Hei Rii

Hei Rii
Episode 28


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


.


.


.


.


.


.


Mereka bertiga telah sampai di bandara, mereka kemudian bergegas masuk ke pesawat.


''Bagaimana rii apa kamu sudah tidak sabar?'' (Bahasa Inggris)


''Tidak sabar untuk apa jimin?'' (bahasa Inggris)


''Aku pikir kamu menyukai korea?''


''Ahh.. itu, sebenarnya aku tidak terlalu suka si hehe.''


Rii tertawa sambil menggaruk kapalanya yang tidak gatal. dan peter tersenyum melihat jimin yang menciut karena sudah salah menduga.


''Sudah sudah.. rii kalau kamu bosan, kamu bisa tidur saja dulu nanti aku akan membangunkanmu jika sudah sampai.''


''Mm.. baik peter.''


*


Saat rii tertidur, jimin dan peter masih memikirkan pelaku yang telah membuat rii jadi tersangka pencurian.


''Peter apa kamu masih memikirkan siapa pelakunya?''


''Mm.. tapi jika kita tidak bisa mendapat siapa pelakunya, itu tidak apa apa. karena mulai sekarang aku akan ekstra hati hati dalam melindungi rii.''


''Woahh hebat. kamu hebat peter, ternyata se dalam itu rasa sayangmu kepada rii.''


Peter tertunduk sambil tersenyum tipis. beberapa jam kemudian pesawat sudah mulai landing dan Peter beralih tempat untuk membangunkan rii.


''Rii.. hei rii..''


Peter menepuk nepuk pipi rii dengan lembut. dan sampai pada akhirnya rii mulai bangun.


''Oh.. apa kita sudah sampai?''


''Iya rii, bersiap siaplah.''


''Mm...'' (sambil mengangguk)


Mereka bertiga sudah keluar dari pesawat. mereka sedang menunggu mobil suruhan papa jimin yang akan mengantar mereka.


''Ayo kita masuk mereka sudah tiba.''


Peter jimin dan rii mulai memasuki mobil tersebut. terlebih dahulu mereka singgah ke rumah keluarga jimin. karena jimin sudah sangat lama tidak berkunjung ke rumah keluarganya.


''Baiklah kita akan beristirahat di rumah papa mamaku dulu. nanti setelah itu kita bertiga akan melanjutkan perjalanan ke pulau jeju.''


Jimin memberitahu Peter dan rii. dan mereka berdua hanya mengikuti apa yang jimin katakan. karena pada dasarnya mereka juga sedikit lelah.


''Astaga sayang kenapa kamu datang tidak memberitahu mama?''


''Maaf mama, tetapi jimin memang sengaja tidak memberitahumu.''


''Dasar anak bandel. ehh mereka teman kamu?''


Jimin menoleh ke arah Peter dan juga rii.


''Iya mama, ini adalah Peter dan ini adalah rindu. mereka adalah teman jimin di Amerika.''


''Wah.. halo peter... halo rindu..''


Peter dan rii sontak membalas sapaan mama jimin.


''Yaudah, kalian pasti lapar. ayo kita ke meja makan tante akan menyediakan kalian makanan yang enak.''


Ajakan mama jimin di iyakan oleh mereka bertiga. rii tidak berhenti mengangumi setiap inci kemewahan rumah jimin. kalangan rumah orang orang kaya begitu nampak mewah dan elegan. sontak membuat hati rii menciut karena belum pernah merasakan yang namanya kemewahan dalam dirinya.


Mereka bertiga telah berada di meja makan, satu per satu pelayan di rumah jimin datang membawa makanan. rii heran dengan semua makanan yang telah di letakkan di atas meja.


''Selamat menikmati tuan.''


Jimin menunduk sebagai tanda Terima kasih.


''Ayo kita sekarang makan.''


''Apa kita bisa menghabiskan semua makanan ini?''


Jimin mengerutkan keningnya. ucapan rii barusan membuatnya heran.


''Jika kamu bisa menghabisinya itu semua. tidak masalah rii.''


''Tidak, maksud aku apa harus sebanyak ini. kita pasti tidak bisa untuk menghabisinya kan.''


Jimin tertawa melihat tingkah gemas rii. pasalnya di Korea emang seperti ini. ketika mereka mendapat tamu atau mengadakan jamuan makan. mereka akan memberikan tamu mereka makanan yang begitu banyak. tinggal mereka la yang memilih menu apa yang akan mereka makan.


''Kamu bisa memakan semuanya kalau kamu mau rii. kamu tidak ingat, jika kamu pernah memakan pizza dan kentang goreng yang aku pesan dalam sekaligus. porsi makan dan tubuhmu tidak bisa aku duga.''


Rii dengan reflek memukul legan Peter, sangat memalukan jika mengingat kejadian itu.


''Sudah.. ayo kita makan.''


Hening. hanya suara garpu dan sendok yang terdengar. mereka sangat tenang dan menikmati makanan yang telah dihidangkan.


*


''Baiklah rii kamu bisa beristirahat di kamar ini sebentar, karena 1 jam lagi kita akan berangkat ke pulau jeju.''


''Mm... baik jimin.''


Sedang jimin dan Peter telah mempersiapkan barang barang yang akan ia bawa di sana.


''Peter, ini pertama kalinya kan kamu datang ke Korea?''

__ADS_1


''Iya emang kenapa kamu ngedelek aku?''


''Haha santai kawan. kamu dan rii pasti akan terpesona dengan keindahan di pulau jeju. karena aku pribadi sangat menyukai pulau itu. makanya aku menyuruh papaku membuatkan aku vila di sana.''


''Jangan sok tahu. aku bukan tipe yang gampang menyukai sesuatu.''


''Benarkah.?''


Jimin menggoda Peter.


''Apa kamu sedang menggodaku?''


''Haha baguslah jika kamu sedang merasakannya.''


Mereka berdua tertawa puas. tidak heran jika Peter begitu sangat menyukai jimin. jimin memiliki sifat yang begitu penyayang dan memiliki sisi humor yang dapat membuat peter tertawa puas.


Mereka berdua telah menempu perjalanan menuju pulau jeju. setelah mendarat dari bandara tadi. di sela sela perjalanan rii merentangkan tangan kanannya.


''Nikmati sepuasnya rii, ini adalah hari bahagiamu.''


Rii tersenyum bahagia. sedang Peter menikmati senyuman manis rii dari cermin mobil. dan jimin meninju bisep Peter karena tiada hentinya menatap rii.


''Nanti mata kamu tidak bisa berkedip kawan.''


Mereka telah tiba di vila milik keluarga jimin. jimin membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan semua barang barang milik Peter dan rii.


''Selamat datang di pulau jeju vila milik papaku.''


Jimin dengan bangga memperkenalkan pulau jeju dan vila milik papanya. ia tersenyum bahagia namun rii dan Peter mengabaikannya. rii sibuk melihat keindahan vila miliknya dan Peter sibuk bermain dengan ponselnya.


''Baiklah.. ayo kita masuk saja kalian pasti sangat lelah dengan perjalanan ini.''


Mereka telah masuk. dan di sambut hangat oleh petugas vila mereka.


''Selamat datang tuan.''


''Baik. tolong beritahu teman perempuan ku kamar yang akan dia tempati, dan taruh koper milik ku dan milik teman lelaki ku di kamar. kami akan bersantai sejenak di kolam renang.''


''Baik tuan. mari nona saya akan mengantar anda ke kamar nona.''


''Ayo Peter kita bersanti di kolam renang sejenak. sebentar lagi petang akan datang, dari arah sana kita akan melihat matahari mulai terbenam.''


Saat mereka tengah bersanti. ponsel milik Peter berdering.


**Halo mami.*


*(Oh halo sayang, kamu di mana mami sekarang sedang berada di apartemen kamu.)*


*Maaf mami Peter lupa memberitahu mami, Peter sekarang sedang berlibur bersama dengan jimin.*


*(Benarkah? oh nikmati liburanmu sayang. selamat bersenang senang.)*


Telpon dari mami Peter sudah di matikan.


''Kenapa Peter?''


''Mami nelpon kalau dia sedang berada di apartemen aku. tetapi saat aku memberitahunya jika aku sedang berlibur denganmu. dia malah memberikan ucapan selamat bersenang senang dan langsung di matikan begitu saja.''


''Haha mami nina memang sangat penyayang dan pengertian. aku rasa menjadi anaknya tidak akan merasa tertekan.''


''Jangan banyak berkhayal.''


''Hei kamu curang kawan. aku akan membalasmu.''


Jimin keluar dari kolam renang dan kembali menyeret Peter ke dalam kolam renang. mereka berdua menikmati keindahan sunset dengan berenang.


Di malam hari setelah jamuan makan malam. mereka bertiga telah memasuki kamar masing masing. mereka beristirahat lebih cepat. karena pada dasarnya mereka bertiga begitu sangat lelah.


Rii merangkak ke ranjang miliknya. ia mulai menarik selimutnya dan menutupi bagian tubuhnya hingga di atas dada. rii mengambil bantal untuk di jadikan senderan. kemudian ia Menatap layar handphonenya. disana sudah terdapat foto ke dua orang tuanya.


"Ayah.. ibu.. sekarang rii sangat bahagia. sekarang rii sedang berlibur bersama dengan teman teman rii. ayah.. ibu.. putri kecilmu sekarang sudah tumbuh dewasa. sekarang rii sudah mulai meranjak ke pendewasaan. aku berharap suatu saat nanti kenikmatan yang aku rasakan bisa kalian rasakan juga."


Rii menyimpan ponselnya di atas nakar dan tertidur. ia masih merasa ngantuk setelah 2x melakukan tidur. rasanya rii memang begitu sangat lelah. mulai dari fisik dan perasaannya.


''Padahal gue udah tidur 2x dalam sehari. namun, rasa kantuk itu masih tetap ada."


Pukul 7 pagi. sarapan telah di siapkan oleh pelayanan. Peter mengetuk ngetuk pintu kamar rii agar rii segera bangun. ceklek pintu terbuka dan sudah ada rii di balik pintu itu.


''Ada apa?''


''Ayo sarapan bareng. pelayan udah nyiapin.''


''Mm.. kamu duluan aja dulu, aku mandi dulu.''


Peter kembali ke tempat meja makan, disana sudah ada jimin yang memotong apel.


''Ohh bagaimana apa rii sudah bangun?''


''Iya.. namun ia akan mandi dulu dan segera datang ke sini.''


''Apa dia akan pergi? kenapa ia akan pergi, kenapa mandi pagi banget.''


''itu tandanya ia memiliki sifat yang baik, mandi pagi adalah sikap yang baik dan selalu mengutamakan kebersihan. bukan seperti seseorang yang bicara barusan.''


''Haha apa kamu menyinggung diriku kawan?''


Peter tidak memperdulikan ucapan jimin. Peter lebih memilih memakan anggur sambil menunggu kedatangan rii. saat asik ngobrol. rii sudah bergabung di antara mereka. keduanya terpesona dengan kecantikan rii.


Rii diam dan merasa malu di tatap begitu lama oleh mereka berdua. sontak jimin dan Peter mengucapkan kata yang sama.


''.CANTIK.''


Rii yang baru saja meminun air putih, tiba tiba saja tersedak dengan perkataan mereka berdua. Peter dan jimin sontak menawarka rii air putih.


''Apa kalian lupa, yang membuatku tersedak adadalah air putih.''


''Oh maaf.'' (mereka berdua)


''Ayo makan. kali ini kita akan bersenang senang dengan pergi ke pantai''


*


Mereka sudah sampai di pantai, mereka akan menaiki jetski.


''Rii kamu naik bersama dengan peter. Peter sangat handal dalam bermain jetski.''

__ADS_1


''Baik.''


Mereka bertiga tengah bermain jetski.


''Peter.. ayo kita berlomba meraih tengah laut.''


''Jangan harap kamu bisa menang jimin. rii pegang yang erat.''


tangan rii sudah melingkar di pinggang Peter, dada Peter kembali berdegub kencang. Peter bahkan tidak fokus saat bermain jetski. sampai pada akhirnya ia kalah dengan taruhannya.


''Huu... Peter aku menang.''


''Siall.. aku tidak fokus jimin. ayo kita ulangi satu kali lagi.''


''Tidak. karena ini adalah kemenangan pertamaku. sini mendekat denganku, aku akan mengambil foto kita bersama.''


Mereka mulai berselfi. rii tertawa saat jimin menarik telinga Peter kemudian jimin menancapkan gas jetskinya untuk menjauhi Peter.


''Awas kamu jimin. aku akan membalas mu.''


''Haha sudah Peter, jimin hanya bercanda denganmu.''


''Apa kamu senang melihatku jadi bahan candaan jimin rii''


''Iya.. aku suka, kalian mirip tom and jerry.''


Tiba tiba saja Peter mengencangkan gas jetskinya dan sontak membuat rii kembali memeluk eratnya. rii kemudian memukul legan Peter.


''Haha ini hukuman karena kamu membela jimin rii.''


setelah mereka puas bermain jetski. mereka kembali berteduh dan menikmati hidangan yang telah disediakan.


''Makan rii.''


''Baik peter.''


''Ya.. kalian berdua begitu sangat serasi, kenapa kalian tidak pacaran saja.''


Peter melempar jimin dengan kulit pisang.


''Haha santai kawan. aku hanya bercanda.''


''Sudah.. sudah.. ayo kita makan saja.''


''Oh ya rii. setelah ini kamu mau apa?''


''Aku. Mm... ntah aku tidak tahu.''


''Bagaimana jika kita ke museum bonte, aku yakin kalian berdua akan terpesona dengan keindahan Museumnya.''


''Terserah kamu saja jimin.''


Mereka sudah sampai di museum bonte. setelah mereka memasuki museum, mereka mulai melakukan beberapa prosedur yang telah di terapkan di museum tersebut. mereka mulai masuk dan benar apa yang di katakan oleh oleh jimin. rii tidak berhenti mengucapkan kata wah.


''Jimin apa ini. apa ini galaksi?''


''Kamu benar rii. ini adalah galaksi.''


''Apa kita sedang berasa di luar angkasa. kenapa ini sangat begitu nyata. indah sekali.''


''Apa kamu menyukainya rii?''


''Mm.. sangat suka Peter. kamu sendiri?''


''Sejujurnya ini begitu mengejutkan ku. karena sebenarnya aku hanya bisa melihat galaksi melalui teleskop. namun siapa yang sangka bahwa akan ada seseorang yang merancang museum galaksi seperti ini.''


''Kamu benar kawan. lihat jeju begitu sangat keren bukan.''


*


''Siall... ternyata mereka sedang berada di jeju.''


Selena melihat postingan instagram jimin. ia kesal karena mereka bertiga ternyata pergi berlibur di pulau jeju.


''Ternyata aku salah. aku pikir wanita itu akan jerah dan pergi dari negara ini, namun sayang mereka bahkan pergi berlibur di tengah masa skorsing rii.''


Ahh.... selena melempar semua barang yang berada di dalam kamarnya. selena kembali melihat postingan jimin dan memperbesar wajah rii.


''Kamu lihat saja rii. setelah kepulanganmu dari jeju, aku akan pastikan kamu akan pergi dari negara ini.''


*


Setelah menghabiskan waktu bersama akhirnya mereka bisa mengistirahatkan tubuh mereka masing masing. rii merebahkan tubuhnya. ia begitu sangat bahagia karena dengan berlibur bisa membuatnya melupakan masalah yang ia hadapi. rii juga mendapat berbagi macam pengalaman. ia sangat berterimakasih kepada jimin.


''Bagaimana kawan apa kamu lelah?''


''Sangat lelah jimin. kamu bahkan tidak membiarkan kita untuk istirahat. ah.. punggungku rasanya ingin remuk.''


''Haha ini, pakai ini dengan begitu tidurmu akan terasa sangat nyenyak.''


''Makasih kawan.''


''Ngomong ngomong, apa kamu tidak berencana mengungkapkan perasaanmu kepada rii?''


Peter berhenti sejenak saat mengoleskan bagian betisnya.


''Ntah jimin. aku masih begitu takut untuk mengungkapkannya.''


''Kenapa kawan. tidak ada salahnya jika kamu mencoba, setidaknya jika rii mengetahui perasaanmu. dia akan mempertimbangkan dan bisa jadi ia akan belajar menerima mu.''


''Makasih atas saranmu kawan. pasti, aku akan pasti mencobanya tetapi bukan sekarang.''


Peter kembali menyapu kakinya dengan cream yang jimin berikan. di dalam hatinya ia begitu ingin mengungkapkannya. namun ia masih belum berani, Peter masih mempertimbangkan banyak hal. terutama dengan perundung yang selalu merundung rii. ia akan membereskan itu semua. dan setelah itu Peter baru akan mengungkapkan isi hatinya.


.


.


.


.


**Oke guys sekian dulu ya untuk chapter ini. jangan lupa untuk like komen and share guys.


Sampai jumpa lagi.

__ADS_1


Salam dari auhor🥰🤗🤗


Maaf kalau ada typo guys**.


__ADS_2