Hei Rii

Hei Rii
Episode 15


__ADS_3

Happy reading guys


.


.


.


.


.


Setelah mereka berdua pergi dari butik tersebut. jimin mulai mengantar rii untuk kembali ke asrama. sebelum itu mereka berdua sempat singgah ke toko heels. mereka berdua telah sampai, rii mulai keluar dari dalam mobil jimin, semua pasang mata yang ada di area parkiran melihat rii yang baru keluar dari dalam mobil jimin, mereka yang melihat rii mulai berbisik bisik sebab baru kali ini ada seorang wanita dari kampus ini yang bisa dekat dengan salah satu pria yang memiliki gelar lelaki tertampan di kampus Harvard.


Rii yang mendengar cuma bisa menunduk sambil berjalan melewati mereka. bahkan salah satu dari mereka ada yang sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh rii.


''Mungkin dia sedang menjual tubuhnya kepada jimin.''


Ucap salah satu diantara mereka. jalan rii dipercepat agar ia tidak terlalu banyak mendengar sindiran sindiran yang tidak enak untuk didengar. sesampainya rii di asrama lisa yang melihat rii langsung menghampirinya.


''Gimana rii lo ga kenapa napa kan?''


''Ga kok lis.''


''Syukurlah kalau begitu, gue panik tau.''


Lisa menarik nafas lega. rii menepuk bahu lisa sebagai tanda Terima kasih dan lekas mengambil gaun yang sempat dibelikan oleh jimin.


''Rii itu gaun ya?''


Rii hanya mengangguk.


''Ngapain ada gaun lo mau kemana rii?''


''Jadi gini lisa, ternyata jimin yang bilang mau ngajak gue ke suatu tempat itu ya mau beli gaun dan heels ini. katanya besok ulang tahun kak selena senior yang waktu itu gue jadi bahan bully an dia, lo ingat kan.''


Lisa hanya mengangguk.


''Ga tau kenapa, jimin mau ngajak gue. ya.. gue sebagai asisten dia nurut nurut aja.''


''Wah.. rii, beruntung banget si lo. bisa dateng ke acara ulang tahun kak selena yang populer itu.''


''Yee... kalau bukan jimin yang ngajak. gue juga ga bakalan bisa kali pergi...''


Rii berlalu dari hadapan lisa dan mulai menyimpan gaun dan heels itu didalam lemari. dilain sisi jimin sudah berada di apartemen peter, ia berusaha untuk membujuk peter agar mau datang ke pesta ulang tahun selena.


''Ayolah kawan, selena sudah mengundang kita.''


''Aku tidak perduli jimin, dia bukan siapa siapa, dan sampai kapanpun aku tidak akan mau datang ke pesta dia paham.''


''Yasudah kalau begitu, aku tidak akan memaksa. setidaknya kalau kamu tidak mau pergi aku bisa mengajak rii untuk datang bersama.''


Peter tidak perduli mau dengan siapa ia akan datang ke pesta selena. yang jelas dirinya tidak akan hadir. mereka berdua menyeruput kopi yang baru saja peter pesan. jimin masih berpikir bagaimana caranya agar peter bisa ikut hadir ke acara selena. sebab ia ingin mengetahui bagaimana reaksi peter saat melihat rii yang memakai gaun tersebut. rasanya, membayangkannya jimin sudah lebih dahulu terpesona. lama ia memikirkan bagaimana caranya, jimin akhirnya menemukan ide.


''Baiklah kawan selamat bersenang senang. aku pergi dulu, karena besok waktunya untuk berpesta. kali ini semua teman teman kita akan membanggakan ku sebab aku berhasil membawa gandengan ke pesta selena.''


Peter sama sekali tidak perduli. ia memilih membaca buku yang ia ambil dari dalam tumpukan buku yang ada didepannya. keesokan harinya jimin sudah siap, pesta akan dimulai pukul 20:00 sebelum itu jimin terlebih dahulu ke apartemen peter untuk membujuknya sekali lagi. namun hasilnya tetap sama peter tidak akan pergi.


jimin pergi dari apartemen peter dan mulai menjemput rii diasrama.


''Rii lo hati hati ya, gue takut kak selena masih dendam sama lo. bisa bisa lo bakal di permaluin di sana dan yang aku takutkan lo akan semakin trauma.''


Lisa nampak khawatir dengan sahabatnya itu.


''Makasih lisa, tapi gue bakal jaga diri baik baik. lagi pula disana ada jimin. gue yakin jimin pasti ga akan membiarkan gue dipermalukan atau apapun itu. karena jimin lah gue bisa ada di sana.''


''Tapi rii..''


Ucapan lisa terpotong saat rii memegang bahu lisa.


''Percaya sama gue. gue tau lo cemas sebagai sahabat gue, gue makasih banget karena lo udah mau peduli. gue yakin lisa. jimin bakal jaga gue dan kak selena juga tidak akan membuat pestanya hancur hanya demi gue.''


Lisa cuma mengangguk dan memeluk rii.


''Yaudah lo hati hati rii.''


Rii mulai melangkah keluar asrama. sedang jimin sudah menunggu dari tadi.


''Kemana rii, kenapa dia sangat lama.''


Setelah beberapa menit jimin menunggu akhirnya orang yang dia tunggu datang juga.


''Maaf lama, apa kamu menunggu terlalu lama?''


''Tidak lama lama juga rii tapi betis aku terasa pegal menunggumu.''


Mereka berdua memasuki mobil dan tujuan utama mereka ke salon, sengaja jimin berangkat agak cepetan supaya tidak memakan waktu yang lama saat rii akan di make up. sebab jimin tau kalau wanita sedang berada di salon waktu yang mereka habiskan bisa berjam jam.


Mereka akhirnya sampai, rii dituntun oleh jimin memasuki salon, para pegawai salon mulai menyapa jimin dan rii.


''Halo selamat datang di salon kecantikan glow beauty.


''Halo juga, tolong buat wanita ini terlihat sangat cantik.''


Sambil mendorong kecil kehadapan pegawai salon tersebut.


''Baik tuan.''


Pertama tama rii di bawa ke ruang keramas, setelah keramas. rii mulai di make up. sedang jimin yang masih menunggu memilih keluar dulu, ia juga pergi ke babershop sambil menunggu rii di make up oleh mereka. rii terlihat agak tidak enak. sebab ini pertama kalinya rii pergi ke salon dan di make up. beberapa kali rii mengucek matanya karena terasa perih saat terkena eyeshadow. pegawai yang menangani rii sedikit kewalahan.


''Nona jangan banyak bergerak dan mengucek mata nona.''

__ADS_1


Riii tidak bisa berbuat apa apa. ia mulai pasrah walau sebenarnya ia sangat tidak nyaman. jimin baru balik dari babershop, namun yang benar saja rii masih ditangani oleh mereka. padahal setengah jam lagi pesta akan dimulai. al hasil jimin mulai menunggu lagi. setelah 3 jam lewat 35 menit rii akhirnya selesai di make up. rii berbalik menghadap kearah jimin. yang benar saja dugaan jimin tepat sekali, rii sangat sangat cantik dengan dress yang dikenakannya. jimin mematung untuk sesaat sedang rii yang dilihat oleh jimin sedikit merasa malu.


''Jimin... jimin..''


Rii menghentikan tatapan jimin.


''Ah.. yaa kenapa rii?


''Kenapa kamu malah bengong apa aku terlihat jelek?''


''Tidak, kamu malah sangat cantik rii.''


Jimin memuji. dan rii tersipu malu. sebelum itu jimin mengajak rii untuk berfoto. dan jimin langsung mengirim kan foto tersebut ke sahabatnya peter, mereka berdua sudah sampai ke pesta selena. semua orang serta angkatan mereka melihat jimin dan rii. mereka menjadi pusat perhatian. rii berjalan sambil menunduk karena malu. jimin mulai menggandeng tangan rii. selena yang melihat jimin datang dengan rii menghampiri mereka.


''Hai jimin kamu datang bersama rii.''


Jimin heran, mengapa selena bisa mengetahui rii.


''Tunggu, apa kamu mengenal rii selena?''


''Ya.. aku mengenalnya. beberapa hari yang lalu aku melihat rii dan peter keluar dari mobil peter dan aku menyapa mereka.''


''Ah.. baiklah selena.''


Sedang rii hanya terdiam dan menunduk tidak berani untuk menatap sekitar dan melihat wajah selena.


''Hai rindu, kenapa kamu menunduk ayolah. jangan sungkan, kamu adalah tamuku karena kamu datang bersama jimin.''


Rii akhirnya mulai menatap selena dan memberi ucapan.


''Hai kak, selamat ulang tahun maaf tidak membawa apa apa.''


''Tidak apa apa rii. oh kemana peter jimin, aku tidak melihatnya.''


''Ah... anak itu, dia tidak ingin pergi, aku sudah membujuk dia tetapi dia malah memarahiku.''


''Apa dia sangat membenciku. aku rasa dia memaafkan ku tidak benar benar tulus.''


''Hei jangan berbicara seperti itu selena. mungkin saja ia sedang tidak bersemangat untuk datang ke pestamu. jangan hiraukan ketidakhadiran peter, ini hari bahagia mu.''


''Baiklah jimin ayo silahkan mencicipi hidangannya aku ke sana dulu.''


Jimin menuntun rii untuk kemeja sebelah sana.


''Rii kamu duduk disini dulu aku ke sana menyapa teman temanku.''


Rii hanya mengangguk dan mulai menatap sekitar.


Ting handphone peter berbunyi. peter sedang membaca buku. mendengar handphonenya berbunyi ia segera membuka dan melihat pesan dari jimin.


*Hai kawan bagaimana penampilan ku dengan rii apakah rii sangat cantik?*


Peter menekan gambar dan memperbesar foto yang dikirim oleh jimin. peter mengutuk dirinya jika ia berbohong kalau rii biasa biasa saja. namun nampaknya peter tidak ada hentinya menatap foto itu.


Kata cantik itu lolos begitu saja dibibir peter.


Setelah acara tiup lilinnya selesai mereka semua mulai menikmati pesta tersebut. rii yang mulai merasa jenuh rasanya ingin pulang, namun jimin masih belum selesai dengan teman temannya. rii bergerak menghampiri jimin.


''Jimin.. jimin.''


Ucap rii yang berteriak. jimin menghampiri rii.


''Ada apa rii?'''


''Apa pestanya masih lama aku ingin pulang.''


''Ini baru jam 9 rii masih sangat pagi. kamu tunggu saja dulu, setelah selesai aku pasti akan menghampirimu dan mengantarmu pulang.''


Rii hanya bisa pasrah mendengar ucapan jimin. jimin mulai menjalankan idenya. ia mulai menelpon peter, panggilan dari jimin pun tersambung. dan peter mulai mengangkat telpon darinya.


("Halo peter.'')


''Mm.. ya ada apa?''


(''Bisakah aku meminta kamu untuk mengantar rii pulang, aku sedikit mabuk dan aku takut untuk membawa mobil bersama dengan rii.'')


Seperti yang peter ketahui jimin tidak bisa meminum alkohol, dan mau tidak mau peter mengiyakan permintaan jimin.


''Baiklah jimin.''


Rencana jimin akhirnya berjalan mulus, sedikit demi sedikit jimin pastikan bahwa mereka berdua akan dekat dan jatuh cinta. Peter bergegas mengambil jaketnya dan mulai melangkah keluar apartemen. sudah setengah 10 rii merasa sangat ngantuk, selena yang melihat rii sendiri mulai menghampirinya.


''Sayang aku ke sana dulu.''


Rii sebisa mungkin menahan agar tidak tertidur.


''Hai rindu. apa kamu baik baik saja?''


Rii yang dari tadi menahan kantuk tiba tiba saja menjadi lebih segar akibat kedatangan selena.


''Ah.. Selena. ya.. aku baik baik saja.''


Selena mulai duduk di samping rii.


''Aku pikir kamu sedang mabuk.''


''Uh.. tidak, aku tidak mabuk.''


Setelah mobil peter terparkir didepan gedung ia mulai berjalan untuk mencari keberadaan rii. jimin yang melihat kedatangan peter dari arah jauh. peter mulai mencari, tepat diujung kanan peter ia melihat rii sedang berbincang bersama selena. peter ingin menunggu sampai mereka selesai berbicara namun selena melihatnya.


''Peter...''

__ADS_1


Rii yang mendengar itu ikut menoleh, mau tidak mau peter menghampiri rii.


''Peter aku pikir kamu tidak akan datang, kenapa kamu datang sangat larut pestanyaa sebentar lagi akan selesai.''


Ucap selena yang kegirangan dengan kedatangan peter.


''Maaf rii ayo kita pulang.''


Sambil memegang tangan rii dan berlalu dari hadapan selena. rii terkejut tiba tiba saja peter datang untuk menjemputnya.


''Ada apa ini kenapa aku harus ikut denganmu.''


Namun peter masih diam. sedang selena yang melihat peter dan rii merasa kesal.


''Sial.. aku pikir dia datang untuk menghadiri pestaku ternyata dia hanya datang untuk menjemput wanita itu, sebenarnya ada apa ini. kenapa peter yang membawa rindu pulang, kemana jimin.''


Ucap selena dengan perasaan yang kurang baik. mereka berdua telah masuk mobil. rii mulai mengulang pertanyaannya.


''Maaf peter kemana jimin, kenapa kamu datang dan tiba tiba membawaku pergi.''


''Jangan banyak tanya, kamu hanya cukup diam saja.''


Rii cuma bisa pasrah dengan ucapan Peter.


Sesampainya ia di depan asrama. gerbang telah tertutup. rii mulai mengecek handphonenya untuk memberitahu lisa untuk tidak mengunci kamar. namun handphonenya malah lowbat.


''Aduh gimana ni.''


Peter yang melihat rii belum masuk kini menghampirinya.


''Kenapa masih diluar?''


''Aku lupa asrama akan tutup jika sudah pukul 9 dan handphone ku lowbat, jadi aku tidak bisa menghubungi temanku.''


''Yasudah kamu ikut aku.''


Rii nampak bingung dan diam di tempat.


''Ayo.. kenapa kamu diam di situ. apa kamu mau bermalam di sini?''


Rii mulai memasuki mobil peter kembali.


''Kemana kamu akan membawaku?''


''Ketempat dimana seseorang tidak akan menemukanmu.''


Rii yang mendengar itu mulai panik dan menyuruh peter untuk berhenti.


''Berhenti.... aku lebih baik tidur di sana.''


Rii nampak ketakutan.


''Astaga rindu, aku hanya bercanda.''


Dengan nada yang sedikit meledek. dan rii hanya menatap kesal ke arah peter. Hening... rii mulai tertidur saat ucapan terakhir peter. sedang peter baru menyadari saat ia sudah sampai di basement. ia menoleh kearah rii. sejenak tangan peter mulai lancang menyisikan anak anak rambut rii kebagian belakang telinga. lama peter memandang wajah rii, sampai akhirnya ia mulai mengendong rii ala bridal stayle.


Sesampainya ia di apartemennya peter membaringkan rii di kasur miliknya dan mulai membuka heels yang dikenakan oleh rii. untuk sesaat peter merasa ada yang aneh dalam dirinya. mengapa ia rela melakukan ini semua, padahal dulu waktu jimin berusaha mendekatkan ia kepada wanita lain ia sangat ilfil bahkan untuk mendekat ia merasa lebih baik pergi. tetapi kali ini melihat rii yang berada dalam naungan jimin, apapun yang jimin lakukan terhadap rii ia merasa sangat tidak enak hati melihatnya tersiksa oleh perlakuan jimin.


Peter kemudian membunuh lampu kamarnya dan menutup pintu, peter membawa selimut dan mulai tidur ke ruang tengah di atas sofa. rii terbangun pukul 8 pagi, ia mengerjap dan mulai mengumpulkan tenaganya, ia mulai melihat sekeliling nampak begitu asing, ia mengingat bahwa semalam dirinya bersama peter, ia mulai membuka selimut dan melihat pakaiannya.


Untung saja pakaiannya masih utuh didalam tubuhnya, ia tidak mengingat apapun kecuali saat terakhir kali peter mengatakan bahwa ia bercanda, rii melihat jam di nakas peter, pukul 8 pagi kelasnya sudah dimulai. ia bergegas keluar kamar mencari keberadaan peter.


''Kamu sudah bangun.''


Ucap peter yang membuat rii kaget.


''Ah.. ya. bolehkah kamu mengantarku ke kampus kelasku sudah dimulai.''


''Kamu mending cuci wajah kamu dulu, baru itu kita akan pergi ke kampus.''


Setelah membasuh mukanya dengan air dan mengeringkannya dengan handuk. rii memasang heels nya dan menemui peter. mereka berdua menuju basement dan pergi ke kampus, sesampainya mereka di kampus rii terburu buru keluar mobil dan melangkah ke arah kelas. rii telat 15 menit. walaupun ia sudah absen rii tidak perduli. lisa yang melihat sahabatnya datang terlambat dan masih mengenakan gaun yang dipakainya semalam.


''Lo dari mana aja, kenapa ga pulang. lo baik baik aja kan rii?''


Ucap lisa dengan berbisik.


''Ntar gue jelasin oke.''


Setelah kelas mereka selesai rii langsung menuju kantin, perutnya sangat lapar. dan tiba tiba jimin sudah berada disebelah rii dan di belakang jimin sudah terdapat peter juga. rii terkejut dengan adanya jimin secara tiba tiba.


''Apa kamu baik baik saja rii?''


''Mmm...''


Sesampainya mereka di meja kantin, mereka mulai memesan makanan, namun peter terlebih dahulu menyodorkan rii bekal yang sudah ia buat tadi pagi, sebenarnya peter ingin memberinya pas mereka sampai di kampus namun rii tiba tiba saja keluar tanpa permisi ke peter.


Rii yang menerima bekal oleh peter cuma terdiam. lisa dan jimin mulai memperhatikan mereka berdua.


''Tadi aku ingin memberimu ini, tetapi kamu terlihat sangat buru buru keluar dari dalam mobil.''


Ucap peter namun masih terlihat dingin. rii mengambil bekal tersebut.


''Terima kasih.''


Sedang dari kejauhan selena melihat semua yang dilakukan oleh peter terhadap rii. mulai dari ia datang ke kampus bersama rii dan memberi rii bekal makanan.


''Aku pikir wanita itu membuat peter berbeda, dulu saja jika peter didekati oleh wanita ia pasti akan menghindar. awas saja kamu rindu, aku tidak akan melepaskan mu jika kamu berhasil membuat peter jatuh cinta.''


**Nah guys udah mau masuk konflik nih...


jangan lupa share ya kalau kalian singgah di novel aku.

__ADS_1


Maaf juga kalo tutur bahasanya sedikit berantakan soalnya ini novel pertama hehehe


Bye bye salam dari author🤗**


__ADS_2