
***
Happy Reading
Setelah pulang sekolah rii mampir ke supermarket terdekat dari sekolahnya. rii mampir untuk membeli beberapa keperluan untuk dirinya, tak lupa ia juga mampir ke tempat tukang martabak, rii ingin membelikan ayahnya martabak sebagai tanda perminta maafnya supaya ayahnya tidak mendiaminya lagi. ayah rii memang sangat suka sama martabak, setiap kali ayah rii marah sama ibunya. ibu rii pasti membelikan ayah martabak kesukaannya, jadi rii berinisiatif untuk menggoda ayahnya dengan martabak yang ia beli saat ini.
Sesampainya di rumah, rii ke kamar untuk berganti pakaian, setelah selesai ia menaruh martabak dimeja sambil menunggu ayahnya pulang kerja. hari ini pukul 16:40 ayah rii pulang cepat karena keadaan pabrik tempat ia bekerja selesai dengan cepat dan akhirnya ayah rii bisa pulang dengan cepat.
Setelah beberapa menit duduk diruang tamu menunggu kedatangan ayahnya. tibalah pak denny didepan pintu. rii yang melihat ayahnya kini tersenyum dan pak denny yang melihat senyum cantik putrinya kini beralih duduk didepan rii.
''Ada apa kok senyum si.? tanya ayahnya.
Rii langsung menyodorkan martabak kesukaan ayahnya.
''Nih yah, martabak kesukaan ayah.''
Pak denny mengerutkan keningnya
''Kok tiba tiba si rii?''
Pak denny yang tadi pagi masih terlihat dingin dihadapan rii, sekarang sudah tidak lagi. bukan karena martabak yang dibelikan oleh rii, tetapi karena ia sudah memikirkannya sejak tadi pagi ia berangkat kerja sampai pulang kerja. ayah rii berpikir mungkin ia akan sangat merindukan putrinya, namun rii bisa bahagia dan sukses jika ia menjadi lulusan sarjana di luar negeri.
''Ga yah cuman mampir beli aja tadi terus keinget ayah yang suka banget sama martabak hehe.''
''Mm... ayah masih marah sama rii.?
Pak denny yang melihat putrinya termenung akhirnya berpindah posisi dan duduk di samping rii.
''Ayah ga marah sama sekali rii, ayah cuma butuh waktu buat mikir.''
Rii mendongak melihat ayahnya
''Rii minta maaf ya yah, kalau memang ayah ga ngizinin rii. ga apa apa kok.''
Pak denny tersenyum dan memeluk putri kesayangannya.
''Ayah ngizinin kamu kok sayang, ayah hanya harus lebih bekerja keras lagi bekerja supaya bisa jenguk kamu nanti di negeri orang.'' jelas pak denny.
Rii yang mendengar perkataan ayahnya langsung memeluk balik ayahnya.
''Ayah benar kan, ayah ga marah? Rii senang banget yah... makasih ya ayah, rii janji akan lulus dengan baik dan membahagiakan kalian.''
Rii semakin memeluk ayahnya dengan erat. dibalik sikap dingin rii ia sangat manis dan manja kepada ayahnya, bahkan bisa dibilang rii sangat manja. jika orang orang melihat sikap manja rii, mereka pasti tidak menyangka bahwa gadis yang bersikap dingin itu bisa sangat manja. ia mirip anak kecil yang imut saat bersikap manja. Ayahnya tersenyum melihat putri semata wayangnya bahagia.
''Yaudah yah, kita ke ruang tengah yuk makan martabaknya.''
Mereka berdua akhirnya menuju ke ruang tengah dan setiba mereka ibu dewi yang melihat kedekatan ayah dan anaknya tersenyum.
''Cie yang udah baikan, tadi pagi aja sikapnya dingin banget ke rii, eh sekarang udah senyum senyum hehe.''
Ibu dewi memang sangat suka menggoda suaminya dan mengenai perihal tersebut pak denny hanya bisa tersenyum jika istrinya menggoda ia habis habisan. mereka berdua pun menikmati martabak yang rii belikan untuk ayahnya. mereka juga sambil bersenda gurau disela kenikmatan martabak yang mereka santap. begitulah suasana keluarga kecil pak denny.
Setelah beberapa bulan kemudian ujian sekolah dan ujian nasional akan tiba. rii semakin hari semakin sibuk ketika ujian sebentar lagi akan tiba. ia bahkan jarang bersama lidia, waktunya hanya dipergunakan untuk belajar dan belajar, lidia yang memang sudah mengetahui watak rii ia hanya bersikap santai, sebab rii memang manusia super sibuk jika ujian akan tiba.
__ADS_1
''Eh rii bentar lagi kita ujian nih, terus udah itu kita lulus, ga kerasa aja ya cepet banget de.''
''Mm... iya btw lo jadi masuk universitas?''
''Jadi rii tapi sayang banget kita jahuan ya, andai gue sepintar lo gue juga bakalan dapat beasiswa dan kuliah di luar negeri juga, tapi sayang banget, otak gue terlalu buntu untuk menampung materi materi ini.'' sambil mengibaskan kertas yang berisi kisi kisi.
''Lo tenang aja kali, kan bisa vidio call dan lo juga harus bersyukur karena lo masih bisa kuliah, banyak lo angkatan kita yang milih kerja pas lulus karena faktor ekonomi mereka.''
''Mm.. iya juga si hehe.''
Lidia memang bukan kalangan orang yang seperti rii, lidia adalah anak polisi dan ibunya seorang perawat, bisa dibilang lidia anak yang cukup berada.
Sedangkan disisi lain doni yang semakin hari semakin gelisah, doni akhirnya menyadari perasaannya yang sebenarnya. doni akhir akhir ini berusaha buat mendekati rii, tapi rii yang sangat sibuk bahkan sangat jarang keluar kelas belakangan ini membuat doni frustasi. pasalnya doni ingin mengungkapkan perasaannya, ia sangat gila terhadap rii, rasanya ia gila jika perasaannya tidak diungkapkan.
Doni hanya bisa melihat rii dari luar jendela setiap keadaan sudah sangat sepi. tetapi disaat itu juga ia berpikir mungkin ini bukan waktu yang tepat menyangkut perasaannya, rii sangat sibuk dan doni takut akan menganggu konsentrasi rii. tiba tiba rey teman doni ikut nimbrung ke samping doni.
''Liat apa don? tanya rey.
Doni yang tidak mengetahui kedatangan rey, kaget dan sontak memukul kepala rey.
''Woi goblok, sakit.''
''Lo sendiri yang salah ngapain tiba tiba datang.'' ketus doni.
''Yaelah sorry don gue penasaran lo lagi ngeliatin apa si sampai segitunya, jadi gue langsung ikut aja nimbrung di samping lo. dan tau taunya lo ngintip rii wah parah lo don.''
''Eh goblok bukan ngintip.'' sela doni.
Doni langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Ga usah bacot de lo.''
Doni pergi ninggalin rey sendiri. rey yang menyadari bahwa doni suka sama rii cuma geleng geleng kepala.
''Kalo lo suka ama rii lo seharusnya ungkapin don bukan malah kek orang bodoh.'' batin rey.
Setelah ujian sekolah dan ujian nasional berakhir semua siswa dan siswi kelas 12 merasa lega. pasalnya mereka hanya menunggu hasil dari ujian mereka. semua siswa-siswi mulai bersorak dan keluar sekolah, ada juga yang masih stay di sekolah dan ngumpul di kantin sambil ngegosip sedangkan rii dan lidia lebih memilih makan di kantin.
Lain halnya dengan doni, doni masih stay dikelas sibuk berpikir bagaimana caranya untuk mengungkapkan perasaannya ke rii. Dan rey yang masih stay di samping doni merasa kesal pasalnya doni belum juga mau pergi dari kelas.
''Don lo kenapa si ha, kalo lo suka bilang ga usah kek gini ntar lo di tikung baru tau rasa.''
Doni terkejut mendengar perkataan rey, pasalnya ia belum pernah menceritakan soal perasaannya ke siapa siapa.
''Lo apaan si sok tau banget.''
Rey tersenyum getir
''Don... don, gue bukan orang bego, gue tau lo suka kan ama rii.''
Sekali lagi doni terkejut dan terdiam.
''Don gue kasih lo saran sekarang ya, cepet lo samperin rii dan ungkapin perasaan lo. soalnya rii bakalan pergi jauh dan lo ga bisa nemuin dia lagi sebelum semuanya terlambat.''
__ADS_1
Doni bingung dengan maksud perkataan rey.
''Maksud lo apa rey bilang ke gitu?''
''Lo ga tau don, rii itu mau pindah rumah dan setau gue si rii pindah di pulau terpencil gitu yang ga ada signal sama sekali plus dia juga akan dijodohin ama bokapnya dan lo bakalan mampus kena tikung.''
Jelas rey ke doni padahal rey cuma asal asalan bicara supaya doni mau keluar. tawa jahat batin rey hahaha. doni yang mendengar perkataan rey barusan langsung lari mencari keberadaan rii. sedangkan rey tertawa keras saat mengingat wajah doni kelihatan panik.
''Don.. don gue baru tau kalo lo itu bisa di begoin ya haha.'' sambil keluar menyusul doni.
Setelah keliling sekolah mencari keberadaan rii doni akhirnya melihat rii sedang berada di kantin bersama dengan lidia, tidak tanggung doni langsung menarik tangan rii yang sedang makan dan membawa rii ke parkiran sekolah.
Sedangkan rii terlihat syok dengan kedatangan doni yang tiba tiba menarik tangannya, padahal rii sedang makan dan begitupun juga dengan lidia yang kaget dan mengejar doni dan rii yang kabur ke parkiran.
Sesampainya mereka diparkiran tiba tiba rii menghempaskan tangan doni.
''Lo apa apaan si don gue lagi makan dan lo malah narik gue.''
Rii terlihat kesal dengan sikap doni. ia kembali mengusiknya dari sekian lama ia ga mengusik rii. padahal doni ga mengusik rii, ia ingin berbicara dengan rii tetapi setelah mendengar perkataan rey ia jadi orang kesurupan yang langsung menarik rii tanpa sepatah katapun.
''Gue minta maaf, gue ga bermaksud narik lo rii. gue cuma mau bicara sama lo.'' jelas doni.
''Lo bisa kan bicara sama gue pas gue udah berhenti makan, gue hampir ke selek gara gara lo narik paksa gue.'' kesel rii.
''Oke rii gue minta maaf. dengan nada rendah.
Rii langsung to the point ke inti pembicaraan di mana doni yang tiba tiba menariknya hingga ke parkiran.
''Oke gue maafin, lo mau bicara apa emang?'' ketus rii.
Doni terdiam sejenak, ia menghirup nafas dalam dalam.
''Rii... sebenarnya gue pengen nanya sesuatu ke elo.''
Rii bingung dengan perkataan doni.
''Mm... sesuatu apaan si, langsung to the point aja de gue males basa basi.''
Doni terdiam sejenak dan melanjutkan ucapannya
''Oke rii gue bakalan ngomong, sebenarnya gue.. suka sama lo rii.''
Deg rii terkejut minta ampun, baru kali ini ada seseorang yang ungkapin perasaannya setelah sekian lama ia menjomblo, rii terdiam dan masih mencerna perkataan doni barusan sedangkan doni yang belum selesai bicara menatap rii dalam dalam.
''Rii gue suka sama lo, lo mau ga jadi pacar gue?''
Deg jantung rii berdegup kencang ia terkejut lagi dengan perkataan doni. rii ga nyangka kalo doni suka sama dia. rii juga bingung mau bilang apa. tanpa sepatah katapun rii akhirnya langsung pergi dari hadapan doni. doni mau mengejar rii tapi ia sadar rii pasti syok dengan pengakuan mendadaknya.
~
Segitu dulu ya guys sampai ketemu lagi bye bye.!!!!!!!!
bagi yang udah baca jangan lupa share ya 👍
__ADS_1