Hello! My Prince

Hello! My Prince
04. Pendaftaran WHS


__ADS_3

Pagi hari Floren memutuskan untuk mencari kampus yang sekiranya berkualitas. Dia berharap bisa diterima di kampus itu dengan jalur beasiswa sehingga tidak memberatkan dirinya dan bukan beban bagi Anne.


Floren mengikat rambutnya yang panjang dan mengenakan dress. Jika dilihat-lihat seluruh pakaiannya sangat mencolok, dia takut itu membuat orang menatapnya kagum. Untuk beberapa hari mungkin tidak apa-apa.


"Mama aku akan mencari kampus dengan beasiswa. Aku berjanji akan pulang sebelum makan malam." kata Floren


"baiklah, Hati-hati dijalan" kata Anne


Floren berjalan di samping trotoar dengan tas yang dia sampirkan di bahunya. Dia menghentikan langkahnya merasa lelah. Terdapat beberapa orang yang mengenakan seragam sekolah berlalu lalang di sekitarnya.


Floren mendongakkan kepalanya melihat tulisan yang terpampang di depannya.


"Wilson High School. Tidak buruk, aku dengar ini merupakan kampus favorit juga. Baiklah, Floren mari mulai aksi mu" kata Floren melangkahkan kakinya menuju ke dalam kampus.

__ADS_1


Floren pergi menuju ruangan kepala WHS untuk membicarakan perihal dirinya yang akan memasuki kampus dengan jalur beasiswa. Tertulis Mr. Rawson di di pintu.


"silahkan duduk nona Wilde, boleh aku melihat berkas-berkas sekolahmu sebelumnya" ujar Mr. Rawson. Floren terdiam, mana mungkin dia menunjukkan berkas-berkas miliknya di pendidikan sebelumnya.


"Maaf, Mr. Rawson tapi semua berkas ku hilang. Bolehkah aku mengikuti jalur beasiswa?" kata Floren terpaksa berbohong.


"jika memang begitu, mari ikut saya ke ruangan tes" ujar Mr.Rawson, Floren mengikuti Mr.Rawson tak sedikit pula siswa yang melirik ke arahnya.


Floren mengerjakan soal-soal yang ada dihadapannya dengan teliti. Satu jam berlalu akhirnya Floren selesai mengerjakan seluruh soal. Mungkin tidak begitu sulit tapi cukup menguras kinerja otak.


Cairan merah keluar dari hidung Floren, buru-buru dia menyekanya menggunakan tangan. Dirinya lupa tidak membawa tisu maupun sapu tangan.


Sebuah tangan memberikannya sapu tangan. Floren menerimanya tanpa melihat orang itu, dirasa sudah lebih baik. Floren menatap orang itu yang masih saja berdiri.

__ADS_1


"Terima kasih" kata Floren, seketika matanya terbelalak saat melihat wajah orang itu.


"Tuan tampan, sebuah takdir kita dipertemukan lagi. Apa kau sengaja menemuiku" kata Floren berbinar saat melihat orang yang ingin dia temui ternyata dipertemukan saat ini.


"Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?" tanya orang gang disebut tuan tampan.


"Apa kau melupakanku? aku adalah gadis yang pernah kau selamatkan saat insiden dijalan raya" ujar Floren


"Maaf, tapi aku tidak mengenalmu" kata tuan tampan itu dan berlalu meninggalkan Floren yang menatapnya bingung.


Floren yakin, orang ini adalah orang yang waktu itu menolongnya. Dilihat dari wajahnya saja Floren sangat yakin. Sepertinya pengumuman beasiswa akan dimulai, lebih baik Floren pergi ke ruang tes.


"aku pasti akan membuatmu mengingatku, Tuan tampan. Sebegitu mudahnya kah dirimu melupakanku? ya Tuhan, seberapa besar daya ingatanmu." kata Floren

__ADS_1


Akhirnya dirinya lolos tes dan sudah bisa masuk ke kampus mulai besok. Floren bangga, akhirnya bisa memasuki kampus dengan usahanya sendiri.


Kali ini Floren benar-benar berencana untuk mencat rambutnya, dan membeli softlens. Dia yakin tak lama setelah ini pasti orang tuanya akan mengumumkan dirinya yang hilang. Dan jika itu terjadi, dirinya sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi.


__ADS_2