
*Happy Reading Guys*
.
.
.
.
Peter yang pergi meninggalkan rii begitu saja. ia di selimuti dengan perasaan emosi Dan cemburu. Peter meninggalkan rii begitu saja karena ia takut, ia akan melukai rii dengan ucapan yang akan ia lontarkan.
Sedang rii terlihat masih melihat punggung Peter yang sedikit demi sedikit hilang dari pandangannya. rii sama sekali tidak mengetahui kesalahan apa yang telah ia lakukan sehingga peter mengatakan ia seorang pembohong. padahal sebelumnya ia dan peter baik baik saja dan nampak terlihat senang satu sama lain.
Peter berulang kali melihat layar ponselnya, berharap ia mendapat telpon atau pesan dari rii. namun sialnya ponselnya sama sekali tidak memiliki tanda tanda kehadiran nama rii di sana.
Peter kemudian membanting ponsel tersebut. ia menambah kecepatan mobilnya dengan perasaan yang tidak baik. Awalnya rii ingin menghubungi Peter, namun ia urungkan sebab rii mulai mengira jika ia menghubungi peter, mungkin ia tidak akan mau mengangkatnya.
Akhirnya rii kembali ke asrama. ia masih memikirkan tentang peter yang tiba tiba marah kepadanya. namun ia sebisa mungkin menepisnya, rii berpikir mungkin besok peter akan kembali terlihat baik baik saja dan mengajaknya berkencan lagi.
Dugaan rii ternyata salah. peter nampak masih menghiraukannya. bahkan saat di kantin mereka bertemu namun peter memilih meja lain bersama dengan jimin. hal tersebut membuat beberapa orang di kantin bertanya tanya.
Rii sesekali pasti akan menengok ke arah peter yang berada di belakang mejanya. begitu juga dengan peter, ia akan melihat punggung rii tepat dihadapannya.
''Rii kamu sama peter kenapa?''
''Aku tidak tahu Celine. kemarin saat kami hendak makan, aku pergi ke supermarket untuk membeli pembalut. karena pembalut aku sedikit lagi akan habis. dan saat aku kembali dari supermarket tersebut. dia tiba tiba saja Peter datang dan dia menatapku tajam, ia menuduhku berbohong.''
''Kenapa? apa sebelumnya kamu menyembunyikan sesuatu kepadanya?''
''Tidak celine. aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun darinya. aku bahkan tidak tahu dengan maksud ucapan dia kemarin.''
''Apa kamu sudah mencoba menjelaskannya?''
''Kemarin aku sempat ingin menelponnya. namun aku mulai berpikir bahwa dia tidak akan mau mengangkatnya.''
''Baiklah, kamu bisa mencoba menanyakan perihal tentang kemarahan peter nanti saja setelah kita selesai makan. aku, Stefanie dan Rose akan membantumu.''
''Benarkah? Terima kasih..''
''Haha kamu santai saja rii. kami akan selalu mendukungmu.''
Setelah mereka selesai makan. rii menunggu peter di depan kantin. ia ingin meminta kejelasan dengan semua ucapan peter yang ia katakan kemarin.
''Peter..''
Namun Peter menghiraukan ucapan rii. ia berjalan tanpa melihat rii sama sekali. rii kemudian mengejar Peter.
''Peter tunggu...''
''Hei kawan, apa kamu dan sedang bertengkar.?''
''Kamu jangan banyak tanya jimin.''
''Tidak. tapi lihat rii, kasihani dia sedikit saja peter.''
''Aku bilang diam jimin!''
Peter membentak jimin dan mereka berhenti dari langkahnya. rii yang kewalahan mengejar Peter kini berdiri tepat di samping mereka berdua.
Rii menelan salivanya. ia sedikit takut berbicara kepada Peter yang baru saja memarahi jimin.
''Kenapa?'' ketus Peter.
''Pe.. Peter..''
''Baiklah aku pergi dulu.''
Jimin meninggal mereka berdua.
''Peter.'' ucap rii sedikit ketakutan.
''Mmm....''
''Boleh kita berbicara di taman saja. aku sedikit risih di lihat oleh beberapa orang.''
Peter tidak merespon ucapan rii. namun saat rii bergerak melangkah ke arah taman, Peter juga ikut di belakangnya. Mereka telah tiba di taman.
''Peter..''
''Cepat katakan.''
Rii sedikit ketakutan dengan sikap peter saat ini.
''Aku.. aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.''
''Apa?''
''Sebenarnya aku tidak mengerti dengan maksud ucapanmu kemarin.''
Peter yang semula memalingkan wajahnya kini berubah dan menatap ke arah rii.
''Apa kamu sedang mengelaknya?''
''Peter. aku tidak mengerti dengan ucapanmu.''
''Aku pikir kamu adalah wanita baik dan polos. tetapi aku salah mengiramu rii. kamu itu pembohong.''
''Peter jaga mulutmu itu.''
''Kenapa? apa kamu tidak suka. kamu memang pembohong rii. kamu mengaku seolah olah tidak pernah mengalami fase berpacaran kepada siapapun. omong kosong.''
Rii mengerutkan keningnya. ia semakin tidak mengerti dengan ucapan Peter barusan.
''Apa maksud semua ini Peter. siapa yang pembohong?aku benar benar tidak mengerti dengan ucapan kamu barusan. aku memang tidak pernah berpacaran kepada siapapun selain kamu.''
''Kamu memang pandai berbohong rii. aku tahu semuanya, kemarin kamu bertemu dengan mantan pacar kamu yang waktu itu kamu bilang kepadaku, jika dia adalah temanmu.''
''Apa? kamu gila Peter. aku tidak bertemu dengan doni kemarin. bahkan kami juga tidak memiliki hubungan apa apa. aku dan dia cuman berteman.''
''Ayo rii... teruskan saja. kamu lanjutkan sandiwaramu yang terlihat lugu ini.''
''Peter apa kamu tidak percaya kepadaku?''
''Iya.. aku tidak percaya kepadamu. kenapa rii, kenapa kamu harus berbohong. kenapa kamu tidak jujur kepadaku?''
''Kamu salah Peter. aku sama sekali tidak pernah berbohong kepadamu.''
''Bohong! hentikan semua kebohonganmu itu rii. apa kamu pikir aku akan memaafkanmu?''
''Terserah kamu saja Peter. aku lelah, jika kamu sama sekali tidak percaya kepadaku. yasudah, kita hentikan saja hubungan ini. dari yang aku baca di artikel. jika salah satu pasangan tidak mempercayai mu lebih baik hubungan itu di akhiri saja.''
Peter diam membisu. kata kata rii membuat dadanya terasa sesak. kini mereka berdua memandang satu sama lain. sampai pada akhirnya, rii memutuskan kontak matanya duluan dan meninggalkan Peter.
Iisa yang semula melihat rii dan Peter sedang berada di taman. ia mendekat untuk mendengar apa yang sedang mereka perbincangkan. Lisa menyimak semuanya.
''Akhirnya mereka putus juga. tidak sia sia rumor palsu itu ku katakan kepada Peter.''
***
Peter membanting pintu mobilnya keras. kini ia menuju ke suatu bar terdekat. ia ingin melampiaskan semua kekesalannya.
__ADS_1
''Aku pesan satu minuman dengan kadar alkohol yang begitu banyak.''
''Baik tuan.''
Jimin yang kala itu sedang ingin bermain ke rumah kenalannya tidak sengaja ia melihat mobil Peter yang sedang berada di sebuah bar. baru saja jimin melewati bar tersebut. akhirnya ia memutar balik mobilnya dan memastikan bahwa si pemilik mobil itu memang Peter.
''Benar ini DD mobil Peter. sedang apa dia kemari?'' batin jimin.
Jimin kemudian masuk ke dalam bar tersebut. ia mencari keberadaan Peter. ia kemudian melihat Peter yang sedang berada di sebuah sofa besar dengan di kelilingi banyak wanita penghibur.
''Apa dia sedang gila.''
Jimin segera menghampirinya.
''Permisi, ini temanku. kalian bisa pergi.''
Wanita penghibur itu kemudian pergi.
''Hei Peter sadarlah.'' jimin menepuk nepuk pipi Peter.
''Ah.. jimin kamu sedang apa kemari?''
''Hei Peter sadarlah. kamu kenapa bisa berasa di sini ada apa ini?''
''Haha.. aku sedang minum kawan.''
''Tidak biasanya kamu seperti ini. bahkan terakhir kali kamu kesini saat selana menghianati mu.''
''Aku baik baik saja kawan. ayo kita minum bersama sama, aku hanya rindu suasana seperti ini.''
Sambil meneguk segelas kaca berisi wiski. jimin segera mengambil kaca tersebut dan melemparnya.
''Hei kawan, kenapa kamu melemparnya. apa kamu tahu aku pasti akan membayar lebih karena kamu sudah memecahkan gelas pemilik bar ini.''
''Sudah. ayo kita keluar dari tempat ini, aku yang akan mengganti biaya kerugian gelas yang aku pecahkan.''
''Aku tidak mau jimin. aku masih mau di sini.''
Jimin akhirnya memilih untuk memukul wajah Peter. ia geram dengan tingkah Peter kali ini.
''Apa kamu baru saja memukulku. haha lakukan, lakukan sekali lagi kawan. lebih baik aku mati saja, aku sudah tidak ada gunanya lagi hidup. aku lelah jimin aku lelah.''
Jimin menatap ibah kepada sahabatnya ini. ia tidak tahu masalah apa lagi yang ia hadapi. kini jimin mulai mengangkat tubuh kekar Peter. jimin bahkan sedikit kewalahan karena berat badan Peter memang cukup berat.
Jimin kemudian membawa Peter ke apartemannya. sedang mobil Peter yang tertinggal, kini sedang di urus oleh seseorang agar membawanya ke apartemen milik Peter.
Jimin membaringkan Peter yang sudah terlelap tidur. ia begitu banyak minum.
''Berapa botol yang ia habisi, kenapa baunya sangat menyengat.''
Jimin mengumpat sembari membuka sepatu dan kaos kaki milik Peter. tidak lupa juga, ia membuka pakaian milik Peter dan menggantinya dengan baju kaos.
Jimin akhirnya membatalkan kunjungan kerumah temannya. ia harus menginap di apartemen milik Peter agar jimin bisa mengetahui sebab dari mabuk yang di alami oleh Peter.
Peter telah bangun dari tidurnya. kepalanya masih terasa sangat berat dan pusing. ia melihat ke sekeliling dan ia baru sadar bahwa ia sedang berada di kamar miliknya.
Peter kemudian melihat ke sisi kirinya, tepat di sampingnya ada jimin yang masih terlelap dengan tidurnya.
''Jimin? kenapa dia bisa ada di sini.''
Peter berusaha untuk mengingat kejadian kemarin. ia akhirnya mengingat sedikit sesuatu, ia mengingat saat jimin memukulnya. dan setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi.
Peter segera bangkit dari tempat tidurnya namun tiba tiba ia dikagetkan dengan suara serak jimin kas tidurnya.
''Kamu mau kemana lagi ha?''
''Oh. kamu sudah bangun, aku mau mandi, kepalaku terasa sangat berat.''
''Baiklah.''
''Aku ingin mengetahui sebab sehingga kamu bisa berada di bar tersebut dan mabuk sampai tidak sadarkan diri?''
''Kamu bicara apa jimin. aku hanya ingin minum sedikit, tetapi minuman itu terasa sangat nikmat di tenggorokan ku. jadi aku memesan banyak dan meminumnya.''
''Jangan membohongi ku kawan. cepat katakan kamu punya masalah apa?''
''Mm... rii memutuskan hubungan kita.''
''Apa? kenapa tiba tiba.''
''Kami berdebat saat kamu meninggalkan kami berdua. dia tidak mau mengakuinya, dan dia bertanya kepadaku apakah aku mempercayainya atau tidak. tetapi aku menjawab tidak. dan akhirnya rii memutuskan hubungan ini.''
''Aku ingin tahu, sebenarnya apa masalah seriusnya sampai kamu tidak bisa mempercaiyai rii?''
''Lisa memberitahuku saat itu jika rii sedang bertemu dengan mantan kekasihnya. padahal rii mengatakan jika ia tidak pernah berpacaran sebelumnya. dan aku adalah orang pertama. tetapi rii memilih mempertahankan kebohongannya.''
''Baiklah. tetapi apa kamu memberitahu rii jika kamu mendapatkan suatu kabar jika lisa yang memberitahumu tentang kebohongan rii?''
''Tidak jimin. aku sama sekali tidak memberitahunya.''
''Sebaiknya kamu hubungi rii terlebih dahulu. kamu minta secara baik baik tentang penjelasan di masa lalunya. mungkin saja rii terlihat ketakutan dan membuatnya tidak mau mengakuinya.''
''Percuma saja jimin. rii pasti tidak akan mau menemuiku lagi. dan aku tidak bisa jika harus mendapat jawaban yang tidak benar lagi darinya.''
''Hei kawan. lihat aku, aku yakin apa yang dikatakan oleh rii itu benar. dan yang aku takutkan, lisa hanya membohongimu.''
''Tidak jimin. bahkan lisa sangat tahu keadaan rii dari teman teman rii yang lain. dan lisa juga berteman dengan mantan kekasih rii jadi lisa tidak mungkin berbohong.''
''Haha Peter.. apa otak cerdas mu ini tidak berfungsi lagi. kamu bahkan lebih memilih percaya kepada orang lain ketimbang dengan pacar kamu sendiri. pantas saja rii memutuskanmu. dan apabila aku yang berada di posisi rii. mungkin aku akan mengambil keputusan yang sama.''
''Ah... aku harus bagaimana jimin.?''
''Cepat telpon rii dan ajak dia bertemu. kamu minta dia untuk menjelaskannya secara baik baik. agar kamu bisa mengetahui yang sebenarnya. dan apabila kenyataan memang seperti itu. kamu harus memaafkannya dan kembali memulai hubungan kalian.''
''Aku tidak mau jimin.''
''Yasudah terserah kamu saja, aku pergi dulu.''
Jimin kemudian kembali lagi kehadapan Peter saat ia hendak membuka handle pintu.
''Pikirkan baik baik. firasatku mengatakan jika kamu sedang termakan omong kosong lisa.''
Jimin akhirnya meninggalkan Peter sendirian. Setelah Peter memikirkan apa yang diucapkan oleh jimin. ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi rii.
*(Halo)
*Halo rii. maaf jika aku menganggu waktumu.*
*(Cepat apa yang ingin kamu katakan.)*
*Rii.. aku ingin bertemu denganmu besok di taman.*
*(Baiklah.)
Sambungan telpon terputus. rii mematikan panggilan Peter setelah menjawab ucapan Peter.
''Siapa rii?'' tanya Rose.
''Peter.''
''Apa dia mengajakmu bertemu?''
__ADS_1
''Mm...''
Mereka berdua telah berada di taman yang sama saat rii memutuskan hubungannya. mereka nampak diam diam, bahkan Peter sedikit gerogi saat hendak meminta kejelasan itu lagi.
''Rii...''
''Mm..''
''Aku minta maaf, tetapi aku ingin memperbaiki hubungan kita. aku akan menerima kenyataannya jika kamu mau berkata jujur untuk kali ini.''
''Apa. apa yang kamu inginkan dariku?''
''Aku hanya ingin memulainya lagi. tetapi aku mohon rii kamu harus jujur, sebab aku tidak mau dalam hubungan kita aku maupun kamu menutupi sesuatu.''
''Apa kamu masih kurang percaya kepadaku. aku benar benar tidak berbohong Peter. kamu dan aku adalah sepasang kekasih. dan kamu adalah pacar dan cinta pertamaku. aku berkata dengan jujur.''
''Tetapi lisa mengatakan jika teman yang kamu maksud itu adalah mantan kekasihmu. dia memberitahu ku saat kita hendak keluar waktu itu.''
''Apa? lisa?''
''Iya.. dia yang telah memberitahu ku, dan aku percaya sebab dia adalah temanmu yang paling tahu tentang kisah hidupmu.''
Rii membisu, ia tidak percaya jika lisa tega melakukan ini semua. ia mengarang sebuah cerita, padahal dia tahu dengan jelas bahwa rii sama sekali tidak pernah memiliki hubungan apapun kepada lelaki manapun itu.
''Hei rii kamu kenapa?''
''Ah.. tidak.. apa benar lisa yang mengatakan itu semua?''
''Mm.. dia yang telah memberitahuku rii.''
''Peter sekarang aku memberimu pilihan, kamu percaya kepada lisa apa aku?''
Peter menatap mata rii dengan intens. ia melihat jika di mata rii tidak terdapat kebohongan sama sekali.
''Aku percaya kepadamu rii.''
''Terima kasih Peter. jujur aku sangat terpukul saat mengetahui jika lisa yang sudah memberitahumu suatu kebohongan. aku tidak habis pikir kepadanya.''
''Maafkan aku yang tidak mempercayai mu rii. seharusnya aku lebih memilih percaya kepadamu ketimbang dengan lisa yang sudah berani mencelakaimu.''
''Maksud kamu apa peter?''
''Kita duduk dulu. sebenarnya di balik kecelakaan yang menimpamu waktu itu adalah ulah lisa.''
''Ini tidak benar kan Peter. bagaimana bisa lisa melakukan itu semua.''
''Aku juga tidak tahu apa yang telah lisa lakukan. tetapi setau aku jimin mengatakan jika waktu itu, selena sempat menelpon jimin jika lisa akan melakukan suatu hal kepadamu. jimin akhirnya menyewa beberapa orang untuk mengawasi gerak gerik lisa. dan saat waktu itu tiba, lisa mungkin sengaja melintasi jalanan tanpa melihat dahulu. aku dan jimin tidak mengetahui kejadian pastinya seperti apa. tetapi lisa memang sudah merencanakan ini semua. bahkan jimin sempat mendengar dan merekam ucapan lisa kepada selena waktu kamu sedang kritis.''
''Apa rekaman itu masih ada?''
''Iya tunggu aku akan mencari di ponselku dulu.''
Peter mencari rekaman file vidio lisa dan selena waktu itu.
''Ini dia.''
Peter memberikan ponsel miliknya kepada rii. akhirnya rii melihat semuanya. ia syok saat tahu lisa benar benar telah merencakannya.
''Kenapa lisa bisa sejahat itu sama aku. apa aku pernah melakukan suatu kesalahan kepadanya. bahkan saat kami masih jadi mahasiswa baru disini, dia adalah satu satunya orang yang perduli kepadaku.''
Peter memeluk rii
''Kamu tidak salah apa apa rii. kamu tahu, lisa sudah salah besar jika harus meninggalkan seorang rii yang begitu baik.''
''Aku harus bertemu dengan lisa.''
''Baiklah rii. aku akan menemanimu.''
Mereka berdua kini telah mencari letak keberadaan lisa. namun lisa tidak ada di kampus ini.
''Bagaimana rii apa kamu menemukan lisa?''
''Tidak Peter, aku akan menemuinya di asrama. mungkin lisa sedang berada di kamarnya saat ini.''
''Kalau begitu aku ikut denganmu.''
''Apa boleh kamu masuk ke dalam asrama?''
''Tentu saja rii. bahkan saat itu, aku melihatmu sedang menangis di balkon saat dini hari.''
''Apa kamu serius, sedang apa kamu di pagi hari berada di asrama?''
''Sebenarnya papaku adalah investor dari kampus ini. dan aku sempat tinggal di asrama ini juga saat aku masuk ke kampus ini. jadi tidak heran aku bisa masuk ke asrama ini, lagi pula kamar aku masih kosong dan tidak ada seorangpun yang berani menempatinya.''
''Kenapa begitu?''
''Kata dekan pengurus asrama kamar aku akan di tempati oleh orang lain jika aku sudah lulus dari kampus ini.''
''Ayo kalau begitu kita temui lisa.''
Kini rii berdiri tepat di depan pintu asrama lisa. tangan kanan rii sedang mengetuk pintu kamar lisa. dan orang yang sedang rii cari telah berada di balik pintu kamar asramanya.
''Hei rii, ada apa?''
''Apa lisa sedang akting?'' batin rii.
''Boleh berbicara kepadamu sebentar saja?''
''Tentu rii. apa kita bicara di dalam saja?''
''Apa kamu sendirian?''
''Mm.. teman temanku masih diluar.''
''Baiklah.''
''Duduk rii. Peter. ''
''Apa kamu sangat membenciku?''
''Ah.. maksud kamu apa rii?''
Air mata rii kini telah jatuh dari tempatnya.
''Apa aku tidak ada nilainya di matamu? kenapa kamu tega melakukan ini semua kepadaku lisa.''
Lisa terkejut dengan ucapan rii barusan. lisa merasakan sesuatu.
''Apa maksud mu rii aku tidak mengerti.''
''Jangan berbohong lagi, aku muak melihat akting busukmu itu! ''
Mata lisa membulat melihat rii yang meninggikan suaranya. lisa kemudian menyadari jika rii mungkin sudah mengetahui yang sebenarnya.
***
***Halo guys maaf baru update, beberapa hari ini author lagi sibuk banget.
Gimana ni guys untuk part ini. jangan lupa like and komen ya. maaf juga nih, kalau author masih suka typo***.
**See u guys 🤗🥰🥰
__ADS_1
Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.😇**