
Happy reading guys
.
.
.
.
.
.
Pukul 7 pagi, peter mulai mematikan jam wekernya. ia duduk dan menatap lama kearah depan. setelah sekitar 3 menit ia meninggalkan tempat tidurnya dan memasuki kamar mandi. hari ini, ia berencana untuk tidak pergi dari sisi rii apapun itu. ia ingat kejadian kemarin cukup membuat dadanya terasa sesak. melihat tangan rii yang memerah akibat tumpahan sup panas. setelah rutinitas paginya selesai. ia mengambil kunci mobil di atas nakas dan bergegas ke basement. tidak butuh waktu yang lama peter sudah memarkirkan mobilnya. ia keluar dari mobil dan berjalan menuju asrama yang ditempati oleh rii. langkahnya dipercepat, setelah sampai di depan gerbang asrama rii. ia terhenti, sebab ia melihat rii bersama temannya berjalan keluar asrama sambil tertawa. tidak terasa bibir peter juga ikut terangkat membentuk senyuman saat melihat rii bahagia. saat mereka berdua sudah semakin dekat, peter memilih bersembunyi di belakang pohon besar samping gerbang. ia mengintip barang kali rii sudah lewat, rii tidak melihat ada peter dibalik pohon, namun lisa la yang melihat ada peter yang sedang bersembunyi dibalik pohon besar itu. saat mereka berdua sudah nampak jauh dari gerbang asrama, barulah peter keluar dari tempat persembunyiannya.
.
.
Peter menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. ia bagaikan penguntit, ada yang aneh dari dalam dirinya. tetapi, ia merasa senang memiliki sifat keanehan ini. ia akan mengutuk dirinya sendiri jika suatu saat nanti ia gagal dalam memiliki rii. tangannya memukul mulutnya sendiri.
''apa yang aku katakan barusan''
ia malah tersenyum geli saat menyadari dirinya benar benar sudah sangat aneh sejak bertemu rii.
Jimin yang baru saja keluar dari dalam mobilnya, melihat peter berjalan dari arah asrama. jimin memicingkan matanya barang kali ia salah orang, namun saat peter semakin dekat. jimin makin nampak kebingungan.
''apa kamu peter''
jimin mulai menepuk bahu peter. sedang peter masih diam dan nampak dingin.
''ayolah kawan, jangan marah kepadaku. aku tidak tahu dimana letak kesalahanku, tetapi aku tahu jika kamu sedang marah kepadaku.''
Perkataan jimin yang sedikit meledek mampu membuat peter kembali tersenyum. peter mulai berjalan mendahului jimin, dan jimin mulai merangkul bahu sahabatnya itu. disela sela perjalan mereka ke arah kelas, peter sempat menoyor jimin berulang kali. sebab jimin tiada hentinya membuat lelucon yang membuat peter menahan tawa. sebab jika sedang di keramaian peter enggan untuk memperlihatkan senyumnya. jadi ia memilih menoyor jimin berulang kali agar jimin berhenti untuk membuatnya ingin tertawa.
Selena bergerak mencari tempat saat melihat rii dan temannya sudah membawa nampan berisi makanan. selena memilih tempat tidak jauh dari meja yang ditempati oleh rii. selena akan membiarkan ia selesai makan dulu. barulah ia akan mulai memberi rii sedikit pelajaran.
Disisi lain peter nampak buru buru, ia bahkan pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun untuk jimin.
''Yaa,,, peter kamu mau kemana.''
Jimin yang meneriaki peter tidak digubris sama sekali, nampaknya peter sedang memiliki urusan sehingga dirinya dilupakan begitu saja. akhirnya jimin mulai mengikuti kemana langkah sahabatnya itu pergi. dari arah kejauhan, jimin melihat peter sedang menuju ke ara kelas rii. namun peter kembali lagi saat ia tidak mendapati rii di sana.
''hei kawan, kamu sedang apa.''
Jimin memegang tangan peter yang peter sendiri tidak mengetahui jika jimin sudah berada di dekatnya.
''Ahh... aku mencari rii, mungkin dia sedang berada di kantin.
Peter meninggalkan jimin begitu saja, dan jimin hanya mengela nafasnya.
''Sahabat ku sudah semakin jauh dariku, aku pikir aku salah mencomblangkan dia dengan rii.
Jimin berjalan mengikuti peter. selena yang sedang asik meminun jusnya sambil mengawasi rii. tiba tiba saja matanya membulat, kehadiran peter yang sedang berjalan. selena tersenyum peter mungkin sudah mulai sadar dengan perasaannya. namun saat langkah peter terhenti tepat dimeja yang ditempati oleh rii. senyum selena kembali menciut. tangannya sudah terkepal dan hendak memukul meja. namun ia urungkan.
''Baiklah peter, nampaknya kamu memang sangat menginginkan rii pergi dari negara ini. tidak masalah.''
Selena mulai berjalan bersisian dengan salah satu mahasiswa yang membawa secangkir jus, saat mereka berdua tengah berada di samping meja rii. selena mulai menyenggol tangan mahasiswa itu, dan membuat jus yang ia pegang terjatuh tepat diwajah rii. rii di kala itu sedang menatap peter yang tiba tiba datang seketika terkejut saat seseorang menumpahkan jus ke wajahnya.
''Ya tuhan maaf aku tidak sengaja.''
Mahasiswa itu meminta maaf kepada rii karena kecerobohannya.
''Apa kamu bisa berhati hati.''
Peter membentak mahasiswa yang menumpahi jusnya kewajah rii. peter mulai berdiri saat rii terkena siraman jus di wajahnya. tangannya mengambil beberapa tisu diatas meja dan mulai membersihkan wajah rii dari sisa sisa jus. semua orang terkejut melihat tingkah peter yang begitu perhatian. sedang selena sudah pergi jauh dari kantin, ia tidak ingin salah satu dari mereka menyadari bahwa itu adalah ulah dia.
''Terima kasih, tapi biar aku saja.''
Rii menepis tangan Peter, mengambil tisu diatas meja dan mengelap wajahnya yang basah. Peter berbalik melihat kearah mahasiswa yang menumpahi jusnya.
''Pergi dari sini atau aku akan menghilangkan satu tanganmu.''
Jimin yang melihat kegaduhan menghampiri peter, takut emosi peter benar benar tidak dikendalikan.
''hei hei sudah. dia tidak sengaja peter.
Jimin berbalik dan menyuruh orang itu agar pergi. orang tersebut menunduk dan mengucapkan maaf sekali lagi kepada rii. dan rii hanya tersenyum sebagai tanda ia memaafkannya. dan lisa turut ikut membantu rii.
''Ini akan sangat lengket rii, ayo kita ke toilet untuk membersihkannya.''
''Tidak. aku akan pergi saja ke asrama, bajuku sudah tidak layak aku akan menggantinya.''
Jimin dan peter hanya menyaksikan percakapan antara mereka berdua. peter mulai menarik tangan rii.
''Ikut aku.''
Peter menarik tangan rii dan mulai membawanya ke apartemen. sesampainya disana Peter mempersilahkan rii untuk duduk disofa. sepanjang perjalanan ia ke apartemennya Peter sudah terlebih dahulu menelpon seseorang untuk membelikannya baju. tidak lama kemudian paketnya datang, Peter mengambil dan membayar. kemudian ia memberikannya kepada rii.
''Ganti pakaianmu dengan ini.'' (berbahasa Inggris)
Peter mengulurkan paper bag ditangannya. rii enggan untuk menerima namun tangan Peter sudah lebih cepat menarik tangan rii dan memindahkan paper bag itu ketangan rii.
__ADS_1
''Dimana letak kamar kecilnya.'' (berbahasa Inggris)
''Disana, di ujung kamarku.''
Rii mulai berjalan mencari kamar kecilnya. dan setelah ia mendapatnya ia cepat cepat memakai kamar kecil itu. sekitar 15 menit rii keluar dari dalam dan menenteng paper bag yang berisi pakaian sebelumnya.
Di meja makan. Peter sedang menyantap makanannya. rii berjalan melewatinya, ia kembali ke sofa depan dekat pintu masuk. memilih menunggu Peter usai makan. barulah ia akan memintanya untuk membawanya pulang.
Setelah selesai makan, Peter menghampiri rii. pandangannya terarah kepada tangan kiri yank masih dibalut dengan perban. Peter mulai duduk didepan rii.
''Apa luka ditanganmu masih belum sembuh, perbannya harus diganti.''
Peter mulai bangkit lagi dari sofa namun rii mencegahnya.
''Tidak usah, nanti juga akan sembuh. tolong antar aku pulang, aku punya tugas yang harus aku kerjakan.''
''Tidak,,, jangan menolak. aku akan mengganti perbannya dulu baru akan mengantarmu pulang.''
Peter kemudian berlalu dari hadapan rii menuju kamarnya untuk mengambil kotak P3K. setelah mengambilnya ia mulai menarik tangan rii dan membuka perlahan perban sebelumnya. saat sudah terbuka tangan rii sudah agak mendingan namun tetap masih harus diperban. tangan Peter sudah melilitkan perban ketangan rii. ia sangat lihai, layaknya seorang dokter.
Rii memperhatikan peter, tangan besar peter sangat lihai dalam memasang perban. sesekali rii melirik kewajah peter. saat sedang fokus ia sangat tampan. alis lebat dan bulu mata yang lentik. sangat pas diwajah tampan peter.
''Baiklah rii. ini sudah selesai.''
Rii mulai memalingkan mukanya saat wajah peter mendongkak menatapnya.
''Ah.. ohh Terima kasih.''
peter mulai berdiri dan mengambil kunci mobilnya, tidak lupa paper bag yang berisi pakaian rii juga ia bawa. rii hendak memintanya agar ia saja yang membawa. namun peter terlebih dahulu bersuara
''Biar aku saja. ini hanya pakaian kotor.''
Alhasil rii hanya menurut. tidak banyak bicara rii terus saja mengikuti langkah peter sampai basement. ditengah perjalanan peter kembali membuka suara.
''Kamu harus berhati hati, akhir akhir ini kamu selalu saja terkana masalah.''
Rii hanya terdiam, apa yang peter bilang ada benarnya juga. ia tidak tahu apakah ini semua hanya kebetulan atau ada orang yang sudah merencanakan. sebab dalam satu hari ia sudah dihantui pesan yang berisi ancaman dan mulai tertimpa musibah. dan hari ini, lagi lagi ia terkena masalah. ntah, besok apa lagi yang akan ia hadapi.
Peter melirik kearah rii, wajah rii nampak sangat lesu. terlihat ada banyak beban yang ia pikul.
''hei rii apa kamu baik baik saja.''
''Ah,,, yaa..''
mereka sudah sampai didepan gerbang, setelah sekitar 30 menit ia terkena macet. Peter salah menggunakan jalan. tidak seharusnya ia melewati jalan yang dilalui banyak orang dan pekerja.
rii mulai membuka seatbelt dan membuka pintu mobil peter. tidak lupa ia menutup pintu mobil peter dan menunduk.
''Terima kasih atas semuanya.''
Saat peter langsung menarik ku begitu saja, muka lisa cukup terlihat jelas bahwa ia begitu cemas. mungkin lisa ingin membantuku, namun Peter tiba tiba saja menarikku tanpa berpamitan sama lisa. saat hendak membuka handle pintu lisa sudah terlebih dulu membukanya dari dalam.
''Oh rii lo udah balik.''
Lisa menatap rii dari ujung rambut sampai kaki.
''Hmm maaf ya kalau gue buat lo cemas tadi.''
''Ahh,,, gak apa apa rii. kan udah ada Peter yang siap siaga bantuin lo.''
Nada bicara lisa nampak begitu kesal, namun rii tidak mengubrisnya. barang kali lisa memang kesal karena Peter selalu saja mengambil alihku disaat lisa ingin membantuku.
''Lo mau kemana lis, ko rapi banget.''
''Oh ituu teman gue disebelah ngajak makan gitu. gue pergi dulu ya, lo gak papa kan sendirian di kamar.''
''Iya gue gak papa.''
Lisa berlalu dari hadapan rii. untung saja lisa tidak memperhatikan seluruh tubuhnya. biasanya lisa akan memeriksa setiap inci tubuhnya, apa ada yang luka atau tidak. tetapi kali ini ia selamat dari interogasi lisa. setidaknya luka ditangan rii selamat. rii mulai menyimpan hoodie kotornya ditempat keranjang kotor pakaian. setelah itu ia mengambil buku didalam tasnya. seperti apa yang ia bilang ke Peter, ia mulai mengerjakan tugasnya.
Sekitar satu jam rii berkutat diatas meja dengan tugas tugasnya ia akhirnya bisa merebahkan tubuhnya diatas kasur kecil miliknya. saat hendak memiringkan tubuhny tiba tiba saja ia merasakan basa ditubuhnya. rii terbangun dan mengecek. ternyata benar, kasurnya basah
''ya tuhan, kenapa basah.''
Rii mulai mengecek kasur tempat lisa, dan ternyata kasur lisa biasa biasa saja. rii beralih ke kasur yang lain. dan benar saja cuma kasur rii yang basah.
''Astaga siapa yang sudah melakukan ini semua. apa dia masih memiliki hati. ya tuhan ujian apa lagi ini.''
Rii meremas kepalanya, ia mulai keluar untuk mengadukan ini ke dekan penjaga asrama.
''Permisi, saya ingin memberitahu bahwa kasur milik saya basah, nampaknya ada seseorang yang sengaja membuatnya basah.'' (berbahasa Inggris)
Dekan tersebut memeriksa kamar yang ditempati oleh rii, ia mulai mengecek kasur milik rii. dan bergantian mengecek kasur milik yang lain.
''Maaf nona, kami akan mengangkat kasur milik anda dan mengganti yang baru. setelah itu kami akan mengecek siapa orang yang berani melakukan ini semua. kami permisi dulu.''
.
Dekan tersebut keluar kamar rii, dan mulai memberitahu pengurus kamar asrama untuk mengganti kasur milik rii yang basah. pengurus tersebut langsung saja menggantinya dan membawa kasur yang terkena air.
''Silahkan nona, selamat beristirahat.''
Rii hanya mengangguk dan tersenyum kepada pengurus kamar. ia akhirnya mulai merebahkan tubuhnya kembali.
__ADS_1
ia mulai memikirkan setiap kejadian yang menimpahnya.
''Siapa si orang yang selalu saja ngeganggu hidup gue. apa ini semua ulah selena, ia masih tidak terima dengan perkataan yang aku ucapkan waktu itu. ahh,, gue gak boleh mengada ada. tapi gue pikir kemungkinan besar mungkin dia yang melakukan ini.''
Mata rii mengantuk, ia memiringkan tubuhnya dan menutupi dengan selimut.
Dekan yang bekerja sebagai pengawas ruangan asrama mengecek keruang cctv, siapa yang sudah melakukan perbuatan tidak baik itu. staf yang mengurus cctv mulai mengecek. sudah terlihat disana seorang gadis, namun wajahnya tertutup dengan masker. ditambah ia juga memakai topi sehingga minim untuk bisa melihat siapa si pelaku ini.
''Baik, terima kasih saya permisi.''
Dekan tersebut pergi dari ruang tempat cctv. pukul 10 malam lisa baru pulang bersama teman temannya. ia membuka handle pintu, ia melihat rii sudah pulas dengan tidurnya. ia mendekat kearah rii, tangannya mulai mengusap usap kepala rii.
''Good night rii.''
Lisa kemudian pergi dari kasur tempat rii dan merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya. perlu diketahui dalam satu ruang kamar mereka hanya terdiri empat orang. yang dua dari mereka adalah orang asing.
Jimin yang ikut diabaikan oleh peter merasa sedikit kesal. jimin tanpa memberitahu peter, ia datang ke apartemen sahabatnya. jimin membuka handle pintu peter setelah memasukkan password. setelah masuk tidak ada peter disana, jimin akhirnya memilih menunggu kedatangan peter sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur milik peter. sekitar 1 jam 30 menit ia menunggu, pemilik apartemen itu sudah tiba.
''Ada apa kamu datang kesini.''
''Oh,,, kamu sudah datang.''
Jimin hanya mengangkat kepalanya untuk melihat peter.
''Aku bertanya, kamu datang kesini untuk apa?''
''Aku hanya merindukanmu kawan, sudah beberapa hari ini kita jarang kumpul bersama. waktu hanya diisi oleh rii dan rii.''
Jimin mulai bangkit dari tidurnya, ia menatap peter.
''Jangan bilang kamu menyukainya.''
Peter yang baru saja membuka bajunya karena gerah, seketika melemparkannya ke jimin.
''Jangan asal bicara.''
Setelah bersuara ia meninggalkan jimin ke kamar mandi. Jimin kembali melempar baju peter. jimin berteriak.
''Awas saja jika kamu benar benar menyukainya, aku akan meninju perutmu dan muka tampanmu itu.''
Didalam kamar mandi peter tertawa kecil, pasalnya ia hanya menunggu waktu bahwa jimin mungkin akan segera mengetahui. peter tidak ingin memberitahunya, ia harap jimin sendirilah yang mengetahuinya dengan sendirinya. ia akan besar hati mempersilahkan jimin untuk memukulnya seperti apa yang ia katakan barusan.
Setelah 30 menit didalam kamar mandi peter keluar dengan melilitkan handuk dibagian pinggangnya. jimi hanya melirik sebentar dan melanjutkan memainkan ponselnya.
''Apa kamu masih kesal denganku.''
Jimin tidak merespon perkataan peter. senyum peter mengembang, rasanya sangat lucu jika jimin sudah merasa kesal. bibirnya pasti sudah cemberut. jika peter tidak tahan lagi ia pasti akan mencubit bibir jimin, dan jimin sudah pasti meninju bisep peter dan berakhir tertawa bersama.
Tetapi untung saja jimin tidak cemberut lama. ia mulai memperbaiki posisi duduknya diatas ranjang milik peter.
''Peter, waktu rii tersiram jus, aku tidak sengaja melihat ada selena disana. namun saat aku hendak untuk memastikan dia tiba tiba menghilang.''
''Apa kamu yakin disana ada selena?''
''Yaa,,, aku yakin.
Mereka berdua mulai berpikir.
''Apa kamu memiliki pemikiran yang sama denganku.''
Jimin mengangguk.
''Jika itu memang benar, selena memang harus diberi pelajaran. akhir akhir ini rii sangat rentan terkena masalah.''
''Peter jangan gegabah, bisa jadi aku yang salah liat waktu itu.''
Peter memutar tubuhnya, dan menatap jimin.
''Apa kamu sedang membelanya?''
''Aku tidak membelanya sama sekali kawan, tapi aku hanya mencegahmu. bisa jadi selena yang aku lihat itu hanya seseorang yang mirip dengannya. karena seharian ini aku tidak pernah melihatnya.''
Peter terdiam ucapan jimin ada benar juga. ia tidak boleh gegabah. sebab ia juga merakan hal yang sama. semenjak kejadian itu selena tidak pernah terlihat sampai hari ini.
''Baiklah kawan aku pergi dulu, oh ya. aku akan mengawasimu ingat jika aku mengetahui kamu benar benar menyukai rii. siapkan saja bisepmu itu.''
Jimin tertawa sambil berlalu dari kamar peter. sedang peter hanya menggelengkan kepalanya. tubuhnya dijatuhkan diatas ranjangnya. ia juga berpikir keras, takut hanya ia yang memiliki perasaan ini. takut jika rii sama sekali tidak membalas perasaan. tugasnya untuk saat ini hanya memastikan rii aman dan semakin membuat ruang untuk bisa berdekatan dengannya.
Mata peter perlahan tertutup. merasakan hangatnya ruangan. tak terasa ia sudah berada di alam mimpinya.
.
.
.
.
.
**Gimana guys. sekian dulu ya untuk capter kali.
oh iya gaya penulisannya juga berbeda kan. auhtor sengaja ngubah gitu si. soalnya sambil belajar juga untuk memperbaiki setiap capter.
__ADS_1
Sorry ya guys kalau masih suka typo.
Bye bye salam dari auhtor. 🤗🥰**