Hello! My Prince

Hello! My Prince
21. Ulang Tahun


__ADS_3

Carly turun bersama Floren, mereka menjadi pusat perhatian. Floren bisa melihat tatapan tidak suka dari Catryn, tatapannya ditujukan untuk Carly. Floren menggenggam tangan Carly mencoba menguatkan.


"Apakah itu Carly?"


"Mereka sangat cantik"


"Aku tidak tahu wajah Carly ternyata sangat mirip dengan Catryn"


Carly dan Catryn berdiri bersama di depan kue. Kedua orang tuanya sudah mempersiapkan ini. Catryn dan Carly meniup lilin bersama setelah mengucapkan doa dan harapan mereka.


Floren hanya menatap mereka dari kejauhan, dan memilih mengambil minuman. Saat sedang memperhatikan mereka, Kelvin datang dan duduk di samping Floren.


"Pangeran, apa yang kau lakukan disini" Ujar Floren datar. Dia masih ingat perlakuan Kelvin terhadapnya saat di restaurant. Walaupun dia tahu bahwa sikapnya yang lebih parah.


"Tidakkah kau bertanggung jawab atas apa yang sudah kau perbuat padaku saat di restauran?" Ujar Kelvin menggoyangkan gelas yang dipegangnya.

__ADS_1


"Apa tidak salah dengar? Memangnya aku melakukan apa padamu? Bukannya kau yang menarik tanganku." Ucap Floren acuh


Saat mereka sedang berdebat, Catryn datang menghampiri mereka berdua. Lebih tepatnya ke arah Kelvin. Floren yang tidak ingin mengganggu lebih memilih menjauh. Berkumpul bersama teman-teman yang lain.


"Floren Terima kasih, aku berhasil karenamu." Ujar Carly tiba-tiba datang pada Floren.


"Itu hal sepele, tidak usah begitu sungkan denganku. Aku akan menolongmu." Kata Floren


Disaat musik diputar beberapa pasangan langsung menuju tengah-tengah ruangan. Semuanya sudah siap untuk berdansa, begitupun dengan Kelvin dan Catryn. Floren hanya menatap mereka berdua tanpa akspresi walaupun dalam hati ingin sekali membully Catryn.


"Floren, apa kau sudah tahu untuk perlombaan model?" Tanya seorang pria mendekati Floren.


"Kau tidak mengenalku? Kita satu kelas Floren, aku akan memperkenalkan diri. Aku adalah Martin Luther. Pasanganmu saat perlombaan nanti." Ucap Martin, Floren hanya mengaggukkan kepalanya.


"Oh iya benar, sekarang aku mengenalmu." Kata Floren

__ADS_1


Martin menatap Floren dengan tatapan penuh kagum. Dia bahkan sudah menyukai Floren saat pertama kali melihat Floren, tapi dia tidak cukup berani karena saat itu dia sudah melihat bagaimana cara Floren melawan MG demi mendekati Kelvin.


"Kau mau berdansa denganku?" Ajak Martin mengulurkan tangannya. Floren sebelumnya melihat ke arah Kelvin yang masih asik berdansa dengan Catryn. Floren menrima uluran tangan Martin dan berjalan ke tengah ruangan.


Beberapa orang berbisik karena jika dilihat, Floren dan Martin sangat serasi. Kelvin dan Catryn yang tak sengaja mendengar perbincangan anak-anak langsung mencari keberadaan Floren.


"Mereka sudah menyita perhatian kita." Kata Catryn melihat ke arah Floren. Saat itu juga Floren tak sengaja melihat seorang pria berjas hitam. Floren tidak tahu bagaimana bisa orang itu masuk ke dalam.


Floren menghentikan dansanya dan bergegas mencari Carly. Terlihatlah Carly yang sedang berbincang dengan Sarah. Floren menepuk bahunya dan mengatakan bahwa dirinya akan pulang sekarang.


"Apa perlu supir ku mengantarmu pulang? Ini sudah malam. Tidak yakin jika ada taksi yang lewat." Kata Carly


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Terima kasih untuk acaranya" Ujan Floren menolak karena tidak mungkin menyuruh Carly untuk mengantarnya pulang.


Floren berjalan keluar dengan langkah tenang, tapi seseorang memanggilnya.

__ADS_1


"Nona, apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya seorang pria berjas hitam. Floren terkejut, dia tidak tahu bahwa dirinya pernah bertemu dengan orang itu. Tapi jika dilihat dari tampangnya, orang itu yang pernah bertanya pada Kelvin saat di pinggir jalan.


"Ah iya, dipinggir jalan. Saat itu kau bertanya pada pacarku. Sayang! Ayo antar aku pulang." Ujar Floren yang melihat Kelvin akan berjalan melewatinya. Dia tidak peduli seperti apa reaksi Kelvin yang jelas tidak ada cara lain selain menghindar.


__ADS_2