Hei Rii

Hei Rii
Episode 42


__ADS_3

***Happy Reading Guys*


Selamat berpuasa 😇**


.


.


.


.


Rii meninggalkan peter usai mendengar ucapan peter yang membuatnya kurang yakin jika peter mau mengikuti saran darinya. nampaknya rii kecewa dengan ucapan peter, rii pergi dan menyusul kedua orang tuanya ke hotel.


Sedang peter yang masih berada di tempat hanya menatap kepergian kekasihnya. ia meremas rambutnya prustasi.


''Sial... kenapa hari ini sangat kacau, kenapa ya tuhan.''


Peter mengeluarkan kotak cincin yang sudah ia persiapan jauh hari. bahkan peter akan membawa rii dan kedua orang tuanya ke hotel yang sudah ia booking khusus untuk hari ini.


Namun sayang, semuanya tidak sesuai dengan rencananya. hubungannya dengan rii nampak kacau karena status agama mereka berbeda.


Rii yang baru saja sampai di hotel tempat ke dua orang tuanya menginap. ia perlahan membuka pintu karena, pintunya memang sengaja tidak di kunci.


''Assalamu'alaikum ayah ibu.''


''Wa'alaikumussalam. ucap Ibu dewi.''


''Ibu, ayah di mana? kok ga keliatan?''


''Ayah kamu lagi di kamar kecil sayang.''


''Bu.. rii minta maaf kalau rii buat ayah dan ibu kecewa dengan sikap rii.''


''Kamu ga salah rii. mungkin ini semua sudah jadi kehendak yang maha kuasa.''


Ayah rii keluar dari kamar kecil. ia tidak memandang rii sama sekali, ia memilih naik di atas kasur dan tidur membelakangi mereka berdua.


''Ayah..'' ucap rii


Namun ayahnya tidak merespon ucapan rii.


''Ayah.. rii minta maaf yah.''


Ayah rii kini bangun dari tidurnya dan melihat ke arah putrinya. ia menatap kecewa kepada putri kesayangannya.


''Berapa lama hubungan kalian berjalan?''


''Mau 5 tahun yah.''


''Apa? kamu berpacaran dengan dia selama itu. apa kamu tahu rii, dia sama sekali bukan muhrim kamu dan dia juga termasuk orang kafir bagi kita yang menganut agama Islam.'' nada suara ayah meninggi.


''Ayah. sudah dong, jangan membentak rii seperti itu. kita tidak tahu perasaan seseorang akan seperti apa jika sudah mengenal yang namanya jatuh cinta.''


''Diam bu... anak ibu harus di beri nasehat agar dia bisa lebih baik kedepannya.''


''Tapi ayah. Peter orang yang baik. dia bahkan sama sekali tidak berani untuk menyentuh rii, dia bahkan menjaga rii dengan baik dan tulus.''


''Apa kamu sekarang membela dia di hadapan ayah. kamu pikir rii, dia tidak baik jika dia bukan berada di dalam agama kita. kamu harus tahu itu!''


''Tapi yah. aku mohon tolong kenal dulu peter seperti apa. bisa jadi peter mau mengikuti agama kita.''


''Apa kamu pikir orang tua dia mau mengizinkan anaknya berpindah agama? apa kamu tega pisahin anak dari orang tuanya hanya demi kekasihnya? rii dalam islam perempuan bahkan tidak diperbolehkan menikah dengan lelaki yang bukan berasal dari agama Islam.''


''Ayah.. aku cinta sama dia yah.. tolong beri peter kesempatan untuk membuktikan jika dia memang benar ingin bersama ku.''


''Kamu bodoh rii. semestinya sejak awal kamu tidak harus memulai hubungan ini. apa kamu tidak memikirkan kedepannya hubungan kalian akan seperti apa. jika dari sisi agama saja kalian berbeda.''


''Aku sadar yah. aku sepenuhnya sadar, dari awal aku sadar jika kita berdua memang berbeda. tetapi aku tidak tahu jika kita akan bertahan selama ini.''


''Ayah tidak mau tahu, putuskan hubungan kalian sekarang juga. atau tidak, ayah akan melakukan sesuatu.''


''Ayah. aku mohon beri aku waktu, hubungan ini tidak harus berakhir begitu saja. aku akan berbicara dulu dengan Peter.''


''Kamu jangan berani berani menemui dia lagi rii.''


''Tidak yah. rii sekarang sudah dewasa, rii akan menemuinya.''


''Apa selama ini ayah mendidikmu menjadi pembangkang?''


Ayah rii semakin geram kepada putrinya sendiri. sedang ibu dewi hanya bisa melihat perdebatan di antara ayah dan anaknya.


''Ayah sudah dong. ibu pusing liat kalian berdebat. tolong beri rii waktu untuk menyelesaikan hubungan mereka.''


''Apa kamu sekarang lebih membela anakmu ini. kalian berdua sama saja. akh.... aku gagal menjadi ayah dan seorang suami. kenapa kalian jadi seperti ini.''


''Ayah.. tunggu dulu, kamu salah paham. ibu tidak membela rii sama sekali, ibu hanya ingin memberi waktu kepada rii agar dia bisa menyelesaikan hubungannya.''


''Ayah tidak perduli sama sekali. pokoknya hari ini juga akhiri hubungan kalian dan rii harus ikut kami ke Indonesia besok.''


''Aku tidak mau yah. aku akan pulang ke Indonesia jika memang sudah waktunya.''


''Apalagi rii? kamu mau tinggal di sini bersama dengan kafir itu. ayah ga habis pikir dengan pola pikiran kamu rii. dia jelas jelas bukan lelaki yang pantas buat kamu. di sana di Indonesia masih banyak lelaki baik dan tentu saja pemahaman agamanya lebih baik. bukan malah bersama dengan lelaki kafir itu.''


''Ayah! berhenti menyebut dia seorang kafir. dia punya nama ayah.''


''Apa kamu sekarang berani membentak ayahmu. kamu sudah berubah rii, rii yang ayah kenal tidak pernah melawan ayahnya sendiri. ayah kecewa sama kamu rii.''


''Ayah... bukan begitu, aku hanya ingin menegaskan bahwa dia punya nama. karena sebutan seorang kafir itu kurang baik yah.''


Ayahnya tidak merespon. dia lelah berdebat dengan putrinya sendiri. rasanya ia benar benar gagal menjadi seorang ayah yang mendidik putrinya agar menjadi semakin baik. sekarang dia sangat kecewa, tak terasa pria yang sudah menginjak kepala 5 itu meneteskan air matanya di balik selimut yang membukus sekujur tubuhnya.


''Rii.. kamu harus bisa memahami ayahmu. dia sangat syok mendengar hubungan kalian.''


''Bu.. maafkan rii, rii belum bisa memutuskan hubungan rii bersama Peter. rii ingin memastikan sesuatu dulu. dan setelah rii mengetahui jawabannya. rii akan segera menyusul kalian di Indonesia.''


''Baik nak, ibu paham dengan perasaan kamu.''


Rii akhirnya meninggalkan kedua orang tuanya di hotel tersebut. ia kembali ke apartemen milik Peter. 4 tahun yang lalu. Peter membujuk rii agar rii mau tinggal di apartemen miliknya. sebab jika Peter pulang dari kantor ia akan mengunjungi rii sebentar dan akan pulang ke rumah orang tuanya.


Jadi selama rii tinggal di apartemen milik Peter, Mami nina sangat senang karena putra kesayangannya kembali ke rumahnya setelah 4 tahun lamanya. dan mami nina baik baik saja jika rii yang mengisi apartemen milik Peter.


Rii telah sampai di apartemen milik Peter. saat membuka pintu, ia di kejutkan dengan kehadiran Peter yang sedang duduk di sofa miliknya.


''Peter..''


Peter berdiri dari duduknya dan menghampiri rii.


''Sayang. kamu salah paham dengan ucapanku waktu itu, aku hanya butuh waktu untuk memikirkan semua itu.''


''Kenapa harus memikirkan dulu, jika kamu benar sayang dan ingin hidup bersamaku. kamu harusnya mau mengorbankan segala sesuatunya untuk hubungan kita termasuk kamu pindah ke agamaku.''

__ADS_1


''Rii.. tidak semudah itu sayang, aku harus memikirkannya dulu, dan aku juga harus menanyakan ini kepada kedua orang tuaku.''


Rii menunduk. ia telah hilang tenaga jika harus berdebat dengan Peter.


''Bagaimana jika memang kita tidak ditakdirkan untuk hidup bersama. aku takut, kamu tidak bisa memenuhi keinginanku.''


Peter hanya terdiam. ia tidak tahu harus berkata apa. sebab ia juga bingung harus memulai dari mana.


''Kita bisa menikah dengan agama kita masing masing bukan?''


Rii yang semula menunduk dan lelah akibat kehabisan energi untuk berdebat. kini menatap Peter.


''Apa kamu gila. bagaimana mungkin kita menikah dengan status agama yang berbeda, itu tidak di benarkan Peter. dan kita akan kewalahan dalam memilih agama apa yang pantas untuk anak kita kelak.''


''Dia bisa mengikuti ke agama kamu saja sayang.''


''Apa kamu yakin? dan apa kedua orang tuamu akan mengizinkannya? dan apa kamu bisa yakin jika kelak mereka tidak akan mengizinkan hal itu terjadi dan kamu akan membelaku?''


Peter terdiam mendengar ucapan rii barusan. ia di buat pusing dengan alur hubungan mereka yang memiliki agama berbeda.


''Sudahlah Peter aku ingin istirahat dulu. aku sangat lelah hari ini, dan aku lelah harus memikirkan hubungan kita akan seperti apa kedepannya.''


Rii berlalu meninggalkan Peter sendirian. Dan setelah itu Peter juga meninggalkan apartemen miliknya dan kembali ke rumah orang tuanya.


Didalam perjalanan Peter tiada henti memikirkan semua perkataan rii. ia bingung dan ragu. apakah ia bisa mengabulkan keinginan rii.


Sesampainya ia di rumah kediaman orang tuanya. ia di sambut hangat oleh mami nina.


''Kamu sudah pulang? bagaimana apa lamaran kamu hari ini berjalan dengan baik, bagaimana respon kedua orang tua rii? apa dia menerima kamu sebagai calon suami rii, bagaimana sifat kedua orang tua rii?''


Berbagai pertanyaan yang di dapat oleh mami nina membuat kepala Peter hampir meledak.


''Mami sudah...''


Mami nina terkejut mendengar suara Peter yang meninggi.


''Kenapa?''


''Berhenti mami. Peter pusing, kepala Peter hampir meledak. semuanya kacau.. tidak ada lamaran di hari ini. semuanya gagal dan batal.''


''Apa ada masalah? apa kedua orang tua rii tidak merestuimu?''


''Mami.. aku harus bagaimana? aku sangat mencintai rii mami. aku tidak mau kehilangan dia.''


Mami nina memeluk putra kesayangannya.


''Ada apa sebenarnya sayang? coba jelaskan kepada mami sekarang.''


Mami nina kini menuntun Peter ke ruang tamu.


''Duduk dulu sayang. coba kamu jelaskan kepada mami ada apa sebenarnya?''


''Orang tua rii tidak merestui kami mami.''


''Apa? kenapa?''


''Karena kami berbeda mami. dia adalah islam aku bukan.''


''Maaf sayang. ini pasti sangat berat bagimu.''


''Mami, apa aku boleh mengikuti agama rii?''


''Maksud kamu. kamu mau masuk islam?''


''Mami sama sekali tidak mempermasalahkan itu sayang. tapi yang mami takutkan, papa kamu mau atau tidak.''


''Apa ada masalah?''


Tiba tiba saja suara bariton dari papa Peter terdengar oleh mereka. nampaknya pembicaraan mereka di dengar olehnya di balik pintu.


''Papa. sejak kapan papa di situ?''


''Sejak mama tidak mempermasalahkan anak kita mengikuti agama lain.''


Deg, jantung mami nina berdebar sangat kencang. ia sedikit takut kepada suaminya.


''Ada apa sebenarnya? jawab papa peter.''


''Papa.. aku ingin berpindah agama. aku mau menikahi kekasihku agar kami memiliki agama yang sama.''


''Apa kamu yakin? jika di dalam benakmu tidak memiliki keyakinan sama sekali. maka jangan coba coba melakukannya. itu akan menjadi masalah besar di akhir nanti.''


Peter terdiam. ia malah di buat bingung dengan keputusan papanya. nampak papanya sepertinya melarang, dengan memberikan ia jawaban yang seperti itu.


1 minggu telah berlalu. Peter sama sekali tidak pernah mengunjungi rii di apartemen miliknya. dan selama satu minggu ini, rii masih saja menunggu keputusan dari Peter. namun rii semakin di buat ragu, sebab selama satu minggu belakangan ini. mereka berdua kini jarang berkomunikasi.


Akhirnya rii memutuskan untuk balik ke Indonesia hari jni juga. rii memberikan jangka waktu kepada kedua orang tuanya selama 1 minggu menetap di Amerika. namun selama 1 minggu ini, ia tidak di beri kepastian apapun oleh Peter. bahkan rii tidak di beri kabar sama sekali.


Paspor dan tiket sudah rii persiapkan di atas meja. dan tidak lupa, rii menuliskan surat kepada peter. ia berjaga jaga jika kelak ia ke apartemen ini dan tidak menemuinya. rii berharap ia bisa membaca surat ini.


Penerbangan sekitar 2 jam lagi. rii masih di apartemen peter. ia berharap hari ini peter akan berkunjung ke sini. namun sisa waktu rii tinggal 30 menit lagi. Rii akhirnya berangkat ke bandara.


Rii berada di pesawat. sebentar lagi pesawat akan terbang. rii mengingat kenangan mereka berdua. tak terasa air mata rii jatuh. ia sangat sedih harus berpisah kepada peter tanpa adanya pertemuan.


Rii sebisa mungkin menahan semua rasa sakit dan kecewanya. hubungan mereka kandas begitu saja tanpa adanya persetujuan dari dua belah pihak.


''Sakit sekali, kenapa juga gue harus bertemu dengan peter jika akhirnya kita tidak ditakdirkan untuk bersama.''


Setelah beberapa jam kemudian. akhirnya rii sampai di Indonesia. ia menunggu taxi dan taxi tersebut datang, rii telah sampai di depan gerbang rumahnya.


''Hampir 5 tahun, gue ga liat rumah ini. dan sekarang rumah ini sama sekali tidak berubah.''


Rii memang tidak pernah pulang ke Indonesia. jadi jika rii sangat merindukan kedua orang tuanya, ia hanya bisa melakukan panggilan via vidio call. dan selama ia memiliki libur di kampus. ia bahkan mempergunakan waktu itu untuk mencari pekerjaan.


Walaupun peter telah melarangnya, karena apapun yang rii mau peter pasti akan membelikannya. namun rii menolak keras, ia mau mendapatkan uang untuk dirinya sendiri sekaligus, ia mau mengumpulkan uang dan mengirimkannya kepada ayah dan ibunya di sana. Rii mengetuk pintu rumah kedua orang tuanya.


Tok tok tok ''Assalamu'alaikum.''


Ibu dewi yang semula sedang berada di dapur mempersiapkan makanan untuk kedatangan putrinya kini berlari kecil untuk membuka pintu rumahnya.


''Waalaikumsalam tunggu sebentar.''


Ibu dewi tidak menyadari jika yang mengetuk pintu tersebut adalah putrinya. Pintu terbuka dan ibu dewi terkejut melihat rii yang berada di balik pintu.


''Sayang kamu kok datang ga telpon ibu. ibu kan bisa jemput kamu di bandara.''


''Ga udah repot repot bu. lagian rii sengaja juga, mau buat surprise buat ibu hehe.''


''Yaudah ayo masuk, kamu pasti laper dan capek banget kan.''


''Ayan mana bu?''

__ADS_1


''Ayah ada di kamar kok, lagi tidur nanti ibu akan bangunin dia.''


''Apa ayah masih marah sama rii bu?''


''Nanti aja ya di bicarainnya. kamu mandi dulu dan habis itu kita makan malam bersama.''


Setelah rii bersih bersih. rii membuka isi koper miliknya, ia mulai membuka lemari miliknya dan menaruh pakaiannya di dalam lemari tersebut.


Rii ternyata melihat kotak berwarna biru terang berbahan beludru, ia membukanya dan memegang kalung tersebut. tiba tiba saja ia mengingat kenangan di mana peter memberikan kalung tersebut.


''Semoga kamu baik baik saja di sana peter. Terima kasih untuk waktunya selama aku di sana.''


Rii tersenyum pahit mengingat kenangan mereka. bagi rii peter adalah lelaki yang baik yang pernah ia temui. lelaki yang mampu membuatnya jatuh cinta sekaligus menjadi cinta pertamanya dalam berpacaran.


''Rii ayo keluar nak, ibu sudah siapin ni makan malamnya.''


''Iya bu. rii sebentar lagi akan keluar.''


Rii berjalan menuju ke meja makan. rii yang melihat ayahnya masih nampak sama saat di Amerika. ia masih bersikap dingin kepada rii.


''Ayo sayang kamu duduk. ibu akan berikan makanan buat kamu.''


Makan malam pun berlangsung tanpa adanya suara. dan setelah selesai ayahnya bersuara dan mengajak rii ke ruang tamu.


''Ikut ayah ke ruang tamu.''


Rii mengikuti ucapan ayahnya.


''Apa kamu sudah memutuskan hubungan kamu bersama dia?''


''Iya yah.''


''Baguslah kalau begitu, ayah senang mendengarnya.''


Tidak ada pembahasan setelahnya. ayah rii kembali ke kamarnya dan begitupun juga dengan rii.


Peter yang baru saja kelar meeting. ia memutuskan untuk mengunjungi rii di apartemennya. ia sudah memikirkan semuanya. namun saat ia sampai di apartemen miliknya. ia di kejutkan dengan ketidakhadiran rii disana.


''Rii... kamu di mana sayang?''


Peter mencari di semua tempat namun nihil, rii tidak ada di sana. saat Peter ingin keluar ia melihat surat yang berada di atas meja. Peter dengan cepat membuka surat tersebut.


Hei Peter...


Terima kasih untuk semua waktu yang telah kamu luangkan untuk ku. aku sangat berterima kasih karena kamu sudah sangat baik kepada ku. kamu bakan menerimaku aku apadanya, namun untuk kali ini. aku meminta maaf karena aku harus meninggalkan surat ini tanpa meminta izin kepadamu secara langsung.


Aku minta maaf. karena aku harus pergi tanpa berpamitan kepadamu. aku mencintaimu Peter, namun hubungan kita harus berhenti sampai di sini. aku menunggumu selama satu minggu. namun kamu tidak datang menemuiku. aku menunggu jawaban darimu. namun semuanya sudah sia sia, aku sudah tidak memerlukan itu semua.


Kelak jika kamu menemuiku, anggap jika aku bukan siapa siapa. aku benar benar meminta maaf jika harus memutuskan hubungan ini secara sepihak. aku telah berjanji kepada kedua orang tuaku jika aku akan datang bersamamu dengan status agama yang sama. namun sayangnya, kamu tidak kunjung datang memberiku kepastian.


Sekali lagi aku meminta maaf kepadamu. semoga kamu bisa menemukan wanita yang baik dan sepadan kepadamu. yang tidak memiliki keyakinan berbeda seperti ku.


Terima kasih Peter. aku mencintaimu selamat tinggal.


''Tidak rii... tidak... kamu tidak boleh pergi.''


Peter berlari menuju basement, ia melajukan mobilnya ke arah bandara. mungkin ia masih bisa mencegah rii untuk pulang ke Indonesia hari ini. sesampainya ia di bandara. ia mulai mencari di mana keberadaan rii. bahkan Peter sempat salah mengira seseorang hanya karena baju dan bentuk tubuhnya hampir sama.


''Tidak rii... aku baru saja menentukan sebuah pilihan, kenapa kamu harus pergi.''


Peter akhirnya menyerah dan mengunjungi apartemen milik jimin. tetapi sebelumnya. ia ke bar dulu untuk minum dan setelah itu ia ke apartemen milik jimin.


''Oh sial... ada apa denganmu kawan?''


''Haha... sialan... kenapa aku harus merasakan ini semua.''


''Hei kawan kamu kenapa? ada apa dengan dirimu ini. apa kamu baru saja minum?''


Peter menatap wajah jimin.


''Kenapa kamu pergi rii... aku sayang sama kamu. tapi kenapa kamu malah memilih pergi tanpa sepengetahuan ku.''


''Ya Tuhan. ada apa sebenarnya ini Peter. apa kamu dan rii bertengkar lagi.''


''Sial...''


Peter terjatuh dan tidak sadarkan diri. jimin akhirnya menuntun dia ke kamarnya. keesokan harinya peter bangun dari tidurnya. ia melihat ke sekitarnya dan ternyata dia berada di apartemen milik jimin.


Peter berusaha mengingat kejadian semalam. dan saat ia mengingatnya, ia kembali histeris dengan kepergian rii.


''Oh.. kawan kamu sudah sadar. ada apa ini kenapa kamu mabok lagi?''


''Hubungan aku dan rii sudah berakhir jimin.''


''Ya Tuhan maaf. aku tidak tahu hal itu.''


''Aku pergi dulu jimin. ada banyak berkas yang harus aku tanda tangani hari ini.''


''Peter. apa kamu baik baik saja? jika kamu sayang sama rii kejar dia dan susul dia di Indonesia.''


''Tidak jimin. hubungan ini sudah cukup sampai di sini. aku tidak mau menyiksa rii lagi dengan kehadiran ku. dan aku tidak mau merusak suasana keluarganya.''


Setelah 1 tahun. hari itu Peter sedang berada di bali. ia telah mengadakan pertemuan dengan kliennya yang di mana dia adalah orang Indonesia.


Namun setelah meeting berakhir. Peter memilih untuk menetap hari itu untuk menikmati indahnya pantai bali. ia berjalan menuju hotel untuk menganti pakaiannya.


Di perjalanan menuju hotel. ia tidak sengaja bertemu dengan rii bersama dengan seorang lelaki. hati Peter terasa sesak melihat wanita yang sangat ia sayangi sedang bersama dengan lelaki lain.


Pandangan mereka bertemu. rii melihat kehadiran Peter di hotel tersebut. jantung rii berpacu lebih cepat. kini keduanya saling berhadapan.


''Pe.. Peter.''


''Halo rindu anastasia senang bertemu dengan anda kembali.''


Rii memaksakan untuk tersenyum padahal ia saat ini ingin menangis.


''Apa kabar peter.''


''Dia siapa sayang?''


''Perkenalkan dia adalah peter seseorang yang sempat aku ceritakan kepadamu.''


''Hai namaku bayu kusuma suami dari rindu.''


Hati peter bagai di sayat sayat. ia tidak menyangka jika rii bisa melupakannya begitu saja. sedangkan peter masih harus memulihkan hatinya.


''Hai Namaku Recsha Peter. baiklah aku pergi dulu senang bertemu dengan kalian.''


Hati rii sangat sakit melihat Peter. rii sangat mengetahui jika saat ini Peter tidak baik baik saja. Peter merasakan sakit yang luar biasa saat mengetahui rii telah bersuami. ia akhirnya memutuskan balik ke Amerika.


Harapan Peter telah berakhir. ia yang menunggu dan berharap untuk bisa bertemu dengan rii dengan jalan takdir Tuhan yang akan mempersatukannya. Dan kini ia harus merasakan sakit yang luar biasa saat mengetahui status rii sudah berganti.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2