Hei Rii

Hei Rii
Episode 14


__ADS_3

Sorry banget guys belakangan ini ada insiden kecil si yang buat aku lama update. pantengin trus ya novel aku...


.


.


.


.


Selena mulai berjalan menuju asrama yang ditempati oleh rii, sebelumnya selena sudah mencari tahu dimana posisi kamar yang ditempati oleh wanita yang dekat dengan peter dan jimin. Langkah selena semakin cepat, dengan pesona yang begitu anggun tubuhnya dibaluti dengan dress hitam putih dengan corak kotak kotak kecil dan rambut ikal yang sudah dimodifikasi.


Tepat didepan kamar yang ditempati oleh rii. selena tidak mengetuk pintu sama sekali dan langsung menerobos masuk. ia mencari dimana keberadaan wanita itu dan setelah melihat kearah sisi kanan ia menemukan rii yang baru saja mau merebahkan tubuhnya. selena melangkahkan kakinya untuk menghampiri rii.


''Halo kita bertemu lagi.''


Dengan kedua tangan di dadanya dan menatap rii penuh intimidasi. sedang rii yang baru saja ingin merebahkan tubuhnya terkejut dengan kedatangan selena yang begitu tiba tiba. dengan gugup rii membalas sapaan dari selena.


''Halo juga.''


Selena tersenyum kearah rii dan mulai mengamati setiap sudut kamar yang ditempati oleh wanita itu. selena hampir melupakan bahwa ia belum saling kenal satu sama lain, selena mengulurkan tangannya.


''Namaku selena jakcson dan kamu siapa?''


Rii membalas jabatan tangan selena dan mulai membalas ucapan perkenalan yang dilontarkan oleh selena.


''Namaku rindu anastasia.''


Ucap rii dengan nada pelan dan ketakutan.



Selena melepas jabatan tangannya dan mulai duduk di kasur kamar milik rii.


''Rindu ada hubungan apa kamu dengan jimin dan peter?''


Rii perlahan memundurkan tubuhnya untuk membuat jeda antara dirinya dan selena. rii menelan salivanya dan perlahan mulai bersuara.


''Aku dan jimin berserta temannya tidak memiliki hubungan apa apa.''


Selena masih belum percaya ia mulai melemparkan pertanyaan lagi kepada rii.


''Bagaimana dengan jimin? apakah kamu dan dia memiliki suatu hubungan, dan bagaimana kamu dan jimin bisa bertemu?''


Rii yang menerima pertanyaan pertanyaan itu sontak merasa gugup. selena menunggu jawaban dari semua pertanyaannya.


''Aku dan jimin hanya sebatas tuan dan asisten nona.''


Selena yang mendengar ucapan rii mengerutkan alisnya.


''Sejak kapan kau dan jimin menjadi seorang partner antara tuan dan asisten? dan jangan memanggil aku nona, panggil namaku saja.''


''Sebenarnya saya bertemu dengan jimin tidak sengaja selena. waktu saya sedang menuju kelas dari arah perpustakaan, tiba tiba saja dari arah yang berbeda jimin dan temannya datang dan menabrak saya. buku buku yang saya bawa terjatuh dan handphone milik jimin juga ikut terjatuh dibawah tumpukan buku buku saya, alhasil layar kaca handphone jimin retak dan tidak berfungsi lagi. jimin menahan tanganku dan meminta ganti rugi, namun temannya tiba tiba saja datang dan menghentikan aksi jimin. saya berhasil lolos dari mereka. namun.''


Sejenak rii menghela nafasnya dan mulai melanjutkan ceritanya.


''Namun saat saya berada di kantin bersama dengan teman saya. temannya jimin datang menghampiri kami dan ikut makan bersama kami. dan beberapa menit kemudian jimin muncul dihadapan kami, awalnya ia tidak mengenaliku karena saya sudah lebih dahulu menundukkan kepala agar jimin tidak mengenaliku. namun ingatan jimin cukup kuat, dengan sekali tatap ia bisa mengenaliku. dan pada hari itulah kontrak yang jimin ajukan terhadap saya dimulai. jimin tidak mau jika saya membayar ganti ruginya dengan cicilan, jadi ia membuat keputusan dengan menjadikan saya sebagai asistennya selama satu bulan. dan dengan itu saya bisa melunasi biaya ganti rugi kerusakan handphone miliknya.''


Ucap rii dengan panjang lebar menjelaskan kronologis kejadiannya.


Sedang selena yang sedari tadi hanya menyimak semua ucapan yang dilontarkan oleh rii, mengangguk paham. selena lega bahwa wanita ini bukan siapa siapa dari mereka berdua. wanita ini hanya asisten jimin, tidak cukup lama setelah selena mendengar semuanya. selena tanpa pamit kepada rii langsung meninggalkan tempat itu.


Sebelum lenyap dari balik pintu, selena mengucapkan Terima kasih setelah memberitahu isi kronologis permasalahannya. dan lenyap dari balik pintu. rii yang menerima sikap semena mena selena cuman mengangkat alisnya sebelah.


''Apa apaan ini, ia datang tanpa permisi dan pergi tanpa pamit seenak jidat. emang dasar ya orang yang memiliki kekayaan selalu saja bertingkah sombong.'' batin rii kesal


Ia memukul bantal yang ada di sampingnya. jantung rii hampir copot karena wanita itu. dan ternyata ia hanya datang untuk menanyakan hal yang menyangkut dengan jimin. suatu hal yang baik bagi rii, setidaknya selena tidak mengingat dan tidak akan mengusiknya lagi.


''Tapi.. ada apa ia bertanya tentang jimin dan peter, apa jangan jangan dia adalah pacar peter, sebab waktu itu ia datang dan langsung menyapa peter, tetapi wajah peter sama sekali tidak memiliki kesan bahwa selena adalah pacarnya. Ah... tau ah ngapain juga gue mikirin mereka.''


Rii kembali merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap tidur, setiap kali sepulang kampus rii pasti akan tertidur dan akan kembali terbangun di jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam.


Keesokan harinya rii dan lisa berjalan menuju kelas, kali ini tidak ada jimin di pagi hari ini, ia lega setidaknya paginya terasa nyaman tanpa adanya jimin yang sudah siap untuk memberikannya tugas, kelas sedang berlangsung setiap orang dikelas rii sibuk dengan kegiatan masing masing, rii berbeda dengan mereka yang tidak memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan materi didepan sana.


''Emang dasar ya, mereka itu banyak uang jadi dia berhak bertingkah seenak jidat mereka.'' batin rii.


Tiba tiba saja handphone rii bergetar, pesan masuk dari jimin.


*Ketika kelas mu selesai ikut aku ke suatu tempat*


Rii tidak membalas pesan dari jimin. karena tanpa persetujuan rii jimin akan tetap menyeretnya. lisa menyenggol tangan rii, mengisyaratkan sedang apa. rii hanya menggelengkan kepalanya menandakan tidak ada apa apa. setelah materi selesai kelas pun ikut berakhir.


''Rii kantin yuk.''


''Kayaknya gue gak ikut de lis, soalnya jimin bilang ke gue kalau selesai kelas gue disuruh ikut sama dia ke suatu tempat gitu.''


Lisa memicingkan matanya.


''Rii jangan ikut de ntar lo diapa apain sama dia.''


Lisa merasa khawatir


''Apaan si lo lis pikiran lo nething banget.''


Rii juga merasa khawatir, pikiran rii berhasil di hasut oleh perkataan lisa.

__ADS_1


''Eh.. ri gue cuma takut lo kenapa napa ucap.''


''Kalau jimin mau berbuat aneh aneh. gue bakalan telpon 911 lis, lo yang tenang gue yakin dia gak bakalan berbuat hal yang seperti itu oke.''


Rii menyakinkan lisa.


''Baiklah rii, lo hati hati sama mereka. gue sayang sama lo rii.''


Rii yang terharu dengan ucapan lisa kini rii memeluk lisa.


''Makasih lis, cuma lo orang yang bisa ngertiin gue disaat gue gak punya siapa siapa.''


Dan rii semakin mengeratkan pelukannya.


''Oke rii gue ke kantin dulu.''


Lisa sudah melepaskan pelukannya. rii hanya mengangguk dan tersenyum. dan lisa sudah berlalu dari hadapannya, tidak lama rii mulai mencari keberadaan jimin. rii sudah mencari kemana mana tetapi masih saja belum menemukan batang hidung jimin, rii menepuk kepalanya mengapa ia sangat bodoh soal ini. rii mengambil handphone dari dalam tasnya dan mulai menelpon jimin. panggilan terus menerus rii ulang ulangi, jimin sama sekali tidak mengangkatnya.


''Kemana si anak ini katanya disuruh ikut, terus kenapa jadi gak ada kabar... aneh.''


Sedang dilain sisi.


''Sial lagi lagi ia masih saja mengabaikan pesanku, dan tidak mau membalas. baiklah rii aku akan memberimu sedikit pelajaran, sebab kamu sudah membuatku diperlakukan seenak hatimu.''


Setelah jimin mengetahui kelas rii selesai, ia sengaja tidak memberitahu rii dimana ia sekarang. senyum jimin merekah saat panggilan demi panggilan masuk ke handphone miliknya. padahal jimin sangat dekat dengan posisi rii sekarang, tepatnya didepan mobilnya. rii berdiri didepan mobil jimin sedang rii sendiri tidak mengetahui jika mobil yang ada di belakangnya ialah mobil jimin.


Rii mulai bersuara meskipun rii tidak memakai bahasa Inggris. jimin masih bisa mendengar perkataan rii. jimin semakin tersenyum melihat tingkah gemas rii yang sedang merasa kesal karena ulahnya. jimin menyalakan mesin mobilnya dan mulai membunyikan klakson mobilnya.


Sedang rii yang berada tepat di belakang mobil jimin ia terkejut bukan main, jantungnya hampir saja copot dari tempat asalnya. rii mulai berbalik melihat pemilik mobil yang membunyikan klakson mobil tersebut, ia memicingkan matanya. dan orang yang berada didalam mobil hanya tersenyum. rii mulai berjalan kearah pintu mobil jimin.


''Halo rii.''


Jimin tersenyum.


''Kenapa tidak bilang jika ini mobil kamu.''


Rii terlihat kesal.


''Bagaimana aku ingin bilang jika pesanku saja tidak kau balas rii.''


Rii hanya terdiam. benar juga ini semua salahnya, jika dari awal ia bertanya dimana ia akan menemuinya, ia pasti tidak akan kebingungan mencarinya.


''Masih mau berdiri disitu nona?''


Ucap jimin yang menggodanya. rii mulai berjalan menuju pintu mobil sebelah dan mulai masuk dalam mobil. Rii mulai memasang seatbelt, tanpa sepatah katapun dan pandanganya lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun kearah jimin. sedang jimin yang melihat rii nampak kesal dengannya hanya bisa tersenyum.


''Jangan dingin, nanti cantiknya hilang.''


Rii masih tetap diam tanpa memperdulikan perkataan jimin. jimin mulai menancapkan pedal gas mobilnya menuju sebuah restoran mahal, sebab ia tahu rii pasti belum makan karena sibuk mencari keberadaannya. setelah beberapa menit, sampailah mereka didepan restoran mewah yang membuat rii sangat terkejut dan terkesima dengan mewahnya bentuk restoran tersebut. mengapa tidak, dari luar saja restoran ini sangat terlihat mewah. jimin yang sudah siap dan akan keluar dari mobil terhenti dengan sikap rii yang belum membuka seatbelt sama sekali.


''Apa kamu masih kesal rii?''


''Ah. uh..''


Rii nampak bingung dan mulai membuka seatbelt dan keluar dari dalam mobil. jimin mulai mendekat kearah rii dan memegang tangan rii, sontak rii terkejut melihat tangannya sudah digapai oleh jimin. rii menghempaskan tangan jimin.


''Lepaskan kenapa kamu seperti ini.''


Rii yang merasa tidak enak. jimin melihat rii yang memberikan suatu penolakan, merasa tersinggung. sebab baru kali ini ada wanita yang menolak pesonanya dan menolak untuk disentuh.


Rii akhirnya membuka suara dan mulai berani bertanya, ada apa sebenarnya ini. kenapa ia dibawa ke restoran mewah ini.


''Maaf jimin kenapa kamu membawaku kesini dan mulai bertindak tidak baik terhadapku.''


Jimin tidak mengerti dengan maksud perkataan rii tentang bertindak tidak baik.


''Tunggu rii, maksud kamu apa, aku bertindak tidak baik terhadap kamu?''


''Yeah.. perilaku kamu barusan sangat tidak baik buat aku. kamu memegang tangan aku seenak kamu tanpa persetujuan dari aku. menurut aku itu sangat tidak baik dan buruk.''


Deg.. jimin terkejut mendengar perkataan rii. bagaimana bisa rii menilai ku tidak baik sedangkan niatku kesini untuk memberinya makan, dan lagi tentang tangan yang jimin pegang, jimin bahkan tidak bermaksud apa apa jimin bahkan tidak mengetahui bahwa rii tidak akan menyukai sebab dari sekian wanita yang ia temui ia bahkan sangat bahagia jika jimin menggandeng tangannya.


''Baiklah rii maaf, aku pikir kamu salah menilai ku. aku mengajakmu kesini karena aku tau kamu pasti belum makan setelah selesai kelas, dan untuk tangan yang aku pegang aku minta maaf ternyata tidak semua wanita menyukai jika tangan mereka dipegang oleh seorang lelaki. dan itu termasuk kamu.''


Rii mulai menunduk malu telah berprasangka buruk terhadap jimin. setelah cukup lama diarea parkiran karena perdebatan kecil dan kesalahpahaman ini. akhirnya mereka masuk kedalam restoran tersebut dan mulai memesan makanan.


''Aku minta maaf jimin soal perkataan ku tadi.''


Jimin hanya berdehem dan setelah makanan mereka datang mereka langsung makan tanpa ada suara satu sama lain. saat rii hendak memotong steik dan memakannya ia kembali mengurungkan niatnya. sedang jimin yang melihat tingkah dari rii bertanya.


''Kenapa rii steik ini sangat enak dan populer di restoran ini.''


''Maaf jimin apakah ini daging babi?''


Ucap rii dengan hati hati. jimin mengangguk dan sontak rii menyingkirkan piring tersebut. lagi lagi jimin dibuat heran oleh sikap rii.


''Ada apa lagi rii, kamu alergi sama daging babi. wahh baru kali ini aku melihat ada seseorang yang alergi akan daging babi.''


Ucap jimin yang menguyah makanannya.


''Bukan begitu jimin, di agamaku babi diharamkan untuk dikonsumsi.''


Sontak jimin yang mendengar tersedak.


''Uhuk.. uhuk..''

__ADS_1


Jimin segera meneguk minumannya.


''Tunggu rii, aku sama sekali tidak mengetahui hal ini. aku bahkan terkejut saat mengetahui babi ini haram untukmu.''


Jimin seketika memanggil pelayan dan mulai memesan steik daging sapi. dan pelayan itu segera mengangguk dan berlalu.


''Maaf jimin seharusnya aku memberitahumu sejak tadi.''


Jimin menggeleng


''Tidak rii, aku yang salah seharusnya aku memberimu kesempatan untuk memesan dan tidak langsung menyamakan pesanan kita.''


''Mm.. itu, apakah minuman ini anggur jimin?''


Jimin kembali bertanya.


''Apa di agamamu anggur tidak diperbolehkan juga?''


Rii hanya mengangguk.


''Wah... rii kamu membuatku tidak bisa berkata kata.''


Rii hanya terdiam dan tidak lama pelayan datang membawa steik daging sapi.


''Ah.. tolong aku memesan air putih satu.''


Pelayan tersebut berkata.


''Maaf tuan, kami tidak menyediakan air putih, kami hanya menyediakan minuman bir dan sejenisnya beserta jus.''


''Baiklah pesan kan aku satu jus.''


Jimin menatap rii dan mulai bertanya.


''Kamu mau jus apa rii.''


''Jus jeruk jimin.''


Jimin mulai memberitahu pelayan tersebut dan pelayanan tersebut mulai berlalu. tidak lama jus jeruk rii sampai. rii mulai menyantap makanan itu sedang jimin yang sudah selesai cuma memperhatikan rii. setelah rii selesai dengan ritual makanannya mereka mulai kembali ke mobil dan menuju ketempat dimana sesungguhnya ia akan pergi.


''Maaf jimin, kali ini kemana kita akan pergi?''


''Kita akan ke butik.''


Rii terkejut.


''Kenapa ke butik.''


Jimin mulai menjelaskan.


''Besok adalah ulang tahun selena, aku dan peter di undang untuk acara pesta ulang tahun selena. namun aku berniat untuk membawamu ke sana, maka dari itu aku ingin kau tampil dengan cantik di acara tersebut. sebab akan ada banyak senior kamu yang datang.''


Rii mencerna perkataan jimin.


''Jadi jimin ini seniornya. jimin dan selena satu angkatan. aku pikir ia dan jimin satu angkatan, wajah jimin memang tidak bisa berbohong, wajahnya sangat tampan dan terlihat masih muda.'' batin rii.


''Ada apa rii? kamu terlihat terkejut mendengar perkataan ku barusan.''


''Iya jimin, aku terkejut ternyata kamu senior aku dan aku baru tahu itu.''


Jimin hanya tersenyum.


''Jadi kamu harus bersikap sopan terhadapku, jangan bertingkah seenak saja paham.''


Jimin pun merasa terkejut.


''Pantas saja rii bersikap seenaknya kepada ku, ternyata ia tidak mengetahui jika aku adalah senior dia.''


''Aku minta maaf jimin.''


Jimin mulai berulah.


''Aku tahu rii, itu semua berkat wajah tampan aku ini.''


Jimin nampak percaya diri. dan rii hanya mengangguk malu. bukan hanya rii yang merasa seperti itu. awal bertemu dengan selena. selena juga merasakan hal sama. selena mengira sahabat kekasihnya itu ialah junior mereka, dan setelah peter mengatakan ia satu kelas disitulah selena merasa terkejut. pesona jimin memang sangat bagus.


Setelah ia sampai di butik tersebut. jimin mulai masuk dan dihadapkan oleh dua pelayan dari butik tersebut.


''Halo tuan ada yang bisa saya bantu?''


''Berikan aku gaun yang paling terbaik di butik ini.''


Sedang rii lagi lagi terkena serangan kekaguman, rii sangat kagum dengan gaun gaun cantik itu. rii pikir dunianya semakin hari semakin dibuat terbuka. bagaimana tidak, setelah kemewahan restoran tadi, ia di kejutkan oleh mewahnya butik dan ditambah dengan cantiknya gaun gaun tersebut. pelayan yang diberikan tugas oleh jimin datang, ia membawa gaun untuk diberikan kepada jimin.


''Rii coba kamu pakai ini.''


Rii hanya mengiyakan perkataan jimin. setelah beberapa menit muncullah rii dari balik tirai ruang ganti jimin terpesona dengan kecantikan rii. jimin sontak bertepuk tangan serta kagum.


''Wah.. rii kamu sangat terlihat cantik sekali.''


Rii hanya menunduk malu mendengar ucapan jimin. mereka akhirnya deal dan membeli gaun tersebut.



** **Nah gimana guys... gimana jimin tidak terpesona dengan rii. orang rii cantik banget kan.

__ADS_1


sekian dulu yaa untuk part ini. jangan lupa share jika kalian singgah di novel aku.


see you guys bye bye salam dari author 🤗🤗*


__ADS_2