
Cast Recsha peter 👇
Selena Jackson 👇
Park jimin 👇
Lisa maharani 👇
.
.
.
.
.
Rii terus berlari menjauh dari jimin dan peter, dadanya terasa sesak, ia berlari sekencang mungkin tanpa arah, kemana saja asal ia tidak melihat orang orang asing itu. di lain sisi lisa masih menunggu rii dalam kelas.
''Rii kemana si kok lama banget, apa jangan jangan dia kesasar.''
Ucap lisa mengada ngada. setelah 15 menit rii belum datang juga, lisa segera mencari keberadaan rii. sedang rii yang tidak tahu dimana ia sekarang, ia meneliti sekitarnya, dan mulai berjalan bergegas ke kelas, namun nihil ia tidak tahu jalan untuk ke arah kelasnya. rii sama sekali tidak tahu tempat ini, yang ia tahu hanya jalan dari asrama ke kampus.
Rii berhenti dan duduk di kursi tepat disampingnya. ia mulai gelisah, bagaimana ia bisa mendapat jalan keluar, semua bangunannya nampak asing di mata rii.
''Ya tuhan bagaimana ini. rasanya seperti tersesat di dalam hutan namun versi kali ini berbeda.''
Ia terjebak diantara gedung gedung tinggi. rii memijit kepalanya frustasi. ia berharap semoga ada seseorang yang baik hati, yang ingin menunjukkan jalan keluar dari kedua gedung-gedung tinggi ini. rii mulai menyenderkan kepalanya dan menatap langit biru.
''Peter apa kamu lihat, wanita asing itu nampak sangat ketakutan terhadap kita. ''
Peter hanya mengangguk. dan Peter hampir saja melupakan sesuatu.
''Oh Tuhan sial.''
Ucap peter dengan menepuk jidatnya.
''Kenapa kawan?''
''Aku harus kekantor papaku, katanya aku akan diajarkan oleh sekertaris papa untuk mempelajari isi tentang perusahaan.''
''Baiklah kawan pergilah.''
Ucap jimin sambil menepuk bahu peter. tidak lama kemudian peter sudah sampai di kantor papanya. ya sangat dekat, karena jarak kantor papa peter dan kampusnya bersebelahan. peter telah sampai dilobi kantor papanya. namun dari arah lain ia melihat seorang gadis yang tengah sendirian di taman, peter ingin melangkah melihatnya namun denting lift mengentikan langkahnya.
Peter sudah berada diruang kerja papanya tepatnya lantai yang paling teratas.
''Halo pa.''
Peter menyapa. ayah peter hanya mengangguk dan memberikan arahan untuk peter agar duduk di sofa.
''Kamu duduk dulu, papa masih ada kerjaan yang harus papa tangani.''
Peter hanya mengikuti apa yang papanya katakan, ia mengambil ponselnya di saku celana dan mulai memainkannya. 10 menit peter menunggu, sekertaris papanya telah tiba.
''Halo tuan.''
Alexander peter berdiri setelah sekertarisnya datang, ia memberikan titah kepada sekertarisnya agar memberikan arahan terhadap anaknya, apa saja yang harus ia pelajari. sekertarisnya hanya mengangguk paham dan peter mulai mengikuti arah sekertaris papanya dari belakang.
Lisa terus mencari keberadaan rii yang tak kunjung ketemu. lisa panik sebab lisa sudah mencari di seluruh area kampus sampai asrama. dan rii belum ketemu juga. lisa mencoba menghubungi ponsel rii namun handphone rii tidak aktif.
''Ya Tuhan rii.... lo kemana si.''
Ucap lisa yang cemas. lisa mencoba untuk memberitahu dekan tapi ia juga takut, al hasil lisa hanya bisa menunggu. bisa saja rii ada keperluan lainnya yang ia tidak tahu. pukul 16:00 peter baru saja selesai dengan aktivitasnya. peter yang baru saja keluar dari lift dan bergegas menuju mobilnya, kini langkahnya terhenti. gadis yang tadi ia lihat masih di sana, peter penasaran dengan gadis tersebut, ia mulai menghampiri. sedang rii yang merasa ngantuk menunggu seseorang yang ingin membantunya tertidur, peter telah sampai di hadapan rii, peter meneliti setiap sudut taman, tapi nihil gadis ini hanya sendirian.
''Apa yang ia lakukan di taman sendirian.''
Ucap peter sambil melangkah kan kakinya mendekat kearah gadis tersebut, setelah sampai didepan gadis tersebut ia memperhatikannya, peter mengerutkan dahinya ia sempat melihat gadis ini, namun ia lupa dimana ia melihatnya. peter masih mengingat ingat, rii tiba tiba terbangun dan membuat peter terkejut, rii juga merasakan hal yang sama. rii lebih terkejut melihat seorang peter. rii terdiam dan menunduk, ia sangat malu untuk memulai berbicara agar orang yang berada di hadapannya bisa membantunya kembali ke asrama.
Peter juga ikut terdiam setelah dikagetkan oleh rii yang tiba tiba saja terbangun. Peter ingin bertanya ada apa ia disini sendirian namun itu bukan urusan dia, saat peter ingin pergi, rii mulai bersuara.
''Apa aku boleh meminta tolong tuan?''
Ucap rii berbahasa Inggris. peter mengentikan langkahnya dan memutar balik tubuhnya melihat kearah gadis itu.
''Aku tersesat tuan ucap rii kembali.''
''Dimana tempat tinggal mu nona?''
Rii mulai menatap lelaki yang ada dihadapannya. baru kali ini rii terpesona oleh seorang lelaki bagaimana tidak, peter dengan tubuhnya yang tinggi dengan setelan kemeja hitam dengan kedua tangannya berada di kantong celananya yang kini mulai menatapnya, rii kemudian memalingkan pandangannya ke arah lain. peter mengernyit melihat kelakuan gadis yang ada di hadapannya itu.
''A.. aku tinggal di asrama Harvard yard tuan.''
Ucap rii yang masih melihat kearah lain. peter tiba tiba melangkah pergi namun rii masih tetap diam ditempatnya.
''Apa nona masih mau disitu?''
Ucap peter tanpa membalikkan tubuhnya. rii yang mendengar ucapan lelaki itu kini mengejarnya yang perlahan mulai menjauh. peter membuka gagang pintu mobilnya dan rii terdiam sejenak.
''Apa sejauh ini aku berlari sampai harus memakai mobil?'' batin rii.
''Ayo masuk nona.''
Rii mulai memasuki mobil peter, dan peter dengan cepat telah berada tepat di samping rii. tidak perlu waktu lama mereka sudah sampai di halaman kampus. rii yang masih saja menundukkan kepalanya masih tidak sadar bahwa ia sudah berada di halaman kampus, peter masih memerhatikan gadis ini.
__ADS_1
''Halo nona kita sudah sampai.''
Rii mulai mendongak kan kepalanya, ternyata benar ia berada dalam kampus, rii mau membuka pintu tapi tangannya dicekal oleh peter, rii yang melihat pergerakan peter sontak terdiam dan refleks menepis tangan peter.
''Apa orang tuamu mengajarkanmu sopan santun nona?''
''Aku minta maaf tuan, Terima kasih telah mengantarku saya permisi.''
Ucap rii lalu keluar dari mobil peter. dan setelah mendengar ucapan gadis itu peter mulai menghilangkan jejak dan pergi. sedang rii langsung menuju ke asrama.
Lisa yang melihat kedatangan rii, perlahan mulai mendekati kepada rii.
''Rii lo kemana aja si, gue nyariin lo sampai keliling kampus tau.''
''Maaf lisa gue tadi keluar kampus dan sempat nyasar jadi gue ga tau arah pulang.''
Lisa terkejut mendengar rii yang sempat kesasar.
''Ha.. kok bisa si rii?''
''Gue mandi dulu ya.. ntar gue ceritain kronologisnya ke gimana.''
Lisa hanya mengangguk. setelah beberapa menit mereka berdua sudah berada di balkon.
''Jadi gini lis, gue tadi pas mau ke kelas tiba tiba ada orang yang nabrak gue dan gue takut, gue masih trauma soal insiden waktu itu, gue langsung pungut semua buku buku gue yang jatoh dan ga sengaja handphone orang yang nabrak gue kena buku gue, dan al hasil layar handphone dia pecah, gue panik. pas gue mau pergi dia tiba tiba menarik tangan gue, Dan saat itu gue makin panik dan takut banget, gue takut insiden yang pertama bakal ke ulang lagi. tapi untung saja dia mau meloloskan gue, gue langsung lari sekencang-kencangnya juga dan gue ga tau kalau gue lari sampai keluar kampus, na sesampainya gue dihadapan dua gedung yang menjulang tinggi gue bingung, dan gue takut. sebab bangunan itu tidak sama seperti bangunan yang ada di area kampus kita.''
''Terus kok lo bisa balik si rii?''
''Kalau soal itu, gue ga sengaja ketemu sama seseorang.''
Rii tidak menceritakan soal seseorang yang mau mengantarnya pulang. dan lisa juga sangat bersyukur rii sudah pulang dengan selamat.
Setelah kelas selesai jimin dan peter lanjut ke kantin, kali ini jimin ingin bertemu dengan selena, sebab saat kemarin ia bertemu di area parkiran selena ingin memberikan hadiah untuknya, tapi keadaan ponselnya yang sudah rusak mengharuskan ia menunda untuk menerima hadiah dari selena.
''Hai jimin.''
Ucap selena dari ujung meja, jimin mengajak peter untuk menghampiri selena.
''Ayo peter kita kemeja.''
Namun peter menolak dan memilih kearah lain, pandangan peter jatuh kearah gadis yang ia sempat tolong kemarin, ntah dari mana keberanian peter. ia kemudian mulai menuju kemeja gadis itu, jimin yang melihatnya membiarkan peter begitu saja, jimin langsung menghampiri selena yang sudah menunggunya.
''Hai selena apa liburanmu menyenangkan?''
''Mm... yeah, kemana perginya peter jimin?''
Jimin terpaksa untuk berbohong karena ia tahu, peter tidak ingin melihat wajah selena.
''Ah... itu, dia ingin ke toilet.''
Ucap jimin berbohong. posisi meja mereka tidak saling berhadapan meja yang ditempati oleh jimin dan selena membelakangi meja yang di tempati oleh rii dan lisa.
''Aku hampir lupa ini jimin.''
Sambil memberikan hadiah untuk jimin.
''Oh selena Terima kasih.''
Sambil mengedipkan matanya. jimin langsung antusias membuka hadiah yang diberikan oleh selena.
''Wah... selena ini jam tangan keluaran baru, makasih ya.''
Ucap jimin dengan hati yang senang.
''Sama sama jimin, ini hadiah yang pantas buat kamu, karena kamu sudah mau membuat peter memaafkan ku. Apa peter masih lama di toilet jimin?''
''Ah... aku kurang tau, nanti dia akan datang jika sudah selesai, kamu tenang saja selena.''
Di lain sisi peter sudah berada tepat di hadapan lisa dan rii. rii yang tiba tiba melihat orang yang menolongnya kemarin terkejut sampai tersendat.
''Uhuk uhuk.''
Rii langsung meminum jusnya. peter yang hanya diam, memilih melihat menu apa saja yang dimakan oleh gadis itu. dan rii kemudian bersuara
''Tu.. tuan?''
Peter hanya menatap rii dengan dingin.
''Rii lo tau dia siapa.''
Rii mulai berbisik namun masih bisa terdengar oleh peter.
''Dia adalah orang yang menolong gue kemarin.''
Mereka semua terdiam, peter mulai memakan makanannya yang ntah sejak kapan sudah ada di hadapannya.
Selena masih menunggu kedatangan peter. tiba tiba dering ponselnya berdering.
(''Halo sayang'')
Suara dari seberang telpon.
''Halo sayang.''
(''Aku ingin bertemu dengan mu ada sesuatu yang ingin aku katakan.'')
Selena tidak bisa menolak.
''Baik sayang jemput aku sekarang.''
Ucap selena dan memutus sepihak sambungan teleponnya.
__ADS_1
''Maaf jimin aku harus pergi, sebentar lagi jason akan datang menjemput ku.''
''Baiklah selena.''
Selena akhirnya meninggalkan jimin sendirian, setelah kepergian selena selama 5 menit. jimin mulai mencari keberadaan peter, sedang mereka bertiga masih diam setelah selesai makan. rii dan lisa ingin pergi namun, tidak memungkinkan meninggalkan peter sendiri. rii masih berpikir bahwa dari mana datangnya tuan ini, kenapa ia bisa ada di kampus ini. pertanyaan itu muncul dalam otak rii. Tiba tiba jimin melihat keberadaan sahabatnya. dan langsung menghampirinya.
''Hei kawan aku bersusah payah mencari mu, dan ternyata kamu berada disini bersama kedua wanita cantik ini.''
Ucap jimin yang sudah berada di samping peter, sebelumnya jimin tidak menyadari wanita yang ada dihadapannya itu adalah wanita yang sempat mengalami insiden kecil saat kemarin.
Sedangkan rii terkejut melihat kedatangan jimin, jimin yang melihat rii mencoba untuk mengingatnya sebab jimin sangat merasa familiar dengan wajah rii.
''Tunggu apa kita pernah bertemu sebelumnya nona?''
Rii yang diberi pertanyaan itu hanya menunduk.
''Ya... aku tidak salah, kamu adalah nona yang kemarin aku tabrak bukan?''
Deg jantung rii terasa ingin meledak. rii hanya bisa memilin ujung bajunya.
''Peter apa kamu mengingatnya?''
Peter mulai mengingat ingat, dan ternyata benar gadis yang ia tolong ini ternyata gadis yang sempat mengalami masalah dengan jimin sampai ia kabur dan tidak tau arah untuk pulang.
Rii yang mendengar itu makin panik, bagaimana jika ia meminta ganti rugi atas rusaknya handphone yang ia miliki. dilain sisi lisa hanya menyimak.
''Maafkan aku, aku tidak sengaja.''
Ucap rii yang di penuhi rasa ketakutan. jimin tersenyum melihat tingkah rii yang begitu menggemaskan. jimin mulai menyusun rencana untuk bisa mendekati gadis ini.
''Maaf saja tidak cukup nona, anda harus mengganti layar handphone aku yang rusak.''
Rii tambah panik, pikirannya benar. orang ini pasti akan meminta ganti rugi.
''Maaf, tapi aku akan mencicil biaya kerusakan handphone anda.''
Rii akhirnya mulai menatap jimin.
''Aku tidak mau kamu mencicilnya nona.''
Lisa tiba tiba saja ikut campur dalam masalah rii.
''Maaf saya yang akan membayar biaya kerusakan handphone anda, tolong sebutkan berapa nominal yang harus teman saya gantikan.''
Jimin mulai mengalihkan pandangannya kearah lisa dan tersenyum.
''Biayanya sekitar 20 dollar nona.''
Lisa mulai menghitung tabungan yang ia simpan. rii kemudian menolak bantuan lisa dan menghentikan percakapan antara jimin dan lisa.
''Lisa lo ga usah ikut campur soal masalah gue. gue pasti bisa bayar.''
Ucap rii menyakinkan. lisa tetap ingin membantu namun rii tidak akan mau bertemu dengan lisa jika ia tetap ingin membantunya. jimin dan peter hanya diam menyaksikan mereka berdua yang sedang berbicara dengan bahasa Indonesianya.
''Halo nona jadi mana bayarannya?''
''Maaf biarkan saja saya yang membayarnya dengan mencicilnya.''
''Saya sudah mengatakannya nona saya tidak menerima cicilan. jika nona bersedia, nona akan menjadi asisten saya selama sebulan, dan itu sudah cukup bagi biaya kerusakan handphone saya.''
Jimin menawarkan sebuah negosiasi.rii membulatkan matanya, ia terkejut mendengar ucapan lelaki ini.
''Bagaimana nona apa anda bersedia?''
Rii tidak mempunyai pilihan lain, rii akhirnya mengiyakan permintaan jimin. sedang peter yang sedari tadi hanya menyimak dan memperhatikan percakapan antara jimin dan rii tidak mau ikut campur. jimin akhirnya tersenyum.
''Baiklah, ah.. kita belum kenalan, perkenalkan nama saya park jimin, bisa panggil saya jimin.''
Sambil mengulurkan tangannya. rii perlahan mulai membalas dan menyentuh tangan jimin.
''Nama saya rindu anastasia dan teman temanku biasa memanggilku rii.''
Jimin hanya tersenyum dan melepas jabatan tangannya.
''Rii? nama yang unik.''
''Baiklah mulai sekarang kamu ikuti aku dan temanku.''
Rii hanya bisa pasrah mengikuti arahan jimin.
''Lisa gue pamit ya.''
Lisa hanya mengangguk.
''Lo hati hati ya rii. kalau ada apa apa langsung telpon gue oke.''
Rii sudah pergi dari hadapan lisa, dan mulai mengekori kemana arah langkahnya jimin dan Peter.
''Baiklah rii mulai sekarang kamu akan menjadi asisten aku, tolong berikan aku nomor handphone mu.''
Rii mulai menyebutkan satu per satu angka nomor telponnya. jimin sengaja menyusun rencana, karena sejak pertama ia melihat rii, ia tertantang untuk mengenal kehidupan rii lebih dalam. bukan jatuh cinta, tapi aura rii mampu membuat jimin bertekad untuk mengenalnya lebih dalam. sebenarnya jimin tidak bermaksud membuat rii jadi asistennya, tapi ia lebih mengarah kearah sahabatnya ini. ia berniat untuk mengenalkannya kepada Peter.
.
.
.
Gimana guyss. kalo kalian kurang senang dengan alur ceritanya mohon dimaafkan ya.
Jangan lupa share komen dan like guys.
Bye salam dari auhtor 🤗👋👋
__ADS_1