
Happy Reading guys
Setelah kejadian makan malam kemarin, rii nampak makin takut untuk bertemu dengan selena. sebab berita tentang dirinya sudah tersebar luas di seluruh kampus, foto yang di upload oleh jimin menjadi viral ketika selena mengomentari postingan jimin, walau berakhir selena harus menghapus isi komentarnya karena peter ikut membalasnya dengan perkataan yang sangat pedas.
Rii berjalan menuju kelasnya, para mahasiswa sedang mengintimidasi rii. lisa yang berada di samping rii hanya bisa mengusap punggung rii dan menenangkan perasaan rii. bahkan rii yang sudah sampai di kelas masih saja di cibir oleh teman sekelasnya.
''Hei wanita jal*ng, jangan menggoda dua lelaki tampan di kampus ini. jika kamu ingin uang maka bekerjalah.''
Ucap salah satu teman kelasnya, lisa tiba tiba saja berdiri dan membalas perkataannya.
''Kalau punya mulut dijaga, teman saya tidak seperti apa yang anda pikirkan.''
Tangannya mengepal dan ingin menjambak rambut wanita yang menghina rii, namun rii cepat me mengang pergelangan tangan lisa. '
''Ga usah di ladenin lis, to yang dia lihat ga benar ucap rii.''
''Tapi rii, mereka semua harus tau yang sebenarnya, lo ga seperti apa yang mereka bicarain.''
Lisa akhirnya duduk dengan perasaan yang masih diselimuti emosi.
''Gue ga papa kok lis, yang sekarang gue takutin ntar kak selena datengin aku lagi.''
Rii yang menghela napasnya, rasanya ketakutan itu benar benar akan tiba. ia akan dilempar dari kampus ini oleh selena.
''kita hadapin sama sama oke, gue yang akan bicara saat kak selena mulai mencaci maki lo.''
Ucap lisa penuh dengan keyakinan.
Jimin yang baru saja datang menghampiri peter yang tidak jauh darinya, ia berlari untuk lebih mendekatkan dirinya kepada peter.
''Hai kawan.''
Peter yang disapa oleh jimin tidak membalasnya.
''Apa ada masalah, kali ini kau sedang mendiamkan ku?''
Mereka berdua berjalan diselimuti oleh keheningan sambil menuju kelasnya. jimin terdiam saat peter sama sekali tidak meresponnya. mereka telah sampai dan jimin duduk di kursinya dan salah satu teman kelasnya mendekati jimin.
''Jimin...''
Ucap salah satu temannya.
''Jimin apa benar junior jurusan kedokteran itu wanita simpanan mu?''
Sontak peter yang mendengar hal tersebut berdiri dan mulai memegang kera bajunya.
''Jaga ucapan mu itu kawan, atau mulutmu tidak akan bisa berbicara untuk selamanya.''
Wajah peter nampak sangat memerah emosinya ia luapkan kepada salah satu temannya yang mendekati jimin tadi, jimin berdiri untuk melerai perdebatan mereka.
''Hei.. hei.. kawan sudah berhenti, dia tidak tahu yang sebenarnya, jangan emosi.''
Kini jimin berusaha melepaskan tangan peter dari kerah baju temannya.
''Maafkan aku peter, aku hanya mendapat berita ini dari salah satu room chatku.''
''Siapa yang telah membeberkan info yang tidak penting itu?''
''Sudah.. sudah peter.''
Jimin berbalik menghadap temannya.
''kamu cepat pergi atau peter akan melahap mu jika kamu masih berada disini.''
Temannya itu langsung mengangguk dan pergi.
Peter hanya menatap jimin dan langsung pergi ke bangkunya tanpa mau mendengar ucapan apapun dari jimin. Sedang jimin sudah biasa dengan emosi peter yang tidak bisa untuk di kontrol. jimin mulai membuka instagramnya, dan melihat sudah berapa banyak like yang ia dapat setelah memposting foto mereka semalam. dan rupanya tidak sebanyak yang ia pikirkan.
''Ini semua karena selena yang mulai meninggalkan komentar jahatnya.''
Jimin kemudian menghapus foto tersebut. jimin merasa bersalah kepada rii.
''Pasti rii sedang dirundung masalah setelah kejadian ini, sial.. aku pikir tidak akan terjadi apa apa. nampaknya aku membuat dia tertimpa masalah.''
Jimin mengutuk dirinya sendiri. setelah kelas mereka berakhir, jimin kemudian bergegas untuk menghampiri rii, ia takut selena akan menyeretnya kembali dan mulai mempermalukan rii. sedang peter, ia berniat untuk menghampiri rii juga. ia akan membawa rii pergi dari kampus agar ia tidak bisa bertemu dengan selena. selena yang kelasnya lebih dulu selesai, kini sedang berjalan menuju kelas rii. ia ingin memberinya pelajaran karena sudah berani menyepelekan ucapannya.
Langkah selena dipercepat, ia nampak sangat beribawah, wajah cantiknya nampak sangat mempesona walau ia sedang merasa kesal. waktunya sangat pas, kelas rii berakhir dengan cepat juga. selena mendapati rii yang baru akan keluar ruangan bersama dengan temannya, rii yang melihat keberadaan selena syok, wajah cantik selena seketika berubah menjadi sangat menakutkan untuk di tatap, langkah rii terhenti dan lisa yang berada di samping rii juga ikut berhenti. semua teman kelas rii mulai berkerumunan saat mendapati selena senior yang sangat populer itu sedang berada di depan kelasnya.
Tatapan mereka bertemu selena mulai menyunggingkan senyumannya.
''Hai rii apa aku boleh meminta sedikit waktumu?''
Tanpa jawaban dari rii, selena langsung menyeretnya ke area luar kelas, rii yang diseret oleh selena berusaha untuk menenangkan selena dengan semua ucapan yang ia lontarkan, sedang selena tidak mempedulikan semua ucapan yang keluar dari mulut rii. lisa yang melihat rii diseret paksa oleh selena berusaha untuk melepaskan genggaman tangan selena.
''Selena berhenti.''
Ucap lisa dan selena sama sekali tidak mempedulikannya, setelah sampai ditempat tujuan yang tidak ada seorang pun kecuali mereka bertiga. selena mulai menghempaskan tangan rii. rii menjerit kesakitan karena kuku selena cukup tajam sehingga tangan rii sedikit terluka. lisa mulai memeluk rii yang kewalahan mengejar mereka berdua.
__ADS_1
''Rii lo ga papa?''
Rii mengangguk
''Oh rupanya kamu ingin menjadi pahlawan untuk temanmu ini.''
Lisa yang menatap selena.perlahan ia mulai memunggungi rii.
''Iya.. kamu jangan mencoba untuk menyakiti rii atau aku akan menendang mu.''
Ucap lisa sambil menunjuk nunjuk selena. selena tertawa saat mendapat ancaman tak berguna dari lisa.
''Haha kalian berdua bukan tandingan ku, kalian berdua datang ke kampus ini hanya jalur beasiswa, dan itu sangat mudah bagiku untuk menghempaskan kalian berdua dari kampus ini paham.''
Ucap selena yang balik menunjuk ke arah lisa.
lisa yang mendengar ucapan selena seketika terkejut dan membulatkan matanya, ada perasaan takut ketika selena mengucapkan perkataan itu.
''Kenapa kamu terdiam, apa sekarang kamu mulai takut?''
Selena mulai tersenyum sambil melipatkan kedua tangannya di dada. lisa yang merasa sedikit takut berusaha untuk terlihat tegar demi membela rii.
''Haha kamu sangat payah selena, aku tau kamu memiliki kekuasaan disini, tapi cara licik mu sama sekali tidak mempan untuk aku dan rii.''
Padahal tangannya sendiri sudah sangat gemetar namun ia sekuat mungkin menahan rasa ketakutannya.
''Aku tidak peduli dengan omong kosong mu itu, cepat minggir dari hadapanku. kamu bukan orang yang sedang berurusan denganku. jangan ikut campur atau aku akan berubah pikiran untuk memilihmu menjadi target selanjutnya.''
Rii tidak bisa membuat lisa terjerat dalam masalah yang ia hadapi. rii kemudian menarik tangan lisa
''Sudah cukup, biarkan kak selena berhadapan denganku. aku akan mencoba untuk menghadapinya.''
Lisa sempat menolak namun rii memberinya ancaman jika lisa menolak untuk tidak ikut campur, akhirnya lisa pun mundur.
''Bagus, suruh temanmu itu untuk tidak ikut campur.''
Selana hendak menarik rambut rii namun dengan cepat rii menepis tangan selena. selena mulai tersenyum.
''Apa kamu sudah mulai berani menentang ku.''
Kaki selena melangkah untuk menarik rambut rii kembali, tetapi dengan cepat rii menghindari serangan selena.
''Bagus rii terus saja kamu menghindar.''
''Aku hanya ingin memberimu kenyataan yang sebenarnya, peter sama sekali tidak mencintaimu dan dia sangat membencimu, jangan menggangunya lagi, aku tidak tahu betul kejadian apa yang membuat peter sangat membencimu tetapi yang aku lihat dari dia, sorot matanya ketika melihatmu hanya ada kebencian dan kebencian.''
''Aku juga sudah berusaha untuk menghindarinya sesuai apa yang kamu katakan waktu itu, tetapi kejadian makan malam itu tidak bisa aku tolak sama sekali, karena jimin sendiri yang mengundangku. aku juga tidak tahu jika ternyata peter juga ikut dalam jamuan makan malam itu. jadi tolong berhenti untuk merundung ku lagi.''
Selena terdiam sejenak namun ucapan rii tidak sama sekali membuat hatinya luluh, selena tidak akan senang jika wanita yang ada di hadapannya ini masih bersama dengan peter. ataupun masih berasa di negara ini.
Jimin dan peter yang sedang mendatangi kelas rii ternyata sudah kosong.
''Sial... apa selena sedang membawa rii.''
''Aku tidak tahu kawan, setidaknya kita berpencar untuk mencari keberadaan mereka berdua.''
Mereka berdua akhirnya mulai berlari untuk mencari keberadaan rii. peter pikir selena tidak akan membawa rii ke kantin sebab keadaan sekitarnya nampak biasa saja. ia berlari ke area parkiran namun sepi, mereka tidak ada di sana peter kemudian berlari ke area taman dan lagi lagi sepi. hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang asik dengan teman temannya, peter mulai lagi berlari ke sana kemari sampai pada akhirnya ia menemukan punggung lisa dibalik pohon besar, ia mendekat dan ternyata benar mereka berada di samping bangunan perpustakaan yang memang jarang ada orang yang mengetahui tempat itu, peter merasa tenang setidaknya selena tidak mempermalukan rii lagi sama seperti kejadian kemarin. peter mulai mendekat namun ia tidak langsung melerai perdebatan mereka, ia hanya mendengarkan isi perdebatan yang mereka perbincangkan.
''Aku tidak percaya, aku mau kamu berhenti untuk mendekati peter, karena sampai kapanpun aku tidak akan rela kalian berdua bersama.''
Rii memejamkan sejenak matanya dan menarik napasnya
''Selena maaf jika aku mulai berbicara informal terhadap kamu. tetapi aku sama sekali tidak mendekati peter, kami dekat karena peter adalah tuanku dan aku adalah asisten dia. kontrak kita tinggal beberapa minggu lagi, jadi aku mohon tolong mengerti dengan keadaanku, setelah kontraknya selesai, aku juga tidak akan dekat dekat lagi dengan dia.''
Selena memalingkan wajahnya dengan tersenyum.
''Apa kamu pikir aku akan mengerti, tidak rii, aku tidak peduli dengan kontrak bodoh mu itu. aku minta hentikan sekarang atau aku tidak akan segan segan melukaimu.''
Ucap selena sambil menunjuk rii. kaki peter hendak ingin melangkah karena sudah geram dengan perkataan selena namun jimin yang entah sejak kapan sudah berada di belakang peter tiba tiba saja menghentikan langkahnya.
''Jangan, biarkan rii menyelesaikannya.''
Ucap jimin yang sontak peter terkejut dan berbalik
''Sejak kapan kamu disini.''
''Aku tidak tahu.'' ucap jimin.
''Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan selena aku tidak peduli, kamu bukan siapa siapa peter, dan kamu tidak berhak untuk mengatur hidupku. aku juga tidak takut dengan ancaman mu. jika kamu ingin menendang ku dari kampus ini, silahkan. silahkan kamu menendang ku. ada baiknya jika lebih cepat, itu akan lebih baik.''
Rii menatap selena dengan wajah serius dan berbalik meninggalkannya. rii berpapasan dengan peter dan jimin, namun rii tidak memedulikan mereka berdua dan berlalu dari hadapan mereka. sedang lisa juga ikut mengejar rii yang sudah tertinggal begitu jauh. peter berbalik melihat rii yang tidak memperdulikannya sama sekali. dan kembali menatap selena yang sekarang berada didepannya. langkah peter dipercepat untuk bisa berhadapan secara dekat dengan selena. selena yang mendapati peter merasa takut, sekarang peter sudah berada tepat dihadapannya. hanya beberapa centi peter sudah sangat terlihat jelas dimata selena.
''Pe... peter.''
Peter masih terdiam, sedang jimin hanya berada di belakang menyaksikan hal apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu.
''Aku peringatkan kamu selena, berhenti dengan semua rencana rencana kotor mu itu, karena sekuat apapun kamu melakukannya aku tidak akan kembali lagi kepadamu, yang ada aku hanya akan semakin membencimu.''
__ADS_1
Tatapan peter sangat menakutkan dimata selena, deru napas peter sangat jelas. emosi lelaki yang berada di hadapannya saat ini sangat brutal. bahkan bahu selena telah dicengkeram sekuat tenaga oleh peter sampai selena tidak kuat menahan rasa sakitnya.
''Peter tolong lepaskan, aku kesakitan.''
Ucap selena yang terbata. jimin yang melihat raut wajah selena yang nampak kesakitan kini berlari dan mulai melerai.
''Peter apa kamu gila. selena menjerit kesakitan.''
Peter sama sekali tidak mempedulikan perkataan jimin.
''Peter hentikan, dia seorang wanita jangan berlaku kasar.''
Jimin mulai menonjok wajah peter.
''Apa kamu gila jimin.''
Peter menatap jimin dengan murka.
''Maafkan aku kawan, aku terpaksa memukuli mu.''
''Peter... peter apa kamu tidak apa apa?''
Peter menepis tangan selena yang hendak memengangnya.
''Jauhkan tangan kotor mu itu dari hadapanku. aku tidak butuh pertolonganmu.''
Ia balik menatap jimin.
''Jimin. urus wanita iblis ini, jangan sampai ia menampakkan wajahnya di hadapanku lagi, atau aku akan melakukan hal diluar dari jangkauan ku.''
Peter bergegas meninggalkan mereka berdua, mulutnya membiru akibat pukulan dari jimin, tapi itu tidak membuat peter merasa kesakitan. yang ia pikirkan sekarang ini. rii jangan sampai pergi dari kampus ini atau bahkan meninggalkan negara ini. perasaanya baru saja kembali saat rii datang ke kehidupannya.
Baginya kehilangan rii akan lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh selena. kali ini peter benar benar sudah sangat jatuh cinta kepada rii. tugasnya hanya membuat rii merasakan hal yang sama. peter kini menyusul kemana perginya rii. ia mencari ke area kantin namun rii tidak ada di sana, ia berencana ke asramanya namun ia urungkan sebab ia melihat rii sedang berada di taman bersama dengan lisa.
Ia mulai menghampirinya. lisa yang melihat kedatangan peter memberitahu rii.
''Rii peter datang.''
Rii sontak menatap kearah peter, rii yang semula duduk kemudian berdiri. peter telah berhadapan dengan rii, mata mereka bertemu. mereka terdiam satu sama lain. sampai pada akhirnya rii yang memulai pembicaraan.
''Ada apa?''
Peter masih terdiam dan menatap mata rii lekat, rii memalingkan wajahnya ketika peter melihatnya sangat intens, peter akhirnya tersadar.
''Ahh.. maafkan aku.''
Peter pergi dari hadapan setelah mengucapkan kata maaf. lisa dan rii hanya menatap bingung dengan sikap peter.
''Ia datang kek orang yang sedang kehausan hanya untuk meminta maaf, dan pergi begitu saja tanpa permisi, dia itu kenapa rii.''
''Entah, dasar manusia aneh, udah aneh spesies kutub utara lagi.''
Rii kembali duduk saat kepergian peter, belum juga dadanya kembali normal sejak menghadapi selena, tiba tiba saja ia dikagetkan dengan kedatangan peter yang hanya ingin meminta maaf, namun caranya membuat orang hampir jantungan. dilain sisi selena ambruk saat mendapati perkataan yang sangat menyakitkan dari peter. jimin berjongkok sambil memegang bahu selena.
''Kamu tidak usah memikirkan ucapan peter, kamu tahu kan peter orangnya seperti apa. dia memang seperti itu jika sudah marah, mulutnya sangat berbisa.''
elena menumpahkan air matanya, ia menangis sejadi jadinya di bahu jimin.
''Apa peter sangat membenciku sampai dia berbicara seperti itu dan melukaiku.''
Selena menatap jimin, dan jimin memeluk selena,
''Seharusnya kamu mendengarkan ucapan ku waktu, kamu seharusnya berhenti untuk merundung rii lagi.''
Selena melepaskan dekapan jimin.
''Aku tidak bisa jimin, aku tidak rela melihat gadis jal*ng itu mendekati peter.''
''Jaga ucapan mu selena, rii bukan wanita seperti itu.
aku hanya ingin memberitahumu, jika kamu tidak ingin hal tadi terjadi lagi, kamu sebaiknya berhenti untuk mengganggu rii.''
''Aku tidak peduli jimin.''
Selena bangkit dan meninggalkan jimin. jimin hanya bisa menatap punggung selena.
''Aku tidak peduli dengan semua ancaman dan omongan kalian semua, apa yang sudah menjadi tujuanku tidak akan aku lepaskan begitu saja, omongan kalian tidak cukup untuk membuatku berhenti dari permainanku sampai wanita jal*ng itu benar benar lenyap dari negara ini.''
Selena memasuki mobilnya setelah ke toilet untuk membersihkan wajahnya dari sisa sisa make up nya yang luntur akibat menangis. selena menancapkan pedal gas mobilnya dan meninggalkan sisa sisa debu area parkiran. didalam mobil ia tersenyum bak iblis, semakin kau ancam. selena akan semakin menjadi jadi.
''Lihat saja rii, aku akan benar benar menendang mu dari kampus ini dan melempar mu ke negara asal mu.''
Selena tersenyum licik dan menggenggam erat setir mobilnya. murka selena keluar setelah diperlakukan tidak baik oleh peter, jika aku tidak bisa bersamamu lagi, setidaknya wanita jal*g itu tidak berhak untuk berada di sisi peter. lajuan mobil selena semakin kencang.
Nah guys gimana part ini. pantengin terus ya novel aku. jika masih merasa kurang bagus mohon untuk dimaklumi.
Salam dari auhor bye bye 🤗
__ADS_1