
**Halo guys sorry banget baru bisa update
Happy Reading**
.
.
.
.
Jimin yang sedari tadi mengirim pesan kepada rii yang tidak di balasnya beralih menghubungi peter.
''Halo kawan, apa kamu bersama dengan rii?''
Tanya jimin diujung telpon.
''Dia sudah berada di asrama, aku baru saja sampai di apartemenku.
''Baiklah kalau begitu, aku ketempat mu sekarang ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu.''
Jimin menutup telpon secara sepihak. tidak butuh waktu lama, jimin sudah berada di depan apartemen peter. dan pintu sudah terbuka, jimin masuk dan langsung membuang tubuhnya di atas sofa empuk milik peter. peter mulai duduk di samping jimin. dan jimin memutar tubuhnya 180 derajat agar bisa bertatap muka dengan peter.
''Aku pikir selena memiliki dendam terhadap rii, apa kamu merasakan hal yang sama kawan.''
''Mungkin saja seperti itu.''
Balas peter singkat. jimin mengigit kuku kuku jarinya sembari memikirkan sesuatu.
''Peter... bagaimana jika selena masih tidak puas dan kembali merundung rii.''
Peter melirik jimin dan menaikkan satu alisnya.
''Itu tidak akan terjadi, sebab rii sekarang sudah menjadi asistenku, jadi siapapun orang yang akan menyentuh milikku akan ku pastikan dia akan menderita.''
Ucap peter dengan nada yang dominan.
''Wah kawan. kamu sangat menakutkan, bagaimana bisa kamu berkata bahwa rii milikmu.''
Peter merubah posisinya.
''Kamu salah paham. rii sekarang asistenku berarti dia sudah menjadi bagian dari milikku dalam artian asisten, kamu paham maksud ku bukan.''
Jimin tertawa
''Baiklah kawan aku rasa rii akan tenang jika dia berada di sampingmu.''
Jimin menyandarkan punggungnya sambil menutup matanya.
''Aku pikir kamu sudah mulai membuka hatimu kawan.''
Ucap jimin dengan posisi ternyaman nya. dan peter seketika berbalik menatap jimin.
''Maksud kamu apa jimin?''
Jimin tersenyum dan membuka pejaman matanya dan mulai melirik kearah peter.
''Selama beberapa bulan ini kamu sangat anti terhadap wanita, jika ada wanita yang mendekatimu. kamu akan sangat merasa kesal, tetapi kali ini. kamu merebut asistenku dan sikap kamu terhadap rii sangat berbeda, setiap kali rii terjatuh kamu selalu berlari untuk membantunya bahkan kamu sampai membawa ia ke rumah sakit. dan perkataan mu barusan membuatku merasa, bahwa kamu memiliki sikap yang tidak biasa, bahkan kamu akan membuat seseorang menderita jika berani menyentuh rii. bukankah itu sudah cukup jelas bahwa kamu sudah mengalami sedikit perubahan kawan.''
Jimin kemudian memejamkan matanya lagi. Peter terdiam mendengar perkataan jimin, dan jimin kembali membuka pejaman matanya dan melirik kearah peter, jimin tersenyum melihat sahabatnya diam membisu.
''Bukan seperti itu kawan, aku hanya merasa kasihan melihatnya.''
Bantah peter.
''Baiklah kawan aku rasa perbincangan kali ini cukup sampai disini.''
Jimin berlalu sambil menepuk bahu peter. saat hendak membuka pintu, jimin kembali menepuk bahu peter.
''Coba sekali lagi kamu yakinkan hati kamu, itu benar hanya kasihan atau kamu sudah mulai tertarik kepadanya.''
Bisik jimin dan berlalu meninggalkan apartemen peter. peter yang mendapat bisikan dari jimin menatap tajam kearah jimin sebelum jimin lenyap dari bilik pintu. peter berjalan kearah kamarnya dan mulai menyakinkan dirinya bahwa ia hanya merasa kasihan dan tidak lebih.
Tiba tiba saja peter teringat di malam itu saat ia mengantar rii ke apartemennya, gaun yang ia kenakan sangat cantik dan membuat dirinya nampak terlihat sangat cantik. bibir peter mulai terangkat membentuk senyuman.
''sial.... apa barusan aku tersenyum, tidak.. tidak peter. lebih baik sekarang aku tidur. otakku sedang dipengaruhi oleh jimin si pria brengsek itu.'' umpat peter kesal..
Di pagi hari, rii sudah siap berangkat ke kampus bersama lisa. kali ini lisa tidak banyak bertanya, lisa hanya mau menemani rii tanpa bertanya apapun itu. mereka berdua sudah sampai dikelas. Selena keluar dari mobil mewahnya, selena nampak sangat cantik menggunakan topi dan sepatu boots dengan setelan auter dan celana kulot berwarna biru ia berjalan dan tersenyum. semua pasang mata yang ada di area parkiran menatap selena. saat hendak menuju kelasnya selena berpapasan dengan jimin dan peter, selena mulai berjalan menghampiri mereka berdua.
''Halo jimin.. peter...''
Jimin hanya menatap dingin kearah selena dan peter, ia bahkan tidak sudi melihatnya, peter lebih memilih melihat dindin polos yang berada disampingnya. selena merasa diacuhkan oleh mereka berdua.
''Jimin apa kamu marah kepadaku.''
Peter langsung berlalu dari hadapan selena dan meninggalkan jimin, selena dan jimin hanya menatap kepergian peter. jimin dan selena kembali menatap satu sama lain. jimin mengembuskan nafasnya kasar.
''Selena aku berharap kamu jangan pernah melakukan perbuatan seperti itu lagi. sekalipun kamu memiliki dendam terhadap rii, tolong jangan mempermalukan dia didepan mahasiswa lainnya. perilaku yang kamu lakukan layaknya sampah. tanganmu terlalu bersih jika harus melakukan hal kotor seperti itu.''
Jimin memejamkan matanya sejenak dan mulai memegang bahu selena.
''Kemana selena yang dulu, selena yang ramah ke semua orang bahkan jika salah satu diantara mereka melakukan perbuatan jijik seperti apa yang kamu lakukan kemarin, kamulah orang yang paling duluan melerai perbuatan mereka.''
Jimin menatap selena. selena yang mendapat serangan dari jimin, matanya mulai memerah dan berkaca kaca sebulir air matanya telah lolos dari tempatnya dan membasahi pipinya, tangan jimin bergerak cepat membasuh air mata selena.
''Maafkan aku jimin, aku hanya tidak ingin wanita itu merebut peter dariku, aku masih sangat mencintai peter, aku tidak ingin peter bersanding dengan wanita manapun.''
Ucap selena sambil menunduk. jimin yang melihat ketulusan dari mata selena hanya terdiam. rupanya wanita ini masih sangat mencintai peter, namun sayang. sahabatnya sangat membenci selena.
''Hei hei angkat kepalamu selena. jangan menangis, kamu harus bisa menerima bahwa peter tidak akan bisa kembali bersamamu. hatinya sudah hancur berkeping-keping akibat ulahmu sendiri.''
__ADS_1
''Jadi aku harus bagaimana jimin?''
Selena menatap jimin dengan tatapan sedihnya.
''Kamu harus menerima ini semua. kenyataanya hubungan kalian sudah berakhir beberapa bulan ini. biarkan peter menentukan pilihannya sendiri.''
''Dan satu hal, jika kamu masih mau berteman denganku. jangan melibatkan rii dalam urusan pribadimu bersama peter. rii tidak mengetahui apa apa.''
Mereka saling bertatap. perlahan tangan jimin terlepas dari bahu selena.
''Aku pergi ke kelas dulu. ingat selena jangan melakukan hal kotor lagi.''
Ucap jimin sambil berlalu. sedang selena masih berdiri dan menatap kepergian jimin, seketika bibirnya terangkat membentuk senyuman.
''Kamu pikir kamu siapa bisa menasehati ku. aku tidak akan tinggal diam jika wanita itu berhasil membuat hati peter luluh, aku tidak akan segan segan melempar dia ke negara asalnya.''
Batin selena. tanganya mulai mengusap sisa sisa air matanya dan kembali tersenyum.
''Kita lihat saja, kehancuran yang sesungguhnya akan segara tiba.''
Selena mulai berjalan menuju kearah kelasnya sambil memasang senyum liciknya.
Kelas mereka sudah berakhir. rii dan lisa seperti biasa akan menuju ke arah kantin. saat asik berjalan rii berpapasan dengan selena. rii yang menatap selena tiba tiba berhenti. lisa dan rii terdiam saat di hadapan mereka terdapat selena dengan melipatkan kedua tangannya di dadanya.
''Halo rii.. apa harimu menyenangkan? oh aku meminta maaf atas kelakuanku kemarin, aku harap kamu bisa memaafkan ku.''
''Ah.. aku sudah memaafkan kakak kok. kalau begitu kami permisi dulu.''
Rii segera berlalu dari hadapan selena. selena berbalik melihat kepergian rii dan temannya.
''Dasar wanita jal*ng.''
Ucap selena sambil tersenyum licik. sesampainya mereka berdua di kantin. rii mulai duduk dan menghembuskan nafasnya kasar, kecepatan detak jantungnya sangat cepat. rii mengelus elus dadanya.
''Rii lo yang tenang Oke.''
Rii hanya mengangguk, setelah dirasa detak jantungnya sudah mulai normal. barulah rii bisa bernafas lega. dari kejauhan peter menatap rii. ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke meja yang ditempatkan oleh rii. peter tiba tiba datang dan duduk tepat dihadapan rii. rii yang menyadari kedatangan seseorang langsung terkejut.
''Astagfirullah.''
Ucap rii dengan membulatkan matanya. sedang peter yang melihat tingkah rii yang ntah apa yang diucapkan oleh rii hanya menatap rii dingin.
''Kenapa tiba tiba datang?''
Peter hanya mengangkat kedua alisnya dan melipatkan kedua tangannya di dada. rii yang mengamati kelakuan dari peter seketika menunduk.
''Apa aku salah bicara ya.'' batin rii.
Lisa datang dengan makanan mereka.
''Oh, kak peter juga ada rii.''
Bisik lisa. rii hanya mengangguk malu.
Ucap lisa, sedang peter hanya melirik kearah lisa dan balik menatap rii.
''Judes amat de.''
Ucap lisa dengan sedikit berbisik dan langsung meletakkan makanannya di atas meja. lisa dan rii mulai memakan makanannya. sedang peter masih setia duduk dan melihat mereka berdua makan. rii dan lisa agak sedikit risih karena peter terus saja melihat mereka tanpa mau berbicara atau pergi dari tempatnya. setelah mereka berdua selesai makan. tiba tiba saja peter menyuruh rii untuk ikut dengannya.
''Ikut denganku sekarang.''
Rii bengong, siapa yang peter maksud. dan peter berbalik menatap rii kembali.
''Apa kamu mendengar ku. ikut denganku sekarang.''
Akhirnya rii tersadar bahwa yang dimaksud oleh peter ialah dirinya.
''Lis gue ikut peter dulu ya. sorry gak bisa bareng lagi kali, gue baru inget kalo sekarang gue jadi asisten peter.''
''Oke rii ga apa apa ko.''
Rii mulai mengejar peter yang meninggalkan jarak yang cukup jauh. peter sudah memasuki mobilnya dan mulai menunggu rii, sedang rii mulai mengatur nafasnya saat sampai didekat mobil peter. peter mulai menurunkan kaca mobilnya, dan menatap rii.
''Kenapa?''
Ucap peter sedang rii hanya melambaikan tangannya yang menandakan tidak apa apa. rii mulai memasuki mobil peter. dan peter mulai menancapkan pedal gasnya. hening mereka berdua tidak berbicara, padahal rii sudah sangat ketakutan. kali ini dimana peter akan membawanya. rii ingin bertanya namun ia juga cukup takut sebab sikap dingin peter sangat menakutkan.
Kali ini mereka berhenti di sebuah restoran, nampaknya peter belum makan sama sekali sehabis kelas mereka selesai, peter sudah mulai masuk kedalam restoran tersebut yang diikuti oleh rii dibelakangnya. peter memilih meja di paling ujung. tidak berlangsung lama, peter mulai memesan makanan. rii hanya duduk terdiam sembari menunggu kedatangan pelayan membawa pesanan.
Akhirnya pelayan sudah datang membawa pesanan peter dan mulai menaruh di atas meja satu per satu. rii menunduk rupanya ia hanya diminta untuk ditemani makan saja. sedang peter yang asik menyantap makanannya tidak memperdulikan rii sama sekali.
''Dasar es kutub bisa bisanya jadiin gue patung, gue kan juga pengen cicip dikit, selain es kutub ternyata dia juga pelit.'' batin rii.
Setelah selesai dengan ritual makannya mereka pergi dari restoran tersebut, dan kembali ke kampus. rii terus saja mengikuti kemana arahnya peter, kali ini mereka ke perpustakaan. rii lagi lagi hanya dijadikan patung tidak bergerak dan berbicara.
''Rasanya lebih baik menjadi asisten jimin yang menyuruhnya ke sana kemari ketimbang harus menjadi patung dari berbagai tempat. huss sangat membosankan bukan.'' batin rii.
Rii pasrah dengan perlakuan peter, rasanya ia mulai mengantuk, peter masih sibuk dengan tugasnya. ia bahkan hampir melupakan rii yang berada didepannya. sedang rii tidak bisa tahan lagi dengan kantuknya, akhirnya rii tertidur. Setelah 1 jam peter bergelud dengan tugasnya ia akhirnya membereskan buku bukunya dan manaruhnya di dalam tasnya. pandangan mengarah kearah rii yang tertidur pulas, ia mulai mendekati dengan menarik kursi di samping rii dan memperhatikan rii. dengan lancang peter mengibaskan anak anak rambut rii kebelakang telinganya.
Sekitar 5 menit lamanya peter menatap rii, rii akhirnya terbangun sambil mengucek ngucek matanya dan menguap, ia belum tersadar jika disampingnya ada peter. rii mencari keberadaan peter yang tidak terlihat dihadapannya, seketika rii terkejut tiba tiba saja peter berada di sampingnya.
''Ayo pergi.''
Beberapa menit yang lalu peter mendapat pesan dari papanya bahwa ia disuruh datang ke kantornya. lagi lagi rii mengikuti kemana peter akan pergi. sesampainya di kantor papanya peter, peter memberitahu rii untuk menunggunya di taman, rii hanya mengangguk iya. rii mulai berjalan di sebuah kursi di taman yang pernah ia singgahi kemarin.
''Ternyata kantor ini perusahaan papanya peter, pantas saja waktu itu ia datang, rupanya kantor ini milik orang tuanya. tapi kenapa waktu itu peter tiba tiba datang menemuiku?''
Rii terus saja memikirkan hal tersebut.
''Ah.. ngapain juga gue pikiran itu semua.''
__ADS_1
Rii mulai melihat lihat sekitar, ia melihat beberapa bunga diseberang kursi yang ia tempati, rii kemudian berjalan melihat bunga bunga tersebut. peter yang melihat rii tersenyum bahagia melihat keindahan bunga itu tak disangka bibirnya terangkat membentuk senyuman. ada rasa hangat tersendiri melihat rii tersenyum bahagia.
''Sial lagi lagi aku tersenyum. tidak, ini tidak mungkin.''
Peter akhirnya menghampiri rii.
''Apa kamu menyukainya?''
Ucap peter yang tiba tiba.
''Ah.. sudah selesai?''
Peter duduk di kursi yang semula rii duduki. sedang rii hanya berdiri menatap peter.
''Apa masalah di antara kamu dan selena sudah selesai?''
Ucap peter yang tiba tiba.
Rii terdiam.
''Apa dia masih merundung mu?''
Ucap peter lagi.
''Apa kamu merasa nyaman menjadi asistenku?''
Pertanyaan demi pertanyaan yang diberi beruntutan oleh peter, dan rii masih setia terdiam. rii merasa kali ini peter banyak bicara. tidak seperti saat saat yang lalu.
''Kenapa cuma terdiam apa kamu menganggap ku sedang berpidato?''
Peter mulai merasa kesal.
''Maaf sebelumnya kak, rasanya aku tidak perlu menjawab pertanyaan kakak. biarkan ini menjadi urusanku.''
Ucap rii dan langsung menundukkan kepalanya.
''Ayo pergi.''
Rii berjalan sambil menundukkan kepalanya dan mengikuti peter ke arah mobil. jam telah menunjukkan pukul 16:40 tujuan terakhir peter ialah melihat sunset di tepi pantai. ntah mengapa peter rasanya ingin sekali melihat sunset. mobil mereka terhenti dan peter mulai berjalan ke tepi pantai yang diikuti oleh rii dari arah belakang.
Mereka berdua terlihat tenang melihat keindahan sunset yang begitu indah. mereka berdua terhanyut dalam perasaan mereka masing masing dalam mengangumi keindahan cahaya sunset. ombak pantai mengenai kaki mereka berdua dan percikan air mengenai wajah mereka. sontak saja mereka berdua tertawa dan saling bertatapan. dan tatapan mereka berdua tidak berlangsung lama. dengan menatap mata rii jantung peter tiba tiba saja berdegup kencang, peter merasa ia terkena serangan jantung yang tiba tiba. sedang rii pipinya merah merona melihat senyuman pertama kali seorang peter.
Selena yang tidak sengaja melihat mobil peter diujung sana berhenti. mendekat dan mengecek dimana keberadaan peter. saat sedang mencari selena melihat peter sedang bersama dengan rii. tangan selena mengepal, dadanya terasa sesak melihat kedekatan peter dengan rii.
''Awas saja kamu rii wanita jal*ng, tidak akan ku biar kamu bahagia.''
Selena akhirnya pergi dengan membawa emosinya. ia menancapkan pedal gasnya sangat kencang. mobil peter sudah terhenti didepan kampus, rii perlahan turun dari mobil peter dan berterima kasih.
''Terima kasih sudah mengajakku melihat sunset.''
Peter hanya mengangguk dan memutar balik mobilnya dan berlalu. tiba tiba selena menghampiri rii dan menyeretnya kesamping tembok gerbang kampus. rii terkejut bukan main. traumanya lagi lagi diingatkan.
''Ada hubungan apa di antara kamu dan peter?''
Ucap selena dengan emosinya yang menggebu gebu.
''Aku tidak memiliki hubungan apapun kak, peter hanya tuanku dan aku hanya asisten peter. kita hanya sebatas partner.''
Ucap rii yang menahan rasa ketakutannya.
''Aku peringatkan kamu, agar kamu menjauhi peter. jangan dekat dekat dengannya atau kamu akan tahu akibatnya.''
Selena lalu pergi meninggalkan rii, dan menancapkan pedal gas mobilnya.
Baru saja perasaan rii terasa hangat. tiba tiba saja berubah 190 derajat akibat selena yang memberinya ancaman. sesampainya di asrama. rii merebahkan tubuhnya dan seperti yang sudah sudah, lisa pasti akan datang ketempat rii dan mulai menginterogasi hari ini ada apa saja.
''Rii bagaimana? lo ga kenapa napa kan?''
''Mm.. seperti yang kamu lihat bukan aku baik baik saja lisa.''
Rii berbohong, sebisa mungkin rii ingin terlihat baik-baik saja di hadapan lisa. ia tidak mau membuat lisa panik dan cemas hanya karena memikirkannya.
''Lo serius rii?''
Rii mengangguk
''Iya lisa udah gi gue mandi dulu oke.''
Rii mengambil handuk dan memasuki kamar mandi. tangis rii pecah saat memasuki kamar mandi. ia takut akan ancaman selena. wanita itu sangat mengerikan. 40 menit kemudian rii baru keluar dari kamar mandi. sebisa mungkin ia menutupi wajahnya dari jangkauan lisa. matanya cukup bengkak akibat menangis sepanjang ia didalam kamar mandi.
Jimin
Peter
Selena
Rii
Lisa
Nah gimana guys. kalau masih ada typo atau kalimat yang kurang enak mohon dimaklumi ya guys. sebisa mungkin update setiap hari namun keadaan kadang saja membuat hambatan.
__ADS_1
Sekian dulu ya dari author bye 👋🤗