
** Happy Reading guys **
.
.
.
.
Seorang wanita yang memakai masker dan topi serba hitam sedang berjalan menuju asrama. langkahnya yang dipercepat. dengan perasaan yang diselimuti kebencian dan kemarahan. ia membuka pintu asrama dengan kasar, seperti sedang ingin menangih utang. ia sudah berdiri tepat di hadapan kasur milik rii. tersenyum licik dan tangannya mulai menyingkirkan selimut yang telah terpasang rapi diatas ranjang tersebut. wanita ini mengambil gelas yang berada diatas meja. ia kemudian masuk kedalam kamar kecil, shower dinyalakan dan gelas mulai diisi dengan air. kemudian ia keluar kamar kecil dan mulai menyiram kasur milik rii. berulang kali ia bolak balik kamar kecil untuk menyiram kasur rii. sampai pada siraman terkhir ia mulai mengecek kasur milik rii.
Tangannya mulai meraba. ia akhirnya tersenyum, merasa puas setelah memberi rii kejutan. wanita tersebut membereskan kamar tidur rii seperti semula, gelas yang ia pakai juga untuk menyiram kasur milik rii dikembalikan seperti semula. ia menepuk tepuk tangannya.
''Sempurna. ''
Kata yang berhasil lolos dari mulut wanita itu. setelah semuanya sudah nampak lebih rapi, ia kemudian bergegas keluar kamar.
Pintu kamar kembali terbuka, lisa sudah berada dikasur miliknya. mukanya nampak begitu kesal.
''Peter itu kenapa si, gak ada sopan santunnya sama sekali. main tarik rii segala.''
Lisa yang tidak ingin terlalu memikirkan, memilih untuk tidur.
*
Pagi hari ini rii dan lisa bangun tidur diwaktu yang bersamaan. lisa yang mendengar rii menguap, segera melihat rii yang berada dibawah kasurnya.
''Good morning rii.''
Sapaan lisa sontak membuat rii kaget.
''Astaga,,, lis lo ngagetin gue tau.''
Lisa hanya terkekeh saat tidak sengaja ucapannya membuat rii kaget.
''Sorry rii, gak nyangka juga si lo bakal kaget.''
Lisa menuruni anak tangga kasurnya. dan memeluk rii erat.
''Gue duluan mandi ya.''
''Hmm iya lisa. ''
Saat lisa memasuki kamar mandi. rii mengelus dadanya dan mengeluarkan tangannya sebelah yang ia tutupi dengan selimut. rii mulai membuka perban yang menutupi lukanya. setelah perban itu dibuka, nampaknya tangan rii sudah agak membaik.
''Syukur de tangan gue udah sembuh, yaa... walau masih ada bekasnya dikit si. tapi ga papa si itu bukan hal yang dipermasalahin.''
Setelah 30 menit lisa didalam kamar mandi, akhirnya ia keluar juga.
''Sorry rii lama banget ya hehe.''
''Ga papa ko.''
*
2 bulan kemudian, Peter dan jimin keluar mobil dengan bersamaan. masih seperti biasanya, para wanita akan berteriak jika dua lekaki tampan ini sudah memasuki gedung kampus, selama dua bulan ini hubungan rii dan peter semakin dekat dan jimin ikut mensuport kedekatan mereka. tetapi, disini rii masih belum menyukai peter. rii sedikit merasa nyaman jika bersamanya.
Dan selama dua bulan ini juga rii masih saja di hantui dengan datangnya masalah dalam hidupnya. belum berhenti, sampai pada akhirnya ia pergi dari negara ini.
''Apa malam ini kau akan mengadakan pesta ulang tahunmu?''
''hmm yaa.''
Sebenarnya Peter enggan untuk melakukan hal itu, namun maminya tetap saja ingin merayakan hari lahir putra semata wayangnya.
''Wahh... apa rii akan datang?''
''Tentu saja.''
''Aku pikir mamimu tidak akan menyukainya.''
Kening peter mengerut.
''Maksud kamu apa jimin.''
''Yaa,,, mamimu tidak akan menyukainya, sebab kamu membawanya tanpa memberitahu dulu jika kamu sedang menyukai seseorang.''
Peter terdiam. jimin memang benar maminya tidak akan menyukai rii. sebab mami peter tidak suka jika putranya dekat dengan wanita yang tidak diberitahu terlebih dahulu oleh beliau. Mami peter memang memiliki sifat harus tau model seperti apa dulu wanitanya baru ia akan menyukai. tidak memandang status sosial. mami peter hanya takut jika wanita yang mendekati anaknya ini akan menyakiti perasaan putranya.
Sebab mami peter sangat trauma saat tau tunangan peter sedang menghianati putranya. siapa lagi kalau bukan selena Jackson anak dari rekan kerja papanya.
''Aku akan memberitahu mami nanti.''
Setelah jam kelas berakhir. peter mendatangi kelas rii.
''Rii lo ikut kan makan malam nanti.''
''Hmm,,, kayaknya si ga de. soalnya.''
Peter tiba tiba datang dan membuat heboh satu kelas rii.
''Ikut aku.''
Rii hanya menatap peter dan belum merespon ucapan peter. sedang peter masih menunggu rii untuk berdiri. sejenak teman sekelasnya menatap tidak suka kearah rii.
akhirnya rii mulai bangkit dari tempatnya.
''Lisa gue pergi dulu ya sorry. untuk makan malamnya gue ga bisa.''
Peter dan rii pergi meninggalkan kelas. lisa hanya menatap kepergian mereka.
''Kamu tahu kan kalau aku akan membawaku ke acara pesta ulang tahunku.''
Rii hanya mengangguk. sebenarnya rii tidak mau berhubungan apapun lagi dengan Peter, sebab ia dulu pernah bilang ke selena bahwa ia akan berhenti dekat kepada Peter jika kontraknya sudah selesai. namun sampai kontraknya selesai Peter masih saja menyuruhnya untuk tetap berada di sisinya.
Rii sempat memberitahu Peter jika kontrak sudah selesai. tetapi Peter tidak memperdulikan hal itu. setiap kali rii menghindarinya Peter akan semakin dekat dengannya. setiap kali rii bersembunyi Peter pasti akan tetap menemukannya. ibarat tidak ada cela diantara mereka. bahkan sampai detik ini rii masih tidak bisa berkutik sama sekali. sebab jika ia menolak ajakan tersebut. Peter pasti akan tetap memaksanya walaupun ia enggan untuk pergi.
Sebenarnya rii merasa sedikit aneh, sebab Peter tidak ingin dia pergi walau hanya berjarak ke kamar mandi. namun disisi lain rii merasa sedikit nyaman. karena jika ia tiba tiba tertimpa masalah orang pertama yang akan memberikan tangan untuk membantu ialah Peter.
Mobil Peter tengah berada di kediaman orang tuanya. sontak saja rii merasa kagum dengan pesona indah dihalaman rumah kedua orang tua Peter, taman yang indah dengan kolam ikan ditengah taman. saat mobil mereka berhenti tepat didepan rumah kedua orang tuanya rii semakin deg degan.
Rii bahkan tidak berani untuk bertanya ada keperluan apa ia harus datang ke kediaman kedua orang tuanya.
''Ayo masuk.''
''Ah,,, iyaa.''
Saat mereka telah masuk, mami Peter sangat senang. Peter termasuk jarang pulang kerumah kedua orang tuanya. rasanya ia beta tinggal di apartemennya sendiri.
''Wah... anak mami pulang?
Saat hendak memeluk putranya ia berpaling kearah rii.
''Siapa?''
Mami Peter bertanya kepada putranya
''Aku akan memberitahumu nanti. tolong beri ia duduk dulu.''
''Ahh.. Hai nona silahkan duduk.'' (Berbahasa Inggris)
''Iya tante.'' (Berbahasa Inggris)
Setelah rii duduk, mami peter menyeret putranya untuk menjauh lebih sedikit dari hadapan rii.
''Siapa dia sayang''
''Mami, dia adalah temanku.''
''Apa? teman. sejak kapan kamu memiliki teman seorang wanita?''
Peter menghembuskan nafasnya sejenak. ia benci jika maminya harus banyak tanya seperti ini.
''Sejak putus dari wanita iblis itu. sudah ya mi. Peter kembali kesana dulu. rii sendirian''
''Tunggu sayang. apa kamu tidak ingin memperkenalkan dia kepadaku.''
__ADS_1
''Mami kedatangannya disini sudah sangat jelas bahwa aku ingin mengenalkannya kepada mami. ayo kita kesana.''
Mereka berdua akhirnya kembali menghampiri rii yang tengah berada di ruang tamu. pelayan sudah memberikan secangkir teh kepada rii.
''Hai nona apa kamu teman dari putra saya?''
''Ah.. iya tante.''
''Nama kamu siapa?''
Dengan ragu rii menjawab.
''Nama saya rindu anastasia tante.''
Mami Peter yang mendengar nama rii nampak begitu tidak asing.
''Ohh rindu. perkenalkan nama saya Nina kumalasari dan kamu bisa panggil saya mami nina.''
Rii mengerutkan keningnya namanya sangat familiar, seperti nama orang Indonesia. namun rii tidak berani banyak tanya.
''Kalau boleh tahu rindu berasal dari mana?''
''Ah,,, saya berasal dari indonesia tante.''
Mata mami Peter membulat, nampaknya teman putranya itu berasal dari tempat kelahirannya. pantas saja saat mendengar namanya ia tidak asing, sangat lokal.
''Wahh kamu berasal dari indonesia?''
Rii yang mendengar mami Peter menggunakan bahasa Indonesia juga sontak membulatkan matanya.
''I,,, iya tante.''
Rii terbata bata dalam menjawab ucapan mami peter. ia masih tidak percaya bahwa mami Peter berasal dari indonesia.
''Pantas saja anaknya memiliki wajah yang blasteran.(batin rii)
Mami Peter langsung mendekat kearah rii. ia memegang tangan rii dan memeluknya. perlakuan nina itu sontak semakin membuat rii deg degan.
Dalam pelukan nina rii sangat menikmati, sosok pelukan ibu yang ia rindukan digantikan oleh mami Peter. dan Peter yang melihat maminya nampak begitu senang dan bahagia memeluk rii, membuat hatinya begitu damai. rasanya rii adalah orang yang tepat. karena selama ini mami Peter selalu saja mencoba untuk menyuruhnya berkencan dengan gadis indonesia.
Pelukan nina terlepas dan rii masih canggung. tidak bisa percaya bahwa ia akan disambut hangat oleh mami Peter. nina yang melihat putranya mengacungkan jempol.
''Baiklah aku permisi ke belakang dulu. tehnya di minum ya rindu.''
Setelah kepergian nina. mereka berdua diam satu sama lain. Peter dengan pikiranya dan rii dengan pikirannya sendiri. cukup lama hening tanpa suara. Peter akhirnya membuka suara.
''Kita pergi, kamu harus membeli pakaian untuk pesta ulang tahunku malam ini.''
Nina yang datang dari belakang.
''Sayang, apa kamu belum siap siap.''
''Ini aku udah mau siap siap ma. aku ke salon dulu.''
''Baiklah sayang, dan rindu kamu pasti datangkan.''
''Iya tante.''
''Jangan tante dong, panggil aku mami nina oke''
Rii tertawa agak canggung.
''Iya mami nina''
Mereka berdua sudah sampai didepan salon setelah pamit pergi dari kediaman orang tua Peter.
''Halo selamat sore tuan nona''
Pegawai salon menyapa Peter dan rii.
''Tolong dandanin dia secantik mungkin dan pakaikan gaun ini kepadanya.''
Peter memberikan paper bag yang berisi gaun untuk rii kepada pegawai tersebut dan pergi dari salon itu. ia sendiri akan pergi ke salon langganan papanya yang tidak cukup jauh dari salon yang rii tempati.
Sekitar 2 jam mereka berdua telah siap. saat melihat rii dengan gaun yang ia belikan, begitu sangat cantik. Peter sampai terdiam sesaat saat melihatnya.
Peter membuka pintu mobilnya untuk rii. dan rii tidak menunggu lama ia sudah masuk kedalam mobil Peter. Peter menutup dengan pelan dan berlari menuju pintu sebelah.
Lajuan mobil Peter sedikit dipercepat. takut ia akan terlambat. sebab pesta dimulai pukul 7 malam dan sekarang tinggal 15 menit lagi pesta akan dimulai.
Setelah 10 menit, mereka berdua akhirnya sampai. acaranya di gelar di salah satu hotel milik papa Peter. saat mereka berdua berjalan menuju tempat acaranya. semua pasang mata tertuju pada mereka berdua. rekan bisnis papa peter juga ikut ada diacara pesta ulang tahun Peter.
Rii merasa sangat malu dilihat banyak orang. Peter balik melihatnya, tangannya mulai meraih tangan rii dan menggandengnya. sontak rii menatap Peter terkejut.
Nina yang melihat itu sangat bahagia, sebab putranya nampak begitu sangat tampan dan rii sangat cantik. seperti melihat sepasang pengantin mereka berdua begitu memesona dimalam ulang tahun Peter.
Selena yang melihat itu geram, gelas yang berisi wine itu ia teguk begitu saja. salah satu temannya menenangkan selena.
Selena bisa datang ke acara pesta ulang tahun Peter karena kedua orang tuanya diundang oleh mami Peter, mami Peter memang benci dengan selena, namun ia tidak begitu tega untuk memutuskan tali silaturahmi kepada keluarganya.
Peter dan rii menghampiri kedua orang tua Peter.
''Kamu terlihat sangat tampan sayang. dan rindu juga sangat terlihat sangat cantik.''
Mami nina memuji mereka berdua.
''Dia siapa peter?''
mami nina yang menjawab pertanyaan suaminya.
''Dia teman Peter pa, cantik kan.''
Suaminya balik melihat nina yang mewakili ucapan Peter.
''sejak kapan Peter memiliki teman seorang wanita sayang?''
''Aku juga tidak tahu papa. tadi sore ia tiba tiba membawanya kerumah.''
''Yasudah, Peter acaranya sebentar lagi mulai tolong ke panggung sekarang.''
''Baik pa,''
''Rii kamu tunggu disana, sebelah jimin. aku kesana dulu.''
Rii hanya mengangguk dan menghampiri jimin.
''Hai rii wahh kamu terlihat sangat cantik sekali malam ini.''
Rii hanya tersenyum mendengar pujian dari jimin. acaranya telah dimulai semua para tamu diharapkan untuk berdiri. setelah Peter meniup lilin dan memotong kuenya. ia segera menghampiri rii yang tengah berada di samping jimin.
Semua tamu kembali menikmati hidangan yang telah ada. tidak terlalu lama dan tidak terlalu alay, Peter hanya mempersilahkan para tamu untuk berdiri. dan setelah itu tidak ada nyanyian ucapan ulang tahun. Peter langsung meniup lilin dan memotong kue, kue pertamanya diberikan oleh maminya dan kue kedua diberikan oleh papanya. selesai hanya sesimpel itu.
''Rii apa kamu sudah makan?''
''belum aku baru saja akan makan''
''Baiklah rii, ikut aku. ada tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu.''
Rii hanya mengikuti kemana Peter akan membawanya. rii sempat ragu jika Peter akan melakukan hal yang macam macam. namun segera ia tepis karena Peter bukan orang yang seperti itu.
Mereka telah sampai, di lantai 20 di sebuah ruangan. terdapat meja dengan dua kursi dan sudah tersedia makanan diatas meja.
Peter menarik kursi dan mempersilahkan rii untuk duduk. setelah rii menduduki kursi itu, Peter balik menarik kursi miliknya dan segera mendudukinya.
''Ayo rii silahkan dimakan.''
''Apa kamu yang sudah merencanakan ini semua peter?''
Peter melihat kearah rii.
''Hm yaa.. kenapa? apa kamu tidak menyukainya?''
''Hmm aku sedikit kurang suka.''
Pisau dan garpu yang semula Peter pegang ditaru kembali.
''Kenapa rii?''
__ADS_1
''Ini seperti terlalu berlebihan Peter. ini seperti antara jamuan makan malam bersama seorang kekasih. seperti yang telah aku lihat di televisi.''
Deg jantung Peter berpacu lebih cepat. sebenarnya Peter berencana mengungkapkan isi hatinya kepada rii malam ini. namun ia merasa sedikit takut jika rii akan menolaknya sebab sampai saat ini Peter merasa rii masih belum memiliki tanda jika ia juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
Perkataan rii barusan mampu membuat jantung Peter berdegup kencang. bukan merasa senang namun ia merasa takut jika ditolak oleh rii.
''Haha iya juga. aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. sebab selena sedang berada juga di acara ini. aku takut dia akan membuat ulah, jadi aku berinisiatif untuk memesan meja seperti ini untuk kita berdua.''
Peter merasa gugup saat memberitahu rii.
''Oh.. selamat makan.''
Peter terdiam saat rii berucap selamat makan. sempat menatap lama dengan kelakuan rii yang kurang sopan kepadanya. perkataannya cukup dingin.
''Kenapa tidak dimakan, enak tau.''
''Ah.. yaa selamat makan juga rii.''
Selena mencari keberadaan rii dan peter, ia lihat dengan jelas bahwa peter mengajak rii kesuatu tempat.
''Siall kemana perginya mereka berdua.''
''Selena.''
Selena berbalik melihat jimin.
''Ahh jimin, sedang apa kamu disini?''
''Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kamu disini.''
''Oh,,, itu. papaku, aku mencari keberadaan papaku.''
''Papamu? bukankah ia sedang berada dibawah bersama dengan Om Williams.''
''Ahh.. dibawah. aku pikir barusan dia sedang naik kesini, ternyata aku salah lihat. aku pergi dulu jimin.''
Selena melangkahkan kakinya dengan cepat.
''Aneh. oh Peter dan rii kemana ya.''
Jimin yang ikut mencari keberadaan peter dan rii belum kunjung dapat juga. jimin akhirnya menyerah untuk mencari keberadaan mereka.
''Sial... sial...kenapa jimin harus ada disana. aku pikir mereka berdua tengah berada disalah satu ruangan itu. tetapi jimin datang menghancurkan itu semua. dasar keparat plastik.
Setelah mereka berdua selesai makan rii terlebih dahulu berdiri dari tempatnya untuk meninggalkan ruangan ini.
''Rii tunggu dulu.''
Rii berbalik menatap Peter.
''Aku ingin mengatakan sesuatu.''
Rii mengangkat satu alisnya. dan kembali duduk.
''Rii maaf jika ini tiba tiba, tetapi aku ingin mengatakan sesuatu hal kepadamu.''
Tangan Peter yang berada dibawah meja meremas ujung kain meja.
''Apa peter.''
''Rii sebenarnya aku.''
Dering ponsel Peter berbunyi.
''Sial.... (batin Peter)
''Maaf rii aku angkat dulu telponnya.''
Rii hanya mengangguk.
''Halo Peter kamu dimana mami nina mencarimu."
Suara dari jimin dari seberang telpon.
''Iyaa aku kesana sekarang.''
Peter menutup telponnya dan berbalik menatap rii.
''Rii ayo kita pergi mamiku sedang mencari ku.''
Mereka berdua meninggalkan tempat itu. rii ingin menanyakan sesuatu yang ingin Peter beritahu. namun mungkin saja itu bukan sesuatu yang penting.
Sedang Peter tiada henti memaki jimin yang menganggu momen pentingnya itu.
''Andai saja jimin tidak menelpon ku. pasti aku sudah mengungkapkan perasaanku kepada rii saat itu."
*
''Ada apa mami?''
''Ohh kamu dari mana saja sayang. rekan kerja papa sedang mencarimu.''
''Baiklah aku kesana. rii tunggu aku disini bersama mami.''
Peter berlalu dari hadapan mereka berdua, tinggal rii dan mami nina disana.
''rindu ayo kita kesana, ada yang ingin mami bicarakan kepadamu.''
''Baik mami nina''
Mereka berdua menuju kursi kosong itu.
''Duduk rindu''
Rii duduk disebelah mami nina.
''Kita menggunakan bahasa Indonesia saja ya rindu.''
''Iya mami nina''
''Rindu, sejak kapan kamu dan Peter telah bersama?''
''Sudah 3 bulan tante.''
''Ohh... kalau boleh tau bagaimana kalian bisa menjadi teman, setau mami Peter akhir akhir ini sangat anti wanita. ketika mami mendekatkan ia bersama anak teman teman mami. ia pasti akan menolak.''
''Kenapa begitu mami nina?''
''mami juga tidak tahu, mungkin ia masih sangat trauma dengan kejadian waktu itu.''
Rii masih ingin tahu kejadian waktu apa itu, sehingga Peter enggan untuk mendekati wanita yang dikenalkan oleh mami nina. namun Peter tiba tiba datang.
''Ayo rii aku antar kamu pulang sebentar lagi sudah jam 9 malam.''
''Kenapa cepat banget sayang?''
''Maaf mami, tapi Peter harus pergi. ayo rii.''
''Mami rindu pergi dulu.''
Rii menunduk dan tersenyum ke mami nina sebalum ia benar benar lenyap dari hadapan mami nina.
.
.
.
.
.
.
**Nahh... guys sekian dulu ya. sampai ketemu di capter selanjutnya.
Bye bye maaf ya kalau ada typo.
__ADS_1
Salam dari author 🤗🥰🥰**