
sesampainya di New Jersey, Floren berjalan untuk mencari tempat tinggal. Dia tidak memiliki kenalan disini. sangat luar biasa jika dirinya bisa tinggal disini dalam waktu lama.
"aku kira suhunya tidak akan sepanas ini" gumam Floren
Floren berpikir pasti para bodyguardnya sudah mencarinya. kini satu-satunya cara agar tidak mudah di ketahui. dirinya harus mengubah penampilan, saat akan menyebrang jalanan untuk pergi ke salon.
tak tahu bahwa dari arah barat, sebuah mobil melaju kencang. Floren tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. tiba-tiba dirinya terjatuh seperti ada orang yang memeluknya.
Floren mencoba untuk membuka matanya, melihat siapa yang sudah menolongnya. mata abu-abu yang menatapnya tajam. rahang yang kokoh, hidungnya yang mancung dan alisnya yang tebal panjang membuat dirinya terpesona.
"sudah puaskah menatapku?" ujar pemuda itu, Floren yang tersadar langsung berdiri dan membersihkan bajunya yang tampak kotor.
"Mmm Terima kasih sudah menolongku" kata Floren. pemuda itu langsung memasuki mobil, tanpa mempedulikan Floren yang masih membungkuk.
"sangat tampan! aku ramal kita akan bertemu kembali. Tuan tampan" kata Floren berbinar, sungguh bukannya merasa takut ataupun khawatir saat akan tertabrak justru malah menikmati.
__ADS_1
Floren pergi ke salon untuk mencat rambutnya yang blonde menjadi hitam. untungnya dirinya membawa black card nya sehingga untuk beberapa saat tidak akan kekurangan uang. namun tersadar bahwa yang dilakukannya itu dapat mengundang posisinya, Floren tidak lagi menggunakan kartu itu dan membuangnya ke tempat sampah.
Floren duduk di sebuah bangku. dirinya harus berpikir lebih dulu untuk melakukan suatu hal. sekarang tanpa kartu itu, bagaimana dirinya bisa mencari tempat tinggal dan mencari uang.
"gadis, bukankah kau yang berada di pesawat bersamaku?" kata seseorang tiba-tiba membuat Floren terkejut.
"ah iya benar" kata Floren tersenyum
"apa yang kau lakukan disini?" ujar orang itu
"kau bisa memanggilku Anne" ujar Anne
"baiklah Bibi Anne, Bibi bolehkah aku bertanya sesuatu?" kata Floren
"tentu saja, katakan" kata Anne
__ADS_1
"apa Bibi tahu dimana tempat indekos atau apartemen?" kata Floren, Anne menatap Floren kaget. Anne kira, Floren termasuk penduduk asli New Jersey sepertinya.
"apa kau asli Inggris?" kata Anne memastikan, Floren hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Anne.
"kau bisa tinggal bersama di rumah ku. lagipula aku sendirian di rumah" kata Anne membuat Floren merasa senang.
"benarkah Bibi? baiklah, aku akan menerimanya dengan senang hati. berapa biaya perbulannya?" kata Floren
"tentu saja, kau tidak perlu membayar. kau bisa tinggal disana dengan menjaga toko kue yang ada di depan rumah milikku. apa kau tidak keberatan?" ujar Anne
"tentu saja tidak, Terima kasih Bibi. Ngomong-ngomong apa Bibi penjual kue? " tanyanya yang diangguki Anne
keduanya berjalan menuju rumah Anne, Floren tidak akan berkomentar apapun mengenai rumah Anne karena dia berpikir sudah mendapatkan tempat tinggal saja rasanya sangat senang.
sampai di rumah Anne, Floren langsung masuk ke dalam kamar yang sudah dipilihkan Anne. tidak terlalu besar tapi setidaknya tidak terlalu kecil.
__ADS_1
dia merupakan lulusan S2 di Oxford, apakah dia harus bekerja seperti ini? tidak masalah dan sepertinya dia akan melanjutkan studinya disini dengan berusaha mendapatkan beasiswa. dia akan buktikan pada keluarganya bahwa dirinya bisa hidup dengan layak tanpa bantuan mereka.