
*Happy Reading*
.
.
.
.
.
.
Langkah selena dipercepat. ia memasuki ruang dekan dan mencari dekan pengurus asrama. selena sudah mulai menjelaskan semua kronologis tentang hilangnya gelang berliannya.
''Saya tidak mau tahu.''
''Tunggu dulu selena, tim kami akan mengeledah kamar asrama rii.''
''Baiklah saya akan menunggu.''
Tim sudah menggeledah kamar asrama rii, namun tim tidak menemukan apapun di dalam kamar rii.
''Maaf Bu, tapi kami sudah mengeledah kamar rindu anastasia. tetapi kami tidak menemukan gelang nona ini.''
''Baik kalau begitu anda bisa pergi.''
Dekan mulai menghampiri selena yang sedang berada di ruang tunggu depan ruangan.
''Selena.''
Selena berdiri dan menghampiri dekan tersebut.
''Maaf selena, namun tim kami sudah menggeledah kamar rindu anastasia. dan disana tidak ditemukan gelang yang kamu maksud.''
''Tidak mungkin bu. anda harus menggeledah tasnya bisa saja ia membawanya kemana mana.''
''Baiklah kalau begitu saya akan menelpon dosen yang bertugas hari ini.''
Dekan tersebut mulai menelpon dosen yang mengisi kelas rii.
''Baik kalau begitu.''
Telpon sudah di matikan.
''Saya sudah menelpon dosen yang mengisi kelas rindu hari ini. kamu bisa mengeceknya disana.''
''Baiklah saya permisi.''
Rii mulai mendekat kepada dosen, tatapan dosen itu begitu dingin kepada rii.
''Iyaa pak ada apa ya.'' (Bahasa Inggris)
''Apa benar kamu yang sudah mengambil gelang berlian dari selena?'' (bahasa Inggris)
Rii terkejut saat mendengar ucapan pak dosen. didalam hati rii ia bertanya tanya musibah apa lagi ini.
''Ma.. maaf Pak, namun saya tidak mengambil sama sekali.''
''Jangan mengelak.''
Rii dan semua orang yang berada di dalam kelas itu mulai tertuju kepada selena yang sedang berjalan menghampiri rii dan pak dosen.
''Kamu jangan mengelak rindu.''
''Saya benar tidak tahu. dan saya tidak mencuri apapun.''
''Ohh apa kamu lupa, kemarin kamu sempat menabrak ku di depan ruang dekan dan kamu memungut semua barang barang yang ada di dalam tasku.''
''Tidak. aku memang memungutnya selena, tetapi aku sama sekali tidak mengambil gelang berlian kamu.''
''Kalau bukan kamu siapa lagi? waktu itu aku tidak memakainya dan menaruhnya di dalam tas. dan saat insiden itu gelangku tiba tiba saja hilang.''
Rii mulai merasa cemas, ia dipojokkan oleh selena yang terus saja menuduhnya. semua orang sudah bersorak.
''Hei hei sudah sudah..''
''Rindu anastasia, kemarikan tasmu. kami akan memeriksanya.''
Rii memberikan tasnya kepada pak dosen. dan saat itu juga ia mulai memeriksa isi tas rii, dan di sela bukunya pak dosen menemukan gelang berlian milik selena.
''Maaf rindu saya tanya sekali lagi. apa benar kamu tidak mengambilnya?''
''Be.. benar pak, saya tidak mengambilnya.''
Dosen itu menggelangkan kepalanya sambil mengangkat tangannya yang bergantungan gelang berlian milik selena. rii kemudian syok. ia tidak menyangka bahwa gelang milik selena bisa berada di dalam tasnya.
''Pak tolong saya sama sekali tidak mengambilnya.''
''Kamu sudah ketahuan masih saja membela diri. dasar pencuri.''
Selena mengambil gelang berliannya ditangan pak dosen.
''Selena aku sama sekali tidak tahu kenapa gelang kamu bisa berada di dalam tas saya.''
''Kamu pikir aku percaya? ini sudah jelas jelas bahwa gelang ini berada di dalam tas kamu.''
Rii menggeleng dengan pernyataan tidak. ia menangis saat pak dosen mulai membawanya ke ruang dekan. sedang di atas sana, lisa hanya menatap kasihan kepada rii. di dalam benaknya tidak tertinggal belas kasihan sama sekali.
*
Peter baru saja sampai. dan saat hendak memasuki kelasnya tiba tiba saja ia mendengar kabar dari beberapa teman lainnya bahwa selena di bawa di ruang dekan.
''Maaf, kamu bicara apa barusan?''
''Itu junior kita yang bernama rindu anastasia, dia mencuri gelang berlian milik selena.''
''Apa?''
Peter langsung berlari menuju ruang dekan. sesampainya ia disana ia menerobos masuk ke dalam. kehadiran Peter yang begitu tiba tiba membuat semua yang berada di dalam terkejut.
''Ada apa ini?''
''Bu dia tidak bersalah.''
''Maaf Peter, tetapi boleh anda keluar?''
''Tidak. saya akan menemani rindu disini.''
Dekan tersebut menelpon sekuriti untuk membawa Peter keluar dari ruangannya. tidak menunggu lama sekuriti itu sudah tiba. Peter diseret paksa oleh mereka karena Peter berusaha untuk melawan.
''Lepaskan saya bisa sendiri.''
Peter kemudian memilih untuk menunggu rii di luar ruangan.
''Rindu anastasia, sekarang coba anda jelaskan.''
''Saya ingin menjelaskan apa bu. saya tidak bersalah gelang milik selena bukan saya yang mengambilnya.''
''Saya mohon kepada Anda agar anda mau berbicara dengan jujur. di sini kami sangat menjunjung tinggi soal kejujuran.''
Rii meremas ujung bajunya sambil menangis, ujian kali sunggu sangat berat. ia di tuduh mencuri padahal ia sama sekali tidak tahu soal gelang berlian milik selena bisa berada di dalam tasnya.
''Saya benar benar jujur bu. saya tidak mencurinya saya sendiri tidak tahu bagaimana gelang itu bisa berada di dalam tas saya bu.''
''Kami tidak tahu harus berbuat apa. namun mahasiswa yang mendapat beasiswa prestasi sepertimu tidak menyangka bisa melakukan hal ilegal seperti ini.''
''Saya tidak mencuri, saya tekankan sekali lagi saya tidak mencuri bu.''
''Maaf rindu, tetapi anda akan kami beri sanksi atas perbuatan anda. anda bisa keluar.''
Saat rii keluar dari dalam Peter langsung mendekati rii.
''Rii ada apa ini?''
__ADS_1
Rii menatap Peter sehingga tangisnya mulai pecah. tanpa di sadari Peter langsung saja memeluk rii untuk menenangkannya.
''aku tidak bersalah Peter, aku sama sekali tidak mengambil gelang milik selena.''
''Iya rii, aku percaya sama kamu. kamu yang tenang aku akan membantumu dan mencari bukti.''
Rii tidak bersuara ia masih saja menangis dalam pelukan Peter.
*
Setelah membawa rii di apartemennya. Peter kembali lagi ke kampus untuk mencari bukti. terlebih dulu ia menemui selena yang sedang berada di dalam kelasnya. Peter menarik tangan selena dan membawanya di taman kampus.
''Peter ada apa ini lepaskan.''
Peter baru melepaskan tangan selena saat mereka sudah berada di taman. selena menghempaskan tangannya dari genggaman Peter. mereka berdua sudah saling berhadapan.
''Kamu pasti sengaja menjebak rii.''
''Apa yang kamu ucapkan Peter, dia jelas jelas telah mencuri.''
''Kamu pikir aku akan percaya dengan omonganmu. cih, iblis seperti mu pasti memiliki cara licik agar menjatuhkan seseorang.''
Selena menangis mendengar ucapan Peter.
''Aku tidak menyangka bahwa kamu menganggapku seperti itu.''
Selena pergi meninggalkan peter. Peter di buat heran dengan tingkah selena, ia ragu bahwa bukan selena la pelakunya. Peter kemudian meminta bantuan dari jimin.
''*Halo jimin."
"Ya halo kawan."
"Ada sesuatu yang terjadi."
"Baiklah kawan aku mengerti, apa yang bisa aku bantu?"
"Rii sekarang terkena musibah. ia di tuduh telah mencuri gelang milik selena. aku bingung harus bagaimana untuk membantunya dan menyatakan bahwa rii tidak bersalah."
"Apa kamu sudah mengecek cctv?"
"Belum."
"Baiklah peter, di mana kamu sekarang kita akan bersama sama mengecek cctvnya*."
Setelah memberitahu jimin letak keberadaannya. mereka berdua kemudian bertemu dan memutuskan untuk mengecek cctv kampus.
"Peter, bagaimana dengan keadaan rii sekarang?''
''Dia sangat syok. dia terus saja menangis sepanjang perjalanan menuju apartemen ku. aku merasa sangat kasihan kepadanya.''
''Benar juga kawan, rii pasti sangat syok mendapat musibah seperti ini.''
Mereka berdua mempercepat langkahnya menuju ke ruang cctv.
''Saya ingin mengecek cctv kampus tepatnya dj area ruang dekan.''
''Baik.''
Staf tersebut telah mencari rekaman cctv itu. jimin dan Peter kemudian memperhatikan dengan harap cemas. setelah mendapatkannya di sana sudah terlihat dengan jelas bahwa selena dan rii sedang bertabrakan.
''Pause.''
Peter menyuruh staf tersebut untuk meng pause saat rii memungut barang barang selena. Peter menggunakan matanya dengan cermat apa disana terdapat gelang berlian punya selena.
''Coba perhatikan baik-baik jimin, apa disana terdapat gelang berlian selena?''
Jimin mengecek.
''Tidak peter.''
Staf tersebut kemudian memutar kembali rekamannya. sampai pada akhir, jimin dan peter sama sekali tidak melihat ada gelang berlian selana disana. dan rii juga tidak mengambil barang apapun dari sana.
''Baiklah Terima kasih kami permisi dulu.''
Mereka berdua sedang berada di cafe dekat kampus mereka.
''Kamu benar peter, terus bagaimana bisa gelang itu berada di dalam tas rii?''
''Aku juga tidak tahu jimin. semuanya nampak sangat membingungkan.''
*
''Sebentar lagi wanita ja**ng itu akan pergi.''
Selena menuangkan sampanye didalam gelasnya, ia berjalan menuju jendelanya dan menatap diluar jendela. senyumnya mengembang selena merasa sangat puas melihat rii menderita. selena kemudian meminum sampanyenya.
Peter baru saja sampai di apartemennya. ia kemudian membuka pintu kamarnya, di sana sudah berada rii yang tidur dengan memeluk ke dua kakinya bak seperti janin.
Peter mendekatinya dan duduk disamping rii. Peter menatap ibah kepada rii.
''Kamu harus kuat rii, aku akan berusaha untuk memastikan bahwa kamu tidak bersalah.''
Beberapa jam kemudian rii terbangun dari tidurnya, ia mencari keberadaan Peter, barang kali Peter sudah pulang.
''Oh kamu sudah bangun.''
''Mm..''
''Kamu makan dulu, kamu pasti lapar kan.''
Rii tidak menyahut, karena apa yang dikatakan oleh Peter benar, sejak ia di titipkan di apartemen ini. rii sama sekali tidak menyentuh makanan dan minuman di apartemen peter. bukan rii merasa malu lagi, namun ia sama sekali tidak memikirkan hal itu sama sekali. ia masih sangat syok dengan pernyataan bahwa ia di tuduh mencuri dan telah di beri sanksi oleh dekan.
Rii tanpa basa basi mulai menyantap makanan yang telah peter berikan. ia sudah memakan satu box pizza dan ditambah lagi ia memakan kentang goreng dan yang terakhir ia meminum starbucks. perasaan rii sudah sangat legah.
''Rii apa kamu tidak pernah makan selama 1 tahun.?''
''Em.. hehe maaf peter aku begitu sangat kelaparan.''
Rii merasa sangat malu. makanan yang dibeli oleh peter telah habis sampai bersih karena dirinya.
''Itu lebih bagus, aku suka seseorang menghabiskan makanannya ketimbang harus menyisanya.''
''Hehe maafkan aku peter, kamu pasti membeli ini semua untuk kita berdua kan. tetapi aku malah menghabiskannya tanpa menyisakannya untukmu.''
''Tidak masalah rii, aku bahkan akan memesannya lagi. kamu tidak usah sungkan begitu.''
Tiba tiba saja rii bersendawa. rii menutup mulutnya karena malu. peter membulatkan matanya dan mengalihkan pandangannya. mereka berdua tiba tiba terdiam.
''Mati aku, kenapa harus sekeras itu si.'' (batin rii)
''Ahh aku ke kamar kecil dulu mencuci tangan dan wajahku.''
Rii begitu sangat malu, ia bahkan berbicara terbata bata saat hendak ke kamar kecil. dan rii sempat blushing. sedang Peter yang melihat rii blushing tersenyum.
''Sangat menggemaskan.''
Rii meletakkan tasnya di atas meja belajarnya. ia menatap kasur milik lisa.
''Apa lo udah benar benar memutuskan persahabatan kita lis?''
Rii memerikasa tas miliknya, ia takut kejadian yang sama terulang lagi. dan untungnya tas rii aman aman saja. kemudian rii mulai mengerjakan tugas yang telah di berikan oleh dosen saat kemarin. besok ia akan siap siap untuk mempresentasikan tugasnya.
*
Keesokan harinya. rii bersiap siap untung mempresentasikan tugasnya, setelah berangkat ia memeriksa ulang tasnya kembali. takutnya kali ini dia akan di jebak lagi.
''Bagusla, aman.''
Kali ini, rii tidak begitu memperdulikan keadaan lisa. ia merasa lisa sudah benar benar berubah. ia sudah benar benar pergi dari sisi rii. namun itu semua tidak membuat rii sedih lagi. karena rii yakin, ia bisa melewati semuanya sendiri. dan melanjutkan kuliahnya sampai lulus.
Rii masuk ke dalam kelas. saat ia berjalan menuju kursinya, salah satu temannya melemparnya dengan kertas, perbuatan itu mengundang semua teman kelasnya melempari rii dengan kertas.
''Huu.. dasar pencuri, pergi sana.''
''Tidak punya malu.''
__ADS_1
''Sudah ja**ng ditambah lagi dia mencuri barang milik selena.''
Semuanya kembali melempari rii dengan kertas sambil bersorak ''dasar pencuri''. perbuatan mereka membuat rii menahan emosinya dan rasa ingin nangis. ia tidak mau terlihat lemah di depan mereka. rii menepiskan egohnya dan mulai duduk. Dosen datang dan menghentikan aksi mereka.
''Hei.. hei.. berhenti.''
Mereka semuanya pun berhenti dan kembali duduk di tempat masing masing. dosen melihat rii dan memberitahu rii bahwa ia telah di skorsing selama 5 hari.
''Rindu anastasia.''
Rii sontak berdiri saat namanya di sebut.
''Iya pak.''
''Maaf kamu harus keluar, dekan sudah mengeluarkan sanksi untukmu dengan cara meng skorsing kamu selama 5 hari.''
''Apa pak. tetapi bagaimana dengan tugas saya?''
''Maaf rii kamu harus keluar sekarang, dan soal tugas ini. saya akan memberimu nilai standar sebagai bentuk apresiasi telah mengerjakan tugas dengan baik.''
"Baik pak, saya permisi."
Rii kemudian meninggalkan kelasnya, lisa yang berada di pojok tersenyum.
''Maaf rii. mungkin ini salah satu ujian yang Tuhan kasih buat lo.'' (batin lisa)
Rii berjalan menuju kantin, ia memilih mengisi perutnya yang kosong. dari kejauhan jimin melihat rii sedang sendiri di kantin. jimin kemudian berinisiatif untuk menghampiri rii.
''Hei rii.''
''Astaga. aku kaget jimin.''
''Hehe maaf rii suaraku besar banget ya?''
''Mm dikit doang, kamu ngapain si?''
''Seharusnya aku yang bertanya kamu ngapain disini sendirian?''
''Aku di skorsing oleh dekan.''
''Libur dong.'' (jimin tertawa)
''Kamu apaansi, na kamu sendiri kenapa tidak masuk bolos ya.''
''Enak saja, aku cuma mampir bentar karena ngeliat kamu lagi sendiri.''
''Mm yaudah sana pergi.''
''Kamu ngusir aku?''
''Kamu tadi bilang mampir bentar kan, yaudah sana pergi kelas kamu bentar lagi mulai.''
''Yasudah rii, aku pergi dulu. oiya jangan lupa temui aku dan Peter di taman selepas kelas selesai.''
Jimin sudah lenyap dari sana. rii kemudian melanjutkan makanannya yang sempat tertunda akibat ulah jimin yang datang begitu tiba tiba.
Kelas berakhir. sesuai perkataan jimin, rii menghampiri mereka di taman.
''Duduk rii.''
Rii duduk sesuai permintaan jimin.
''Ada apa memanggil kita di sini jimin?''
''Gini Peter, sekarang rii sedang di skorsing oleh dekan. na aku berpikir bagaimana kalau kita pergi berlibur buat ngehilangin rasa suntuk rii.''
''Apa. liburan?''
''Mmm iyaa rii kenapa, apa kamu tidak menyukainya?''
''Mmm..''
''Kamu tenang saja rii, kami tidak akan macam macam kepadamu. kita sekarang sudah menjadi teman bukan kita akan melindungi satu sama lain.''
''Jika kamu takut, kamu boleh mengajak lisa juga.''
Peter mengangguk, sedang rii terdiam saja saat jimin menyuruh lisa untuk ikut.
''Baikla aku akan ikut.''
''Benarka?''
''Mm jimin.''
''Baikla kemana kita akan pergi?''
''Aku kira kamu sudah menentukan tempatnya.''
''Haha maaf rii, ini semua muncul saat aku mendengar kamu di skorsing. jadi aku berinisiatif untuk membawamu liburan, karena jika kamu berdiam diri di asrama itu sangat membosankan.''
''Perkataan jimin ada baiknya rii, kalau begitu bagaimana jika kita pergi ke paris?''
''Mmm ide yang bagus. bagaimana menurut mu rii?''
''Mm.. aku hanya ikut dengan pendapat kalian, karena aku sama sekali tidak tahu cara dan di mana tempat yang bagus untuk liburan.''
''Wah rii kamu beneran belum pernah liburan sama sekali?''
''Iya jimin.''
''Bagaimana jika kita pergi ke Korea. di sana kita bisa berlibur di pulau jeju dan disana kita akan menempati salah satu resort milik papaku.''
''Aku setuju saja jika rii mengiyakan.''
''Baikla jimin aku setuju.''
''Baikla semuanya sudah setuju besok kita akan berangkat.''
Setelah melakukan perundingan kemana mereka akan pergi untuk berlibur. rii kembali ke asrama. ia mulai mempersiapkan pakaiannya untuk di bawa ke Korea nanti. sedikit bersyukur karena rii di pertemukan oleh Peter dan jimin. mereka adalah orang baik dan rii sudah merasa nyaman kepada mereka.
Setelah lisa yang menjauhinya rii merasa kehadiran Peter dan jimin membuatnya tidak kesepian sama sekali. rii bisa berjalan sendiri walaupun tanpa lisa. karena setiap kali rii terjatuh Peter akan selalu siap mengulurkan tangannya.
Pesan masuk dari room chat.
*Tes tes* dari jimin
*Halo guys, apa kalian sudah siap untuk besok?*
Rii tersenyum dan mulai membalas pesan jimin.
*Mm aku siap jimin*
*Aku juga siap.*
*Wah aku sudah tidak sabar, aku sangat merindukan kampung halamanku.*
*Haha apa kamu tidak pernah kembali ke Korea jimin?''
*Aku hanya kembali jika papaku memintaku untuk pulang, karena aku merasakan di sini jauh lebih nyaman karena cuma di sini aku mempunyai teman yang begitu sangat baik seperti Peter mungkin :v *
*Apa kamu baru saja menggodaku jimin?*
Rii tertawa melihat kejailan jimin di room chat. rii terhibur saat room chat ini di buka oleh jimin. rasanya kehilangan satu sahabat memiliki ganti yang lebih baik di lain hari. dan rii sedang merasakan hal itu sekarang.
.
.
.
.
***Oke guys sampai di sini dulu ya untuk chapter kali ini semoga kalian suka, jangan lupa like komen share and vote ya.!!
Bye bye guys salam dari author 🥰🤗
__ADS_1
Maaf kalau ada typo*.