
***
Happy Reading
Mobil sport peter telah sampai di basement, peter dan jimin keluar dari mobil dan mulai berjalan menuju lobi apartemen peter, mereka berdua memang sering kali ke apartemen peter setelah kelas berakhir. langkah jimin terhenti saat hendak masuk ke apartemen Peter, sedangkan peter yang melihat jimin berhenti mengerutkan alisnya.
''Kenapa?
Jimin mengangkat satu tangannya yang menandakan Berhenti. jimin masih melihat vidio rekaman rii dan selena yang terjadi di kantin saat itu.
''Peter lihat ini woah.''
Dengan muka terkejut. peter yang melihat jimin sangat antusias mendekat. dengan cepat jimin mengarahkan ponselnya kearah peter. mereka berdua pun melihat rekaman vidio tersebut.
''Siapa gadis yang sedang berurusan dengan selena, wah selena memang iblis.'' ucap peter.
Peter langsung membuka pintu apartemennya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. sedangkan jimin yang masih fokus dengan handphonenya, berjalan dan duduk di depan sofa yang ditiduri oleh peter.
'Bagaimana mungkin selena bisa sekejam itu.''
''Dia memang iblis, kamu jangan dekat dekat dengan dia.''
Jimin menyimpan handphonenya dan menatap peter.
''Aku juga tidak tahu bahwa selena bisa sekejam itu, sejak dia bersamamu dia nampak anggun dan baik.''
''Sudahlah jangan membahasnya lagi, aku muak mendengar namanya atau apapun itu yang menyangkut tentang dia.''
''Iya aku tahu.''
Ucap jimin dan berbalik menuju dapur untuk mencari minuman. sedangkan peter. masih di bayang bayangi dengan penghianatan yang dilakukan oleh selena bersama dengan jason.
Rii sudah terbangun, matahari belum menampakkan sinarnya. kepala rii terasa pening, ia tersadar. selimutnya sudah membaluti sebagian tubuhnya. rii kemudian bergegas untuk mencuci wajahnya. setelah mencuci wajahnya ia ke balkon untuk melihat lihat keadaan asrama yang masih terlihat subuh. rii duduk sambil mengamati keadaan sekitar. masih sangat pagi dan suasana sangat sunyi.
Rii mengambil handphonenya dan mengambil gambar disekitar asrama. ia kagum dengan asrama ini. begitu mewah dan elegan, ia tersadar bahwa matanya cukup bengkak setelah menangis. pantas saja kepala rii terasa pening. ia masuk dan mengambil air hangat untuk mengompres matanya, agar nanti saat teman temannya sudah bangun ia tidak merasa malu karena matanya yang bengkak.
Setelah ospek berlalu tepatnya 3 hari yang lalu. rii sudah mulai masuk kelas, dari ke empat temannya yang mendapat beasiswa rii dan lisa memiliki fakultas yang sama. lisa maharani, yang akan menjadi teman dekat rii. kalian pasti tau, lisa la yang menyelimuti rii waktu itu dan menghapus sisa air mata rii. mereka berdua mulai masuk kelas dan duduk berdampingan. kelas dimulai dan dosen mulai mengabsen satu persatu.
Setelah kelas berakhir mereka berdua keluar kelas dan menuju ke kantin. rii yang masih takut bertemu dengan selena memilih untuk tetap diam di kelas untuk sementara, mungkin sampai cuma tersisa beberapa orang dikantin.
''Rii kenapa balik lagi, lo ga mau makan?'' ucap lisa.
''Ntar aja ya, kalau lo mau makan, lo duluan aja.''
Lisa mengerutkan keningnya
''Kenapa rii? kita barengan aja oke, gue ga bisa makan sendiri, apalagi kita masih baru disini.''
Rii gugup untuk mengatakan alasan yang sebenarnya kepada lisa. sedang lisa yang melihat wajah panik rii langsung saja duduk di hadapan rii.
''Kenapa rii ayo dong cerita.''
Rii masih diam dengan wajah paniknya.
''Rii mulai sekarang kalo lo ada apa apa cerita ke gue. gue bakal jadi tempat bersandar buat lo dan apapun itu.''
Rii melihat lisa, dan lisa pun tersenyum. setelah berusaha untuk menyakinkan dirinya, rii akhirnya mulai menceritakan alasan yang sebenarnya.
''Mmm i.. ituu..'' dengan berbicara sedikit gagap
''Itu apa rii.'' ucap lisa dengan kening yang mengerut .
Rii merilekskan tubuhnya.
''Gini lisa, gue takut ketemu sama senior itu. gue masih trauma dengan kejadian waktu itu.''
''Ternyata itu yang buat lo jadi undur waktu buat makan, ya ampun rii gue kira apa.''
Lisa memegang tangan rii.
''Rii lo percaya sama gue, sebisa mungkin kita menghindari senior itu oke.''
Rii mengangguk dan mereka berdua berjalan menuju kantin.
Sesampainya mereka di kantin, rii menelusuri setiap meja makan. barang kali seniornya masih berada disini. dan untungnya sekarang sudah mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang masih terlihat ngobrol dan makan. rii dan lisa mulai mengambil makanan dan mencari meja. ia memilih meja di bagian sudut belakang agar ia bisa berjaga jaga, barang kali seniornya tersebut akan datang. rii sangat berhati hati, sebab rii takut kejadian yang sama akan terulang untuk yang ke dua kalinya.
Selena mengejar peter yang baru usai dengan kelasnya. Peter yang melihat kedatangan selena langsung pergi. sedang selena masih setia mengejar peter, kali ini peter sendirian tidak ada jimin di sampingnya. jimin sedang tidak masuk hari ini. ntah apa yang sedang terjadi dengannya, peter sama sekali belum mengetahui.
''Peter tunggu.''
Peter melangkahkan kakinya dengan cepat. sedang selena tertinggal jauh karena kakinya terasa pegal mengejar peter yang melangkah dengan cepat.
''Sial, persetan dengan higls tinggi ini.''
Umpat selena dengan kesal. peter masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat. kali ini tujuannya ke apartemen jimin. tidak butuh waktu lama peter telah sampai di apartemen milik jimin. ceklek pintu terbuka, peter sudah masuk ke apartemen jimin. ia mencari keberadaan sahabatnya namun nihil, jimin tidak ada sama sekali.
''Kemana perginya jimin.''
__ADS_1
Peter merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya, terdengar suara handphone berdering. peter yang mendengarnya mulai mencari keberadaan deringan tersebut. peter melihat ponsel jimin di atas nakas. dan sambungan dimatikan. peter kesal pasalnya saat peter sudah bertemu dengan selena hanya jimin la yang bisa menghiburnya dan membuat mood peter kembali. Peter merebahkan tubuhnya di kasur milik jimin hingga terlelap.
Jimin telah sampai di apartemen selena. saat Peter meninggalkan selena di kampus, selena langsung menghubungi jimin, jimin yang masih tertidur tiba tiba terbangun mendengar suara dari handphonenya.
''Halo..''
Sapa selena dari seberang. jimin masih mengumpulkan tenaganya untuk menjawab sapaan selena.
''hm ya ada apa selena?''
''Apa aku mengganggumu?''
Jimin telah duduk di atas kasurnya dan mencoba mendengar perkataan selena.
''Tidak selena, ada apa?''
''Jimin apa aku bisa meminta bantuan mu, kakiku sakit dan aku tidak bisa berjalan.''
Jimin tiba tiba berdiri dan memasang bajunya.
''Kirim lokasinya sekarang aku akan segera kesana.''
Sambungan telpon diakhiri sepihak oleh selena. setelah jimin menerima pesan dari selena ia bergegas menuju basement dan meninggalkan handphonenya di atas nakas.
Jimin mengangkat selena ala bridal stayle.
''Jimin Terima kasih sudah membatuku.''
Jimin yang mendengar perkataan selena cuma mengedipkan matanya. pintu apartemen selena dibuka dan jimin langsung membawa selena ke kamarnya.
''Sebenarnya ada apa dengan kakimu, kenapa bisa begini?''
''Aku memakai higls yang cukup tinggi saat mengejar peter tadi, jadi kakiku sakit dan membuatku cukup sulit untuk berjalan.''
''Selena bisa aku memberitahumu sesuatu.''
Selena mengangguk.
''Ya ada apa?''
''Kamu tahu, peter sangat terpukul atas kejadian waktu itu. dia sangat hancur pas tahu kamu mengkhianati nya dengan jason, dan seperti yang kamu tahu. peter bukan lelaki layaknya jason, ia sangat dominan dan keras. sekali ia dicampakkan dan di perlakukan seperti itu. sampai mati pun peter tetap akan ingat dan tidak akan bisa memaafkan orang tersebut, sekalipun kamu menangis dan memohon maaf atas perlakuan mu dia sudah tidak sudi lagi melihatmu atau pun mendengar namamu.'' jelas jimin.
Deg selena yang mendengar sangat terpukul, sebodoh itu dia hingga membuat peter terluka.
''Jimin aku hanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang sudah aku lakukan.''
''Ya jimin aku hanya ingin maaf darinya. agar aku tidak dihantui rasa bersalah.''
''Baik selena, aku akan membantumu agar peter mau memaafkan mu.''
''Terima kasih jimin.''
Selena tersenyum kearah jimin. sedang jimin hanya mengedipkan matanya. kalian tahu jimin itu sangat identik dengan kedipan matanya.
Jimin terkejut saat memasuki kamarnya. baru kali ini Peter datang ke tempatnya tanpa memberi tahunya. saat hendak ke kamar mandi suara Peter mengejutkan jimin.
''Dari mana saja kamu?''
''Oh ya Tuhan kamu membuatku kaget kawan.''
Peter menatap jimin dan menyilang kan kedua tangannya. jimin yang melihat Peter kini tersenyum dan mulai mendekat kearahnya.
''Ayolah kawan jangan menatapku seperti itu.''
Peter memang sangat perhatian terhadap jimin, mereka layaknya kakak beradik yang harus saling menjaga.
''Jawab pertanyaan ku kamu dari mana saja?''
Jimin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung harus bercerita mulai dari mana.
''Qku baru saja keluar untuk mencari makan, aku sangat lapar dan malas untuk membuat makanan.''
Ucap jimin dengan berbohong, tetapi Peter tidak percaya, sebab jimin memiliki bau parfum wanita. dan bau parfum ini sudah sangat ia kenal.
''Jangan membohongi ku jimin, aku paling tidak suka dibohongi.'' ucap Peter kesal.
Jimin tersenyum masam.
''Baiklah kawan aku akan cerita, tapi tunggu aku mandi dulu aku gerah.''
Ucap jimin sedang peter hanya terdiam. setelah selesai mandi jimin keluar dan menuju ke ruang tengah. peter yang melihat jimin kearah ruang tengah juga ikut.
Cukup lama jimin terdiam, ia bingung harus memulai dari mana. Peter yang masih menatap jimin kini bersuara.
''Kenapa diam saja. cepat ceritakan apa yang mau kamu katakan.''
Jimin menelan salivanya kasar.
__ADS_1
''Baiklah kawan, aku minta maaf sudah berbohong kepadamu. tapi sungguh, aku tidak bermaksud buat membohongimu. selena tiba tiba menghubungiku saat kamu meninggalkannya, kakinya sakit karena terus mengejar mu sedang dia memakai higls yang cukup tinggi.''
Peter masih diam dan menunggu kelanjutan cerita dari jimin.
''Aku akhirnya mengantar dia ke apartemennya dan sesampainya aku di sana dia menjelaskan kenapa kakinya bisa sampai sakit seperti itu. dan setelah mendengar semuanya aku langsung pamit dan pergi. ucap jimin menyakinkan.
''Baiklah aku pulang dulu.''
''Apa kamu marah kepadaku?''
Peter berbalik dan menepuk bahu jimin.
''Tidak sama sekali jimin, tetapi akan lebih baik jika kamu berhenti berhubungan dengan dia lagi, jika kamu masih mau berteman denganku lagi paham.''
Deg jimin terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu.
''Tapi kenapa peter?''
Peter kembali duduk di hadapan jimin, aku tidak suka jika orang di sekeliling ku masih berurusan dengan wanita iblis seperti dia.''
Jimin terdiam, bahkan jimin belum menyampaikan bahwa selena berniat untuk meminta maaf dengannya secara tulus.
''Peter sebenarnya ada yang ingin aku katakan.''
Peter menaikkan satu alisnya.
''Apa yang ingin kamu katakan.''
"Peter.. sebenarnya selena sangat tulus ingin mendapatkan maaf darimu kawan.''
''Kamu tahu kan jimin, aku tidak akan pernah memaafkannya. ''
Tekannya, dengan muka yang memerah.
''Tetapi Peter dia tulus ingin mendapat maaf darimu, ia merasa sangat bersalah dan terus dihantui dengan perasaan bersalah. jika kamu mau memaafkannya aku yakin dia juga pasti tidak akan menganggu kamu lagi dan kamu akan bebas dari bayang bayang dia.''
Jelas jimin dengan panjang. Peter terdiam, apa yang dikatakan oleh jimin ada benarnya. tapi disisi lain Peter sangat tidak terima dengan perlakuan selena, rasanya jika ia memaafkannya itu sama saja ia kalah dan membuat selena menang karena bisa membuat pertahanannya runtuh. Peter mengacak rambutnya kasar ia sangat dilema dihadapkan dengan pilihan terberat itu. sedang jimin yang melihatnya frustasi memberikan suatu solusi.
''Peter apa aku boleh memberimu suatu saran.''
Peter lantas melihat jimin
''Apa itu cepat katakan.''
''Bagaimana jika kamu hanya berpura-pura memaafkannya dan itu bisa membuat selena berhenti mengganggumu lagi.''
Saran jimin cukup tidak masuk di akal Peter, tapi itu tidak buruk. jimin benar ia hanya perlu berpura-pura agar selena berhenti mengganggunya. jimin mulai mengedipkan matanya dan Peter mulai tersenyum.
''Oh kawan Terima kasih atas saran konyol mu itu.''
Mereka berdua akhirnya tertawa. ide jimin cukup brilian bukan. Peter tidak tahu lagi, jika tidak ada jimin di hidupnya, ia mungkin tidak akan pernah tertawa lepas seperti ini.
Hanya jimin la yang selalu membuatnya tertawa lepas seperti ini. bahkan ia tidak pernah merasa bahagia ketika berkumpul dengan keluarganya. keluarga Peter jarang bercengkrama. sekalinya ia berkumpul yang dia bahas hanya perusahaan dan bisnis. sedang Peter yang setiap kali hadir sangat bosan mendengarnya.
''Tiba tiba saja suara perut Peter berbunyi.''
Jimin yang mendengar itu sontak berhenti tertawa.
''Tunggu, apa kamu sedang lapar kawan suara perutmu cukup membuatku geli.''
Peter terdiam dan malu. baru kali ini dia merasa kelaparan. Peter hanya tersenyum.
''Oh.. kawan apa kamu terlalu miskin. tunggu sejenak kawan aku akan memesan makanan.''
Setelah beberapa menit pesanan makanan mereka tiba. dan mereka berdua akhirnya menyantap makanan tersebut.
''Hati hati kawan, sepertinya kamu sedang tidak beri makan selama 1 bulan.''
Tawa jimin pecah dan Peter hanya diam menikmati makanannya tanpa menghiraukan ledekan jimin.
Jimin mengambil handphonenya dan mengirimi selena pesan.
''Besok kamu temui Peter usai kelas selesai. aku sudah membujuk Peter agar ia mau memaafkan mu.''
Pesan telah dikirim oleh jimin.
''Oke kawan mari kita bersenang senang.'' ucap jimin.
.
.
.
sekian dulu ya guys👋🤗
bye salam dari author...
__ADS_1
Oh lupa guys, happy new year🥳🥳🥳