Hello! My Prince

Hello! My Prince
38. Rencana pernikahan


__ADS_3

Saat Shalyn kembali ke Istana, dia langsung disambut oleh beberapa pelayan. Consina yang melihat putrinya sudah pulang langsung mengajaknya ke kamar. Shalyn sempat bingung, ada banyak orang di Hallmirrors.


"Bu, apa yang sedang diadakan oleh ayah?" Tanya Shalyn


"Ayahmu bersikeras untuk mempercepat pernikahan Janet dengan Brian. Sekarang kau harus bersiap-siap sebagai anggota kerajaan." Kata Consina


"Apa! Apa kalian akan menyerahkan pewaris padanya? Bukankah aku ini keturunan sah kalian? Aku ingin menyelesaikan studiku lebih dulu." Kata Shalyn


"Aku tahu, turunlah jika sudah siap. Kami semua menunggumu." Kata Consina


Shalyn mengenakan gaun berwarna biru dengan lengan panjang. Para pelayan menata rambut dengan rapi dan menambahkan mahkota di kepalanya.


Turun untuk menghadiri acara pertunangan, Shalyn bertekad akan mengungkapkan sisi gelap Janet saat acara pernikahan nanti.


"Putri Zaquinshalyn memasuki ruangan!"


Langsung saja Shalyn menduduki kursinya yang berada di samping Janet. Ingin rasanya Shalyn menendang Janet saat itu juga.

__ADS_1


"Berhubung semuanya sudah berkumpul, aku akan memberitahu seluruh rencana pernikahan. Sebelum acara pernikahan berlangsung, kedua mempelai tidak boleh saling bertemu. Acara pernikahan akan dilangsungkan dalam ruangan Aula dilanjutkan acara penobatan raja dan ratu. Pernikahan akan dilangsungkan dalam waktu dua minggu ke depan." Jelas penasihat kerajaan


Setelah mendengar itu, Shalyn terkejut bukan main. Dia berdiri dan berusaha menyangkalnya.


"Apakah itu tidak terlalu cepat? Bahkan untuk mengadakan acara itu minimal membutuhkan waktu selama satu bulan untuk mendekorasi." Kata Shalyn


"Maaf putri Shalyn, tapi ini sudah ditentukan dan bersifat mutlak." Ujar sang penasihat


Shalyn hanya bisa diam dan menatap Janet dengan pandangan membunuh. Sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan smriknya. Shalyn kembali duduk seperti semula. Dia ingin meninggalkan ruangan, tapi dia harus memiliki citra yang baik.


"Apa menurutmu aku tidak bisa menyingkirkanmu? Sangat mudah bagiku untuk membuatmu menderita." Ucap Janet saat kedua berpapasan.


"Oh benarkah? Aku ingin bertanya padamu tentang satu hal. Tidak, bukan hanya satu tapi banyak. Menurutmu aku tidak tahu apa yang kau lakukan selama ini di dalam Istana tanpa adanya diriku?" Kata Shalyn lalu pergi begitu saja meninggalkan Janet yang sudah mengepalkan tangannya.


'Sialan! Cepat atau lambat aku akan membunuhmu, Shalyn' batin Janet


Janet yang meminta Stevan untuk mempercepat pernikahannya. Dengan begitu dirinya bisa mengusai Inggris dan juga Luxembourg. Tapi, jika Shalyn tidak berhasil disingkirkan maka Janet tidak bisa hidup lagi.

__ADS_1


"Awasi terus putri Shalyn, jika ada gerak-gerik yang mencurigakan langsung hubungi aku" Pada pengawalnya


"Baik putri" Ucap pengawal itu patuh lalu pergi dari hadapan Janet


Shalyn akan langsung mempersiapkan penerbangannya kembali ke Amerika. Dia tidak bisa menunggu sampai lusa untuk mencari bukti.


"Ian, segera jemput aku dibandara malam ini"


"Bukankah kau berkata lusa? Mengapa harus malam?"


"Jangan banyak pertanyaan, jemput saja"


Kata Shalyn lalu mengganti pakaiannya dengan dress. Sebelum pergi, dia sudah berpamitan pada ibunya. Tapi, dia tidak mengatakan pergi ke Amerika melainkan kembali ke mansion.


Awalnya Consina menyuruh beberapa pengawal untuk mengantarnya. Tapi Shalyn bersikeras menolak dengan alasan sudah ada bodyguardnya yang menunggu.


Shalyn tidak pernah menunjukkan dirinya dipublik karena itu bisa membahayakan dirinya. Dan dia tidak akan bisa tenang jika pergi kemanapun.

__ADS_1


__ADS_2