
Seorang gadis mondar-mandir di dalam kamarnya. Menggigit kuku jempolnya memikirkan cara untuk keluar.
"Apa yang aku lakukan? melompat dari lantai 2? yang benar saja. memanjat tembok belakang? tidak memungkinkan. menerobos gerbang? itu mustahil. Andaikan ada pangeran yang membawaku keluar" ujar gadis itu berharap.
Diambilnya selembar kertas dengan pena. Ditulisnya keinginannya dan apa yang akan dia lakukan hari ini juga. biarpun dirinya akan pergi, tapi tidak boleh sampai orang-orang khawatir.
"Baiklah aku akan melakukannya" ujar gadis itu memegang sebuah surat. Melihat ke sekelilingnya yang terlihat megah, dia menaruh surat itu di atas narkas, menarik koper yang ada ditangannya menuruni tangga.
"Nona, apa yang kau lakukan dengan koper itu" ujar salah satu bodyguard nya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya karena bingung akan menjawab apa.
"Ah! iya semalam ayah menelpon ku dan mengatakan bahwa hari ini aku harus menemuinya. Tapi, ayah berkata bahwa dia tidak bisa menjemputku."kata gadis itu, membuat bodyguard nya mengangguk lalu menyiapkan mobil.
'Haruskah aku berada disini selamanya' batin gadis itu lalu mengikuti bodyguardnya.
Sampai di Bandara, gadis itu mencari cara agar bisa kabur dari para bodyguardnya. Pasti bodyguard nya akan terus mengikuti kemanapun dia pergi.
__ADS_1
"Ian, aku akan ke toilet" kata gadis itu membawa kopernya
"Biar saya antar nona" kata Ian
"Eh! tidak-tidak! biar aku sendiri saja. lagipula hanya ke toilet. kau, tetaplah disini bersama yang lain. aku akan segera kembali" kata gadis itu menarik kopernya
"Tapi nona, sesuai perintah. lalu mengapa kau membawa kopermu ke toilet?" tanya Ian, gadis itu mendekatinya dan berbisik di telinganya.
"Ini masalah wanita, kau pasti tahu bukan? aku akan segera kembali bye bye. Terima kasih sudah mengantar" kata gadis itu melambaikan tangannya dan berjalan cepat memasuki sebuah pesawat yang akan lepas landas. Setelah menunjukkan tiket, gadis itu langsung mencari tempat duduk yang nyaman.
gadis itu berharap akan memulai kehidupannya yang baru dengan pengalaman yang baru.
"permisi nona, boleh aku duduk disini" ujar seseorang, gadis itu menoleh mendapati seorang wanita parubaya.
"Silahkan, lagipula ini umum. kau tidak perlu meminta izin ku" kata gadis itu terkekeh
__ADS_1
Bagi kalian yang belum mengenalku, hari ini aku akan memberitahunya pada kalian. Namaku Floren Wilde, hari ini aku memutuskan untuk pergi ke New Jersey. Dimana aku jauh dari keluargaku yang sekarang berada di Inggris. Aku tinggal sendiri di mansion, setelah aku lulus dari Universitas aku cukup nekat dengan pergi ke negera lain dengan memblokir seluruh jaringan.
***
Sepeninggal gadis itu, para bodyguard nya sudah mulai bingung. Dimana keberadaan nona mudanya, tiba-tiba bodyguard yang bernama Ian mendapatkan panggilan dari mansion.
"Hallo, ada apa Bibi yose?" tanya Ian
"Kau dimana? apakah bersama nona muda?" ujar Yose
"ya, nona bilang tuan besar menelpon bahwa ingin bertemu dengannya. tapi, nona bilang tidak ada yang bisa menjemputnya oleh karena itu aku bersama yang lain pergi ke bandara. saat ini nona belum kembali, dia bilang akan ke toilet" jelas Ian
"Ian! apa kau mempercayainya? sekarang cari nona muda. apa kau tahu rencananya? dia ingin kabur dari mansion. tidak ada acara apapun di rumah tuan besar karena hari ini adalah hari dimana tuan besar akan berkunjung ke Britania." ujar Yose menggebu-gebu
"baiklah! kami akan mencarinya. Terima kasih Bibi sudah memberikan informasi" ujar Ian lalu menyuruh teman-temannya untuk berpencar mencari nona mudanya.
__ADS_1