Hei Rii

Hei Rii
Episode 13


__ADS_3

Hello guys.


.


.


.


.


''Apa jimin gila, bagaimana bisa ia memukul bokong gue sial... dasar lelaki bajingan.''


Umpat rii kesal sambil menuju ke asrama. rii telah sampai di asrama dan mulai merebahkan tubuhnya.


''Kenapa nasib gue kek gini si, 1 bulan cepatlah berlalu. gue ingin terbebas dari mereka. gue ingin hidup tenang dan lulus dengan baik tanpa adanya masalah dan apapun itu.'' batin rii.


Ting pesan masuk dari jimin.


*Apa kamu sudah sampai?*


Rii mulai membalas.


*Iyaa..*


Sambil melempar handphonenya sembarangan. rii tiba tiba mengepal tangannya, iakesal. ingin rasanya rii meremukkan tulang tubuh jimin. baru kali ini ia diperlakukan tidak senonoh oleh seseorang dan itu ialah jimin. lisa yang melihat rii nampak kesal seketika langsung duduk di kasur milik rii.


''Apa mereka nyakitin lo rii?''


''Bisa gak bahas mereka, gue enek dengar nama atau membahas tentang mereka.''


Rii langsung membaringkan tubuhnya dan menutupi dengan selimut. lisa heran dengan kelakuan rii hari ini.


''Aneh, kok rii tiba tiba aja kek gini.'' batin lisa


Lisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. lisa akhirnya membiarkan rii sendiri dulu.


''Barang kali rii butuh penenang, mungkin dengan tidur kali.'' gumam lisa.


Dering ponsel peter berbunyi.


''Halo.''


(''Apa kamu sudah mengantar rii pulang?'')


Ucap jimin dari seberang telpon.


''Mm... yaa kenapa?''


(''Tidak, aku hanya memastikan kawan.'')


Ucap jimin dan mulai memutuskan telponnya secara sepihak. tidak lama ponselnya kembali berdering, peter tidak ingin menjawab. dan ponselnya terus saja berdering. peter yang kesal dengan panggilan itu akhirnya memutuskan untuk mengangkat.


(''Halo peter.'')


Ucap selena dari sebarang telpon.


''Mm...''


Peter hanya bergumam.


(''Aku ingin bertemu dengan kamu sebentar, ada yang ingin aku berikan kepadamu.'')


''Maaf, aku tidak bisa.''


Ucap peter dan hendak mematikan telponnya.


(''tunggu peter.'')


''Kenapa, aku tidak bisa. kamu dengar apa yang baru saja aku katakan bukan.''


Ucap peter kesal.


(''Kenapa kamu marah kepadaku peter, bukankah kita sekarang sudah menjadi teman?'')


Ucap selena dengan nada sedih. peter memutar bola matanya malas.


''Baiklah.''


Selena merasa sangat senang.


(''Baiklah, kita bertemu di cafe tempat biasa kita bersama.'')


Peter langsung saja mematikan sambungan telpon saat mendengar dimana ia akan bertemu.


Selena telah sampai dan menuju masuk ke cafe, setelah itu selena sudah memesan kopi untuk dirinya dan peter, peter telah tiba ditempat itu dan mulai mencari keberadaan selena. selena yang melihat kedatangan peter kini berdiri dan melambai, peter hanya menatap dingin sambil menuju kearah selena.


''Silahkan duduk peter.''


Peter tidak membalas ucapan selena dan langsung menghempaskan bokongnya diatas kursi.


''Cepat berikan yang ingin kamu kasih kepadaku.''


Ucap peter to the point.


''Minum dulu kopi yang sudah aku pesankan peter, tidak usah terburu buru.''

__ADS_1


Ucap selena sambil tersenyum. peter membuang nafasnya kasar, ia menyesal mengikuti saran sesat yang diberikan oleh jimin, bukan menjauh malah ia semakin dekat dengan selena. peter mengepalkan tangannya di bawah meja. rasanya peter tidak nyaman berhadapan dengan wanita iblis seperti dia.


''Ini sudah aku minum, ayo cepat berikan padaku.''


Wajah peter nampak dingin. selena yang sedari tadi melihat sikap peter yang terus saja mendesaknya kini nampak kesal. selena akhirnya membuka tasnya dan mulai menyodorkan benda itu dihadapan peter.


''Nah, ini dia peter.''


Selena tersenyum. peter langsung mengambil benda tersebut dan ingin membukanya namun ia dilarang oleh selena.


''Bisa untuk tidak membuka itu sekarang, nanti saja jika kamu sudah berada di apartemen kamu.''


''Baiklah, kalau begitu aku pergi.''


Dan peter langsung meninggalkan selena di sana seorang diri. Selena yang mendengar ucapan peter kesal.


''Sial... apa se dingin itu sama aku, awas saja peter aku akan merebut hati kamu kembali. dan tidak akan membiarkan wanita manapun mendekatimu.''


Selena bergegas pergi dari tempat itu. peter melempar benda pemberian selena dijok belakang, dan mulai menancapkan gas dan pergi dari tempat itu.


''Dasar wanita iblis.''


Peter mengepal tangannya. rii terbangun dari tidurnya, dan perlahan mencari keberadaan handphonenya, dan mulai mengecek sudah jam berapa sekarang, ia melihat pukul 00:00 malam ternyata ia tidur cukup lama juga. perutnya mulai kelaparan ia bergegas mengisi perutnya yang kosong.


Keesokan harinya, mobil peter sudah terparkir, perlahan jimin mulai keluar dari mobil peter. kali ini jimin tidak membawa mobil. ia lebih memilih berangkat bersama peter hari ini. seperti biasa para wanita di kampus itu akan berteriak histeris saat dua lelaki tampan ini memasuki area kampus.


''Kamu duluan saja, aku akan menemui rii dulu.''


Peter tidak merespon dan langsung memisahkan jarak oleh jimin. kali ini jimin akan memulai mendekatkan peter dengan rii. sedang rii terburu buru dari arah asrama menuju kelas dengan berlari. belum sempat jimin memanggilnya, rii langsung bersuara.


''Tunggu sampai kelasku berakhir.''ucap rii


Sambil berlalu dari hadapan jimin. jimin yang menerima sikap yang kurang sopan dari rii menaikkan satu alisnya.


''Sebenarnya dia itu asisten atau bukan. berani beraninya ia bersikap tidak sopan padaku.''


Setelah kelas berakhir, seperti biasa mereka akan berkumpul di kantin, rii yang menerima tatapan tidak baik dari jimin menunduk.


''Setelah selesai makan ikut aku ke perpustakaan.''


Ucap jimin dengan dingin, peter yang melihat temannya tidak seperti biasa merasa heran. perlahan ia melirik jimin dan mulai menggelengkan kepalanya. sedang jimin yang bersikap dingin juga merasa aneh, tetapi ia harus menahan agar rii tidak berlaku seenaknya kepadanya.


Setelah mereka selesai makan, mereka mulai menuju kearah perpustakaan. lisa yang melihat sahabatnya itu merasa ibah. tidak sengaja ia menabrak tubuh seseorang, lisa hampir terjatuh namun ditahan oleh peter. tatapan mereka bertemu, lisa yang berhadapan langsung dengan peter terpesona. belum selesai lisa menatapnya lebih dalam peter sudah merenggangkan tubuh mereka.


''Maaf.''


Peter tidak membalas dan langsung menjauh. Lisa memegang dadanya apakah jantungnya masih aman,


''Kenapa jantungku berdetak begitu cepat.''


''Tenang lisa tenang.''


Lisa tersenyum bahagia. ternyata ditatap lebih dekat. peter memang sangat tampan. tidak heran jika para wanita di kampus ini mengidolakan peter. lisa kembali duduk dan menikmati makanannya.


Sesampainya di perpustakaan. rii diberikan arahan oleh jimin untuk mencarikannya buku yang ia mau. rii mulai mencari buku yang diinginkan oleh jimin. setelah mendapatkan rii kembali ketempat jimin dan memberinya. jimin masih belum selesai mengerjai rii. jimin mulai kembali berulah.


''Ah.. ternyata masih ada 3 buku lagi yang harus aku cari, apa rii bisa mencarikan buku itu?''


Rii menatap jimin dan mengangguk, jimin tersenyum dan rii mulai kembali ke rak rak buku dan mencari buku yang jimin inginkan. ternyata 3 buku itu sangatlah tebal dan berat, rii mulai kewalahan membawanya. sedang dilain sisi peter yang melihat tingkah jimin cuma geleng-geleng kepala. peter juga mulai mencari buku yang memang sejak kemarin ia inginkan.


Peter mulai mencari kearah rii, sebab buku itu terdapat di bagian rak yang rii tempati. tidak berlangsung lama peter sudah menemukan buku itu. sedang rii yang tidak bisa menggapai buku yang diinginkan jimin berusaha untuk menggapainya dan melompat. peter yang melihatnya mulai membantu. peter mulai menggapai buku itu dan memberikannya kepada rii.


''Terima kasih.''


Rii mulai menyusun di atas buku yang lain dan mulai membawanya kearah jimin. peter mengikuti langkah rii dari belakang, rii yang tidak menyadari bahwa lantai yang ia lewati dengan lantai yang ditempati oleh jimin memiliki jeda tangga. al hasil rii terjatuh dengan buku buku yang ia bawa. kepala rii terbentur di pojokan kursi. peter yang melihat itu terkejut dan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk membatu rii.


''Apa kamu baik baik saja?''


Rii mulai memegang kepalanya yang terasa sakit akibat benturan. rii hanya mengangguk mendengar pertanyaan peter, sedang jimin hanya mengangkat buku yang dibawa oleh rii. peter menatap jimin dengan kesal.


''Apa buku buku itu terlihat lebih penting daripada keselamatan seseorang?''


Peter mulai mengangkat rii dan menjauh dari jimin. peter yang menyadari kepala rii berdarah akibat benturan itu mulai membawa rii menuju mobilnya dan langsung menancapkan pedal gasnya kearah rumah sakit. setelah peter dan rii hilang dari hadapan jimin. jimin menyadari bahwa darah segar yang ada di lantai itu ialah darah rii. ia ingin berlari mengejar mereka berdua namun ia tersadar, mungkin saat ini ialah waktu yang tepat untuk mereka berdua, jimin tidak bersalah atas insiden yangdialami olehi rii, itu semua murni kecelakaan yang tak terduga.


Sesampainya peter di rumah sakit. ia menggendong rii dan berlari kearah suster untuk segera menangani keadaan rii. setelah beberapa menit, luka di kepala rii telah diobati. mereka berdua keluar dari rumah sakit. rii bersuara.


''Terima kasih.''


Sambil menatap peter. peter yang mendapatkan ucapan Terima kasih oleh rii hanya mengangguk. sesampainya mereka didalam mobil, peter berbalik untuk mengambil sebotol air meniral untuk rii. namun saat ia berbalik ia melihat benda pemberian dari selena. ia lekas mengambilnya dan mulai menyodorkan rii air mineral.


''Kamu pasti haus.''


Rii yang melihat air mineral itu dan menerimanya, rii mulai meneguk. sedang peter langsung membuka benda tersebut, dan ternyata isi benda itu ialah jam tangan. peter mulai membolak balikan jam tersebut.


''Apa dia pikir aku tidak bisa membeli jam ini.''


Ucap peter dengan suara yang rendah. peter mulai melajukan mobilnya dan tepatnya sebelum keluar dari parkiran peter mengentikan mobilnya dan turun, ia perlahan menghampiri security rumah sakit dan memberikan hadiah yang diberikan oleh selena kepada security itu.


''Permisi, ini hadiah dari saya semoga bapak menyukainya.''


Ucap peter dan langsung berlalu. bapak yang diberikan jam tangan mahal itu tersenyum dan berteriak Terima kasih. sedang rii hanya melihat peter yang berada di hadapannya. peter sudah memasuki mobilnya dan mulai pergi dari sana.


Tidak ada percakapan apapun didalam mobil. rii tidak ingin mengurusi atau bertanya mengapa jam tangan yang kelihatan mahal itu ia berikan ke security. sesampainya mereka di kampus, nampak dari jauh selena melihat kedekatan antara peter dan wanita lain. selena geram dan perlahan ia mendekat kearah peter dan rii.


''Halo peter.''

__ADS_1


Selena menyapa. peter yang lagi lagi melihat wajah iblis itu mengabaikan sapaan selena. sedang rii yang melihat selena membulatkan matanya. selena berbalik arah melihat rii, kening selena mengerut.


''Apa kita pernah bertemu sebelumnya nona?''


Rii nampak ketakutan, bayang bayang kejadian waktu itu terlintas di dalam pikirannya. sedang peter yang menyadari percakapan selena. mulai merangkul rii dan berlalu dari hadapan selena. rii terselamatkan oleh peter.


''Semoga saja senior tadi tidak mengenaliku.'' batin rii.


Selena yang lagi lagi di cauhkah oleh peter kesal.


''Apa wanita itu kekasih peter? tetapi wajah wanita itu tidak asing, aku merasa pernah bertemu dengan dia.''


Selena yang mulai merasa curiga terhadap rii.


Jimin yang melihat kedatangan rii dan peter mulai menghampiri mereka berdua.


''Rii apa kamu baik baik saja?''


Peter menatap jimin kesal.


''apa kamu puas melihatnya terluka jimin?''


''Apa maksudmu kawan? aku tidak bersalah atas kecelakaan yang dialami oleh rii.''


''Sudah ini bukan kesalahan jimin, ini murni kecelakaan yang aku sendiri lakukan.''


Rii menengahi mereka berdua. rii hendak pergi namun dicekal oleh jimin.


''Buku buku itu belum aku baca, boleh mengambilnya dan membawa itu ke mobil peter.''


Ucap jimin sambil tersenyum. rii hanya mengangguk dan mulai berlalu, sedang peter kembali mencekal tangan rii.


''Tidak perlu biar dia saja yang mengambilnya kamu harus istirahat, luka di kepalamu baru saja diobati''


''Tidak apa apa peter ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai asisten jimin.''


Dan rii berlalu dari hadapan mereka berdua. peter hanya terdiam sambil menatap rii yang perlahan menghilang dari pandangannya. setelah rii mengambil buku buku tersebut, ia segera ke mobil peter untuk meletakkan buku bukunya. jimin yang sudah menunggu di dalam mobil kemudian keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil peter.


''Simpan saja di sini rii.''


Dan rii mulai menaruh buku buku itu.


''Terima kasih rii tugasmu sudah selesai sampai bertemu besok.''


Jimin tersenyum kearah rii. sedang rii yang mendapatkan senyuman dari jimin hanya menatapnya dingin. Dan setelah mobil peter berlalu cukup jauh, barulah rii meninggalkan tempat tersebut.


''Baiklah rii sabar, ini adalah ujian lo oke. tinggal 27 hari lagi semuanya akan berakhir.''


Rii mulai melangkahkan kakinya dengan cepat menuju asrama. kepalanya terasa agak pusing setelah kejadian tadi. sedang dari arah jauh, selena memperhatikan gerak gerik rii, senyum selena mengembang.


''Ternyata wanita itu adalah wanita yang sempat mengalami masalah denganku waktu di kantin.''


Ia mulai melangkahkan kakinya menuju asrama rii, rii yang baru saja sampai dan langsung merebahkan tubuhnya. belum juga rii merasakan tubuhnya menyentuh kasur sepenuhnya, rii dikagetkan oleh kedatangan selena.


''Halo kita bertemu lagi.''


Selena berdiri dengan kedua tangan di dadanya. rii terkejut, bagaimana bisa wanita ini mengetahui tempatnya.


''Halo.''


Jimin dan peter masih terdiam didalam mobil satu sama lain. peter yang masih terlihat kesal terhadap sikap sahabatnya kini mulai menengur jimin.


''Apa kamu masih mau menjadikan ia sebagai asisten mu?''


Jimin berbalik melihat kearah peter, jimin hanya mengangguk dan tersenyum.


''Apa kamu mempunyai hati nurani, dia hanya seorang mahasiswa luar, jangan menjerat kan ia masuk kedalam perangkat mu.''


''Hei ayolah kawan, jangan merasa kesal seperti itu. dia hanya sebatas asistenku, dan setelah kontraknya berakhir ia akan terbebas.''


''Harga ganti rugi dan kesusahan yang ia alami tidak sebanding dengan fisiknya yang terluka.''


Jimin mengerutkan alisnya.


''Kenapa kamu sangat perduli dengan dia kawan?''


Peter memalingkan wajahnya.


''Jangan bilang kepadaku jika sekarang kamu mulai perduli dengan seorang wanita kawan.''


''Jaga ucapan mu itu jimin, aku hanya kasihan melihatnya. dia nampak wanita yang begitu rapuh dibalik wajah dinginnya. jangan mengada ada aku hanya kasihan melihatnya paham.''


Peter membantah apa yang dikatakan oleh jimin. jimin tersenyum, rencananya sedikit lagi akan tercapai. nampaknya kelemahan peter telah diketahui oleh jimin. dan jimin mampu membuat seorang peter yang begitu dingin setelah dicampakkan. Kini berubah dan merasa ibah terhadap wanita.


Peter mulai berubah selama beberapa bulan, ia sangat tidak peduli dengan dunia orang lain, untuk membantu pun ia tidak sudi. namun kali ini, peter nampak begitu kesal melihat rii yang kesusahan oleh jimin. peter menambah kecepatan mobilnya dan membuat jimin menjerit ketakutan.


''Hei kawan apa kau ingin mati, jika kamu ingin mati. terlebih dahulu, tolong jangan bawa bawa aku, aku masih perjaka dan lajang yang masih belum menikah. hidupku masih panjang tolong turunkan sedikit gas mobilnya peter.''


Jimin berteriak histeris. dan peter tidak memperdulikan perkataan jimin.


**Nah guys sekian dulu ya untuk part ini. maaf kalo ada typo atau lain sebagainya. mohon dishare ya kalau kalian mampir di novel aku.


Salam dari author buat kalian☺


bye bye 🤗**

__ADS_1


__ADS_2