Hei Rii

Hei Rii
Episode 33


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


.


.


.


.


.


Rii masih memikirkan ucapan peter sejak di taman tadi. rii bahkan tidak menyangka jika peter menyukainya. kepalanya di penuhi dengan ucapan ucapan pengungkapan rasa peter sejak di taman, ia menggeleng gelengkan kepalanya sambil berteriak tidak...


Teman temannya kebingungan melihat sikap rii yang baru saja tiba di asrama. rii berjalan layaknya orang yang seperti sedang terkena musibah besar. rii kemudian duduk di atas kasur miliknya.


''Tidak.. ini tidak mungkin.''


''Tidak mungkin apanya rii kata celine.''


''Ah. kalian, sejak kapan kalian di sini?''


''Hei rii. apa kamu baik baik saja? kami di sini sebelum kamu datang.''


''Benarkah. ah.. maaf celine aku sedang tidak konsentrasi.''


''Sebenarnya, ada apa si rii? apa kamu dan peter baik baik saja.''


Rii memilih diam dan tidak menjawab ucapan Celine.


''Baiklah, rupanya kamu memang butuh istirahat.''


''Terima kasih Stefanie. maaf aku tidur dulu ya.''


Di lain sisi selena dan lisa sedang berada di sebuah cafe dekat kampus. ia merayakan rencananya yang telah berhasil.


''Bagaimana dengan wanita jal*ng itu lisa?''


''Seperti yang aku lihat sebelum kemari selena. peter dan rii sempat berdebat di taman samping Perpustakaan.''


''Benarkah? haha aku sangat senang mendengarkannya. jadi sebentar lagi, peter akan membencinya. dan aku bisa untuk mendekatinya lagi.''


''Tunggu selena. maksud kamu apa?''


''Apa kamu tidak tahu, aku membencinya karena aku ingin kembali lagi bersama peter, tetapi wanita sialan itu tiba tiba saja datang dan merebut peter dariku.''


''Apa kamu dan peter sepasang kekasih?''


''Tidak lisa, aku dan dia adalah tunangan. kami sudah bertunangan selama 2 tahun.''


''Siall... jadi ini rencana selana, aku harus mengelabuinya agar peter semakin membencinya.'' (batin lisa)


Lisa menyesap kopinya, ia tidak berbicara lagi setelah mengetahui tujuan utama selena. lisa memang memanfaatkan selena agar ia bisa menggantikan posisi rii.


''Oh selena. aku pergi dulu.''


''Baiklah lisa, makasih atas kerja samanya selamat bersenang-senang.''


Setelah keluar dari cafe itu, lisa mengetik sesuatu di dalam handphonenya. ia membuat akun anonim dan mengirimkan beberapa bukti kebusukan selena terhadap rii. pemilik akun anonim ini kemudian mengirimkan pesannya itu kepada peter.


''Tuntas, selena.. selena.. ternyata kamu memang gampang untuk di manfaatkan. asal kamu tahu selena, kamu telah di buang oleh peter, dan tisu hanya di pakai satu kali. dan kemudian akan di gantikan dengan yang baru. dan aku adalah pemilik tisu yang baru itu. selena.. rii.. kalian itu hanya sampah.''


Senyum lisa mengembang. ia puas rencana permainannya berjalan dengan sukes. lisa hanya menunggu ke hancurkan selena dan setelah itu lisa akan merangkak masuk ke dalam kehidupan peter.


Pukul 12 malam. Peter baru saja akan tidur, tetapi ia mengecek ponselnya terlebih dahulu. ia berencana ingin mengirimkan ucapan permintaan maafnya kepada rii. namun pesan anonim dari seseorang telah mencul di layar ponselnya.


Tidak menunggu lama, peter kemudian menekan nama dari pemilik akun anonim itu, dan membaca pesan singkat darinya. kemudian peter beralih kepada vidio yang memperlihatkan seorang lelaki yang sedang berada di depan layar komputer dan di temani oleh selena di sampingnya.


Peter melihat dengan jelas bahwa di dalam layar komputer itu, sudah terdapat foto rii bersama dengan justin. Peter makin percaya jika foto itu memang jelas editan. kemudian Peter beralih lagi kepada pesan suara. di sana Peter telah mendengarkan sebuah percakapan yang di mana selena telah merencakan suatu hal kepada rii.


Semuanya sudah Peter ketahui. ia kemudian menyalin file tersebut dan menyimpannya di laptop miliknya. ia kemudian mencoba menelpon pemilik akun anonim tersebut. namun sayangnya, akun tersebut sudah di hapus oleh pemiliknya.


''Sial... ternyata dalang di balik ini semua adalah selena, tetapi siapa pemilik akun ini, kenapa ia bisa tau semuanya. dan kenapa ia mau memberitahuku. ah.. persetan dengannya sekarang aku sudah tau bahwa selena la dalang dibalik ini semua.''


Peter sangat gelisah dan tidak bisa tertidur. ia sudah tidak sabar menghadapi selena di keesokan harinya. dan setelah beberapa jam ia merasa sangat gelisah. Peter kini telah terlelap dalam tidurnya pukul 3 pagi.


*


Perasaan rii saat ini sudah agak membaik. ia berangkat ke kampus bersama dengan teman temannya seperti biasanya. walaupun sesekali di dalam pikirannya masih terlintas bayang bayang Peter waktu itu.


Tiba tiba saja rii telah di hadapkan oleh Peter di depan matanya. jantung rii berdebar sangat cepat, rii bahkan tidak sanggub menatap mata Peter. bahkan setelah rii mengetahui kedatangan Peter yang telah berada di depannya. ia hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani untuk menatap Peter yang sudah berada di tepat di hadapannya.


Peter ingin bersuara namun tatapannya kini tertuju kepada selena yang baru saja tiba. Peter kemudian meninggalkan rii dan menghampiri selena.


Kepergian Peter membuat perasaan rii sedikit legah. pasalnya rii tidak tau harus menghadapi Peter dengan cara apa. bahkan jantungnya yang berdebar sangat kencang itu. tidak tahu harus bagaimana lagi untuk meredakannya, kecuali ia harus pergi dari hadapan Peter.


''Rii kamu kenapa?''


''Ah. tidak, aku tidak apa apa rose ayo kita pergi dari sini, kelasku sebentar lagi akan mulai.''


Namun setelah ia benar benar meninggalkan tempat itu, mata rii sempat tertuju kemana perginya Peter. ada perasaan gelisah saat melihat Peter mendekati selena yang baru saja tiba.


Rii memegang dadanya. ada yang mengganjal dengan perasaannya saat melihat Peter menghampiri selena. kemudian ia tersadar rii mencubit tangannya sendiri untuk menyakinkan bahwa ia tidak merasa cemburu.


''Aww..''


''Ada apa rii?''


''Ah. hehe tidak ada apa apa ko celine, kalau begitu aku duluan ya, dah..''


Sementara itu selena yang melihat kedatangan Peter merasa senang. selena mengira bahwa kini Peter sudah melihatnya dan mau mengajaknya untuk kembali bersama.


Tangan Peter kini memegang tangan selena. Peter membawa selena ke samping gedung kampus. ia ingin berbicara empat mata kepada selena atas apa yang ia lakukan.


''Peter ada apa ini?''


Namun Peter tidak menjawab sama sekali. ia terus saja berjalan sampai tempat tujuannya. kemudian Peter menghempaskan tangan selena yang semula ia pegang.


''Aww sakit peter.''


''Seharusnya kata sakit tidak akan ada di dalam diri seorang iblis sepertimu selena.''


Selena terkejut mendengar ucapan Peter barusan. rasanya sangat menyakitkan.


''Peter apa yang kamu katakan barusan. apa kamu sadar ucapanmu itu sangat menyakitkan.''


''ckck aku sangat sadar selena. dan kamu memang pantas mendapatkannya.''


Satu tamparan yang diterima oleh Peter.

__ADS_1


''Apa kamu baru saja menamparku?''


Kini tangan Peter telah mencengkaram bahu selena. mata Peter menatap tajam kepada selena.


''Aku tidak ingin melakukan ini semua selena. namun kamu memang pantas mendapatkannya, apa kamu pikir seorang sepertimu bisa merasakan sakit. aku pikir itu salah, karena kamu bahkan tidak mengasihani seorang gadis yang malang, kamu bahkan membuatnya menderita dengan ulah busukmu itu.''


Selena semakin merasakan kesakitan saat cengkraman Peter semakin menguat.


''Aww... Peter lepaskan, lepaskan tanganmu.''


Selena kemudian menginjak satu kaki Peter, dan alhasil Peter melepaskan cengkraman nya kepada selena. Peter meringis kesakitan pasalnya selena menginjaknya menggunakan hils tingginya.


Selena ingin kabur dari sana, namun Peter sekuat tenaga menahan rasa sakitnya dan menahan selena dengan menarik satu tangannya.


''Peter lepaskan aku.''


''Jangan harap selena. aku ingin memberimu suatu pelajaran agar kamu bertobat dengan perilakumu itu.''


''Peter aku mohon. maafkan aku, aku tidak akan melakukan itu semua lagi.''


''Ck.. apa kamu pikir aku akan mempercayaimu?''


''Peter aku mohon lepaskan aku.''


''Baiklah selena. tapi kamu harus melakukan sesuatu untukku.''


''Baik.. baik Peter, aku akan Melakukannya.''


Peter kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. kemudian ia memperlihatkan semua bukti yang telah Peter dapat dari si pemilik akun anonim.


''Lihat, apa benar kamu yang melakukan ini semua?''


Mata selena membulat, ia bahkan tidak bisa berkata kata saat bukti foto dan vidio dirinya saat itu sedang dipegang oleh Peter.


''Cepat jawab selena. apa benar kamu yang telah melakukan ini semua kepada rii?''


Genggaman tangan Peter menguat, dan membuat selena tidak tahan dengan rasa sakit yang ia Terima.


''I.. iyaa Peter. aku yang sudah melakukan itu semua.''


''Dasar iblis, apa yang membuatmu menjadi seperti ini selena. bahkan selena yang aku kenal dulu tidak sejahat ini. selena yang di kenal dengan kelembutannya dan tidak suka melihat orang lain di tindas oleh siapapun.''


''Itu semua karena kamu yang membuatku menjadi iblis, karena wanita itu berhasil membuatmu berpaling dariku.''


''Rii tidak salah apa apa. karena sebenarnya aku memang tidak mencintai mu lagi selena, kamu tahu. rii adalah satu satunya wanita yang membuatku lupa dengan penghianatan mu. aku bisa bangkit karena dia.''


''Kenapa Peter. kenapa kamu tidak mau menerimaku lagi, aku bahkan rela melakukan apa saja asal kamu mau menerimaku lagi. aku masih sangat mencintai mu peter.''


''Jangan mengatakan cinta di hadapanku selena. jika kamu memang benar benar mencintaiku. kamu tidak akan pernah mengkhianati ku bersama jason si brengsek itu.''


Tangis selena pecah. ia sangat menyesal telah melakukan itu semua.


''Maafkan aku Peter, tolong maafkan aku. aku memang salah tolong beri aku kesempatan, aku akan meninggalkan jason dan kembali lagi dengan mu.''


''Maaf selena. hatiku telah di isi oleh rii, aku telah memaafkanmu. dan aku mohon tolong hentikan ini semua, aku tidak mau melihat rii menderita dan di olok olok oleh semua orang.''


Selena membungkuk dan duduk di hadapan kaki Peter. ia ingin berlutut agar Peter mau kembali bersamanya. namun dengan cepat Peter menyesuaikan dirinya dengan selena. ia memegang lembut wajah selena dan menghapus air matanya.


''Maafkan aku selena. aku memang sangat membencimu tetapi aku juga tidak bisa melihatmu menangis seperti ini hanya karena mengharapkan ku kembali. aku mohon, lupakanlah aku dan hiduplah bersama jason dengan bahagia. dan aku mohon tolong ikhlas kan aku bersama dengan rii. dan jika memang kamu benar benar mencintaiku. aku berharap kamu bisa berdamai dengan hatimu dan menerima aku dan rii sebagai sepasang kekasih.''


Selena menatap mata Peter, ucapan Peter barusan mampu membuatnya tersadar. bahwa cara mencintai seseorang dengan benar ialah melepaskannya bersama dengan orang yang ia pilih. selena kemudian tersenyum, ia mengangguk.


''Baik Peter. aku akan berusaha berdamai dengan hatiku dan menerimanya bersama denganmu.''


''Iya Peter, aku akan menghapus semua dendam ku ini dan menerimanya dengan baik.''


''Terima kasih selena. terimakasih.''


''Tetapi. apa kamu dan rii sudah menjadi sepasang kekasih?''


''Eh.. itu.. aku masih berusaha selena.''


Kini suasananya berubah menjadi hangat, tangis yang semula pecah kini sudah menjadi damai. mereka berdua kini telah berpindah tempat di atas bangku yang terletak tidak jauh dari posisi mereka saat itu. keduanya kini telah berbincang dengan tenang tanpa ada dendam satu sama lain.


''Haha apa kamu masih pemalu seperti dulu.''


''Ya.. selena.''


''Haha Peter, meluluhkan hati wanita memang berbeda beda. ada yang cepat dan ada pula prosesnya agak lama. tetapi yang aku lihat, rii mungkin tidak akan lama sebab aku bisa merasakan bahwa ia mulai suka kepadamu.''


''Ohh benarkah?''


''Mm... aku cuma merasa, rii masih belum yakin dan takut, sebab aku sempat mengancamnya untuk menjauhi mu, tetapi aku akan membantumu jika kamu mau.''


''Biar aku pikir pikir dulu selena. aku takut rii akan menolakku.''


''Ya.. kamu jangan berpikir seperti itu. jika kamu memang cinta, perjuang kan dia. dan setelah ini aku akan meminta maaf kepada rii atas semua yang pernah aku lakukan.''


''Terima kasih selena. karena kamu sudah mau berubah.''


''Aku yang seharusnya berterima kasih, berkat kamu aku jadi sadar. oh baiklah aku rasa cukup sampai di sini dulu. aku akan menemui rii dan meminta maaf kepadanya.''


''Baik selena.''


Selena kini sudah pergi dari hadapan Peter. dan Peter merasa sangat senang bahwa selena kini sudah benar benar berubah.


''Akhirnya tidak akan ada lagi yang mengganggu rii. tetapi bagaimana caranya aku menemui rii. sial.... aku masih sangat canggung dengan kesalah pahaman kemarin.''


Peter mengusap wajahnya kasar.


''Bodoh.. bodoh...''


Peter mengucapkan kata bodoh di setiap langkahnya. sedang selena mencari keberadaan rii. ia memilih untuk menunggunya di dalam kantin.


''Tunggu, siapa orang yang sudah memberikan Peter bukti foto dan rekaman vidio itu.''


Selena memikirkan siapa pelakunya. namun ia memilih untuk tidak memperdulikan, sebab jika bukan karena orang itu. mungkin selena masih hidup dengan rasa dendam di dalam hatinya. dan sekarang hatinya terasa cukup damai setelah kejadian barusan.


Selena kini melihat rii yang bersama dengan teman temannya. dan selena berniat untuk bergabung dengan rii dan teman temannya di meja yang telah mereka tempati.


''Apa aku boleh bergabung?''


Teman teman rii menggeleng, ia tidak mau selena bergabung dengannya. namun rii menolaknya ia kemudian menerima selena bergabung dengan mereka.


''Rii. apa kamu gila?''


''Celine. selena hanya ingin bergabung, dia sendirian.''


Celine kesal dengan sikap rii. begitu juga dengan Rose dan Stefanie. muka mereka nampak tidak senang dengan perilaku rii.

__ADS_1


''Tentu selena ayo silahkan duduk.''


''Terima kasih rii.''


Mereka berlima sedang menikmati makanan mereka masing masing. sedangkan semua orang yang ada di dalam kantin tersebut. tertuju kepada selena yang bergabung bersama rii dan teman temannya.


''Mm.. rii aku ingin mengatakan sesuatu.''


''Apa itu selena.''


''Kenapa kamu masih baik kepada ku. padahal aku selalu saja merundungmu.''


''Sebenarnya kamu itu orang baik selena. cuman kamu hanya termakan sama dendam di dalam dirimu. aku tau sebenarnya di dalam hatimu itu, kamu tidak ingin melakukan itu semua.''


''Rii... aku sangat malu kepadamu. aku meminta maaf atas semua sikapku kepadamu.''


Rii tersenyum, ia bahagia melihat selena meminta maaf dengan tulus kepadanya. dari sorot matanya rii bisa melihat bahwa selena memang betul betul tulus ingin mendapat maaf darinya. Rii kemudian memegang tangan selena


''Selena. hei, kamu tidak perlu meminta maaf. aku bahkan sudah memaafkan mu jauh sebelum kamu meminta maaf.''


''Rii.. Terima kasih. aku benar benar berterima kasih kepadamu karena sudah memaafkan ku.''


''Sama sama selena. ayo kita lanjutkan makanannya.''


''Mm...''


Mereka semua menikmati makanannya sembari tertawa satu sama lain. kini selena benar benar sudah berubah dan melupakan semua dendam nya.


Sedang dari arah kejauhan lisa geram melihat kedekatan selena bersama dengan rii dan teman temannya.


''Sial.... apa selena kerasukan, kenapa ia tiba tiba bergabung bersama mereka.''


Setelah bersama saat di kantin mereka kemudian berpisah.


''Rii apa benar selena tulus meminta maaf?''


''Apa kamu tidak melihatnya, mata selena benar benar tulus saat meminta maaf. dan aku bisa merasakan itu semua Stefanie.''


''Syukurlah kalau begitu. setidaknya kamu bisa hidup dengan tenang lagi rii.''


''Mm.. kamu benar celine, aku bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi selena petunjuk untuk berubah.''


Tiba tiba saja Peter datang menghampiri rii.


''Rii apa aku boleh meminta waktumu sebentar. aku ingin mengatakan sesuatu.''


''Kami pergi dulu ya rii. dah...''


''Yaa kalian, tunggu aku.''


Rii sangat canggung berada di hadapan Peter.


''Mm.. baiklah. kemana kita akan pergi?''


''Ikuti saja aku dan kamu akan tahu.''


Mereka berdua kini sedang berada di tepi pantai. Peter ingin mengabadikan momen ini sembari melihat sunset.


''Rii...''


''Iya Peter.''


Kedua jantung mereka, kini tengah berpacu lebih cepat dari biasanya. Peter sedikit kewalahan dalam mengungkapkan isi hatinya kembali. dan rii berusaha untuk mengontrol detak jantungnya agar tidak gugup di hadapan Peter.


''Rii... aku minta maaf atas kejadian kemarin, aku sudah salah paham kepadamu.''


''Tidak masalah Peter. aku sudah memaafkan mu.''


Peter terdiam lagi. hal yang ingin dia sampaikan kali ini begitu sangat sensitif. ia masih ragu apakah ini keputusan yang tepat untuk mengatakannya kembali. Peter kini menghadapkan tubuhnya kepada rii, dan rii kini mulai berani menatap mata Peter.


''Rii.. soal kemarin, aku.. aku..''


''Peter.''


''Ya ada apa rii.''


''Apa kamu baik baik saja?''


''Tentu.''


Tiba tiba saja ombak pantai menyentuh kaki rii dan membuat rii teriak kegirangan. rii kemudian berlari larian di tepi pantai sambil melihat matahari yang sebentar lagi akan terbenam. Dan Peter sendiri menghampiri rii.


Setelah mereka tertawa puas dengan aktivitas mereka. kini mereka sudah berada di sebuah cafe. mereka singgah untuk mengisi perutnya yang kosong. tinggal beberapa sendok lagi makanan mereka akan habis.


''Rii..''


''Mm...''


Rii hanya bergumam sambil mengunyah makanannya.


''Lihat aku rii.''


Rii menghabiskan makanannya dan mulai menatap Peter.


''Rii.. aku ingin mengatakan sesuatu.''


''Iya Peter apa itu.''


''Rii.. soal kemarin, aku benar benar serius. aku.. aku mencintaimu.''


Rii tersedak mendengar ucapan Peter. dan Peter kemudian menyodorkan minuman kepada rii.


''Apa kamu sedang bercanda Peter hehe.''


Tangan Peter kemudian menyentuh tangan rii dan mulai menggenggamnya.


''Aku tidak bercanda rii. aku benar benar serius.''


Lagi. jantung rii berdebar sangat cepat. seketika ia merasa sesak dan susah untuk bernafas, pernyataan Peter kali ini benar benar serius. sehingga membuatnya untuk susah berbicara.


''Rii.. Kamu baik baik saja?''


''Mm.. aku baik baik saja.''


Canggung, mereka berdua terdiam satu sama lain. bahkan saat berada di dalam mobil menuju pulang, mereka masih diliputi rasa diam. dan Peter menerima semuanya. ia akan menunggu sampai rii bisa untuk menjawab ucapannya.


**Oke guys ada yang greget ga si. pantengin terus ya..


Jangan lupa dong like and komennya.

__ADS_1


Kalau atuhor masi suka typo. mohon di maklumin ya.


Da.. salam dari atuhor. 🥰🤗🤗**


__ADS_2