?''


Sambil senyum senyum memperlihatkan giginya.


''Apaansi ga usah lebay de ah..'' sambil menonyor kening lidia.


''Aw.. sakit, tapi sayang si hehe.''

__ADS_1


Mereka berdua berpelukan dan berkeluh kesah dengan perpisahan mereka nanti.


Setelah beberapa hari, tibalah waktunya rii akan berangkat ke Amerika. barang barang rii sudah dipersiapkan dan tinggal membawanya ke taksi online. sebelum itu mereka saling berpelukan sebagai tanda perpisahan mereka. mulai dari rii memeluk lidia.


''Rii.. lo baik baik ya di sana, jangan lupain gue, kalo ada apa apa cerita ke gue dan kalo lo merasa butuh gue lo telpon gue, gue bakalan siap sedia menyambut sambungan telepon lo rii, akh....''


Lidia menangis bak anak kecil


''Udah ngomelnya?''


Lidia hanya mengangguk.


''Yaudah sii ga usah lebay gitu sampai nangis segala malu diliatin ayah sama ibu.''


''Biarin.''


Sambil memeluk erat dan setelah selesai dengan lidia. rii kembali ke ayah dan ibunya, rii bersalaman kepada kedua orang tuanya. perlahan ayah rii memeluk putrinya, tangis mereka pecah saat sang ayah memeluk rii.


''Yah... ayah jangan nangis rii ga bisa liat ayah nangis, hiks hiks.''


''Kamu yang baik baik di sana ya nak, ayah akan selalu do'ain kamu supaya kamu bisa menjadi anak yang sukses dan membanggakan. kamu jangan salah pergaulan dan hati hati saat pilih makanan.''


''Iya, yah... rii akan berhati hati.''


Mereka berdua pun melepaskan pelukan mereka. sekarang rii beralih ke ibunya.


''Rii anak ibu....''


Rii kembali memeluk ibunya tangisnya makin pecah saat bersama ibunya.


''Ibu.... rii bakalan rindu masakan ibu.''


''Ibu juga bakalan rindu sama kamu nak saat sarapan dan bangunin kamu tidur, kamu dengar kan kata ayah kamu, kamu harus serba berhati hati di negeri orang, jangan mengecewakan ibu dan ayah oke.''


Rii cuma mengangguk dan pelukan mereka pun dilepas. saat sudah dirasa cukup dengan acara perpisahan mereka rii masuk ke mobil, rii melambaikan tangan menandakan perpisahan kepada mereka, kedua orang tua rii tidak ikut mengantar putrinya, karena rii akan bermalam di hotel dan esok harinya ia baru akan berangkat ke Amerika.


Sebentar lagi pesawat akan take off, mereka berlima sudah siap, rii yang baru pertama kali naik pesawat sangat deg degan. ia ketakutan, rii sangat takut akan ketinggian. saat rii hendak melihat kebawah jantungnya berpacu lebih cepat, rii mengusap usap dadanya dan menarik nafas dalam dalam.


''Ternyata begini ya rasanya naik pesawat, menyenangkan dan bikin deg degan.'' (batin rii)


Setelah beberapa jam. pesawat akan landing. rii yang sempat ketiduran dibangunkan oleh pramugari.


''Dek.. dek.''


Sambil menepuk bahu rii, rii terkejut dan melihat ke arah pramugari tersebut.


''Dek sebentar lagi pesawat akan landing.''


Pramugari tersebut mengingatkan, rii hanya mengangguk dan menelaah sekitarnya ia masih tidak percaya bahwa ia sudah sampai di Amerika. mereka berlima akhirnya diarahkan ke arah taksi, mereka akan menuju ke asrama harvard yard. sesampainya mereka di sana, mereka berlima dituntun ke kamar yang akan mereka tempati. rii masih mengikuti dan melihat lihat sekitar asrama. rii kagum dengan kemewahan asrama yang dimiliki oleh harvard yard tersebut.


Akhirnya mereka sampai di kamar yang mereka akan tempati. dan setelah rii menaruh barang barangnya dan diberikan arahan oleh pengawas asrama. rii merebahkan tubuhnya, cukup lelah membawa barangnya yang lumayan berat. teman teman asrama mereka mulai berteriak senang, ada yang kagum ada yang rebutan tempat tidur dll. sedangkan rii hanya perlu mengistirahatkan tubuhnya agar besok ia sudah siap ke kampus.


.


.


.


.


.


Akhirnya rii udah sampai ke Amerika....

__ADS_1


Bagi teman teman yang membaca novel ini, jangan lupa dishare ya..😉


. . . .


__ADS_2