Hei Rii

Hei Rii
Episode 24


__ADS_3

**Happy Reading guys**


.


.


.


.


.


Peter menemui rii dikelasnya, semua teman sekelas rii melihat Peter yang berjalan menuju kursi yang ditempati oleh rii.


''Hei rii apa kamu sudah baik baik saja?'' ( berbahasa Inggris)


Rii Sama sekali tidak merespon ucapan peter. ia membereskan bukunya kemudian memasukkannya ke dalam tas dan berlalu meninggalkan Peter begitu saja.


Peter mengejar rii yang meninggalkannya. sedang rii mempercepat langkahnya untuk menjauhi Peter, namun Peter dengan begitu cepat menarik pergelangan tangan rii dan membawanya ke taman dekat asramanya.


''Kenapa rii?''


Rii hanya menatap Peter.


''Hei kamu kenapa?''


Rii kemudian melepaskan gengaman tangan Peter secara pelan.


''Aku mohon jangan mendekatiku lagi.'' (berbahasa Inggris)


Kening Peter mengerut.


''Maksud kamu apa rii?''


Rii memejamkan matanya sejenak, kemudian ia kembali menatap Peter.


''Aku lelah, bersanding denganmu membuatku tertimpa begitu banyak masalah. orang orang dikampus ini tidak menyukaiku. semuanya merendahkan ku, mengolok olokku, dan membullyku.''


Tangis rii tidak bisa tertahan lagi. air matanya sudah lolos dari tempatnya. perlahan tangan Peter sudah menghapus air mata rii. Peter menangkup wajah rii dengan kedua tangannya.


''Maafkan aku jika kehadiranku membuatmu tertimpa masalah, tapi aku tidak bisa menjauh darimu rii.''


Tatapan keduanya semakin mendalam, rii merasa sedikit ganjal dengan perkataan Peter barusan.


''Apa kamu masih belum cukup melihatku menderita?''


Rii melepas tangan Peter dari wajahnya.


''Apa kamu tidak memiliki sedikit perasaan ibah kepadaku? aku lelah dengan semua ini Peter, kehadiranmu membuat diriku semakin tersiksa.''


Deg mendengar perkataan rii, membuat dadanya terasa sesak. apa rii begitu sangat terluka berada disampingnya, sampai ia sangat begitu lelah.


''Tidak rii. aku bahkan berusaha untuk melindungi mu dari mereka yang ingin berbuat jahat kepadamu.''


''Mereka tidak akan menjahili ku jika kamu tidak berada disampingku, mereka juga tidak akan mengancamku dan menamparku jika kamu masih berada disampingku peter.''


Nada bicara rii sudah semakin meninggi. rii tidak tahu harus bagaimana lagi memberitahu Peter dengan cara apa. sebab ia sudah memohon waktu itu untuk tidak mendekati rii lagi. namun Peter masih tetap keke ingin berada disamping rii.


Peter kaget dan membulatkan matanya saat tau rii diperlakukan tidak baik oleh mereka semua. bahkan rii sudah terkena tamparan dari mereka.


''Siapa? siapa yang sudah berani menamparmu rii.''


Peter memegang kedua pundak rii sambil memastikan siapa pelakunya. rii kemudian menepis tangan Peter dari pundaknya


''Kamu tidak usah tahu siapa dia. aku hanya ingin kamu berhenti untuk terus mendekatiku, dengan begitu mereka tidak akan mendekatiku lagi dan tidak membuat perhitungan lagi denganku.''


''Tidak rii, bukan begitu caranya. kamu hanya perlu memberitahu siapa orangnya, dengan begitu mereka pasti tidak akan menganggumu lagi, aku yakin.''


"Tidak Peter, kamu salah. tolong dengerin aku sekali ini saja. karena aku yakin, setelah ini mereka pasti sudah membuat rencana untuk menjahiliku lagi.''


''Tidak rii tidak. kamu akan tetap ikut denganku dan berada disampingku. mereka semua tidak akan berani untuk merundungmu lagi, aku akan berusaha untuk melindungi mu dari mereka semua. aku yang akan melindungimu dan membuat mereka tidak mempunyai celah untuk menindas mu lagi. Dengarkan aku.''


Rii menarik nafasnya dalam. ia tidak tahu bagaimana lagi harus menghadapi Peter. dia sangat keras kepala dan selalu saja menolak apa yang rii ucapkan.


''Bagaimana caranya agar mereka berhenti untuk mengangguku lagi?''


''Kamu hanya harus berada disampingku setiap saat, dengan begitu mereka semua tidak akan bisa menggangumu lagi.''.


''Bagaimana jika kamu kecolongan? mereka sudah menindasku dan kamu baru saja tiba?''


Peter terdiam sejenak. rii benar, insiden kemarin cukup membuatnya kurang yakin.


''Kamu yang tenang rii, mulai sekarang aku pasti akan mencegahnya.''


Rii membuang mukanya. ia berharap apa yang Peter katakan bisa terwujud. sebab rii masih sangat ketakutan dengan ancaman seniornya waktu itu. rii takut mereka akan melakukan hal yang lebih menyakitkan dari kemarin.


Sekarang mereka berdua tengah berada di apartemen Peter. Peter menyuruh rii untuk tetap berada di apartemennya.


''Kamu disini dulu, ada yang ingin aku lakukan diluar sana sebentar.''


''Kemana?''


''Kamu duduk di sini saja. aku mempunyai urusan sedikit. setelah selesai aku akan kembali dan membawamu pulang ke asrama.''


Rii hendak menolak namun Peter sudah lenyap dari bilik pintu apartemennya. rii tidak tahu harus apa di apartemen milik Peter ini. ia akhirnya memilih untuk menyalakan televisi. disana ia sudah di sugukan dengan menonton flm.


Setelah 1 jam berlalu Peter masih saja belum pulang, perut rii merasa lapar. ia malu jika harus mengambil makanan begitu saja tanpa seiizin Peter.


*


mobil Peter telah terparkir didepan apartemen milik selena. ia berjalan menuju lift dan segera menekan angka lantai yang ditempati oleh selena. thing lift terbuka Peter segera menuju pintu apartemen selena dan mengetuk ngetuknya.


''Selena buka pintunya aku tahu kamu sedang berada di dalam sekarang.''


Peter masih setia mengetuk pintu sampai selena membuka namun nihil. penghuni apartemen itu tidak ada didalam. salah satu tetangga selena membuka pintu karena suara ketukan dari Peter cukup ribut dan membuatnya merasa terganggu.


''Permisi, pemilik aperteman ini sejak kemarin tidak dihuni oleh pemiliknya.''


Peter berbalik melihat orang itu.


''Baiklah, Terima kasih sudah memberitahu, saya pamit dulu.''


Peter akhirnya meninggalkan aparteman selena. mobilnya melaju kearah apartemen milik jimin. tidak menunggu lama pintu apartemen jimin terbuka.


''Hai kawan ada apa ini?''


''Berikan ponselmu sekarang. apa dia masih belum juga mengangkat telpon darimu?''


Handphone milik jimin sudah berpindah tangan. sekarang Peter menekan nama selena panggilannya terhubung namun selena masih saja tidak mengangkat telponnya. 3x Peter terus saja menelpon namun hasilnya nihil, selena sama sekali enggan untuk mengangkat telpon darinya.


''Siall wanita iblis itu, dia sama sekali tidak mau mengangkatnya.''


''Dia tahu jika kamu sedang mencarinya. jadi dia tidak ingin mengangkat telpon dariku.''


''Dimana dia bersembunyi, bahkan dia tidak masuk kampus selama 2 hari ini.''


''Mungkin selena sedang berada di apartemen jason.''


''Benar, dia pasti sedang berada di apartemen jason.''


Peter berencana ingin menemuinya. namun ia sangat enggan bertemu dengan si brengsek jason itu.


''Jimin aku ingin meminta bantuanmu.''


''Apa?''

__ADS_1


''Rii semakin hari semakin di musuhi oleh orang orang di kampus, aku pusing.''


''Kenapa peter?''


''Dia mengatakan jika kehadiranku di sisinya tidak baik untuk keselamatannya. mereka semua akan menggangu rii jika aku masih berada disamping rii.''


Peter mengusap wajahnya.


''Aku harus bagaimana jimin. aku juga tidak bisa mengawasi rii 24 jam. aku takut jika aku berbalik setelah mengantarnya ke asrama atau kelasnya. aku takut pada saat itu rii akan diserang oleh mereka. aku takut ucapanku kepada rii tidak akan bisa terbuktikan bahwa aku akan melindunginya.''


''Kamu tenang dulu Peter kita cari solusinya bersama sama.''


Mereka berdua termenung sejanak.


''Aku punya ide, kita cari dulu siapa yang merundung rii waktu itu. setelah kita mendapat siapa orangnya, kita berdua menemuinya dan memberikan dia ancaman.''


''Kamu benar jimin.''


Mereka berdua kembali ke kampus, mereka mulai menanyai beberapa mahasiswa yang ikut hadir sejak perundungan rii. bahkan jimin mengeluarkan beberapa uang untuk membuat mereka angkat bicara.


''Tolong katakan siapa yang telah merundung rii waktu itu.''


Lelaki itu tidak ingin mengatakan siapa pelakunya. namun saat jimin mengeluarkan beberapa dollar ia baru mau bicara.


''Baiklah jimin, dia adalah katy dan becca. mereka adalah fangirl kalian, mungkin mereka tidak menyukai rii karena rii terlalu dekat dengan peter.''


''Baiklah kamu boleh pergi.''


Jimin menekan nama peter dilayar handphonenya. sedang terhubung dan peter mengangkat telpon dari jimin.


**halo peter kamu dimana? *


*Aku sedang berada di taman dekat perpustakaan, apa kamu sudah menemukan siapa pelakunya*


*Ya kawan, aku akan segera menemuimu disana*.*


Sambungan terputus, jimin segera menemui peter ditaman dekat perpustakaan.


''Bagaimana jimin siapa pelakunya.''


''Katy dan becca. mereka berdua lah pelakunya. dari yang aku dengar mungkin dia bukan suruhan dari selena. mereka sendiri memang tidak menyukai rii karena rii terlalu dekat denganmu.''


''Ayo kita temui mereka.''


Jimin mengangguk. mereka berdua mencari kelas yang ditempati oleh mereka. namun saat mendapati kelasnya sudah kosong.


''Sial kita telat.''


Namun saat hendak pergi katy dan becca kembali ke kelasnya karena mereka berdua melupakan sesuatu disana.


''Katy bukanka itu peter dan jimin?''


''Ya kamu benar becca, kenapa mereka berada di depan kelas kita.''


''Aku tidak tahu, ayo kita temui mereka.''


Dua gadis ini sangat kegirangan melihat jimin dan peter, mereka sudah menghayalkan jika kedatangan peter dan jimin adalah untuk mencarinya dan mengajaknya berkencan.


''Halo kalian sedang apa?''


Katy sudah menyapa duluan. peter dan jimin sontak berbalik mendengar suara katy. jimin dan peter saling menatap dan kembali melihat dua gadis yang sedang berada di depannya.


''Kami sedang mencari katy dan becca.''


Dua gadis ini tersenyum begitu bahagia. benar dugaan mereka, peter dan jimin sedang mencarinya.


''Benarkah. saya katy dan ini teman saya becca.''


Dua gadis ini sedang memperkenalkan dirinya. peter dan jimin tersenyum, baru saja ia dikecewakan dengan ketidakhadiran mereka dikelasnya. namun tiba tiba saja dua gadis ini datang tepat di hadapannya.


''iya jimin.''


''Apa aku boleh meminta waktumu sebentar, ada yang ingin kita bicarakan kepada kalian.''


Sontak dua gadis ini mengangguk senang mendapat ajakan dari jimin dan peter. mereka berdua menuju taman dekat perpustakaan. saat mereka telah sampai. peter langsung menyugukan mereka dengan wajah dinginnya.


''Apa kalian yang sudah merundung rii?''


Mereka berdua membukatkan matanya.


''Jawab! apa kalian berdua yang sudah merundung rii?''


Amarah peter tidak bisa dikendalikan. sehingga kedua gadis itu merasa ketakutan.


''Peter tenang, kamu tidak harus membentak mereka, kita bisa membicarakan ini secara baik baik bukan.''


''Tidak jimin, dua gadis ini sudah sangat kejam kepada rii. mereka pantas mendapat teguran dariku.''


''Peter tenang, mereka berdua ketakutan.''


Peter berdiri sedikit berjarak kepada mereka bertiga.


''Katy becca, tolong jawab pertanyaanku. apa benar kalian pelakunya?''


Mereka berdua menunduk dan tidak berani menjawab pertanyaan jimin. mereka tertipu, kedatangan jimin dan Peter ternyata mencarinya bukan untuk menanyakan mereka, melainkan mereka mencarinya karena ingin mengetahui pelaku dari perundungan yang dialami rii.


''Katy,, beca,, jangan takut kami hanya ingin mengetahui yang sebenarnya.''


Jimin berucap dengan lembut sedang Peter menatap kedua gadis itu dengan kemarahan.


''Cepat jawab.''


Jimin berbalik menatap peter. dan kedua gadis itu kaget dengan serentak. suara dominan peter mampu membuatnya semakin ketakutan.


''Peter jangan membentaknya.''


''Terserah kamu jimin, cepat buat keduanya mengaku, aku rasanya muak melihat wajah mereka.''


Tidak terasa kedua gadis itu menangis, perkataan peter terlalu kasar sehingga membuat kedua gadis ini menangis.


''Hei katy,, becca,, jangan menangis, peter memang seperti itu jika sedang marah. tolong jawab dengan jujur agar peter tidak melakukan apapun itu kepada kalian.''


Katy mulai mendongak menatap jimin.


''Benar, kami berdua yang sudah merundung rii.''


Peter mendekat ia menatap katy sangat intens wajah mereka berhadapan hanya beberapa centi.


''Apa yang membuatmu merundungnya? bahkan dia tidak mengenalmu, kenapa kamu begitu sangat kejam kepadanya.?''


Katy menatap mata peter lama. dan kemudian Katy tersenyum.


''Kamu ternyata sangat tampan jika dilihat sedekat ini peter.''


Katy kemudian mendorong peter pelan memberi jarak sedikit, kemudian Katy tersenyum.


''Kamu tahu peter, aku dan becca mengidolakanmu. bahkan aku belum pernah melakukan hal seperti ini kepada siapapun, sampai pada akhirnya rii datang. wanita ja**ng itu terus saja berada disampingmu. aku muak dan kesal saat melihatnya terlalu dekat denganmu, padahal aku yang sudah bertahun tahun mengidolakanmu hanya bisa melihat dari kejauhan. kamu tahu peter aku dan becca merasa tersakiti melihat kedekatan kalian berdua. dulu waktu kamu bersama dengan selena aku bisa memaklumi, karena selena memang orang yang cukup terpandang. namun ja**ng itu bukan sama sekali orang yang pantas bersanding denganmu peter. dia tidak setara denganmu. dan aku merasa ini tidak adil.''


Katy mengungkapkan semua isi hatinya.


''Ohh kamu cemburu dengan rii, asal kamu tahu. aku dekat dengan siapapun bukan urusan kamu. aku peringatkan kamu agar berhenti merundungnya lagi atau kamu ohh bukan atau kalian berdua akan keluar dari kampus ini, bukan itu saja aku bisa menjamin keluarga kalian akan dipecat dari perusahaan yang mereka tempati.''.


Katy dan becca membulatkan matanya, ancaman peter cukup membuatnya ketakutan, jika saja hanya dikeluarkan itu bukan masalah besar, namun mereka tidak ingin jika keluarganya menjadi korban atas kelalaiannya.


''Peter aku mohon jangan lakukan hal itu.''

__ADS_1


Katy memohon.


''Baik, aku tidak akan melakukannya, tapi kamu harus mengikuti apa yang aku katakan barusan. berhentilah merundung rii.''


''Baik. baik peter kami berdua akan berhenti.''


''Baiklah, Terima kasih atas kerja samanya.''


Peter dan jimin pergi meninggalkan mereka berdua ditaman itu.


''Sekarang masalah pertama sudah selesai, selena bersembunyi la sebisamu. karena jika sampai aku mendapatmu aku bisa pastikan kamu akan terkena masalah yang begitu besar.''


''Jangan terlalu kasar kawan, ingat dia seorang perempuan.''


''Diam jimin, aku tidak butuh nasihat darimu. seorang iblis seperti dia pantas untuk mendapatkannya.''


Jimin tidak bisa berkata, apa yang di katakan oleh peter tidak bisa ia campuri. yang ada ia akan kena amukan darinya.


Peter melihat arloji yang berada di tangan kirinya.


''sial jimin aku pergi dulu.''


Rii yang sudah sangat kelaparan menunggu Peter memutuskan membuka kulkas Peter, disana ia mengambil air putih dengan cepat ia meneguknya sampai tandas.


''Peter sialan gue lapar banget, kemana si dia''


Pintu apartemen terbuka disana, Peter masuk dan mencari keberadaan rii. ia memelankan langkahnya menuju rii di meja makan.


''Maaf rii aku lama.''


Rii menengok Peter dengan kesal.


''Maaf rii tolong jangan menatapku seperti itu.''


Rii bangkit dari kursinya.


''Apa kamu ingin membunuhku disini peter?''


Peter mengerutkan dahinya.


''Maksud kamu apa rii?''


Perut rii tiba tiba berbunyi sontak saja rii begitu sangat malu. ucapan peter dijawab langsung oleh perutnya yang berbunyi karena lapar. Peter yang mendengar itu tertawa.


''Haha maafkan aku rii, seharusnya kamu mengambil makanan di kulkas dengan sesukamu. aku tidak akan marah.''


Rii menunduk karena malu. peter berjalan membuka kulkas dan memberi rii puding mangga, dan setelah itu peter mengambil pasta dan segera membuatkannya untuk rii.


''Kamu makan ini dulu rii, sementara menunggu pasta yang aku masak.''


Tidak menunggu lama rii langsung memakan puding itu, rasa laparnya sudah tidak bisa ia tahan lagi. sedang peter memasak pastanya sambil tersenyum. wajah rii masih sangat terbayang di otaknya, menahan malu dengan semburat merah di pipinya. sangat menggemaskan.


Pastanya sudah jadi, peter menghidangkannya di atas meja. mengambil air putih dan mendorong piring berisi pasta itu kepada rii.


''Ini rii makan ini.''


''Terima kasih.''


Tidak ada suara, mereka berdua menikmati pastanya


''Rii.''


''Mmm...''


''Setelah ini, aku ingin berbicara denganmu.''


Rii menatap peter.


''Iyaa.''


mereka berdua sudah berada di ruang tamu.


''Rii..''


''Mmm.''


''Sebenarnya aku ingin membetahumu sesuatu.''


''iya peter apa?''


''Aku.. akuu sudah menemui pelaku yang sudah merundung mu. mereka tidak akan bisa menggangumu lagi.''


Tiba-tiba ucapan peter berubah. ia tidak sanggub untuk menyatakan perasaannya. rii merasa lega, ketakutannya tentang ancaman dari mereka sudah tidak ada lagi.


''terimakasih peter.''


Mereka berdua sudah berada didalam mobil. peter sudah siap untuk mengantar rii balik ke asrama. Peter memutar musik At my worts dari pink sweat$ yang menjadi lagu kesukaannya saat bertemu dengan rii.


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang asrama.


''Rii jika ada apa apa hubungi aku.''


''Mmm baik.''


Rii keluar dari mobil Peter, setelah memastikan rii dengan aman. barulah Peter pergi dari sana.


Rii membuka pintu kamar asramanya. disana sudah ada lisa, rii mendekati lisa.


''Lagi ngapain lis?''


Lisa menengok ke arah rii.


''Oh lo udah balik, ga gue cuma moto tugas gue.''


''lis kok lo tumben cepat banget tadi keluarnya, biasanya kan lo nungguin gue buat ke kantin bareng.''


''Ohh gue tadi ada urusan bentar si, lagian lo gak sendiri juga kan rii. kan udah ada Peter di sisi lo setiap saat.''


''Lis lo kenapa si ko jutek banget ama gue. gue salah ya ama lo?''


Lisa menatap rii.


''Ga rii, gue cuma ngerasa kalau gue udah gak dibutuhin lagi, semenjak lo jadi asisten Peter gue ngerasa gue udah gak ada gunanya lagi jadi sahabat lo. karena yang selalu nolong lo Peter kan bukan gue.''


''Lisa lo salah paham, lo masih berguna buat gue. lagian kita masih bisa sama saat diasrama kan. gue juga gak mau lo terkena imbasnya karena gue punya banyak masalah.''


''Udah rii. gue ga mau berdebat ama lo.''


Lisa pergi dari kamar asrama. rii merasa sangat sedih melihat tingkah lisa yang begitu berubah. mungkin rii masih sangat harus membagi waktunya antara peter dan lisa. rii gak mau kehilangan lisa hanya terlalu dekat dengan peter.


Bagi rii lisa udah jadi saudaranya. mereka bahkan sudah mengalami susah senang bersamanya disini. bagaimanapun lisa bukan orang asing, yang orang asing itu melainkan peter.


.


.


.


.


.


**Oke guys sekian dulu ya untuk chapter ini. jangan lupa like komen and share ke temen temen kalian ya. dukungan dari kalian bisa buat author update setiap hari lo. sorry kalau masih ada typo


Bye bye guys salam dari atuhor🤗🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2