Hei Rii

Hei Rii
Episode 38


__ADS_3

* Happy Reading Guys *


.


.


.


.


Peter memukul setir mobilnya. rasa di dadanya membuatnya sangat sakit. Peter sangat cemburu melihat rii duduk berdampingan bersama doni. rasa cemburunya semakin membesar saat rii mengatakan jika doni adalah teman SMA dia. Peter membawanya mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


''Apa Peter marah kepadaku?'' (batin rii)


Rii sangat bingung, ia tidak melakukan kesalahan apapun dan rii juga tidak melakukan apa apa dengan doni. bahkan rii begitu sangat dingin kepadanya.


Sesampainya di kamar. rii mengecas handphone miliknya. ia ingin menelpon Peter dan meminta maaf jika ia melakukan kesalahan.


''Hei rii kamu kenapa?''


''Oh Celine, Peter marah kepadaku.''


''Apa kalian bertengkar?''


''Tidak. kami baik baik saja tetapi..''


''Teruskan rii.''


Mereka kemudian membenarkan posisi masing masing agar lebih enak untuk memulai perbincangan tersebut.


''Aku tidak tahu kenapa Peter bisa mendiamkan ku. sebab kami baik baik saja Celine. tetapi saat tidak sengaja, aku bertemu dengan teman lama ku waktu kami masih sekolah menengah atas. dan Peter datang setelah dari toilet. dan nampaknya wajah Peter sedikit berubah. aku menjelaskan bahwa dia adalah temanku tetapi tiba tiba saja Peter menarik ku dan membawaku pergi.''


''Baik rii. aku bisa mengerti, jadi kesimpulannya kamu tidak sengaja bertemu dengan teman lamamu, dan dia adalah lelaki. karena teman mu ini lelaki Peter cemburu melihatnya. dan ini adalah salah satu alasannya mengapa ia mendiamkan mu.''


''Tetapi aku dan dia hanya bertukar sapa dan setelah itu Peter tiba tiba datang. kami tidak melakukan apa apa Celine.''


''Aku mengerti maksud kamu rii. apa kamu tidak pernah merasa cemburu sebelumnya?''


''Tidak. kenapa aku harus cemburu, aku bahkan hampir tidak pernah merasakan yang namanya cemburu.''


''Ya tuhan. tidak.. apa kamu benar benar manusia? rii apa kamu serius?''


Celine sangat terkejut mengetahui sifat rii yang sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya cemburu.


''Aku serius Celine. kenapa?''


''Baik, aku akan memberitahumu. Peter sedang cemburu denganmu karena melihat kalian bersama, dan kamu tahu. rasa cemburu itu sangat menyakitkan, hati kita terasa sangat sesak dan tidak bisa menahan gejolak yang ingin marah kepada pasangan.''


''Aku bisa melihatnya jika Peter benar benar kesal kepadaku. bahkan disaat aku mengajaknya berbicara dia bahkan tidak merespon ku sama sekali.''


''Apa kamu mau solusi?''


''Mm...''


''Aku tidak tahu apa ini bisa berhasil atau tidak, namun kamu bisa mencobanya dulu.''


''Baiklah Celine. katakan bagaimana caranya?''


''Sekarang kamu telpon dia atau kamu mulai mengirimkan pesan teks kepadanya. terlebih dulu kamu meminta maaf dan setelah itu bujuk dia dengan rayuan yang bisa membuatnya kembali seperti semula. misal aku sayang padamu.''


''Mm.. aku akan mencobanya, oh ya.. Kemana Rose dan Stefanie?''


''Oh sial.. mereka rupanya sedang memiliki teman kencan, seperti denganmu rii. mereka keluar untuk berkencan.''


''Benarkah? sejak kapan mereka berdua memiliki pacar?''


''Mereka belum berpacaran rii. mereka masih dalam proses.''


''Oh... dan kamu. apa kamu tidak mau seperti mereka?''


''Berhenti rii, aku benci dengan seorang lelaki. bahkan aku hanya ingin sendiri jika memang sendiri itu sangat muda.''


''Baiklah. pribadi seseorang memang berbeda-beda aku hanya berharap suatu saat nanti kamu bisa mendapatkan seorang lelaki yang bisa meluluhkan hatimu.''


''Terserah kamu saja rii. aku tidur dulu dah..''


Celine memiliki sifat yang berbeda dari ke tiga temannya. bahkan ia hanya gila kepada satu lelaki di dunia ini, namun semuanya berubah saat lelaki yang ia suka hanya mempermainkan perasaan Celine saja. bahkan Celine masih ingat dengan jelas, bahwa lelaki itu mempermalukannya di depan teman temannya.


Lelaki yang ia cintai menjelekkannya bahwa si kulit hitam itu hanya di jadikan sebagai mainan dan di saat ia bisa mendapatkannya ia akan memakainya dan membuangnya begitu saja.


Itu sebabnya Celine pindah dari Australia ke Amerika. ia memohon kepada ke dua orang tuanya agar mengizinkan Celine untuk menetap di Amerika. Celine memilih pindah hanya karena ingin melupakan si bajingan itu.


***


"Apa kamu masih marah kepadaku?"


Pesan teks rii terkirim.


"Aku meminta maaf jika aku memiliki salah kepadamu."


Pesan teks ke dua juga telah terkirim.


Peter yang baru saja sampai di apartemen miliknya, kini melemparkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. ia memejamkan matanya agar perasaannya bisa kembali normal. Ponselnya bergetar ia mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celananya.


Peter membuka pesan dari rii. ia membacanya kemudian jari jari Peter kini mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan singkat dari kekasihnya itu.


"Kamu tidak salah dan jangan meminta maaf."


Pesan terkirim.


Rii mendapat balasannya. ia segera mengetik sesuatu.


"Jika aku tidak memiliki salah. kenapa kamu mendiamkan ku?"


Pesan terkirim.


"Maafkan aku rii, seharusnya aku tidak berlebihan seperti ini."


Pesan terkirim.


"Aku mengerti perasaanmu sayang. kamu berhak untuk itu."


Pesan terkirim.


Peter tersenyum saat membaca tulisan sayang dari rii. seketika rasa cemburunya tiba tiba hilang.


"Rasanya aku ingin melayang rii. maafkan aku, lain waktu aku akan lebih berusaha untuk mengerti mu."


Pesan terkirim.


"Mm.. Kamu jangan seperti itu, aku sayang kamu."


Sekali lagi Peter di buat tersenyum tiada hentinya saat rii mengungkapkan kata aku sayang kamu. rasanya Peter ingin memeluk rii dan menghujaninya dengan beberapa ciuman di wajahnya. namun seketika Peter merasa sedikit ganjal.


Dari kemarin Peter ingin sekali mengecup kening rii, namun ia takut jika rii akan risih dan menolaknya. mungkin lain kali Peter akan meminta izin dulu ketika ingin melakukan hal tersebut.


***


Lisa kembali ke Amerika lebih cepat, ia kembali karena takut papanya akan curiga jika terlalu lama di Indonesia. sebenarnya lisa ingin ke Singapura selama tiga hari dengan kosongnya jadwal izinnya. namun, tiba tiba saja papanya melihat tiket pesawat miliknya.


Lisa meminta izin kepada papanya namun. papanya menentangnya. ia mau lisa kembali ke Amerika sekarang, walaupun tidak terlalu padat jadwal kuliahnya. lisa tetap harus masuk agar nilainya tidak mengecewakan.


Sebelum lisa kembali ke asrama, ia tidak sengaja melihat rii bersama dengan seorang lelaki di sebuah cafe. lisa ingin menghampirinya namun tiba tiba saja Peter datang dan menarik tangan rii dengan cepat.


Alhasil lisa mengurung kan niatnya dan hendak kembali ke mobil. namun ia memiliki ide, lisa akhirnya menemui laki laki yang sempat bersama dengan rii.

__ADS_1


''Permisi apa kamu mengenal rindu?''


''Ya, dia adalah temanku di Indonesia.''


Lisa terkejut mendengar ucapan pria tersebut.


''Apa kamu orang Indonesia?''


''Iya.''


''Perkenalkan aku lisa, aku juga berasal dari indonesia.''


''Serius. wah.. lo tinggal di mana di Indonesia?''


Lisa sedikit risih dengan sikap doni yang tiba tiba saja menggunakan bahasa informal kepadanya.


''Aku tinggal di jakarta.''


''Oh anak jakarta ya. kalau gue si anak bandung.''


''Ah ya. kamu kuliah di sini?''


''Mari duduk dulu.''


''Mm.. makasih.''


''Gue lagi liburan di sini, dan tiba tiba saja gue ketemu ama rii di sini.''


''Apa kalian berteman dengan baik?''


''Tidak juga, dulu dia adalah anak yang dingin, gue selalu mengusiknya dan sampai sekarang dia masih tetap sama.''


''Oh.. kalian hanya sebatas teman.''


''Sebenarnya, gue suka ama dia. tapi dia malah menolak gue, tapi tadi gue liat kalau rii sama cowok. apa lo tau dia siapa?''


''Mm.. dia pacarnya rii.''


''Gila.. selera rii tinggi benar ya. gue makin tersingkirkan.''


Lisa kemudian menggunakan kesempatan ini. untuk menghasutnya agar ia bisa merebut kembali rii.


''Btw, nama kamu siapa?''


''Oh gue. nama gue doni saputra. lo bisa panggil gue doni. dan lo sendiri?''


''Aku lisa maharani.''


''Sorry, lo bisa kan pake bahasa informal aja. gue sedikit risih bicara ke lo.''


''Iya doni. apa lo masih suka ama rii?''


''Untuk sejauh ini si, gue fine fine aja. tapi saat gue lihat dia barusan, gue pikir gue masih sayang ama dia.''


''Kenapa ga lo kejar lagi?''


''Dia ga akan mau sama gue. lagian dia juga udah punya cowok kan.''


''Ya... selama janur kuning belum melengkung, lo bisa aja si rebut rii lagi. apa perlu gue bantu?''


''Ha.. emang lo bisa, emang lo ama rii temenan?''


''Iya gue ama rii temen kelas plus rii juga teman se kamar gue di asrama.''


''Bisa juga tu. gue yakin, rii pasti bisa kembali kepada gue.''


''Baiklah aku akan mengatur jadwal, agar nanti kita bisa bertemu kembali dan membawa rii.''


''Oke lisa.''


''Gue pamit duluan ya. eh.. btw nomor handphone lo berapa?''


''Udah.''


''Oke doni, gue pergi dulu.''


Lisa akhirnya berhasil mendapatkan nomor ponsel doni. di asrama rii tidak sengaja bertemu dengan lisa. rii membuka pintu kamarnya dan tiba tiba saja lisa berada di depan kamar rii yang baru saja hendak mendahului kamar miliknya.


''Lisa..''


''Eh rii. lo udah baik baik aja?''


''Lisa lo dari mana aja, gue cari kemana mana ga ketemu.''


''Gue abis balik dari Indonesia rii. mama sama papa gue rindu ama gue.''


''Pantesan aja lo bawa barang banyak gini. gue bantu ya bawainnya.''


''Thanks rii.''


Rii membawa satu koper milik lisa.


''Rii sorry banget ya gue ga bisa temani lo di rumah sakit.''


''Ga apa apa lisa, lo kan ada keperluan juga.''


''Iya gue tahu. cuman kecelakaan itu kan gara gara lo nolongin gue. gue ga enak ama lo rii.''


''Apansi lo. ga usah enakan gitu la.''


Lisa membuka pintu asrama miliknya dan memasukkan barang barang bawaannya.


''Makasih rii. lain kali makan ama gue lagi ya. gue merasa bersalah banget ama lo. kali ini kita ga akan jalan kaki lagi.''


''Mm.. nanti atur saja jadwalnya. gue pergi dulu ya.''


''Thanks ya rii.''


***


''Hei apa hari ini perasaanmu mulai membaik?''


''Mm.. kemarin sejak kita bertukar pesan perasaanku mulai membaik sayang.''


''Aku minta maaf jika kelakuanku bisa membuatmu cemburu.''


''Tidak apa apa sayang. itu adalah hal yang normal. aku saja yang terlalu posesif.''


''Sebenarnya aku tidak tahu posesif itu seperti apa dan cemburu itu seperti apa. jadi tolong tegur aku jika kamu mulai merasa tidak nyaman.''


''Kamu jangan bercanda rii. bagaimana mungkin di dunia ini ada orang yang tidak memiliki rasa cemburu.''


''Aku serius Peter. seumur hidup ku aku belum pernah merasa cemburu kepada siapapun.''


''Ya Tuhan. sungguh rii?''


''Aku serius Peter. jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya dan sesakit apa itu.''


Peter memiliki pikiran yang membuatnya dapat mengetahui apakah rii benar benar mencintainya. pasalnya cemburu itu adalah pertanda cinta bukan.


''Yasudah sayang. ayo kita pergi.''


Mereka telah sampai di restoran. tempat mereka akan makan bersama. sebelumnya Peter meminta bantuan kepada jimin untuk menyewa wanita agar mau menjadi mantan kekasihnya.


''Sayang kamu tunggu di sini sebentar aku akan masuk ke dalam mencari meja, karena di restoran ini makanannya sangat enak sehingga banyak orang orang yang akan mengantri.''

__ADS_1


''Baiklah Peter.''


Peter masuk ke restoran tersebut. ia berbincang kepada seorang wanita yang telah jimin sewa untuk membuat rii cemburu nantinya.


''Ayo keluar rii. aku sudah menemukan tempat.''


Mereka akhirnya masuk ke dalam restoran tersebut. dan benar apa kata Peter. di dalam terlalu banyak orang, sehingga banyak di antara lainnya menunggu di depan restoran untuk masuk ke dalam.


''Peter bagaimana bisa kamu menemukan tempat dengan muda sedangkan orang orang itu harus mengantri terlebih dahulu.''


''Ah.. aku mempunyai seorang teman yang bekerja di sini, aku memastikan apa ada tempat. dan dia mengatakan bahwa untuk kamu aku akan mengosongkan satu meja.''


Rii hanya mengangguk. Mereka telah memesan makanan. dan sembari menunggu pesanan mereka, rii dan Peter di sibukkan dengan memainkan ponsel mereka.


Pesanan mereka telah datang, dan tiba tiba saja ada seorang wanita yang datang menghampiri meja mereka.


''Oh Hai Peter apa kabar?''


''Grace?''


''Ya aku grace.''


''Ya Tuhan grace lama tidak bertemu. kamu baru pulang dari paris?''


''Ya.. aku di sini sudah 3 hari.''


''Kamu sama siapa ke sini?''


''Aku ada janji sama temanku, kalau begitu aku pergi dulu.''


''Mm...''


Peter menatap rii, namun rii tidak memasang reaksi apapun kepada Peter. layaknya seorang wanita yang akan menginterogasi pasangannya jika ia sudah selesai berbicara.


''Sayang. apa kamu baik baik saja?''


''Ah.. Mm... aku baik baik saja, itu teman kamu?''


''Bukan rii. dia adalah mantan kekasih aku.''


''Benarkah, rupanya kalian berteman baik ya. itu adalah hal yang bagus. jika kalian pernah menjadi sepasang kekasih, kalian seharusnya tidak bermusuhan.''


''Rii apa kamu tidak cemburu?''


''Kenapa aku harus cemburu Peter. kalian hanya menyapa satu sama lain bukan.''


''Kamu aneh rii. dulu selena akan mendiamkan ku seharian jika aku bertukar sapa kepada siapapun itu, walaupun itu hanya teman lamaku. dan kamu, kamu malah terlihat santai dan tidak merasa cemburu.''


''Sudah sudah.. ayo kita makan, aku memang seperti ini Peter, tidak pernah merasakan yang namanya cemburu. aku juga penasaran rasanya seperti apa, tetapi aku tidak bisa menemukannya.''


Peter mulai memotong steiknya. ia masih berpikir bagaimana caranya agar rii bisa cemburu. sejujurnya Peter menyukai wanita yang seperti rii. tidak terlalu posesif dan cemburuan. namun rii terlalu berlebihan, ia bahkan tidak pernah merasakan yang namanya cemburu. dan hal itu membuat Peter ingin membuat rii cemburu.


Setelah makan siang. Peter kembali mengantar rii ke asramanya. ia sengaja tidak menghabiskan banyak waktunya untuk hari ini. karena peter ingin menemui jimin dan meminta solusinya.


''Halo kawan lama tidak bertemu.''


''Kamu tidak usah begitu, kita selalu bertemu di kampus.''


''Kita memang sering bertemu tetapi, kita hampir tidak bertemu setelah jam kuliah kita. kamu dan rii selalu saja berkencan.''


''Baiklah jimin. jangan membahas itu sekarang, aku ke sini ingin meminta bantuan mu.''


''Baiklah kawan, sepertinya rii termasuk wanita yang langkah. dia bahkan tidak bisa merasakan yang namanya cemburu dan itu aneh.''


''Kamu betul jimin. aku harus bagaimana?''


''Kamu harusnya tidak usah cemas kawan. itu hal yang bagus.''


''Iya aku tahu jimin. tapi aku juga penasaran apakah rii benar benar mencinta ku?''


''Cinta bisa kita ketahui dari cara dia memperlakukan mu Peter. dan menurut ku rii juga mencintai mu sama seperti kamu mencintainya. tetapi, kamu tahu kan rii baru pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta dan berpacaran.''


''Aku mengerti maksudmu jimin. tetapi bantu aku agar rii bisa merasa cemburu denganku.''


''Bagaimana jika kita meminta selena agar dia mau membantumu.''


''Kamu benar jimin. cepat telpon selena sekarang.''


***


Sesuai rencana, kali ini Peter dan selena akan bertemu di taman dekat perpustakaan. rii yang kala itu sedang menunggu peter berniat menghampirinya di taman dekat perpustakaan. jimin yang memantau rii memberikan sebuah kode kepada mereka berdua.


Rii terkejut melihat selena yang memeluk Peter. ia memberanikan diri untuk mendekat dan mendengar isi pembicaraan mereka.


''Peter aku sudah berusaha untuk melupakanmu, tetapi aku tidak bisa mengerti kenapa aku terus saja memikirkan mu.''


''Selena. aku bisa mengerti keadaanmu kamu harus bisa melupakanku.''


''Peter. bagaimana jika kita kembali bersama tanpa sepengetahuan Rii dan Jason.''


''Tapi selena..''


Tiba tiba saja selena mendekatkan bibirnya kepada bibir Peter namun itu semua tidak sampai menyentuhnya. ia hanya bertatapan dengan cukup dekat agar membuat rii salah paham.


Rii membulatkan matanya dan menutup mulutnya. ia terkejut melihat kelakuan mereka berdua. dan akhirnya rii meninggalkan tempat tersebut.


Selena telah menyadari jika rii sudah meninggalkan tempat tersebut.


''Rii sudah pergi Peter.''


''Benarkah? aku sangat takut selena.''


''Aku yakin rii pasti sangat terkejut dan merasa cemburu kepadamu.''


''Baiklah selena, aku pergi dulu.''


***


''Maaf sayang apa kamu menunggu lama?''


Rii hanya menatap tajam ke arah Peter.


''Hei sayang kamu kenapa?''


''Sebaiknya kita tunda dulu makan siangnya, aku akan pergi makan bersama dengan lisa.''


''Tapi sayang. Hei lihat aku, kamu kenapa?''


''Aku tidak apa apa Peter. aku pergi dulu.''


Rii meninggalkan Peter dengan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan. sedang Peter berhasil dengan misinya. namun di sisi lain, Peter merasakan sisi rii yang cemburu memang sangat menyeramkan.


''Bagaimana Peter apa kita berhasil?''


''Ya kita berhasil jimin. namun aku takut, apakah rii akan memaafkan ku?''


''Aku tidak tahu Peter.''


''Kamu lihat jimin, wajah rii saat aku datang sangat datar dan tatapannya sangat tajam.''


''Itu tandanya dia sedang cemburu. selamat kawan dia benar benar cemburu dan persiapkan saja dirimu.''


Jimin menertawakan Peter yang merasa ketakutan. akhirnya mereka berdua kembali ke apartemen masing masing.


***

__ADS_1


Jangan lupa like and komen ya guys.


See u 🥰🤗


__ADS_2