
*Happy Reading Guys*
.
.
.
.
Hari demi hari telah rii lewati. semua berjalan dengan baik dan lancar. hati rii begitu sangat tenang karena harapannya sudah menjadi nyata. mereka yang selalu menganggu rii kini sudah tidak pernah lagi. meskipun hati kecil rii merasa masih kesepian karena lisa sudah berpindah kamar darinya. lisa bertukar dengan salah satu penghuni kamar temannya yang berada tepat di sebelah kamar yang rii tempati.
Tetapi rii hanya bisa memaklumi. sebab sekarang ia dan lisa bukan teman lagi. sesekali rii akan bertukar cerita dengan teman sekamarnya walaupun mereka memiliki perbedaan. namun mereka tetap masih mau mendengar keluh kesah rii, mendukung rii dan menjadi teman ngobrol rii. Celine rose dan Stefanie mereka semua sudah menjadi teman buat rii. mereka bahkan sering melakukan kegiatan seperti belajar di perpustakaan bersama, keluar makan di luar bersama, dan belanja bersama.
Kehidupan rii akhir akhir ini memang begitu menyenangkan. karena mereka semua saling mendukung satu sama lain. tidak ada yang mencela atau berpura-pura baik. mereka sangat tulus kepada rii dan bahkan mereka juga mendukung jika rii berpacaran dengan Peter.
''Haha sudah.. sudah.. aku lelah tertawa terus.''
Tawa rii pecah saat mereka sedang duduk berlingkaran di atas lantai sambil membahas tentang lelucon dan berakhir saling menggelitik satu sama lain.
''Wah.. air mataku sampai menetes karena tertawa.''
''Rii..''
''Mmm... ada apa Stefanie.''
''Kami bertiga begitu menyayangimu. karena itu aku berharap kamu tidak usah bersedih lagi, kita semua sekarang sudah menganggap kamu adalah saudara.''
''Ya.. Stefanie benar rii. aku, rose dan kamu adalah saudara.''
''Yeah... kita semua saudara.''
Rose kembali menggelitik celine yang berada di sampingnya. karena sudah terlalu malam mereka semua akhirnya memilih untuk beristirahat karena besok pagi mereka akan pergi ke kampus.
*
''Halo selamat pagi semuanya.''
Rose memberikan ucapan selamat pagi kepada semuanya dan di balas oleh rii.
''Pagi rose, pagi celine dan pagi Stefanie.''
Mereka semua bergegas ke kampus. mereka tertawa bersama sepanjang perjalanan sampai pada akhirnya mereka harus berpisah pada tempat masing masing. dalam satu kamar rii, mereka memiliki jurusan yang berbeda. rii dengan jurusan kedokteran, Stefanie dengan jurusan manajemen, rose jurusan hukum dan celine jurusan desain.
Perbedaan jurusan yang mereka geluti tidak menjadi masalah dalam satu ruangan asrama. yang penting mereka tetap menjalin hubungan yang baik dan tetap memberi support.
''Cih.. liat aja lo rii. sebentar lagi lo akan kena imbasnya.''
Lisa mulai mengetik sesuatu di dalam handphonenya.
''Waktunya bermain, selamat menikmati rindu anastasia haha.''
Setelah berpisah dari teman temannya, rii kemudian bergegas ke ruang kelasnya. saat hendak masuk kelas tiba tiba saja dari arah yang berlawanan salah satu teman kelas rii terjatuh. sontak saja rii membantunya untuk berdiri dan membereskan buku buku yang ia bawa.
''Terimakasih.''
''Ah iya. sama sama.''
Rii memberikan jalan kepadanya dan menatapnya hingga lenyap dari pandangan rii. beberapa jam kemudian setelah melakukan sebuah presentasi. kelasnya berakhir, seperti biasanya mereka berempat akan bertemu di kantin dan makan bersama.
Akhir akhir ini Peter dan jimin terlihat sangat sibuk. karena setahun lagi mereka akan menjalani wisuda kelulusannya. Peter sudah seminggu tidak terlihat olehnya. rii sedikit merasa sedih. karena pasalnya selain mereka bertiga rii juga merasa nyaman kepada Peter dan jimin.
''Aku pergi ke toilet dulu ya. tunggu aku.''
''Baik rii, kamu hati hati ya..''
''Mmm..'' (sambil mengangguk)
Rii bergegas pergi setelah bertukar bicara dengan Stefanie Saat rii berada di toilet dan telah membersihkan tangannya. muncullah seseorang di balik pintu toilet bersama dengan gen teman temannya. mereka nampak begitu ribut dan membuat rii mempercepat kegiatannya. Salah satu di antara mereka kemudian meletakkan cincinnya di atas wastafel, rii melihat cincin tersebut hanya sekilas kemudian rii bergegas pergi meninggalkan toilet tersebut.
''kenapa lama benget rii?''
''Benarkah, wah.. aku pikir aku hanya sebentar rose.''
''Apa kamu di ganggu lagi oleh mereka?''
''Tidak. aku baik baik saja celine.''
''Sudah.. sudah.. ayo kita lanjutkan makannya.''
Stefanie mengentikan pembahasan yang menurutnya dapat membuat rii kembali trauma. tiga orang gadis telah menemui rii di meja kantin.
''Hei.. apa kamu mengambil cincinku?''
Rii terkejut saat ditanya seperti itu. dan rose hendak ingin berdiri membela rii namun ditahan oleh rii.
''Tunggu, aku tidak mengambilnya.''
''Apa kamu benar? di toilet tadi hanya ada kamu. dan teman temanku tidak mungkin melakukan hal itu, mereka bahkan juga berada jauh dari tempat di mana aku meletakkan cincin aku.''
''Maaf, tetapi aku tidak mengambilnya sama sekali. aku memang sempat melihat cincin kamu saat kamu melepaskannya dari jari kamu, tetapi aku sama sekali tidak mengambilnya.''
''Apa kamu bercanda, bagaimana bisa cincin itu hilang jika tidak ada yang mengambilnya.''
''Kalian jangan menuduh temanku seperti itu.''
''Hei celine, kamu tidak usah ikut campur. ini urusan aku bersama dengan temanmu ini.''
Rii menggelengkan kepalanya agar mereka semua tidak ikut campur dalam masalahnya.
''Apa kalian mempunyai bukti jika aku yang mengambilnya?''
''Aku memang tidak mempunyai bukti, tetapi aku yakin kamu pasti yang mengambilnya. karena kamu memiliki catatan riwayat pencuri. apa kamu lupa?''
Teman teman dari carlote itu kemudian tertawa, mereka menolak lupa jika rii pernah tersangkut masalah pencurian gelang berlian milik selena.
''Kalian jangan menuduh sembarangan, kita semua tidak tahu rii memang benar mencuri atau ia malah di jebak oleh temannya sendiri.''
Stefanie kembali berdiri namun rii menyuruhnya untuk kembali duduk. Stefanie bahkan tidak bisa melihat rii di tuduh sembarangan.
''Tidak usah banyak bicara, kemarikan tasmu. aku pikir cincin aku mungkin sedang berada di dalam tas mu. sama saat kamu menaruh gelang milik selena waktu itu.''
Semua orang yang berada di dalam kantin itu berkumpul dan melihat perdebatan antara rii dengan 3 orang wanita. yang di ketahui 3 wanita ini adalah gen cewek cewek yang memiliki popularitas paling tinggi di kampus ini. mereka bertiga memang tidak sebanding dengan selena yang memiliki paras cantik dan investor kampus ini. namun mereka cukup terkenal karena penampilan dan wajah mereka lumayan cantik, dan cukup di sukai oleh kaum lelaki.
Tas rii kemudian di sita dan carlote mulai menumpahkan semua isi di dalam tas rii ke lantai. dan hal itu kembali terulang lagi. cincin itu berada di dalam tas rii. rii terkejut dan langsung menggelengkan kepalanya.
''Tidak.. ini semua tidak mungkin.''
''Apanya yang tidak mungkin, dasar pencuri.''
''Rose, celine, Stefanie. kalian percaya aku akan. bukan aku pelakunya ini pasti ada yang menjebak aku lagi.''
''Hei berhenti, tidak usah bersandiwara lagi. sekarang ikut aku ke ruang dekan. kamu akan di beri sanksi yang begitu berat karena kamu sudah berani mengulangi perbuatan kamu lagi.''
__ADS_1
''Tidak.. tidak.. lepaskan aku.''
''Lepaskan tangan rii. sebelum kamu membawanya pastikan kamu mencari tahu dulu siapa pelaku sebenarnya.''
Suara lantang yang begitu dominan membuat semua orang tertuju padanya.
''Peter..''
Mulut rii menyebut nama itu, bahkan rii sangat merindukan pemilik suara itu. Peter kemudian melepaskan tangan wanita itu dari tangan rii. kemudian Peter menggenggam tangan rii.
''Apa kamu gila Peter, ini semua sudah jelas rii yang telah mengambil cincin aku.''
''Kita selesaikan masalah ini tampa harus melihatkan dekan. ikuti aku.''
Ketiga gadis itu mengikuti Peter, kali ini tujuannya tepat berada di lapangan tepat samping kampus mereka. di sana sudah berada jimin dengan laptopnya.
''Hei rii apa kabar.''
''Baik jimin.''
''Wah.. rupanya kalian memang berbakat menjadi seorang artis ya.''
3 wanita itu memasang muka kebingungan.
''Ma.. maksud kamu apa jimin?''
Jimin tersenyum manis kepada mereka bertiga.
''Kita langsung saja ya kepada inti permasalahannya. aku bertanya kepada kalian, apa kalian mau menjawab dengan jujur atau tidak?''
''Ya.. kami akan menjawab dengan jujur.''
''Apa kalian di suruh oleh selena?''
Semuanya nampak terkejut, begitu juga dengan Peter. ia yang sama sekali tidak mengetahui apa apa, tiba tiba jimin memberi kabar bahwa rii sedang terkena masalah dan menyuruh mereka menghampiri jimin di tempat ini.
''Apa maksud mu jimin?''
''Kamu dengar dengan baik baik Peter, Hei kamu. ayo cepat jawab dengan jujur.''
''Tidak.. selena sama sekali tidak ada kaitannya dengan ini semua.''
Kemudian jimin tersenyum sembari menghadapkan laptop miliknya kepada mereka. tombol telah di tekan dan vidio rekamannya telah di putar. saat kejadian rii menolong salah satu temannya yang sedang tersandung dan terjatuh kemudian rii membantu menolongnya, dan saat itu rii membereskan buku buku wanita itu, dan wanita itu dengan cepat menyelipkan cincin palsu itu ke dalam tas rii yang di mana tas rii memang tidak memiliki resleting.
Tas rii hanya dibaluti dengan perekat yang berada di tengah tasnya, dan dengan gampangnya wanita itu menaruh cincin palsu tersebut ke dalam tas rii. dan saat di toilet cincin wanita itu yang semula ia lepas karena ingin mengalihkan pandangan rii agar rii melihat cincin tersebut. kemudian rii pergi dan wanita itu mulai menaruh cincin itu di dalam tasnya.
Mereka bertiga kemudian tertawa karena rencana mereka sedikit lagi akan berhasil, dan kamera cctv di kantin sedang mengarah kepada ke dua temannya yang menukar cincin palsu itu dengan cincin asli milik wanita itu. jimin kemudian menghentikan durasi vidionya.
''Apa kalian masih mau berbohong?''
ketiga wanita itu terkejut saat melihat rekaman vidio mereka.
''Ba.. bagaimana bisa itu terjadi. itu bukan kami jimin.''
''Haha apa perlu aku melaporkan ini ke dekan?''
Wajah ketiganya semakin ketakutan.
''Jimin. aku mohon jangan, iya.. iya.. aku mengakuinya bahwa aku berbohong, mohon jangan laporkan ini kepada dekan.''
''Aku tidak akan melaporkan ini kepada dekan tetapi, aku ingin kamu membawa selena di hadapanku dan mengakui bahwa dia adalah dalang di balik ini semua.''
''Ba.. baik jimin kami akan membawa selena secepatnya.''
''Bagaimana rii apa kamu sekarang merasa legah?''
''Mmm... aku legah jimin, Terima kasih atas bantuannya.''
''Jimin.. apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana bisa semua rekaman ini kamu dapatkan?''
''Nanti aku akan menceritakan semuanya kawan. kita tunggu saja kehadirannya selena di sini.''
*
Ketiga wanita itu berpencar mencari keberadaan selena. dan salah satu diantara mereka kemudian menemukan dimana selena berada.
''Hei sini, selena berada di taman bersama dengan lisa.''
Tidak menunggu lama, mereka bertiga kemudian menghampiri selena.
''Oh.. kalian, apa sudah selesai?''
*
Mereka bertiga kemudian, mencoba menenangkan perasaannya masing-masing. ia mencoba mengelabui selena dengan bualannya. .
''Tentu saja. rii sekarang sedang nangis dan merasa ketakutan.''
''Rencana kita berhasil lisa.''
''Selena.''
''Ya.. ada apa?''
''Kami sudah membantumu, apa boleh kamu ikut dengan kami.''
''Oh ya.. tentu, kemana kita akan pergi. apa kita akan berpesta karena telah berhasil menjalankan rencana kita.''
''Setuju, aku setuju denganmu selena.''
''Aku pikir ini adalah sebuah kejutan, boleh sekarang kamu ikut dengan kami.''
''Tentu, dengan senang hati. ayo kita pergi.''
Mereka bertiga saling menggenggam tangan, selena dan lisa sedang berjalan tepat di hadapan mereka. kemudian mereka sudah sampai di tempat di mana jimin, Peter dan juga rii sedang berada. selena masih tidak menyadari bahwa mereka bertiga mengajaknya bertemu dengan jimin.
''Oh tunggu, bukan ka itu jimin, Peter dan juga rii.''
''Benar selena.''
Selena berbalik melihat ketiga wanita itu.
''Aku kira, rii sekarang sedang berada di ruang dekan. mengapa ia sekarang sedang berada di sana.''
''Aku juga tidak tahu selena. sebaiknya kita jalan saja.''
Selena dan lisa masih belum menyadari, mereka terus saja berjalan dan sampai pada akhirnya selena sengaja berhenti di depan mereka.
''Hai jimin, Peter dan rii.''
''Hai juga selana.''
''Oh.. rii, apa kamu baru saja menangis, aku dengar kamu mencuri lagi. oh tidak.. apa kamu se miskin itu rii.''
__ADS_1
''Jaga mulutmu itu selena.''
''Oh.. maaf Peter aku hanya bercanda. ayo guys kita pergi dari sini.''
''Tunggu selena, kita belum selesai.''
''Ada apa jimin.''
''Wow rupanya kamu dan lisa sedang menjalin sebuah pertemanan ya. selamat atas teman barumu.''
''Seperti yang kamu lihat. lisa memang sudah menjadi temanku, karena aku pikir lisa tidak pantas berteman dengan seorang pencuri. uppss maaf.''
''Haha...''
Jimin tertawa lepas, perkataan selena sangat lucu baginya.
''Kenapa jimin?''
''Tidak selena. aku hanya ingin tertawa karena menurutku ucapan kamu barusan sedikit terdengar lucu.''
''Haha.. sebenarnya ada apa cepat katakan aku risih bertemu dengan seorang pencuri.''
Setelah tertawa selena langsung merubah wajahnya menjadi serius. tidak tahan melihat genggaman tangan Peter di tangan rii.
''Baiklah selana, rupanya kamu memang orang yang tidak sabaran. apa kamu yang sudah menyuruh mereka bertiga memfitnah rii?''
Mata selena membulat dan begitupun dengan lisa yang berada di samping selena. namun secepat mungkin selena dan lisa merubah mimik wajah mereka dengan cepat.
''Haha.. apa kamu bercanda jimin. mana mungkin aku yang melakukan itu semua. hei kalian cepat jawab bahwa ini semua tidak benar.''
Ketiga wanita itu masih setia menunduk. ia tidak berani membalas ucapan selena.
''Ya.. apa kalian tuli. cepat katakan bahwa itu tidak benar.'' (suaranya meninggi)
''Tidak usah mengelak selena. cepat katakan yang sebenarnya.''
''Apa yang harus aku ucapkan jimin. aku tidak bersalah dan bukan aku yang menyuruh mereka untuk memfitnah rii.''
''Apa benar bukan selena yang menyuruh kalian?''
''Tidak jimin. selena lah yang menyuruh kami.''
''Apa kalian gila.'' (nada tinggi)
''Maaf selena. tetapi kami tidak mau mencampuri urusan kalian. kami sudah ketahuan oleh jimin, maaf kami permisi.''
''Ya... jal*ng kemari kamu. dasar penghianat.''
''Bagaimana selena. apa kamu masih tidak mau mengaku.''
''Sial... yaa aku memang menyuruhnya.''
''Dasar wanita iblis, enyah kamu dari hadapanku.''
''Kalian pikir aku akan menyerah. tidak.. sampai kapanpun wanita ini akan aku ganggu, sampai pada akhirnya dia lenyap dari negara ini.''
''Silahkan selena. silahkan. aku membuka pintu lebar lebar. tetapi jangan salahkan aku jika kamu akan mendapat hukuman dari seseorang.''
''Apa maksud kamu peter?''
''Sudahla. sekarang kamu enyah dari hadapanku. lanjutkan apa rencana kamu selanjutnya karena aku tidak akan pernah bisa meninggalkan rii.''
Tengan selena mengepal. ia kesal mendengar ucapan Peter barusan. kemudian ia pergi meninggalkan mereka bersama dengan lisa. Rii merasa lemas, ternyata semua ini ulah dari selena.
''Hei rii.. apa kamu baik baik saja?''
''Aku tidak menyangka jika selena begitu sangat membenciku.''
''Kamu tidak usah khawatir rii. ada aku di sini, apa kamu lupa. aku akan selalu menjagamu dan melindungi mu dari mereka yang ingin menjahatimu.''
''Sudah rii kamu tenangkan dulu perasaanmu. aku percaya dengan apa yang Peter ucapkan. Peter akan melindungimu.''
Kini rii mulai menatap Peter sangat dalam. mata mereka bertemu dan cukup lama bertatapan.
''Kenapa. kenapa kamu mau melindungiku peter?''
Peter memutuskan kontak matanya dengan rii. ia kemudian membenarkan posisi duduknya. kemudian ia melihat ke arah rii.
''Karena aku... karena aku menyukaimu rii.''
Jantung rii berpacuh lebih kencang, rii kemudian memalingkan wajahnya dan mencerna baik baik perkataan Peter barusan. Seketika Peter tertawa kecil.
''Aku hanya bercanda rii. apa kamu serius menanggapi ucapanku barusan?''
''Tidak. aku hanya merasa haus. iyaa aku haus banget.''
''Tapi wajah kamu nampak sangat pucat rii. apa kamu benar benar tidak apa apa?''
''Ya... jiminn aku tidak apa apa. aku hanya sedikit haus. ah.. aku mau cari air minum dulu.''
Rii kemudian meninggalkan mereka berdua, setelah jarak mereka cukup jauh. rii kembali menenangkan perasaanya.
''Apa dia gila. jantungku hampir saja copot karena ucapannya.''
Rii memegang dadanya, sampai saat ini jantungnya masih saja berdegup kencang. rii kemudian bergegas ke kantin pergi mencari air.
*
''Jimin. bagaimana bisa kamu mengetahui semua rekaman itu?''
''Nanti aku akan memberitahumu, sebaiknya kamu awasi saja rii karena selena mungkin akan melakukan berbagai macam cara lagi untuk menjebak rii. karena yang aku lihat selena begitu sangat membencinya.''
''Baiklah jimin, beritahu aku kalau waktunya sudah tepat.''
Peter kemudian pergi meninggalkan jimin sendiri. sedang jimin membereskan laptopnya dan bergegas pulang. namun saat hendak melangkah tiba tiba saja 2 orang lelaki sudah menghalangi jalannya. ntah dari mana dan mereka terlihat seperti orang luar.
''Ada apa ini?''
''Ayo pukul dia.''
Jimin kemudian di serang oleh dua lelaki asing yang tidak ia kenal. untung saja jimin pandai dalam hal bela diri, jimin bahkan sudah mendapat sabuk hitam dan menghadapi dua lelaki ini sangat mudah baginya. satu tendangan dari arah belakang telah jimin layangkan di perut lelaki itu, dan dari arah depan ia di hadapkan dengan pukulan yang hampir mengenai wajahnya, namun dengan cepat ia menghindari serangan itu dan kemudian jimin melayangkan tendangannya tepat di wajah lelaki itu.
Mereka berdua telah lari dari hadapan jimin. jimin kemudian mengibaskan rambutnya yang basah akibat keringatnya.
''Siapa mereka. nampaknya ada seseorang yang mengincarku saat ini.''
*
**Oke guys sekian dulu ya untuk chapter kali ini.
jangan lupa like komen and share.
Kalau masih suka typo mohon di maklumi ya guys.
__ADS_1
Bye bye salam dari author🥰🤗🤗**