Hei Rii

Hei Rii
Episode 39


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


.


.


.


.


Rii meninggalkan Peter dengan perasaan yang tidak bisa di artikan olehnya dirinya sendiri. rasanya sangat menyakitkan dan membuat ia harus memukul mukul dadanya yang terasa begitu sesak dan menyakitkan.


Tidak di sangka air mata rii mampu lolos dari tempatnya. ia menangis, dan rii sama sekali tidak mengetahui sebab dari air matanya bisa jatuh membasahi pipinya.


Berulang kali ia menepis semua air matanya yang telah jatuh, namun rasa di dadanya semakin sakit saat mengingat kejadian barusan.


''Apa ini? apakah aku sedang merasa cemburu?''


Rii bertanya tanya pada dirinya sendiri. mengapa ia bisa menangis dan merasakan sesak dan sakit yang luar biasa. ia kemudian menelpon lisa yang semula mengajaknya makan namun berakhir ia tolak hanya karena ia akan keluar bersama peter hari ini.


**Halo lisa*


*(Ya.. rii kenapa?) *


*Gue bisa ga gabung ama lo.*


*(Kok tumben rii?)*


*Ga.. boleh apa ga?*


*(Tentu dong rii lo kesini aja di restoran dekat kampus)*


*Oke**


Sambungan telepon di tutup. rii keluar kampus dan mulai mencari taxi yang akan ia tumpangi untuk berangkat ke restoran yang lisa sebut barusan.


Di lain sisi, Peter mencari letak keberadaan rii. namun sayangnya ia tidak menemuinya sama sekali. Peter menghubungi rii namun, rii malah tidak mau mengangkat telpon dari Peter.


''Siall... rii benar benar marah kepadaku.''


Sekali lagi, Peter berusaha untuk menghubunginya kembali namun kali ini, handphone rii mati.


''Ya Tuhan.. rii benar benar marah kepadaku, apa yang harus aku lakukan ya tuhan.''


Peter kembali mencari rii di berbagai tempat yang ada di kampus tersebut. bahkan Peter sempat bertemu dengan ke tiga teman sekamar rii, dan menanyakan di mana rii berada. namun mereka bertiga tidak melihat rii sama sekali.


Peter akhirnya memutuskan untuk pulang. saat mengemudi. ia tidak sengaja melihat rii dan lisa sedang berada di restoran dekat kampus mereka. Peter akhirnya memutar balik mobilnya dan menghampiri rii.


Peter melangkah dengan cepat. saat hendak menghampirinya, nampaknya rii sedang bersama dua orang di sana. pandangan Peter kini beralih kepada lelaki asing yang dia temui di depan restoran langganan Peter dan rii.


Tangan Peter mengepal. ia sekuat tenaga menahan emosinya agar tidak memicu keributan di restoran tersebut.


Sebelumnya, rii tidak mengetahui jika doni akan datang ke tempat ini. bahkan rii terkejut melihat doni yang tiba tiba saja duduk di meja mereka. rii bertanya kepada lisa bagaimana lisa mengenal doni.


Lisa kemudian mengarang cerita jika ia dan doni adalah sepasang mantan kekasih. dan rii percaya dengan sandiwara mereka berdua.


Doni nampak tidak bisa memalingkan wajahnya untuk menatap rii, ia tidak segan segan menatap rii dengan waktu yang cukup lama. dan kelakuan doni membuat rii nampak sedikit risih.


Mereka bertiga dengan serentak melihat ke arah Peter yang baru saja tiba di meja mereka. rii terkejut dengan kehadiran Peter, tetapi di sisi lain rii masih sangat kecewa kepada Peter atas kejadian waktu itu.


''Rii kenapa kamu ke sini tidak mengabari ku?''


Rii tidak menjawab ucapan Peter.


''Rii kamu kenapa? apa aku mempunyai salah?''


Peter masih membujuk rii walau kenyataannya ini semua telah ia rencanakan. Tiba tiba doni memegang tangan rii agar rii mau menoleh ke arah Peter.


Peter menahan tangan dan emosinya agar tidak menimbulkan keributan. Peter mulai menepis tangan doni dan memegang tangan rii.


''Hei rii lihat aku, apa kamu marah kepadaku?''


Lagi.. rii hanya menatap Peter dingin dan tajam. seketika rii menghempas tangan Peter dari pergelangan tangannya.


''Maaf Peter nampaknya rii sedang tidak ingin melihatmu.''


Peter menatap lisa, ia akhirnya baru ingat jika penyebab kecelakaan rii beberapa waktu yang lalu adalah dirinya. Peter kemudian menarik paksa rii agar pergi dari tempat itu. namun rii menolaknya.


''Lepaskan Peter. aku tidak ingin pergi denganmu.''


Peter terdiam saat mendengar ucapan rii. akhirnya Peter meninggalkan tempat tersebut. dan rii hanya menatap punggung Peter yang sedikit demi sedikit menjauh darinya.


''Rii lo ga kenapa napa kan?'' ucap lisa.


''Ga kok lisa. ayo kita lanjutkan saja makannya, gue minta maaf atas perilaku Peter barusan.''


''Rii lo ama pacar lo emang kenapa?'' ucap doni.


Rii tidak menjawab ucapan doni. ia memilih menikmati makanan miliknya.


Di luar restoran, Peter memantau gerak gerik lisa dan doni yang berada di dalam restoran tersebut. ia paham dengan perasaan rii namun, ia juga bersiap siaga untuk keselamatan rii.


Peter takut, jika kejadian yang sama akan terulang yang ke dua kalinya. Peter juga memiliki alasan kenapa ia tidak memberitahu rii tentang penyebab kecelakaannya. sebab ia takut rii tidak akan percaya atau malah akan membuatnya kecewa dengan sikap lisa.


Berulang kali Peter memukul setir mobil miliknya. ia kesal kepada doni yang selalu saja mengambil kesempatan kepada rii. dan setelah mereka keluar dari restoran tersebut doni bahkan memegang tangan rii dan menawarkan rii untuk mengantarnya kembali ke asrama.


Hal tersebut membuat Peter tidak tahan. ia akhirnya kehilangan kesabarannya, Peter kemudian keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri rii, agar rii pulang bersama dengannya.


''Lepaskan tangan sialan mu itu.''


Suara dominan dari Peter kini telah terdengar dengan jelas oleh rii dan juga doni. mereka berdua terkejut melihat Peter yang tiba tiba datang dengan suara dominannya.


''Aku bilang lepaskan tanganmu.''


Peter menarik paksa tangan rii yang di genggam oleh doni.


''Ayo ikut aku. aku akan membawamu pulang.''


''Tidak Peter. lepaskan aku, aku ingin pergi bersama doni saja.''


''Tapi rii. dia adalah orang asing dan aku adalah kekasihmu.''


''Dia bukan orang asing Peter. dia temanku dan aku tidak peduli denganmu yang menjadi kekasihku.''

__ADS_1


''Apa kamu sadar dengan perilaku mu?''


''Kenapa? kenapa kamu melarang ku. dia hanya temanku, sedangkan kamu...''


Rii memotong ucapannya. ia tidak berani menyebut perbuatan Peter sejak di kampus tadi. ia hanya menatap Peter kesal dan kecewa lalu masuk ke dalam taxi tersebut bersama dengan doni.


Peter mengusap wajahnya kasar. ia menyesal telah membuat rii cemburu dengannya. Peter tidak menyangka jika rii akan semarah ini.


''Sial... sial...''


Di dalam taxi rii tidak kuat menahan air matanya yang sedari tadi ingin jatuh.


''Rii lo ga papa?''


Pertanyaan konyol doni membuat rii menatapnya tajam.


''Sorry rii. oke gue diam aja.''


Dari raut wajah rii, doni bisa melihat bahwa rii sangat kecewa kepada Peter. namun doni tidak mengerti dengan maksud pertengkaran mereka.


''Sorry rii. lo udah berapa lama pacaran ama tu cowok?''


''Ga lama lama amat. ngapain lo tanya gitu.''


''Ga cuma pengen tau aja, ga usah jutek juga kali ngejawabnya.''


Tidak ada percakapan lagi di antara doni dan rii. sejak ucapan terakhir doni di balas cuek oleh rii.


***


Peter masih mengejar rii yang baru saja selesai dengan kelasnya. ia berusaha untuk memberitahu rii jika apa yang dia lihat tidak nyata.


''Rii tunggu aku. hei... jelaskan kepadaku aku salah apa kepadamu?''


Peter masih terus berusaha mengejar rii dan meminta kejelasan dengan sikap rii yang mengabaikannya.


''Rii tolong jelaskan kepadaku.''


Rii akhirnya berhenti tepat di taman di mana rii melihat kelakuan jahat mereka. ia berbalik dan menatap peter dengan perasaan kesal dan kecewanya.


''Hei sayang kamu kenapa?''


Sambil mengelus lembut pipi rii. Dan rii menepis tangan Peter.


''Jangan memanggilku sayang. apa yang sedang kamu lakukan kepada selena waktu di taman ini.''


''Aku tidak melakukan apa apa sayang.''


Peter mengelak padahal ia memang sengaja membuatnya.


''Jangan berbohong kepada ku. cepat katakan apa yang kamu lakukan dengan selena.'' Suara rii meninggi.


Peter menelan ludahnya dengan susah payah. kemarahan rii membuatnya sedikit takut.


''Sayang.. tolong dengarkan aku. aku tidak melakukan apa apa.''


''Ck.. baiklah Peter. jika kamu tidak ingin berkata jujur sebaiknya kita akhiri hubungan kita sampai di sini.''


Perkataan rii membuat Peter terkejut. ia tidak menyangka jika rii akan sejauh ini.


''Kenapa kamu mau saja di peluk olehnya. apa kamu tahu, kamu dan dia sudah bukan sepasang kekasih. bahkan aku sendiri tidak berani memelukmu.''


''Aku tidak tahu sayang tiba tiba saja selena memelukku, aku ingin melepaskannya namun dia malah menahan ku dan mengatakan sekali ini saja.''


''Kamu memang bajingan Peter aku benci melihatmu.''


Rii meninggalkan Peter namun sekuat tenaga Peter melarang rii untuk pergi. dan Peter akhirnya memeluk rii yang sedang di landa cemburu.


''Maafkan aku sayang. aku tidak berniat melakukan itu semua. namun di sisi lain aku merasa tidak tenang saat tahu kamu tidak bisa merasa cemburu.''


''Apa maksud mu peter?''


Peter melepas pelukannya dan menuntun rii untuk duduk di kursi sebelah mereka.


''Aku minta maaf sayang. kejadian kemarin adalah, ulah aku sendiri. aku meminta bantuan selena agar membuatmu cemburu denganku.''


''APA. kamu memang benar benar keterlaluan Peter. aku benci kamu.''


''Maafkan aku sayang. kelakuanku memang tidak baik. apa kamu sangat kecewa kepadaku?''


''Ya.. bahkan aku tidak henti hentinya menangis semalam. Celine, Rose dan juga Stefanie berusaha untuk menenangkan ku. tetapi aku tidak bisa menahannya. di sini, di hatiku begitu sangat sakit dan sesak.''


Peter tersenyum. ia tidak tahu jika rii akan menangis semalaman.


''Apa kamu menertawakan ku?''


''Tidak sayang. kamu hanya lucu.''


''Kamu mengira ini lucu. aku memang tidak pernah merasa cemburu. tetapi bukan berarti kamu harus tersenyum saat melihatku cemburu kepadamu. aku bahkan tidak bisa menyangka jika aku akhirnya bisa merasa cemburu.''


''Sini biar aku peluk lagi. maafkan aku sayang, aku benar benar salah melakukan ini semua.''


''Kamu memang salah. apa kamu meragukan perasaanku?''


Peter melepas kembali pelukannya.


''Tidak. aku tidak meragukan mu rii.''


''Jika kamu tidak meragukan ku, kenapa kamu harus melakukan ini semua?''


''Maafkan aku rii. aku cenderung merasa khawatir jika kamu tidak merasa cemburu sama sekali denganku.''


''Jadi itu artinya kamu meragukan ku Peter.''


''Rii... jangan marah. tolong maafkan aku. aku janji tidak akan melakukannya lagi.''


''Kamu mengatakan hal yang seperti ini, karena kamu sudah berhasil membuatku cemburu.''


''Maaf sayang.''


Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Peter.


''Apa kamu tahu. ternyata menahan cemburu itu tidak mudah. aku berusaha untuk menepis semuanya, namun bayang bayang perbuatan mu semakin menghantuiku. bahkan ketika semua terlintas, air mataku langsung saja terjatuh dari tempatnya. Sangat menyakitkan.''

__ADS_1


''Aku hanya bisa meminta maaf rii. tolong maafkan aku.''


''Baiklah Peter. aku memaafkan mu, tetapi kamu tidak boleh melakukan perbuatan itu lagi dengan sengaja.''


''Terima kasih sayang. aku janji.''


Mereka akhirnya kembali membaik. Peter merasa sangat kapok jika harus melakukan itu lagi. marahnya rii benar benar di luar dugaannya. bahkan mereka hampir berpisah.


Lisa baru saja merasa sangat senang melihat hubungan rii dan Peter sedikit renggang. namun saat melihatnya di taman, lisa kembali menciut.


''Apa ini. rii dan Peter sudah baikan.''


Lisa meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kesalnya.


***


''Apa hubungan kalian sudah membaik?''


''Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu jimin.''


''Mm.. katakanlah rii.''


''Apa kamu juga turut ikut serta mengerjai ku dan membantu Peter?''


''Ah... aku tidak akan melakukan itu semua jika bukan Peter yang memintaku dan memaksaku rii.''


Rii kembali menatap tajam ke arah Peter.


''Aku janji tidak akan melakukan itu lagi rii. kamu tahu kan aku sudah berjanji untuk yang ke 2 kalinya.''


Lisa menelpon doni untuk melanjutkan rencananya. mereka akhirnya bertemu di restoran dekat kampus lisa.


''Ada apa lis?''


''Doni. lo masih suka kan ama rii?''


''Tentu saja emang kenapa?''


''Apa kamu tidak ingin merebut rii dari Peter?''


''Ga ah... gue liat rii sayang banget ama Peter. dan gue juga ga mungkin merusak kebahagiaan rii walaupun gue suka ama dia.''


''Don. lo gila, apa lo mau ngorbanin perasaan lo begitu saja?''


''Mau gimana lagi lis. rii ga suka ama gue. dan gue ga bisa maksa rii buat suka ama gue.''


''Terserah lo aja de. lo emang pengecut ya.''


''Maksud lo apa ngatain gue. jangan bilang lo punya maksud lain. apa jangan jangan lo, suka ama peter?''


''Iya.. emang kenapa?''


''Wah... parah lo lis, lo mau hancurin hubungan rii demi kebahagiaan lo sendiri. licik lo.''


''Kenapa? gue ga salah. dari awal gue yang harusnya berada di posisi rii. karena dari awal, gue yang suka duluan ama Peter.''


''Tapi ga gini juga caranya lis, lo rela hancurin pertemanan lo hanya karena lo suka sama 1 cowok.''


''Gue ga peduli. rii cuma teman biasa gue yang gue temui di Amerika. hubungan kita tidak terlalu dekat. jadi buat apa juga gue menganggap dia teman jika cowok yang gue suka. di rebut oleh dia.''


''Gue ga habis pikir dengan otak lo. bye gue pergi dulu.''


Lisa kesal dengan sikap doni. bahkan lisa sudah menganggap bahwa dengan adanya doni, hubungan rii akan retak dan Peter bisa menjadi miliknya. namun lisa ternyata salah, doni benar benar tidak masuk dalam ekspektasinya.


Sepulang lisa dari restoran tersebut. ia tidak sengaja melihat Peter yang tengah sendiri di area parkiran kampus. lisa memberanikan diri untuk mendekati peter.


''Hei Peter.''


''Oh hai.''


''Kamu sedang apa?''


''Aku sedang menunggu rii. kenapa?''


''Maaf tapi sebelumnya aku melihat rii sedang bersama dengan doni.''


''Apa kamu bercanda. rii sedang ke asrama sebentar dan dia akan segera kembali.''


''Aku melihatnya dengan jelas Peter. dan maaf, sebelumnya aku ingin memberitahumu sesuatu.''


''Cepat katakan.''


''Sebenarnya, rii dan doni adalah mantan sepasang kekasih. jadi tidak heran jika rii menemuinya sekarang. dan dari info yang aku dapat, doni hari ini akan pulang ke Indonesia. mungkin rii menemuinya untuk mengucapakan selamat tinggal.''


Wajah Peter memerah ia mengepalkan tangannya api cemburu telah berhasil menguasai dirinya. Peter akhirnya meninggalkan lisa begitu saja.


Rii keluar ke supermarket terdekat untuk membeli pembalut. namun sayangnya uangnya tidak cukup, akhirnya rii memutuskan kembali dari supermarket tersebut dan menemui Peter yang sedang menunggunya.


''Peter kamu mau kemana?''


''Apa ini cara kamu membalas ku rii?''


''Apa maksud kamu Peter?''


''Jangan mengelak rii. kenapa kamu harus berbohong kepadaku?'' Suara Peter meninggi.


Rii merasa sakit saat Peter membentaknya. bahkan mata rii sudah berkaca kaca.


''Aku tidak tahu apa maksudmu Peter.''


''Aku tahu rii. aku salah, dan kenapa kamu harus membohongi ku. kenapa rii.''


''Aku tidak mengerti Peter.''


''Aku kecewa denganmu rii. ternyata kamu...''


Peter tidak melanjutkan ucapannya. ia memilih meninggalkan rii sendiri. dan rii masih bingung dengan sikap Peter barusan. rasanya hati rii sangat sakit di bentak oleh Peter barusan.


***


**Oke guys Semoga kalian suka.


Jangan lupa untuk like komen and share ya.

__ADS_1


See u bye 🤗🥰🥰**


__ADS_2