
Beberapa hari ini Floren hanya berdiam diri di rumah. Bahkan kakinya pun sudah sembuh, Anne menjaganya dengan sangat baik.
Sebagai bentuk balas budi, Floren berencana memasak seharian ini untuk Anne. Dipakainya celemek dan mengambil bahan-bahan dikulkas.
"Apa kau yakin akan melakukan ini? Aku tidak yakin bahwa kau akan memasak dengan benar." ujar Anne yang kini duduk di kursi.
"Anggap saja sebagai eksperimen, aku yakin masakannya tidak begitu buruk." kata Floren
"Heih! kau ini, dapurku bukanlah laboratorium tempatmu melakukan eksperimen. Seharusnya, kau pergi bersama teman-teman mu menghabiskan waktu diluar untuk sekadar bermain ataupun mencari sandaran." kata Anne terkekeh
"Apa kau berpikir aku yang sendiri itu buruk?aku tidak ingin membuang waktu ku hanya untuk bersenang-senang. Lebih baik aku disini balik menjagamu, itu lebih bermanfaat bukan?" Kata Floren dan tepat saat itu juga pintu rumah diketuk.
Anne menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang. Sebelumnya dia tidak pernah kedatangan tamu. Kali ini ada seorang gadis berambut pirang dan memakai kacamata.
__ADS_1
"Bibi, apakah Floren ada di dalam?" tanya gadis itu, Anne mengangguk lalu menyuruh gadis itu masuk. Floren yang penasaran karena Anne belum juga kembali ke dapur langsung menuju ruang tamu.
"Carly? ada apa kau menemuiku?" tanya Floren
"Floren, aku rasa kau jenuh berada disini. Aku berencana mengajakmu ke Westfield Garden state plaza. Apa kau mau ikut bersamaku? setidaknya menemaniku." ucap Carly
"Aiyo! tentu saja aku sangat suka pergi ke pusat perbelanjaan. Tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap." kata Floren lalu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
"Bolehkah aku membawa Floren, Bibi?" tanya Carly pada Anne yang menatap Floren bingung.
"Ayo aku sudah siap. Mama Anne aku pergi dulu" kata Floren
"Hati-hati" ujar Anne melihat punggung kedua gadis itu yang memasuki sebuah mobil.
__ADS_1
"Anak itu bilangnya lebih baik di rumah dan tidak akan membuang-buang waktu hanya untuk bersenang-senang. Sepertinya ingatannya sangat buruk" gumam Anne
Floren bahagia karena ada seseorang yang mengajaknya bersenang-senang. Dia tidak menyangka Carly akan menemuinya dan mengajaknya, Floren berpikir dirinya dan Carly akan bertemu setelah akhir musim.
"Apa yang kau lakukan selama liburan? pastinya tidak hanya diam di rumah kan?" tanya Carly
"Tentu tidak, aku berencana untuk bekerja di Financial Group tapi beberapa hari yang lalu aku sudah di pecat. Bahkan kaki-ku terkilir sehingga aku hanya bisa diam di rumah. Tapi untungnya kau datang tepat waktu, aku sungguh bosan berada disana." kata Floren
"Financial Group? kau bekerja disana? aku yakin kau bertemu dengan seseorang." kata Carly
"Pastinya, pangeranku pemilik perusahaan itu, dia yang memecat ku, dan dia juga yang membuat kaki-ku terkilir. Itu semua sudah terbayarkan karena aku sudah merasakan kehangatan dirinya saat mengantarku pulang setelah membawaku ke rumah sakit." kata Floren kembali teringat perlakuan Kelvin sembari tersenyum.
"Kau yakin tidak salah orang? aku pikir Kelvin bukanlah orang yang sebaik itu. Bahkan ketika Catryn terjatuh, dia hanya melengos pergi tanpa memberi bantuan." kata Carly
__ADS_1
"Aku tidak mungkin salah mengenali pangeranku sendiri." kata Floren
Keduanya asik mengobrol, kali ini Carly menggunakan supir untuk mengantarnya pergi. Dengan begitu, dia bisa mengobrol sepuasnya dengan Floren tanpa adanya resiko.