
Setelah kelas berakhir, Floren melihat ada banyak orang berkerumun di halaman. Floren yang penasaran mendekati kerumunan itu, disana juga ada Kelvin dan Thomas tapi dia tidak melihat ada Catryn dan Gabriel. Floren memilih berdiri di samping Kelvin untuk melihat ada acara apa.
Disana ada Hayden yang membawa sebuket bunga mawar dan sekotak cokelat bersama boneka beruang. Hayden sedikit berjongkok dihadapan Sarah.
"Sarah Steward, will you be my girlfriend?" Ujar Hayden membuat beberapa orang bersorak. Terlihat Sarah yang malu-malu tapi juga mengangguk.
"Ow, mereka sangat romantis. Tapi ada baiknya jika Hayden mencari tempat dengan background bagus. Seperti pantai saat senja." Ujar Floren
"Haha iya seharusnya seperti itu. Entah bagaimana bisa Hayden berpikir ini bagus." Kata Thomas menyaut, sedangkan Kelvin hanya diam.
"Apa kau juga akan melakukan seperti yang dilakukan Hayden padaku. Aku sangat berharap pangeran." Kata Floren
"Sebaiknya kau tanya langsung pada Jos, kau sangat cocok dengannya. Kalian memiliki sifat yang sama." Kata Kelvin membuat Floren dan juga Thomas bingung.
"Siapa Jos? Aku tidak tahu." Kata Floren bingung begitupun dengan Thomas yang akan bertanya sama seperti Floren.
__ADS_1
"Kera milik pria bertopi kuning." Ujar Kelvin acuh, awalnya Floren dan Thomas saling bertatapan kemudian keduanya tertawa.
"Hahaha, aku tidak menyangka kau punya lelucon seperti ini pangeran!" Kata Floren yang tidak berhenti tertawa.
"Kelvin sejak kapan kau punya selera humor." Ujar Thomas
"Benar bukan? kalian sangat mirip dengannya." Kata Kelvin berlalu begitu saja meninggalkan dua orang yang masih saja tertawa. Setelah Floren berhenti tertawa, barulah dia menyadari bahwa Kelvin tidak ada.
"Kemana Kelvin pergi?" Tanya Thomas yang tidak melihat keberadaan Kelvin.
"Aku tidak mengetahuinya." Kata Floren
Dilain tempat, Joey masih saja setia duduk di bangku. Tidak sedikitpun beranjak dari sana, Ian yang mengawasi dari jarak jauh sedikit iba.
"Pria yang malang, kau hanya dibodohi oleh nona." Ujar Ian
__ADS_1
"Jika bukan karena misi ku, aku tidak akan pernah menunggunya seperti ini. Ini sangatlah membosankan, tidakkah ada orang yang berbaik hati memberiku sebotol air mineral." Geram Joey karena jujur dirinya memang sangat haus. Tak lama kemudian kesadarannya perlahan menghilang. Ian yang melihat itu langsung memberitahu Floren.
Floren yang akan mencari Kelvin mendadak terkejut dan langsung keluar sekolah untuk melihatnya. Ternyata memang benar, Joey sudah tidak sadarkan diri. Floren menberikan kode pada Ian untuk membantunya membawa ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit terdekat, Joey langsung ditangani. Untungnya tidak begitu parah, dan Floren bisa bernapas lega. Dia sudah bisa menemui Joey, Ian juga ikut bersamanya.
"Kau cukup patuh dan setia juga. Aku akan menjadikanmu bodyguard ku." Kata Floren membuat Joey senang dan Ian yang terkejut.
"Nona, apa maksud mu? Apa kau ingin bodyguard lagi?" Ujar Ian
"Mulai sekarang kalian harus bisa saling bekerja sama. Ian sebaiknya kau bersikap baik pada Joey, begitupun dengan kau." Tunjuk nya pada Joey yang sudah tersenyum senang.
"Bagaimana bisa? Bukankah pengawalmu sudah cukup." Ujar Ian berbisik pada Floren
"Diam! Kau hanya perlu mengikuti perintahku" Ujar Floren menyikut perut Ian membuatnya meringis.
__ADS_1
"Karena kau sudah sadar, aku akan pulang sekarang. Ian antar aku pulang, biaya rumah sakit sudah aku tanggung. Ingat perkataanku, jangan keluar dari rumah sakit sebelum dapat persetujuan dariku." Tegas Floren
"Baik nona, Terima kasih atas bantuannya." Kata Joey sesopan mungkin.