Hei Rii

Hei Rii
Episode 12


__ADS_3

Sorry guys baru update lagi...


*Happy Reading*


.


.


.


.


Setelah rii resmi menjadi asisten jimin. rii berjalan menuju asrama. rii terlihat sangat lesu, ia tidak habis pikir bagaimana bisa ia menjadi seorang asisten padahal untuk menganti biaya ganti ruginya, rii bahkan tidak kewalahan meskipun harus dengan mencicilnya. setidaknya rii bertanggung jawab. rii semakin mempercepat langkahnya menuju asrama. sesampainya ia di pintu kamar rii membuka pintu ceklek, sudah terdapat lisa di hadapannya.


''Astaga...''


Lisa terkejut melihat rii yang tiba tiba berada di hadapannya. padahal ia baru saja akan keluar.


''Rii... rii... untung jantung gue masih aman.''


Ucap lisa yang memegang dadanya. sedang rii hanya berlalu dari hadapan lisa dan tidak memperdulikan perkataan lisa. rii cukup frustasi, baru saja masalah dengan seniornya selesai, ia kena masalah baru lagi. rii merebahkan tubuhnya dan menutup matanya dengan pergelangan tangannya.


Rii tiba tiba saja menangis. betapa berat hidupnya tinggal di negeri orang tanpa dampingan kedua orang tuanya. sedang lisa yang baru saja ingin keluar, tiba tiba menatap rii dengan heran, lisa penasaran dengan sikap rii. baru kali ini rii tidak menyapanya akhirnya lisa memutar balik arah menuju ke tempat rii, lisa perlahan duduk di samping rii. lisa belum bersuara ia masih fokus melihat keadaan rii yang nampak begitu banyak beban, sesekali lisa menghapus air mata rii yang terjatuh.


''Rii... lo kenapa?''


Rii masih saja diam dan tidak merespon ucapan lisa.


''Rii... kalau lo punya masalah, lo cerita ke gue jangan pendem sendiri. disini lo sendiri jadi lo harus bisa menceritakan semua masalah yang lo hadapin. gue disini akan dengerin semua curhatan hati lo dan sebisa mungkin gue juga akan bantu lo rii.''


Ucap lisa menyakinkan. rii yang mendengar ucapan lisa perlahan membuka pergelangan tangannya yang menutupi bagian matanya ia mulai menatap lisa, sebenarnya sikap dingin rii hanya berlaku untuk luarnya saja, sedangkan dari dalam dirinya terdapat sisi kehangatan yang begitu banyak. rii juga tidak mau ditakdirkan mempunyai wajah yang dingin, padahal sebenarnya ia sangat rapuh dan manja.


Namun karena rii adalah orang yang tidak mampu dan selalu dipandang sebelah mata oleh teman temannya, hal itu mengakibatkan ia mulai bersikap dingin kesemua orang, ia sudah terbiasa dengan kesendirian, jika ia memiliki masalah orang pertama yang mengetahui keadaan rii ialah ibunya. ia akan menceritakan tentang masalah yang ia hadapi. tetapi kali ini seorang ibu yang selalu menjadi tempat curhatan hatinya berada sangat jauh dari dirinya. perlahan rii duduk dan menghapus air matanya. lisa yang melihat rii rasanya ingin memeluk rii.


''Gue ketakutan lisa.''


Ucap rii sambil menundukkan kepalanya.


''Kenapa rii, apa orang orang tadi mengusik mu?''


Tangisan rii tiba tiba saja pecah, untung saja mereka hanya berdua didalam kamar.


''Gu.. gue, sangat takut lis.''


Lisa yang melihat rii nampak sangat ketakutan kini memeluk rii.


''Oke kalau lo gakbisa cerita sekarang lo mendingan nangis aja di pelukan gue rii, lo yang tenang ada gue disisi lo.''


Rii cuma mengangguk dan mengeratkan pelukannya kepada lisa. Setelah perasaan rii sudah membaik dari sebelumnya rii akhirnya mulai menceritakan permasalahan hatinya.


''Jadi gini lis, gue sebenarnya masih takut. gue takut kalau ke dua lelaki itu akan memperbudak ku. gue takut orang orang itu akan berbuat jahat ke gue lis. dipikiran gue, gue takut kalo mereka ngebully gue habis habisan setelah gue jadi asisten mereka. lo pernah kan liat film yang isinya tentang pembullyan. gue takut nasib gue bakalan sama.''


Lisa menghela napasnya.


''Lo tenang aja rii, sebisa mungkin gue akan ngebantu lo, gue bakal pastiin kalo lo ga bakal jadi bahan bullyan mereka.''


Ucap lisa dengan perasaan yang yakin. tiba tiba saja dering handphone rii berbunyi. rii melihat handphonenya dan mengerutkan alisnya, rii langsung saja menekan tombol slide.


''Haloo.''


Ucap rii yang gugup.


(''Hallo rii.'')


Ucap jimin dari seberang telpon. rii membulatkan matanya sedang lisa yang melihat wajah rii yang begitu panik nampak bingung.


''A.. anda siapa?''


Ucap rii yang terbata bata.


(''Ayolah rii, kita baru beberapa jam bertemu dan kamu melupakan aku.'')


''Ji.. jimin?''


(''Betul, oh ya apa aku boleh bertemu denganmu?'')


''A.. aku rasa, aku kurang enak badan.''


(''Apa? kamu sakit? apa aku harus membawamu ke dokter.'')


''Tidak.. tidak usah jimin aku akan tidur sebentar dan itu akan membuatku merasa lebih baikan.''


Dan rii langsung saja menutup telponnya secara sepihak. sedang jimin yang menerima putusan telpon sepihak dari rii hanya tersenyum.


''Mungkin dia sedang menghindari ku kawan.''


Ucap jimin menatap peter.


''Jangan bermain main dengannya, dia hanya orang asing yang sedang ingin meluluskan kuliahnya di negara kita.''


Ucap peter dengan suara dominannya.


''Aku tidak bermain main dengannya kawan, aku hanya ingin mengenalnya lebih dekat, hanya itu saja.''


''Baiklah terserah kamu saja jimin.''

__ADS_1


sambil memutar bola matanya malas, sedangkan disisi lain rii yang baru saja menutup sambungan telpon dari jimin semakin merasa ketakutan.


''Rii.. lo ga apa apa kan emang yang nelpon lo siapa rii?''


Rii menatap lisa sangat dalam.


''Dia jimin, orang yang meminta ganti rugi itu.''


Lisa bisa merasakan ketakutan yang di alami oleh rii, akhirnya lisa mulai memeluk rii kembali.


''Lo mending tenangin perasaan lo sekarang, percaya sama gue, gue bakal bantu lo agar mereka tidak akan bertindak macam macam sama lo oke.''


Rii akhirnya tertidur setelah merasa tenang. lisa yang melihat kemalangan rii sangat kasian.


''Bagaimana mungkin lo udah tertimpa ujian saat lo masih baru di kampus ini rii.'' (batin lisa.)


Keesokan harinya rii dan lisa masuk kelas, materi mulai berlangsung. rii mulai memfokuskan pandangannya ke depan, tiba tiba saja ada sebuah notif dari handphonenya.


''Aku tunggu kamu di kantin kelas saat kamu selesai.''


Dan ternyata itu adalah notifikasi dari jimin. rii tidak membalas dan langsung mematikan handphonenya agar ia bisa fokus.


''Please rii lo harus fokus, singkirkan dia dari otakmu itu. lo harus fokus menata masa depan lo rii oke.'' (batin rii.)


Sedang jimin yang melihat pesannya hanya di baca oleh rii merasa tertantang.


''kamu belum selesai juga mengusik dia?''


Ucap peter disebelahnya. mereka berdua masih berada didalam mobil menuju kampus, kali ini kelas mereka kosong namun jimin yang ingin bertemu dengan rii memaksa peter untuk pergi ke kampus.


''Biar aku tekankan kawan, aku tidak mengusiknya, dia adalah asisten aku jadi aku berhak untuk itu.''


Mereka berdua terdiam dan sesampainya mereka di kampus jimin keluar duluan dan langsung menuju ke kantin, sedang peter masih stay didalam mobil sambil melihat jimin yang keluar begitu saja.


''Apa sekarang ia mulai melupakanku, kenapa dia sangat antusias bertemu dengan asistennya.'' gumam peter.


Setelah kelas rii selesai mood rii tiba tiba down, ia akan bertemu dengan jimin di kantin.


''Siapkan mental mu rii.'' (batin rii.)


Lamunan rii terhenti saat lisa bersuara.


''Rii yuk ke kantin gue laper banget nih.''


Rii cuman mengangguk, sedang jimin yang sedari tadi menunggu rii mulai jenuh, sesampainya lisa dan rii di kantin, rii mulai mencari keberadaan jimin, cukup lama ia mencari rii akhirnya menemukan meja yang ditempati oleh jimin.


''Oh ada temannya juga.''


''Ada temannya siapa rii.''


''Ah.. ga. ga ada apa apa kok, Mm.. lisa gue ke sana dulu ya.''


''Halo.''


''Kamu terlihat sangat cantik rii.''


Ucap jimin sambil menuntun rii untuk duduk disebelahnya.


'Aku sudah memesankan mu makanan.''


Sedang peter yang merasa diacuhkan oleh sahabatnya kesal.



''Ada orang disini, jangan mengacuhkan ku.''


Jimin tertawa


''Astaga aku lupa kawan, pesona rii mampu mengalihkan pandangan ku.''


Setelah jimin menyuruh rii untuk memakan hidangan yang berada di hadapannya, jimin kemudian memberitahu rii tentang peresmian menjadi seorang asistennya.


''Baiklah rii, mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi asistenku. setelah selesai makan kamu akan ikut ke apartemenku, rumahku sangat kotor dan kamu akan membersihkannya paham.''


Seketika rii tersedak mendengar perkataan jimin.


''uhuk.. uhuk..''


''Apa perkataan ku membuatmu tersedak rii?''


''Maafkan aku. ah.. tidak jimin, aku akan melakukannya.''


Setelah mereka selesai makan, mereka langsung menuju ke apartemen jimin, sebelumnya rii berpamitan kepada lisa, dan lisa memberitahu rii bahwa jika ia macam macam telpon aku dan aku akan memberitahu dekan secepatnya.


Mereka bertiga telah sampai di apartemen jimin, jantung rii berpacu sangat cepat, pikirannya mulai tak terkontrol, rii sejenak melihat keatas.


''Wah betapa mewahnya kawasan apartemen jimin.'' (batinnya.)


Jimin yang melihat rii bengong refleks memegang tangan rii dan membawanya menuju lift. rii melepaskan tangan jimin.


''Maaf.''


Ucap rii sambil menyingkirkan tangan jimin. jimin yang menerima penolakan dari rii merasa sedikit bersalah dan peter hanya diam melihat mereka berdua. tiba tiba saja lift berguncang, rii terhempas kearah peter dan peter mulai memeluk rii, tatapan mereka bertemu. rii yang merasa jantungnya akan copot segera melepaskan diri dari dekapan peter.


''Maafkan aku.'' ucap rii

__ADS_1


''Ada apa ini, kenapa tiba tiba liftnya berguncang.''


Ucap jimin. rii dan peter hanya terdiam rii berusaha menetralkan perasaan dan pikirannya. sesampainya mereka di ambang pintu apartemen jimin, jimin mulai menekan password dan ceklek pintu terbuka dan peter mulai masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. sedang rii masih mematung dan tidak berani untuk melangkahkan kakinya.


''Ayo rii masuk.''


Ucap jimin dan rii masih berada di depan pintu, jimin nampak heran dengan sikap rii yang begitu aneh.


''Kita tidak akan berbuat macam macam terhadap kamu rii, status kamu hanya sebagai asisten aku. kamu sibuk untuk membereskan sedang aku dan peter akan sibuk bermain game.''


Ucap jimin yang menyakinkan. setelah mendengar perkataan jimin, rii berdoa dalam hati untuk diberi keselamatan dari mereka, perlahan rii mulai melangkah tiba tiba saja peter menarik tangan rii dan berhasil membuat rii masuk kedalam apartemen jimin.


''Kenapa kamu sangat ketakutan, ingat kamu bukan selera kami.


Ucap peter dengan tatapan sinis. rii yang mendengar ucapan peter menelan salivanya.


''Ganteng si tapi galak. (batin rii.)


Rii mulai melakukan kegiatannya dan mereka berdua mulai asik memainkan permainan PlayStation mereka. jimin melirik kearah rii.


''Hei kawan apa kamu tidak merasa kalau rii sangat cantik.''


''Jangan berbicara sembarangan, fokus saja ke game kamu.''


Jimin tertawa. dan seketika jimin memiliki ide untuk memasangkan mereka berdua.


''Rii sangat cantik, aku pikir aku ingin menghabisinya.''


Ucap jimin sambil melirik ke arah peter, jimin mulai berjalan kearah rii dan memukul bokong rii, rii menjerit menerima perlakuan tidak senonoh jimin, rii ingin marah tiba tiba jimin berlari kearah kamar, sontak saja peter yang mendengar itu langsung menghampiri rii.


''Apa jimin yang menyakitimu?''


Rii yang melihat peter hanya terdiam. keduanya saling menatap cukup lama. rii mengangumi setiap inci ketampanan yang peter miliki, sedang peter mengangumi kecantikan yang rii miliki. peter terlebih dahulu memutuskan kontak mata dari rii mereka berdua saling salah tingkah. jimin yang baru saja keluar dari kamar menghampiri mereka.


''Maaf rii aku tidak sengaja.''


Ucap jimin yang nampak tidak merasa bersalah sama sekali. rii ingin marah dan menampar jimin, namun ia takut jimin akan melakukan hal yang tidak terduga.


Setelah kegiatan rii selesai, rii duduk diatas sofa. tiba tiba saja peter menarik tangan rii dan membawanya pergi dari tempat jimin. jimin yang melihat itu tersenyum, jimin sudah menduga bahwa peter tidak akan kuat melihat seorang perempuan tertindas. kelemahan peter telah jimin ketahui. sedang rii yang ditarik oleh peter terkejut. mereka telah berada didalam mobil peter, tanpa sepatah kata peter langsung menancapkan pedal gasnya. sesekali rii berbalik melihat peter, rii tersadar ia belum memakai seatbelt.


Rii mulai memasang namun sangat sulit, peter berbalik melihat kearah rii dan tiba tiba saja peter menghentikan mobilnya. peter langsung memasangkan seatbelt untuk rii tanpa berkata apapun. rii yang menerima bantuan dari peter langsung saja menutup mata, sedang peter yang sudah memasangkan seatbelt menatap rii sejenak dan mulai menancapkan gas kembali. rii tersadar mobil telah berjalan, perlahan ia membuka matanya dan mulai menatap luar jendela, rii sangat malu terhadap tingkahnya baru saja.


Bagaimana bisa ia berpikir bahwa peter akan menciumnya. dari mana ia mulai berpikir hal aneh itu.


''Apakah aku mulai tertarik dengan seorang pria. ah.. rasanya aneh, hanya melihat dengan pandangan pertama aku merasa sudah jatuh cinta.''


Rii merasa sangat konyol dengan pikirannya sendiri. rii mulai menepuk nepuk kepalanya di kaca pintu mobil. peter berbalik melihat tingkah rii.


''Apa kamu mau menjadi asisten aku juga jika kamu memecahkan kaca pintu mobilku.''


Rii tiba tiba berhenti, setelah mendengar perkataan peter.


''Maaf, aku minta maaf.''


Peter hanya terdiam. mereka akhirnya sampai, rii membuka seat beltnya


''Terima kasih telah mengantar saya.''


Dan rii keluar dari mobil. terdapat ada seseorang yang melihat peter sedang bersama wanita dari dalam mobil.


''Siapa dia, apa dia pacar baru peter.''


Selena baru saja akan pulang, tetapi ia melihat mobil peter yang datang, ia ingat bahwa ia belum memberi peter hadiah. selena buru buru keluar dari mobil dan ingin menghampiri peter, namun langkahnya terhenti saat seorang wanita keluar dari mobil peter.


Peter yang melihat selena dari arah jauh segera memutar balik mobilnya dan bergegas pergi. peter tidak ingin wanita iblis itu menghampirinya, sebab posisi selena saat ini nampak akan menghampirinya. selena yang melihat peter telah pergi merasa kesal.


''Sial...''


Pandangan selena kini fokus kearah wanita yang baru saja keluar dari mobil peter.


''Siapa wanita itu, apakah ia pacar peter, tetapi tidak mungkin, sejauh ini aku belum mendengar peter bisa membuka hati untuk wanita manapun.''


Saat selena ingin menghampiri wanita itu, jejak wanita itu sudah menghilang.


''Kemana perginya wanita itu, tunggu bukan ka ini kelas terakhir. apa yang dia lakukan di kampus ini.''


Selena mulai masuk ke mobilnya. selena kesal tidak dapat melihat wajah wanita itu dengan jelas.


''Apa yang dia lakukan di jam berakhirnya kelas ini. apa dia bukan seorang mahasiswa?''


Selena masih saja memikirkan wanita itu. timbul rasa ingin tahu, selena menghubungi ponsel jimin. namun jimin tidak mengangkat telpon dari selena.


''Oh Tuhan ada apa dengan jimin, kenapa ia tidak mengangkat telpon ku sama sekali, sialan.''


Selena melempar ponselnya ke jok belakang.


''Jika aku mengetahui siapa wanita itu, aku tidak akan membiarkan dia bersama dengan peter.'' (batin selena)


Selana mengepalkan tangannya disetir mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


*


***Nah, gimana ni guys. maaf ya guys kalo masih ada typo dll. maaf juga kalo tata bahasanya masih kurang bagus.


Jangan lupa untuk share ke teman kalian yahh

__ADS_1


karena support dari kalian bisa buat author jadi semangat ya....


Bye salam dari auhtor🤗🥰🥰***


__ADS_2