
**Happy Reading Guys**
.
.
.
.
.......
Setiba mereka didepan hotel, Peter tiba tiba melupakan kunci mobilnya yang ia taru diatas meja saat ia dan rii makan malam bersama.
''Tunggu aku sebentar, kunci mobil ada di atas.''
Akhirnya Peter meninggalkan rii sendiri didepan hotel tempat parkiran. tiba tiba saja selena datang menghampiri rii yang sedang ditinggal sendiri oleh Peter.
Plak. satu tamparan yang didapatkan rii oleh selena. rii langsung memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh selena.
''Ini adalah pelajaran karena kamu sudah berani malampaui batas.''
''Apa maksud kamu selena?''
''Kamu bilang, apa maksud aku. hei apa kamu lupa dengan perkataan mu waktu itu.''
Rii terdiam, ia masih ingat jelas. tetapi rii sama sekali tidak mempunyai daya apapun. rii sudah berusaha menghindari Peter sekuat yang ia bisa. namun naas Peter selalu saja berada disampingnya walaupun ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk menghindarinya.
''Kenapa. dasar wanita ******.''
Tangan selena hendak mendarat lagi ke pipi sebelah rii. namun tangan Peter sudah menahan pergelangan tangan selena.
''Jika kamu berani menyentuhnya. aku tidak akan segan segan mematahkan tulang tanganmu.''
Peter segera menghentakkan tangan selena.
''Aww,,, Peter apa kamu gila. kenapa kamu malah membela dia mati matian.''
''Ya.. aku memang gila, kenapa?''
Selena bungkam atas balasan yang dia dapat dari Peter. selena meninggalkan mereka berdua dengan perasaan yang membabi buta.
''Apa kamu baik baik saja?'' (bahasa Inggris)
''Mmm aku baik baik saja.'' (bahasa Inggris)
Peter sama sekali tidak melihat saat selena menampar rii. tetapi untung saja ia datang dengan cepat saat tamparan kedua hampir mendarat ke wajah rii.
Mereka berdua tengah berada didalam mobil. beberapa kilo lagi mereka akan sampai kegerbang asrama. rii masih mengelus elus halus pipi bekas tamparan selena. rasanya pipinya masih terasa sakit.
Peter berlari kecil untuk membuka pintu mobil yang ditempati oleh rii. setelah rii keluar Peter kembali menutup pintu mobilnya.
''Terima kasih saya pamit dulu.''
''Rii selamat malam.''
Peter mengucap selamat malam sambil tersenyum tipis.
rii sempat dibuat heran dengan perilaku Peter. baru kali ini selama ia berada disampingnya, ia melihat Peter tersenyum kepadanya. walau hanya setipis kertas. namun senyuman itu membuat dada rii berdegup kencang.
Rii memegang dadanya di perjalanan menuju kamar asramanya.
"ada apa ini, kenapa hanya sekali senyuman jantung ku berdebar sangat kencang. "
Sesampainya ia dikamar, rii melihat lisa sudah tertidur rasanya rii merasa sangat bersalah kepada lisa. ia menolak ajakan makan malam bersama kumpulan teman teman dari indonesia hanya untuk menghadiri pesta ulang tahun peter.
Rii kemudian membersihkan make up dari wajahnya dan mengganti gaunnya dengan piyama tidurnya.
''Good night lisa.''
Rii mengucapkan selamat malam kepada lisa, namun lisa masih belum tidur sama sekali. ia hanya memejamkan matanya saat tau rii sudah pulang dari pesta ulang tahun peter.
*
Dipagi hari saat hendak memasuki kelas, tiba tiba tangan rii ditarik oleh seseorang. rii diseret menuju samping gedung kelasnya. rii kemudian di dorong oleh wanita yang menjadi salah satu penggemar Peter dan jimin.
''Dasar wanita ******. berani beraninya kamu menggoda seorang Recsha Peter anak konglomerat sekaligus penerus perusahaan terbaik dinegara ini.''
Rii hanya memeluk dirinya dan berusaha untuk berdiri. ingin menjelaskan kepada mereka dengan kejadian yang sebenarnya.
Wanita itu kembali lagi mendorong rii hingga terjatuh. semua orang sudah berada disana. dan lisa juga sudah berada disana. namun ia tidak membela rii. mungkin karena lisa masih kesal kepada rii.
Hari ini juga lisa nampak berangkat lebih dahulu dan tidak menunggu rii sama sekali.
''Hai apa kamu keturunan kerajaan atau anak konglomerat? hahaha kamu harusnya sadar diri. orang biasa seperti kamu, tidak pantas untuk bersanding dengan Recsha peter.''
Tangan wanita itu mulai menarik rambut rii kearah belakang.
''Jangan pernah berharap kamu bisa memilikinya paham.''
Dan kemudian wanita itu melepas tangannya dari rambut rii. tidak ada yang merekam kejadian tersebut. mereka hanya menyaksikan.
''Aku tidak seperti yang kamu pikirkan. kami berdua hanya berteman.'' (Berbahasa Inggris)
Wanita itu berjongkok untuk menatap wajah rii.
''Jangan munafik, aku tau kamu pasti menyukainya kan.''
''Tidak. aku sama sekali tidak menyukainya. kita hanya berteman.''
''Wahh lihat dia kawan, nampaknya selain seorang ******. dia juga pandai untuk berakting.''
''Kamu salah. aku mengatakan yang sebenarnya.''
Satu tamparan dari salah satu wanita. tepatnya teman dari wanita yang berada dihadapannya saat ini.
Rii memegang pipi bekas tamparan wanita tersebut.
''Itu adalah sebuah pelajaran jika kamu berani mendekati Peter. ini belum seberapa, teman temanku akan lebih sadis jika kamu masih mendekati peter.''
Wanita itu memberikan acamannya sambil memainkan rambut rii.
''Ayo kita pergi. sampai jumpa lagi wanita ******.''
setelah perundung itu pergi dan semua yang menyaksikannya juga ikut pergi. lisa baru datang untuk membantu rii berdiri.
''Rii.. rii biar gue bantu. rii lo gak papa kan, sorry gue gak bisa bantu lo gue juga sedikit takut hadapin mereka.''
''Gak apa apa lisa, itu lebih baik ketimbang lo harus kena imbasnya juga padahal lo gak salah apa apa. biar gue yang nanggung ini semua.''
Mereka berdua ke kelas, mereka telat 5 menit akibat insiden barusan.
Peter yang baru saja keluar kelas saat kelasnya berakhir, tiba tiba mendapat kabar jika rii baru saja dirundung oleh salah satu senioarnya.
Tangan Peter mengepal, sampai urat urat tangannya kelihatan.
''Siapa yang sudah merundung rii?''
''Tenang Peter jangan pakai emosimu.''
Peter berbalik menatap jimin.
__ADS_1
''Aku tidak bisa diam jika rii sudah diganggu oleh orang lain, aku tidak perduli dari kalangan mana orang itu. jika dia berani menyentuh sehelai rambut rii, akan aku pastikan dia keluar dari kampus ini.''
Emosi Peter sudah dipuncak. ia bahkan memukul tembok dengan keras akibat emosinya. dengan cepat ia berlari kearah kelas rii.
''Siapa yang sudah berani merundungmu rii?''
Rii tiba tiba saja kaget mendengar suara dominan dari Peter diujung pintu. Peter mulai menghampirinya.
''Jawab aku siapa yang sudah merundungmu?''
Rii tidak bisa berkata-kata emosi Peter mampu membuat rii merasa ketakutan. Peter berbalik melihat teman sekelas rii.
''Kalian semua jawab, siapa yang sudah berani merundung rii?''
Tidak ada yang bersuara, mereka memilih bungkam atas pertanyaan Peter.
''Sialll apa kalian tidak ingin menjawab.''
Peter melempar salah satu kursi kedepan papan tulis. sontak semua siswa di kelas rii merasa ketakutan. baru kali ini ia melihat Peter sedang marah besar. begitu sangat mengerikan.
''Aku bilang siapa yang sudah merundung rii.!!''
Jimin tiba tiba datang untuk menenangkan emosi Peter yang sudah membludak.
''Hei Peter, kamu harus menahan emosimu. mereka semua ketakutan dan rii juga ikut ketakutan akibat emosimu.''
Jimin memengang kedua pundak peter.
Tiba tiba saja dari luar jendela seseorang melempar rii menggunakan tepung. rambut dan tubuh rii sudah berhasil dilumuri dengan tepung. emosi Peter semakin menjadi jadi. ia bergegas mengecek siapa yang sudah melakukan itu semua.
Saat Peter melihat keluar jendela, orang tersebut sudah berlari dengan cepat sehingga Peter tidak bisa untuk mengenalinya.
''Sialll.''
Peter memukul jendela dan berbalik melihat keadaan rii.
''Hei rii apa kamu baik baik saja?''
Rii membersihkan kepala dan seluruh tubuhnya yang terkena lemparan tepung.
''Apa kamu lihat dia sedang berlumuran tepung?''
Lisa menegur peter akibat pertanyaan konyolnya.
''Siall siapa orang itu, Hei rii kamu bersihkan tubuhmu dulu, aku akan mencari pelaku berengsek itu.''
Peter kemudian berlari untuk mencari sipelaku diikuti oleh jimin dari belakang.
*
''Bagus, kerja yang bagus. ini upah dari kerjaanmu.''
Selena memberi uang kepada si pelaku yang sudah melempar rii dengan tepung. selena tidak bisa memberi rii pelajaran dengan secara langsung. sebab ia pasti akan terkena serangan langsung dari Peter. dengan menyewa seseorang untuk membuat rii tersiksa itu semua sudah cukup bagi selena.
Si pelaku itu kemudian pergi dari hadapan selena. disisi lain Peter mencari keberadaan pelaku tersebut. namun hasilnya nihil, pelaku tersebut sangat cepat menghilangkan jejaknya.
''Sial sial sial.''
Hanya ucapan tersebut yang berhasil lolos dari mulut Peter.
''tenangkan perasaanmu dulu kawan. kita akan mencari solusinya bersama. pelaku itu akan segera kita ketahui. kita akan mengecek cctv.''
Peter balik menatap jimin.
''Kamu benar jimin, cctv. jika aku menemukan siapa pelakunya, aku tidak akan segan untuk menendangnya dari kampus ini.''
Bagi tak ada cela untuk Peter. ia bergegas ke ruang cctv.
Staff yang menjaga di ruang cctv tersebut kaget mendengar ucapan Peter yang begitu tiba tiba.
''Kenapa mala menatap saya, cepat lakukan apa yang saya bilang.''
''Ba,,, baik.''
Tangan staf penjaga cctv itu mulai mengotak atik semua rekaman cctv hari ini. sekitar 30 menit lamanya ia baru menemukan siapa pelaku tersebut.
''Stop, coba perbesar yang ini.''
Staf tersebut mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Peter.
Tepat di samping pintu gerbang, selena berada disana bersama orang yang melempar rii dengan tepung. muka dari si pelaku sudah Peter tandai, nampaknya jimin mengetahui orang itu.
''Jimin ayo kita temui pelakunya setelah itu aku akan memberi pelajaran buat selena.''
Mereka berdua meninggal ruang cctv. mereka berpencar untuk mencari si pelaku. bahkan sudah hampir 1 jam mereka mencarinya, pelaku tersebut belum ketemu.
''Bagaimana jimin apa kamu menemukannya.?''
''Belum peter.''
''Siall kemana perginyaa si bajingan itu.''
''Tenang kawan, kita akan mencari besok.''
''Tunggu jimin dikamera itu, disana terdapat selena bukan. benar aku akan menemui selena.''
''Peter tunggu. jangan bertindak dulu, kita cari dulu pelakunya dan buat dia mengakui siapa yang menyuruhnya. kita tidak bisa langsung menuduh selena begitu saja.''
''Jimin, kenapa kamu selalu saja membela selena. apa kamu menyukainya?''
''Tunggu kawan, kamu salah paham. ini semua aku lakukan agar kamu tidak malu jika sebenarnya bukan selena pelakunya.''
Peter meninggalkan jimin sendirian. ia muak, jimin selalu saja menghalanginya. jimin selalu saja menunda nunda semua yang akan dilakukannya.
Sebelum pergi ia mengunjungi rii ke asramanya.
*rii aku sedang berada di bawah dekat asramamu. tolong temui aku disini*
Pesan telah terkirim untuk rii.
Rii yang sudah membaca pesan Peter tidak menemuinya sama sekali. ponselnya telah berdering. nama Peter telah tertera di layar handphone rii.
Rii tidak mengangkat panggilan dari Peter. lagi ponselnya berdering masih bertuliskan nama Peter. rii akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan handphonenya setelah panggilan dari Peter berakhir.
''Ada apa dengan rii. kenapa ia tidak mengangkat telponku sama sekali.''
Peter ingin menemui rii, namun ia urungkan. barang kali rii sekarang sedang ingin diganggu.
.
Rii menonaktifkan handphonenya setelah panggilan dari Peter berakhir. ia tidak mau diganggu olehnya lagi. sudah cukup hidupnya dihantui oleh masalah dan masalah. ia datang kesini untuk menuntut ilmu, bukan untuk dituntut akan mendapatkan masalah.
Rii menyelimuti semua tubuhnya. didalam selimutnya ia menumpahkan air matanya tanpa diketahui oleh siapapun.
"aku sangat lelah Tuhan. mengapa ujian yang engkau berikan tiada hentinya. aku hanya ingin hidup damai dinegeri orang. aku sungguh sangat lelah ya Tuhan. kapan semua ini berakhir. rasanya, beban yang aku pikul semakin hari semakin berat. bahuku tidak sanggub untuk memikul ini semua."
Tangis rii semakin pecah didalam selimutnya. sangat menyakitkan harus menangis tanpa suara seperti ini. rasanya ia ingin berteriak begitu kencang, mengeluarkan semua yang menumpuk didalam dada.
Lisa yang melihat rii menutupi dirinya dengan selimut hanya bisa pasrah. nampaknya rii memang sangat frustasi. lisa enggan untuk mendekatinya. sejak kejadian ditoilet kampus tadi. lisa syok melihat rii membentaknya.
Saat kepergian Peter, lisa membawa rii ke toilet untuk membersihkan tubuhnya dari sisa sisa tepung. tetapi saat itu lisa malah menasehati rii untuk tidak berdekatan dengan Peter. namun tiba tiba lisa mengucapkan sesuatu yang membuat rii salah paham dengan omongan lisa.
__ADS_1
Lisa berkata
"kamu bodoh dan nampak murahan jika bersanding dengannya. sebab diantara kamu dan Peter kalian memiliki kasta yang berbeda."
Na perkataan lisa sontak membuat rii merasa tersinggung.
Rii yang diselimuti dengan kekesalan akhirnya berakhir lisa yang terkena imbasnya. rii mulai membentak lisa dengan ucapan.
"Lo barusan ngatain gue murahan. lo pikir gue mau bersanding dengan Peter, gak lisa. gue gak mau. namun keadaan selalu saja tidak bisa menolak. gue udah sekuat tenaga menghindar dari dia.! tapi apa. dia sama sekali tidak mengizinkanku untuk pergi dari sisinya.!''
''Gue gak bisa berbuat apa apa lisa asal lo tau. lo gak tau rasanya jadi gue. gue rasa gue salah menginjakkan kaki dinegeri ini.! ''
Rii akhirnya meninggalkan lisa ditoilet tersebut dengan perasaan yang tidak baik. dan lisa hanya terdiam saat terkena amukan dari rii.
*
Lisa menaiki ranjangnya dan ikut merebahkan tubuhnya. tidak mau berpikir panjang. rii memejamkan matanya untuk tidur.
Keesokan harinya. Peter pagi pagi sudah berada di gerbang kampus. ia berharap bisa menemukan si pelaku. sekitar 1jam an Peter berdiri melihat wajah orang yang masuk kampus. satu lelaki yang begitu nampak mencurigakan dengan memakai topi hitam berjalan sambil menunduk membuat Peter merasakan keanehan.
Ia mulai menghampiri lelaki tersebut dan memegang bahunya. sontak lelaki itu kaget dan menatap Peter.
''Ada apa?''
Lelaki itu bertanya. dan Peter menyeret lelaki tersebut kegudang kampus.
''Katakan siapa yang menyuruhmu melempari rii dengan tepung?''
''Aku tidak tahu. bukan aku pelakunya.''
Peter menarik kera baju lelaki tersebut.
''Jangan membohongiku.''
Cengkraman kera baju lelaki itu semakin diperkuat sehingga lelaki tersebut kesusahan untuk bernafas.
''Cepat katakan. siapa yang menyuruhmu untuk melempari rii tepung''
Nada bicara Peter semakin meninggi dan membuat lelaki tersebut menelan salivanya kasar. ia kebingungan, jika ia mengakui yang menyuruhkan adalah selena. uang yang ia terima akan diambil kembali.
Dan jika ia tidak mengakui sama sekali. ia takut nyawanya akan melayang detik ini juga. karena rasanya cengkraman kera di leharnya tidak mempunyai celah untuk bisa menghirup oksigen.
''Cepat katakan brengsek.''
''Baik. baik aku akan memberitahumu peter.''
''Ayooo cepat siapa.''
Cengkaram Peter semakin diperkuat.
''Selana.. selena orang yang telah menyuruhku.''
Pelaku tersebut mengatakan dengan nafas yang tersengal sengal.
''Keparat, wanita ibliss.''
Sebalum Peter pergi meninggalkan si pelaku. ia memperingatinya agar untuk berhati hati. sebab jika terjadi untuk yang kedua kalinya. jangan salahkan jika Peter melakukan hal yang tak terduga.
Dengan emosinya yang membludak Peter menghampiri Selena yang berada dikelasnya. saat sampai diujung pintu, matanya mencari dimana letak keberadaan selena. namun nihil selena tidak berada didalam kelasnya.
Peter mulai mencari diseluruh kampus. namun tetap saja ia tidak melihat keberadaan selena.
Selena yang baru saja ingin masuk gerbang dengan mobil sport nya tiba tiba tidak jadi. dari kejauhan suruhannya nampak sudah diketahui oleh peter.
Akhirnya selena memutar balik mobilnya dan memilih ke apartemen kekasihnya jason. jika selena berada disana, Peter pasti tidak akan bisa menemukannya. sebab ia tidak berani menerobos begitu saja.
''Sial wanita iblis, aku pasti akan menemukanmu.''
Peter menemui jimin yang sedang berada di kelas.
''Jimin berikan ponselmu kepadaku.''
''tunggu. ada apa ini?''
''Jangan banyak bicara. berikan handphone mu.''
Jimin tidak banyak bertanya. ia mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.
''Nih...''
Peter merebutnya kasar. kemudian ia mencari kontak selena disana. tidak butuh lama ia mulai menindis nama selena dan menelponnya.
Selena tidak mengangkat sama sekali. lagi Peter menelponnya, dan rupanya masih nampak tidak ada suara dari sana.
''Siall.... baiklah dia rupanya ingin bermain main denganku.''
''Hei kawan kamu kenapa?''
''Ibliss itu. dia rupanya ingin bermain main denganku. ia menghindar dari perbuatan yang ia lakukan.''
''Maksud kamu apa peter?''
''Dia dalang dari semuanya jimin.''
''Jadi maksud kamu, dia yang menyuruh orang itu untuk melempari rii dengan tepung, wah selena benar benar jahat.''
''Tidak, bukan hanya jahat. namun dia adalah iblis yang menyerupai manusia. kelakuannya begitu sangat licik.''
Peter akhirnya mencoba untuk menelpon selena lagi. namun hasilnya tetap sama. ia sama sekali enggan untuk mengangkatnya. Peter ingin melempar handphone jimin.
Dan jimin segera menahan tangan Peter yang baru saja akan melemparnya.
''Bukan dengan melempar ponsel aku juga kawan.''
''Maaf jimin aku terbawa suasana, kalau begitu aku pergi dulu, kali ini selena lolos. namun dilain hari dia akan merasakan rasanya diperlakukan layaknya sampah.''
Peter pergi dari hadapan jimin. seengaknya jimin membiarkannya agar Peter bisa menenangkan perasaannya yang diselimuti dengan amarahnya.
Peter bukan orang yang langsung akan bertindak jika perasaannya sudah kembali membaik. Peter mungkin akan membalas dengan cara yang sama. jika selena membayar orang untuk melempari rii tepung.
Maka Peter akan melakukan hal yang sama. tetapi tidak dengan menyuruh seseorang, tangannya sendiri la yang akan melakukan itu semua.
.
.
.
.
.
.
****Oke guys sekian dulu dari author. jangan lupa lika and komen ya. dan tentunya dishare juga dong ke temen temen kalian. support kalian bisa buat aku update setiap hari lo. dan maaf kalau masih ada typo***
.
Bye guys sampai juga lagi
Salam dari author yaa bye bye🤗🥰🥰**
__ADS_1