
Pagi harinya Floren bersiap-siap untuk pergi bersama Kelvin. Dia memanfaatkan waktu ini karena sekarang sekolah diliburkan selama 3 hari.
"Anne! Aku akan pergi sekarang. Jika ada sesuatu telpon aku saja." Seru Floren menutup pintu. Baru saja berbalik dari beberapa langkah, sebuah mobil berhenti di depan rumah.
Floren seperti mengenal mobil itu, Lamborghini Huracan RDW coupe milik Kelvin. Floren mendekatinya dan membuka pintu mobil.
"Bukankah aku yang akan menjemputmu? Mengapa kau yang menjemputku?" Tanya Floren setelah berada di dalam mobil.
"Kau akan menjemputku dengan apa? Subway? Atau metro? Aku tidak ingin menaiki kendaraan umum." Kata Kelvin mulai melakukan mobilnya. Floren terkekeh mendengarnya.
"Iyakah? Aku akan menjemputmu menggunakan sepeda hahaha." Kaya Floren
Selama perjalanan Floren melihat keluar jendela, pohon-pohon mulai berdaunan dan bunga-bunga mulai bermekaran.
"Lihat Kelvin! Lihat! Itu adalah bunga lily. Sangat cantik." Seru Floren, sedangkan Kelvin hanya tersenyum tipis seraya mengangguk.
Sampai di Washington, Floren menarik tangan Kelvin. Tapi sebelum itu dia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Kelvin, apa kau membawa kamera? Aku tidak membawanya." Kata Floren
Kelvin kembali ke dalam mobil dan mengambil kamera yang sengaja dia bawa dan menyerahkannya pada Floren.
Floren menarik Kelvin lagi menuju Festival Bunga Sakura Nasional.
"Kelvin hari ini kau menjadi fotografer saja okay? Foto aku di bawah pohon sakura itu." Kata Floren menyerahkan kamera pada Kelvin dan mulai berpose. Floren hanya bergaya dua pose saja karena dia masih ingin berfoto di tempat yang lain.
Sudah bosan berada di taman, Floren mengajak Kelvin ke cafe bertema sakura. Disana mereka menikmati donat sakura dari Doughnuts dan milkshake dari good stuff Eatery.
Kini dia beralih ke Tulip Skagit Valley. Floren memilih berkeliling sembari menaiki sepeda, begitupun dengan Kelvin. Kelvin berhenti dan mengambil foto Floren saat menaiki sepeda, tentunya tanpa sepengetahuan Floren.
Kelvin hanya diam saja mengikuti Floren, dia tidak tahu bagaimana cara menunjukkan rasa bahagianya selain diam, tersenyum, dan menuruti permintaan Floren. Tak lupa juga Floren menggunakan kacamata hitam yang biasa dikenakannya.
Mereka berjalan-jalan di tengah bunga-bunga tulip, menikmati pertunjukan seni
Setelah itu Floren mengajak Kelvin ke United States Botanic garden. Floren bersiap untuk berpose sembari duduk di sebuah taman yang ditumbuhi berbagai jenis bunga liar yang mulai tumbuh dan mekar.
__ADS_1
"Kelvin, apa menurutmu setelah ini kita akan kembali ke New Jersey? Apa kau tahu tempat yang indah selain taman bunga disini?" Ujar Floren merebahkan dirinya disana tanpa takut kotor.
Begitupun dengan Kelvin yang malah asik melihat hasil jepretannya. Floren yang merasa diabaikan langsung mengambil kamera itu.
"Oke, kembali kameraku. Aku akan mengajakmu kesana." Ujar Kelvin berdiri diikuti dengan Floren. Saat di perjalanan, Floren berusaha memejamkan matanya menahan rasa sakit.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kelvin
"Aku baik-baik saja, cepat bawa aku ke tempat yang menarik." Ujar Floren
Kelvin membawa Floren ke taman Rock Creek. Pemandangan disini terdapat hutan, sungai, jembatan, dan bebatuan. Selain itu, disekeliling jalur terdapat bunga-bunga liar.
"Apa orang sepertimu sangat menyukai tempat ini?" Ujar Floren saat berada di jembatan. Floren melihat ke bawah.
"Lihat! Ada ikan, wah! Airnya jernih sekali." Seru Floren
"Aku hanya menyukai suasananya saja." Kata Kelvin
__ADS_1
Memang disini sangatlah tenang dan jauh dari kebisingan aktivitas kota. Setelah pergi ke tempat ramai kini mereka menghabiskan waktu sampai sore di Rock Creek.